in , , ,

5 Cara Menjalani Hidup Bahagia Meski Tanpa Pasangan

Hidup Bahagia Tanpa Pasangan
Hidup Bahagia Tanpa Pasangan

Bukankah kedengaran konyol ketika kita memikirkan cara hidup bahagia tanpa pacar tetapi secara bersamaan kita juga sibuk memikirkan cara agar memiliki pacar?

Kita mendambakan dua hal yang bertentangan dalam waktu yang bersamaan dan inilah penyebab kita tidak bahagia dengan diri sendiri.

Ketika fokus pikiran kita tertuju pada kebahagiaan yang dialami orang-orang dengan kekasihnya, lalu membandingkan hal itu dengan keadaan kita saat ini maka wajar saja tidak bahagia.

Dan seperti yang sudah disampaikan para filsuf sejak dulu kala, kita tidak bisa mengontrol apa yang akan terjadi di depan mata tetapi kita bisa mengontrol respon dalam menyikapinya.

Ini artinya kesendirian bukanlah penyebab kita tidak bahagia, tetapi respon kita dalam menyikapi kesendirianlah yang membuat kita tidak bahagia.

Lalu bagaimana caranya mengontrol diri agar bisa bahagia meskipun tanpa pasangan? Langsung saja!

1. Cari Makna yang Dalam Dari Setiap Interaksi

Menemukan Makna Dalam Hubungan
Menemukan Makna Dalam Hubungan

Mungkin kamu baru saja putus cinta dan hal itu membuatmu tidak terbiasa dengan kesendirian.

Atau mungkin kamu lupa bagaimana rasanya bahagia ketika berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata karena terlalu banyak menghabiskan waktu di sosial media.

Ingin bahagia tanpa pasangan bukan berarti kamu harus menutup diri dari orang-orang. Dan juga bukan berarti kamu harus membatasi diri dari setiap orang yang mendekat.

Tetaplah membuka kesempatan jika ada orang-orang baru yang ingin mengenalmu lebih dekat, nikmati saja setiap momennya tanpa menghakimi.

Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif yang berasal dari pengalaman buruk di masa lalumu merusak momen saat ini yang sebenarnya bisa menjadi sumber kebahagiaan.

Cobalah mencari makna yang dalam dari setiap pertemuan, perbincangan atau interaksi dengan orang-orang seperti teman, keluarga maupun orang-orang baru.

Saat kamu berhasil menemukan makna dari sebuah interaksi, saat itu pula kamu bahagia!

Baca Juga : 4 Level Kebahagiaan Dalam Hidup yang Wajib Diketahui

2. Berikan Jarak Antara Dirimu Dengan Perasaanmu

Jarak Diri dan Perasaan
Jarak Diri dan Perasaan

Kebanyakan orang merasa sebagai korban dari ketidakadilan sosial dan menganggap kesendirian adalah dampak dari kesalahan orang lain yang menilai segala sesuatu dari uang.

Contohnya, Katakanlah kamu sendiri karena selalu ditolak oleh wanita yang menginginkan pria kaya raya sementara kamu miskin. Kesedihan pun mulai menghampiri dan kamu mulai beranggapan bahwa dunia tidak adil.

Disaat-saat seperti ini, cobalah berikan jarak antara dirimu dengan apa yang kamu rasakan. Sadari bahwa perasaan mudah datang dan pergi tergantung situasinya seperti apa.

Dengan menyadari hal itu maka kamu akan paham bahwa keadaan yang kamu alami saat ini tidaklah mendefinisikan apapun.

Sadari bahwa perasaan ini hanya akan menjadi sebuah pengalaman yang nantinya kamu tertawakan suatu hari nanti ketika kamu berkata “Ah betapa polosnya aku dulu”.

Setelah memahami bahwa momen saat ini hanya akan menjadi pengalaman untuk kedepannya, maka rasanya akan lebih ringan untuk di lewati. Sehingga kamu pun lebih bahagia menjalaninya.

3. Cobalah Untuk Benar-Benar Menikmati Kesendirian

Menikmati Kesendirian
Menikmati Kesendirian

Kamu belum menikmati kesendirianmu jika masih ada pikiran-pikiran seperti “Kapan ya aku punya pacar?” atau “Kenapa ya hidupku gini gini aja?”

Dan kamu belum benar-benar menikmati kesendirianmu jika masih sibuk bermain game, menonton film dan berinteraksi di sosial media.

Sebenar-benarnya sendiri adalah ketika hati dan pikiran sejalan dalam keheningan. Cara untuk mendapatkannya cukup mudah, kamu hanya perlu melepaskan semua yang menjadi beban pikiran.

Coba atur dirimu untuk tidak menyentuh handphone, laptop dan televisi selama satu jam saja dan berdiam diri di dalam kamarmu. Mungkin terdengar konyol tapi hanya ini cara agar kamu bisa terhubung dengan diri sendiri.

Lalu apa yang harus dilakukan?

Duduk atau berbaringlah senyamanmu, hirup udara dan rasakan napas yang keluar masuk di dalam jantung dan otakmu, jangan mengontrol pikiran tetapi biarkan pikiran memilih apa yang mau ia pikirkan.

Cara ini juga dapat membantu mengukur seberapa dalam kita mencintai diri sendiri. Jika setelah 5 menit berjalan dan kamu merasa ingin segera keluar dari kamar, itu tandanya kamu masih membenci diri sendiri.

Namun jika hal itu terjadi padamu, janganlah berkecil hati, sebab cara ini membutuhkan latihan yang berulang-ulang sampai kamu benar-benar bisa menikmati kesendirian.

4. Berkencanlah Dengan Dirimu Sendiri

Menikmati Diri Sendiri
Menikmati Diri Sendiri

Memang sulit untuk bahagia dengan diri sendiri ketika kita terbiasa dibahagiakan oleh orang lain. Seperti yang sudah sering terjadi, kebanyakan dari kita menggantungkan kebahagiaan dalam hubungan sehingga setelah putus kita jadi kehilangan arah dan sulit bahagia.

Untuk melatih dirimu agar tidak bergantung kepada orang lain lagi, maka mulai sekarang cobalah melepaskan semua harapan pada orang lain dan berharaplah pada dirimu sendiri.

Perlakukan dirimu seperti kamu memperlakukan seseorang yang kamu cintai. Sebagai contoh, jika kamu tahu bahwa pacarmu menyukai kopi, tentunya kamu akan merasa senang untuk mengajaknya menikmati kopi bersama-sama.

Sekarang coba pikirkan makanan apa yang kamu sukai? Minuman apa yang kamu sukai? Apa hobimu? Apa minatmu? dan apa hal-hal yang bisa menyenangkan hatimu?

Jika kamu hobi melakukan traveling, maka langsung saja pergi tanpa harus menunggu siapa pun. Jika kamu menyukai kopi, maka pergilah ke tempat nongkrong favoritmu tanpa menunggu siapa pun.

5. Bersyukurlah Untuk Hal-hal Yang Terlihat Biasa

Bersyukur Untuk Hal-Hal Biasa
Bersyukur Untuk Hal-Hal Biasa

Adalah sebuah hal yang biasa jika kamu merasa bersyukur atau merasa terberkati pada momen yang spektakuler dalam hidup.

Tetapi adalah hal yang tidak biasa bagi kita untuk bersyukur di momen-momen yang terlihat biasa saja.

Pada akhirnya ini hanyalah tentang sikap kita dalam menilai apa yang kita miliki dalam hidup, tapi kenyataannya bahagia atau tidak bahagianya seseorang tergantung pada sikap.

Luangkan waktumu untuk merenungkan hal-hal biasa yang sebenarnya patut untuk disyukuri. Hilangkan pikiran-pikiran seperti “kapan punya pacar?” dan fokuslah pada apa yang ada saat ini.

Baca Juga : Cara Bersyukur dan Manfaatnya Dalam Meningkatkan Kebahagiaan

Kesendirian bukanlah suatu petaka, tetapi anugerah. Sebab saat sendiri kita akan menyadari ruang-ruang di dalam diri yang telah rusak dan perlu dibenahi.

Kita terlalu sering menggantungkan kebahagiaan pada orang lain dan hal inilah yang menyebabkan kita menjadi pribadi yang tidak seutuhnya.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening