Baru Kenal Si Dia Sudah Jatuh Cinta? Hati-hati Terkena Love Bombing

Saking manipulatifnya, love bombers tahu hal-hal yang ingin didengar oleh si target, selain bentuk ucapan cinta yang berlebihan

Novia Kartikasari Novia Kartikasari · 4 min read >
Baru Kenal Sudah Jatuh Cinta

Teman saya bercerita bahwa dia baru saja berkenalan dengan seorang laki-laki lewat instagram selama dua minggu terakhir. Teman saya secara gamblang berkata bahwa laki-laki ini sangat manis menurutnya, kenapa kamu bisa bilang dia manis? tanya saya.

Dia menjawab bahwa semenjak kenal pertama kali laki-laki ini sudah terlihat penuh perhatian bahkan pada hal-hal detil dan selalu memujinya meskipun mereka belum bertemu.

Pujian ini bermacam-macam ya, mulai dari memuji wajah secara eksplisit bahwa teman saya cantik, hingga selalu berkata bahwa teman saya adalah wanita hebat yang independen karena bisa mengurus bapaknya sendirian.

Hm... batin saya terus berkata kalau ini sebenarnya tidak wajar, kenapa saya berpikir demikian?

Periode mereka berkenalan bisa dibilang masih terlalu singkat, kalau dilihat-lihat juga tidak wajar rasanya saya melihat di dunia nyata ada orang yang baru dikenal tapi memujinya sudah seperti itu.

Mewaspadai Love Bombing
Mewaspadai Love Bombing

Singkat cerita kemudian keduanya berpacaran, dan seiring berjalannya waktu sering terjadi pertengkaran hanya karena hal-hal kecil yang sepele misal selalu menuduh dia bermain belakang hingga akhirnya keduanya sering putus-nyambung.

Sampai di titik ini saya baru yakin bahwa memang benar kalau strategi pendekatan yang dilakukan oleh si laki-laki ini termasuk sesuatu yang tidak wajar dan seperti “ada maunya.”

Love Bombing adalah suatu hal yang saya sebut sebagai “afeksi yang beracun.” Jika afeksi adalah bentuk ekspresi dari cinta dan ketulusan, maka afeksi beracun adalah bentuk ekspresi yang memiliki motif tertentu dibelakangnya. Ketika saya berkata bahwa saya mencintaimu, itu karena saya memang benar-benar bermaksud demikian, dan saya ingin kamu tahu hal itu. Namun bisa saja saya mengatakannya hanya karena saya ingin tidur dengan kamu, ingin meminjam uang semata, atau hanya ingin mendengar kamu mengatakannya balik kepada saya.” – Dr. Floyd (2013)

Istilah love bombing merujuk pada cara yang digunakan oleh seseorang yang memiliki kecenderungan narsisme untuk menghujani targetnya dengan komunikasi intens selama berhari-hari baik melalui komunikasi langsung atau melalui teks, email, telepon dan situs media sosial.

Pujian dari seorang yang narsis bisa terkesan sangat memuji diawal, namun seiring berjalannya waktu pujian itu jadi terkesan berlebihan bahkan kadang kala bisa melemahkan.

Secara sadar atau tidak, seorang yang narsis berusaha untuk menempatkan tempat mereka sebagai seseorang yang penting di kehidupan orang lain tersebut. Mereka berharap bahwa pujian yang mereka berikan akan di balas, namun balasan yang diinginkan adalah penegasan bahwa orang narsis itu juga dicintai, tampan/cantik dan mereka diinginkan.

Love Bombing membentuk sebuah interaksi yang ‘memaksa’ pasangannya untuk terus terhubung hampir setiap hari dan setiap saat dengan si ‘pelaku’ dan mendorong pasangannya untuk terus memberikan penguatan bahwa mereka berharga.

Love bombers atau orang yang melakukan strategi manipulatif ini biasanya akan terus menerus memuji targetnya secara intens, mengatakan betapa mereka mengagumi targetnya karena kecantikan / ketampanannya, betapa mereka begitu berbakat, spesial dan hal-hal manis lainnya ketika ada maunya.

Ingat bahwa seorang love bombers adalah masternya dalam hal puji-memuji.

Untuk mendekati targetnya love bombers juga tahu harus berfokus kedalam perasaan tidak aman, luka batin dan kelemahan yang dimiliki oleh si target.

Saking manipulatifnya, love bombers tahu hal-hal yang ingin didengar oleh si target, selain bentuk ucapan cinta yang berlebihan biasanya mereka juga akan memberikan respon yang penuh cinta dan dramatis atas cerita dari targetnya.

Tapi semua hal ini dilakukannya semata untuk “menjebak” di target dalam hubungan yang tidak sehat.

Mengenal Si Narsis dan Tujuan nya Untuk Hubungan yang Tidak Sehat

Mengenal si Narsis
Mengenal si Narsis

Awamnya, kita biasa tahu orang yang narsis adalah orang yang terlalu mencintai dirinya sendiri ya. Padahal gangguan Narsisme dalam tingkatan Patologi malah sebaliknya lho.

Mereka salah satu orang yang memiliki self-esteem atau harga diri yang rendah, karena hal inilah mereka selalu mencari validasi atau pengakuan dari orang di luar dirinya bahwa mereka layak untuk dicintai, dianggap penting dan berharga meskipun mereka juga tidak bisa mengakui dirinya demikian.

Penelitian yang dilakukan oleh Claire, dkk. (2017) dari Universitas Arkansas, Amerika Serikat menemukan hasil yang positif bahwa milenial yang memiliki kecenderungan gangguan narsisme juga memiliki self-esteem yang rendah, kemudian mereka juga memiliki gaya ikatan romantisisme yang tidak aman sehingga mereka sulit untuk memberikan kepercayaannya pada orang lain dan juga sulit menghargai dirinya sendiri maupun keberadaan orang lain.

Kelompok dengan kecenderungan narsisme juga ditemukan sering menggunakan strategi love bombing ini dalam menjalin hubungan interpersonal dengan orang lain.

Ketika si narsis dan targetnya sudah menjalin hubungan romantisisme, si narsis pelan-pelan mulai menunjukkan sifat aslinya.

Berurusan dengan si narsis ini cukup melelahkan,

sebagai pasangannya kita harus siap meyakinkan dia bahwa dia itu dicintai dan berharga tiap kali dia merasa tidak aman. Atau jika tidak ini akan memicu konflik yang berkepanjangan.

Karena meskipun mereka terlihat sangat percaya diri diluar sebenarnya mereka selalu mencari pengakuan ini dari orang lain, dengan cara mempertanyakan apakah mereka sebenarnya dicintai atau tidak.

Ketika hubungan ini sudah berubah menjadi hubungan kekerasan dalam berpacaran, si narsis tahu strategi love bombing ini cukup efektif untuk mendapatkan simpatinya kembali dari pasangannya.

Biasanya dia akan berkata bahwa kekerasan yang telah dia lakukan adalah karena dia mencintai pasangannya dan dia tidak mau kehilangan pasangannya. Dalam banyak kasus fase yang diberi istilah honeymoon phase ini terus berulang setiap kali kekerasan terjadi dan ini membuat si korban sulit lepas dari hubungan yang merugikan batinnya seperti ini.

Cara Menghindari Diri Kita dari Strategi Manipulatif Love Bombing

Menghindari Diri Dari Para Love Bombing
Menghindari Diri Dari Para Love Bombing

Mendengarkan orang memuji kita tentu sesuatu hal yang membahagiakan ya, siapa sih (terutama cewek) yang tidak mau memiliki kehidupan percintaan seperti di FTV atau drama korea?

Dimana pasangannya sangat romantis dengan kata-kata indahnya dan penuh perhatian, tapi apa yang terjadi kalau hal ini benar terwujud di dunia nyata?

Bukannya harus selalu merasa curiga dengan orang lain sih, tapi sikap skeptis itu juga penting dimiliki lho agar kita selalu terhindar dari hal-hal buruk yang tidak terduga. Nah kira-kira kita harus bagaimana sih ketika tiba-tiba ada orang yang memberikan kita pujian secara tidak wajar.

1. Membentuk perilaku dan pikiran bahwa cinta pada diri kita sendiri sudah cukup diatas segalanya.

Sebuah quotes self-love yang terkenal mengatakan bahwa “Sebelum kamu bisa mencintai orang lain kamu sudah harus mencintai dirimu sendiri”, mencintai diri sendiri berbeda dengan bertingkah egois ya.

Mencintai diri sendiri adalah suatu pola pikiran dimana kita tidak perlu pengakuan yang berlebihan dari orang lain kalau kita ini penting dan berharga.

Seringkali mereka yang mudah jatuh dalam strategi manipulatif love bombing sedang berada pada fase rendah dalam hidupnya, oleh karenanya ketika ada orang yang tiba-tiba datang dan memuji dirinya secara berlebih mereka akan langsung menerimanya tanpa curiga.

Dengan menumbuhkan mindset cinta pada diri sendiri kita akan selalu merasa utuh dan penuh rasa syukur.

2. Tidak mudah percaya 100% pada orang yang baru dikenal.

Bertemu orang yang baik secara random adalah sebuah hal yang sangat membahagiakan, terutama jika orang baik tersebut mampu membuat kita merasa berharga setiap saat.

Namun coba lihat pelan-pelan, apakah pujian yang diucapkan oleh orang baru tersebut termasuk dalam batas wajar? Jika diucapkan secara terus-menerus dan bertubi-tubi sepanjang waktu tentu kita perlu mencurigainya, karena tidak wajar ya jika kita tidak mengenal orangnya secara baik namun dia bisa mengungkapkan afeksinya secara eksplisit.

Apapun tujuan dibalik ucapannnya kita perlu untuk mewaspadainya.

3. Melakukan riset background pada orang tersebut.

Dunia maya mengaburkan semua batasan yang sebelumnya sulit untuk di tembus oleh manusia.

Melakukan riset background sebelum memulai suatu hubungan romantisisme saya rasa sesuatu hal yang sangat mudah dilakukan saat ini terutama jika kamu sebenarnya masih punya relasi dengan orang yang baru kamu kenal tersebut.

Tidak ada salahnya untuk bertanya pada orang ketiga yang kamu anggap kenal dengan si orang ini, kamu bisa bertanya mengenai bagaimana karakter si orang ini bahkan tentang hubungan si orang baru ini sebelumnya.

Jadi bagaimana, adakah diantara kalian yang mengalami hal yang sama dengan cerita saya tadi? Ataukah kalian jangan-jangan sedang berada di tahapan ini?

Menaruh curiga pada orang yang baru dikenal tentu tidak ada salahnya ya, karena hal itu bisa membantu kalian menempatkan diri kalian di posisi waspada setiap saat.

Tentunya jangan mudah percaya pada rayuan gombal yang diberikan lawan jenis secara berlebihan, tetap cintai diri kalian terlebih dahulu karena dengan kita selalu merasa cukup dengan diri kita sendiri maka kita juga bisa memberikan cinta yang sama tulusnya pada orang lain.

Novia Kartikasari
An amateur writer who inspired to be a professional writer someday. I love writing about a social phenomenon, education, environmental and lifestyle issue Read Full Profile