in

Jatuh Cinta Padanya yang Sudah Ada Pemiliknya, Salahkah?

Jatuh Cinta Pada Orang Yang Sudah Punya Pasangan

Mencintai bukan sebuah kejahatan. Sebagai manusia, kamu tidak pernah tahu kapan rasa cinta dalam hatimu akan tumbuh dan pada siapa cinta itu akan terikat. Semua menjadi sebuah rahasia kehidupan yang tidak bisa kamu atur dengan sesuka hatimu.

Tidak ada salahnya jika kamu menyimpan rasa pada seseorang. Tapi apa jadinya jika orang yang kamu cintai adalah orang yang sudah memiliki pasangan? Pasti kamu merasa serba salah.

Apakah kamu saat ini sedang menyimpan rasa pada orang yang sudah memiliki pasangan? Jika iya, kamu tidak sepenuhnya salah kok. Setiap orang berhak untuk mencintai orang yang ingin dia cintai. Kamu hanya harus paham kapan perasaanmu itu menjadi suatu hal yang salah dan kapan cintamu itu masih tergolong wajar.

Banyak orang yang menganggap menyimpan perasaan pada pasangan orang lain adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Meskipun kenyataannya ada pula orang yang menganggap hal itu bukanlah suatu masalah yang besar, asalkan:

Mencintai Seseorang Adalah Hak Semua Orang

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu tidak pernah tahu kapan kamu akan jatuh cinta dan dengan siapa kamu akan jatuh cinta. Bukan salahmu jika akhirnya cinta yang kamu rasakan tertuju kepada orang yang sudah memiliki pasangan.

Pada dasarnya, cinta bukan suatu hal yang salah. Namun, manusia tetap memiliki peran untuk menjadikan cinta untuk menjadi cinta yang salah atau yang benar.

Mungkin benar cinta adalah hak semua orang. Tapi kamu tidak memiliki hak untuk menyakiti hati orang lain. Meski sakit untuk dipendam sendiri, ada baiknya kamu tidak melakukan hal yang dapat menjadikan cintamu sebagai sebuah hal yang salah.

Kamu Tidak Berniat untuk Memilikinya

Perasaan cinta yang kamu rasakan masih dalam lingkup wajar yang dapat ditoleransi ketika kamu tidak memiliki niat untuk memilikinya. Boleh-boleh saja untuk kamu cintai orang yang sudah memiliki pasangan asal kamu tidak memiliki keinginan untuk menjadikan dia milikmu.

Ketika kamu memiliki rasa atau niatan untuk memiliki, sudah pasti kamu akan melakukan tindakan yang mungkin di luar batas. Misalnya berebut orang yang kamu cintai dari pasangannya. Hal inilah yang membuat cintamu menjadi salah.

Kamu Tidak Melakukan Suatu Hal yang dapat Merusak Hubungannya dengan Pasangannya

Asalkan kamu sudah memiliki niatan untuk memilikinya, tentu kamu juga tidak akan melakukan suatu hal yang dapat merusak hubungannya dengan pasangannya. Kamu tidak akan mendapatkan suatu hal baik dari tindakanmu yang merusak hubungan orang lain.

Cintamu masih menjadi suatu hal yang benar, saat kamu tetap mendoakan kebahagiaannya dalam diammu. Tidak harus dengan memilikinya, kamu tidak bisa mencintainya dengan tulus dalam setiap doa.

Untuk sementara kamu bisa berpikiran bahwa perasaan yang kamu simpan untuk kekasih orang bukanlah hal yang salah. Namun hal itu juga tidak dapat sepenuhnya dibenarkan. Kamu harus bisa mengontrol perasaanmu dengan baik. Jika tidak, kamu perasaanmu bisa menjadi suatu hal yang salah karena:

Kamu Sangat Berambisi untuk Memilikinya

jika kamu memiliki ambisi yang cukup besar untuk memilikinya, maka cintamu menjadi suatu hal yang salah. kamu tidak bisa menguruskan apa yang sudah secara nyata terlihat tak baik untuk kamu melanjutkan.

Di luar sana masih banyak orang yang lebih baik darinya. Di luar sana juga masih banyak orang yang dapat kalian cintai dengan cara yang benar. Ambisimu yang salah, hanya akan menghasilkan sesuatu yang telah juga.

Jadi, cobalah untuk menghentikan ambisimu itu. Jangan mengharapkan apa yang bukan menjadi milikmu. Biarkan dia mencintai orang yang ingin dicintai. Jangan merusak cintanya demi cintamu terdiri.

Kamu Melakukan Berbagai Cara untuk Bisa Mendapatkannya

Semua hal tentang ini berawal dari rasa ‘ingin’ yang kamu miliki. Karena keinginan untuk memilikinya itulah, kamu bisa melakukan segala cara untuk bisa bersanding dengannya. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Kamu sudah melakukan hal yang salah.

Coba pikirkan lagi, sebenarnya yang kamu rasakan termasuk kategori cinta atau ambisi semata? Cinta yang murni tidak akan melahirkan tindakan yang mencelakai. Cukup melihatnya bahagia dengan pasangannya, akan membuatmu lebih damai dibandingkan memilikinya namun dengan cara yang salah.

Kamu Membuat Orang Lain Sakit Demi Kebahagiaanmu Sendiri

Bagaimana bisa cintamu dibenarkan, ketika kamu mampu bahagia diatas penderitaan orang lain. Apakah kamu pernah pikir jika kamu berada di posisi orang yang kekasihnya kamu rebut dengan cara yang tak sehat?

Kebahagiaan yang kamu rebut secara paksa dari orang lain, tidak akan bertahan lama. Lambat laun kebahagiaan itu juga akan pergi dengan cara yang sesuai dengan bagaimana kamu mendapatkannya. Percaya atau tidak, pepatah pernah mengatakan bahwa seseorang akan menuai apa yang dia tanam.

Jika saat ini kamu menanam benih yang salah, maka esok nanti kamu juga akan menuai hasil yang salah juga. Kebahagiaan yang sempurna tercipta ketika kamu mampu mendapatkannya tanpa menyakiti hati siapapun.

Baca Juga :

Nah, setelah membaca penjelasan di atas seharusnya kamu sudah bisa menilai sendiri apakah caramu mencintai pasangan orang lain masih dalam batasan yang benar atau salah. Sebelum kamu mengambil sebuah langkah, kamu harus ingat bahwa merebut yang bukan milikmu akan membuatmu juga merasakan rasa kehilangan yang sama dengan yang dirasakan oleh korban ambisimu.

Yang menjadi milikmu, lambat laun akan datang padamu. Sebaliknya, yang bukan menjadi milikmu, sekuat apapun kamu berusaha mengikatnya, kamu akan tetap kehilangan dia.

Written by Dina Novia

Punya hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.