in ,

5 Tips Agar Anda Tidak Terjebak Dalam Investasi Bodong

Sebagai orang yang baru akan mulai berinvestasi, ada kalanya anda akan menemukan berbagai tawaran investasi yang sangat menjanjikan dengan iming-iming imbal hasil besar yang terkadang membuat anda sangat tertarik meski sebenarnya sedikit tidak masuk akal.

Adanya keinginan untuk mendapatkan penghasilan atau imbal hasil yang cepat dari investasi, membuat sebagian besar orang menjadi serakah dan tidak dapat berpikir rasional, dimana tentunya dalam investasi, berlaku hukum adanya keuntungan besar tentu memiliki risiko yang besar pula.

Banyaknya kegiatan investasi bodong, tidak hanya menyasar para kalangan yang memiliki pengetahuan rendah, bahkan orang dengan pengetahuan tinggi akan keuangan pun kerap kali menjadi korban dari investasi bodong, terlebih bila ditawarkan oleh orang-orang terdekat mereka.

Kegiatan investasi bodong ini sebenarnya sudah sejak lama terjadi, modusnya bisa dibilang menggunakan cara-cara lama, namun tetap saja selalu ada korban baru yang terus tertipu. Kurangnya literasi keuangan masyarakat, dinilai sebagai salah satu penyebab utama terlibatnya seseorang dalam investasi bodong.

Bahkan diawal tahun 2020 ini, kita sempat dihebohkan oleh berita investasi bodong MeMiles yang mana dikutip dari kompas.com, kabarnya memiliki omzet hingga 740 miliar. Investasi bodong ini bahkan menyeret sejumlah artis Ibu kota.

Dengan semakin bermunculannya investasi bodong secara terus-menerus, tentu anda perlu lebih cermat dalam menilai mana investasi yang sehat dan mana yang hanya memberikan iming-iming semata.

Simak tips berikut agar terhindar dari investasi bodong.

1. Bekali Diri Dengan Pengetahuan

Membekali Diri Dengan Pengetahuan
Membekali Diri Dengan Pengetahuan

Salah satu penyebab utama banyaknya kasus investasi bodong yang terjadi di Indonesia adalah kurangnya literasi keuangan masyarakat Indonesia. Adanya sifat yang mudah tergiur dengan imbal hasil yang besar, serta kurangnya pengetahuan keuangan membuat banyak orang pada akhirnya termakan oleh bujuk rayu investasi bodong.

Untuk anda para investor pemula, banyaklah membaca baik dari buku ataupun sumber internet tentang produk-produk investasi serta risiko apa yang melekat pada masing-masing instrument investasi tersebut.

Ketahui kinerja masing-masing produk investasi, bagaimana masing-masing produk menghasilkan keuntungan dan lainnya. Ini akan membantu anda dalam memahami investasi dan lebih cermat dalam melihat tawaran yang ada.

2. Cek Status Hukum di OJK

Cek Status di OJK
Cek Status di OJK

Otoritas Jasa Keuangan atau yang biasa dikenal dengan OJK sebagai lembaga keuangan yang memiliki tugas dalam mengawasi dan mengatur seluruh kegiatan di sektor keuangan termasuk hal-hal terkait investasi.

Bila anda ditawari oleh perusahaan tertentu untuk menanamkan modal sekian juta, dengan iming-iming imbal hasil yang besar namun sedikit tidak masuk akal, dan anda ragu akan itu, cek status hukumnya di OJK.

Perusahaan yang menjalankan investasi bodong, pasti tidak memiliki dasar hukum yang melindunginya, status perusahaannya pun pasti tidak akan terdaftar di OJK, dan bila anda terlibat dalam perusahaan investasi seperti ini, tentu akan sangat berbahaya.

Bila suatu saat perusahaan itu mengalami masalah, lalu uang atau dana yang anda tanamkan hilang, maka anda sebagai konsumen tidak akan mendapat perlindungan hukum atas dana yang anda tanamkan tersebut.

Bukannya untung, yang ada harta yang anda miliki hilang dalam sekejap.

Untuk itu pastikan terlebih dahulu legalitasnya di OJK, namun bukan berarti semua perusahaan yang terdaftar di OJK tidak akan mengalami masalah, terbukti ada beberapa perusahan yang terdaftar di OJK namun tetap mengalami pelanggaran hukum sendiri. Sehingga anda harus terus waspada dalam mengambil setiap keputusan berinvestasi.

3. Waspadai Imbal Hasil yang Tidak Masuk Akal

Imbal Hasil Tidak Masuk Akal
Imbal Hasil Tidak Masuk Akal

Hampir dipastikan kegiatan investasi bodong pasti menawarkan imbal hasil yang sangat besar, yang mana justru hal inilah menjadi senjata yang mereka tawarkan, agar banyak orang tertarik untuk menanamkan dananya.

Sebagai contoh kasus investasi bodong akhir-akhir ini, investasi MeMiles, yang di iming-imingi imbal hasil diluar logika, dimana hanya dengan menempatkan dana Rp 300 ribu rupiah maka bisa mendapatkan bonus handphone, lalu bila menanamkan dana sebesar Rp 3 juta rupiah, maka bisa mendapatkan 1 buah sepede motor, dan bila menanamkan sebesar Rp 7 juta, maka akan mendapatkan mobil fortuner.

Ini jelas diluar akal sehat. Bagaimana bisa dalam kurun waktu singkat bisa mendapatkan imbal hasil sebesar itu? Inilah yang harus diwaspadai.

Tidak semua investasi yang memberikan imbal hasil besar itu berbahaya, bila anda tahu cara kerjanya. Namun sewajarnya investasi nyata paling besar memberikan return kurang dari 30% per tahunnya.

Bila anda menemui investasi yang dirasa ‘this is too good to be true’ tentu perlu anda cermati lebih dalam kebenarannya. Semakin besar keuntungannya, tentu ada risiko yang semakin besar pula dihadapi.

4. Ketahui Produk dan Aktivitasnya

Mengetahui Produk dan Aktivitasnya
Mengetahui Produk dan Aktivitasnya

Salah satu ciri-ciri investasi bodong adalah tidak memiliki produk yang jelas dan aktivitasnya tidak diketahui seperti. Mereka hanya menawarkan dan menyuarakan adanya imbal hasil yang tinggi tanpa menjelaskan apa yang dijual dan bagaimana keuntungan bisa didapatkan.

Bila kita bandingkan dengan berbagai instrument investasi seperti logam mulia, saham, deposito yang secara jelas memang produknya ada, dan aktivitasnya terlihat nyata seperti kita tahu bagaimana keuntungan dihasilkan, risiko yang mungkin melekat dan bagaimana terhindar dari risiko tersebut.

Hal di atas tentunya akan kontras sekali dengan investasi bodong yang tidak memiliki produk dan aktivitas yang tidak jelas dalam mengejar keuntungannya.

Anda juga perlu mengetahui dimana alamat usahanya, perusahaan investasi bodong biasanya tidak memiliki kantor besar dan karyawan yang professional, bahkan jumlahnya hanya sedikit. Bila anda menemui kondisi seperti ini, tentu anda harus mewaspadai hal-hal seperti ini sejak awal.

Jangan sampai baru kita investasikan dananya, ternyata tidak beberapa lama perusahaan tersebut bangkrut dan menghilang begitu saja.

5. Waspadai Skema Ponzi

Waspadai Skema Ponzi
Waspadai Skema Ponzi

Cara yang paling sering dilakukan dalam investasi bodong adalah dengan skema Ponzi dan turunannya, dimana hanya menggunakan permainan uang saja, yang mana anda seringkali disuruh merekrut orang sebanyak-banyaknya, lalu orang tersebut nantinya menanamkan sejumlah modal tertentu juga, barulah disini permainan uang akan dimulai.

Anda biasanya akan mendapatkan imbal hasil dari uang-uang nasabah yang direkrut setelah anda, dan terus diputar hingga pada satu waktu tidak ada lagi nasabah tambahan yang bisa dihasilkan, sehingga tidak ada lagi keuntungan yang bisa dibayarkan dan akhirnya macet.

Jadi memang konsepnya seperti skema piramida, dimana investor di bagian atasnya akan diuntungkan terus oleh adanya nasabah-nasabah baru di bawahnya. Skema Ponzi ini memanfaatkan persentase dana investor yang menyetor belakangan, maka banyak sistemnya yang menggunakan rekrutan dari orang-orang. Semakin banyak merekrut, semakin besar pula dana yang anda dapatkan.

Nah, ketika sudah macet, barulah perusahaan akan melarikan diri dan uang nasabah tentunya akan dibawa kabur dan hilang seketika.

Untuk menghindari hal tersebut terjadi, penting untuk setiap investor mencari dan menggali lebih dalam secara jelas apa yang bisa anda dapatkan ketika anda menyetorkan sejumlah dana, darimana keuntungan investasi bekerja, ini yang harus dipahami sejak awal.

Baca Juga :

Jadilah Investor Cerdas!

Para pelaku investasi bodong ini justru akan senang bila menemui nasabah yang hanya mau menerima beres tanpa mau mengetahui lebih dalam terkait produk dan lainnya.

Banyak orang yang sudah langsung termakan dengan bujuk rayu iming-iming yang besar, sehingga mereka tidak lagi memperhatikan detail produk investasinya dan bahkan hanya mau terima beres yang penting mereka bisa memperoleh keuntungan kedepannya.

Inilah yang harus dihindari.

Jadilah investor yang cerdas, yang mau membaca dan mengetahui tidak hanya dari sisi produknya, bahkan dari mulai struktur organisasinya, alamat perusahaannya, dan baca dokumen-dokumen legalitas perusahaannya.

Jangan malas untuk meriset dan mencari tahu terlebih dahulu sebelum anda berinvestasi.

Written by Dinny Amalia

Lifetime learner. An independent woman who live her life to the fullest.