in

Jauhi Teman yang Tidak Baik Untukmu, Sebelum Menyesal

Jauhi Teman Teman Yang Tidak Baik
Jauhi Teman Teman Yang Tidak Baik

Pertemanan bisa berubah-ubah. Hari ini seseorang terlihat hebat di mata kita, keesokan hari ia tampak seperti bukan orang yang kita kenal.

Tapi di usia remaja, kita memiliki sekumpulan teman. Kita menyatu karena memiliki hobi yang sama, kesukaan yang sama hingga pengalaman tentang kisah cinta yang sama.

Masa-masa remaja, terkadang seseorang memilih teman yang gaya hidupnya menyenangkan, penampilan keren dan namanya populer. Karena secara tidak langsung itu juga menjelaskan siapa dirinya.

Dan usia kita terus bertambah. Semakin lama kita mulai mencium bau-bau tidak sedap dalam pertemanan. Kini yang kita inginkan adalah teman yang benar-benar sejiwa dan setia.

Seperti menyaring bubuk kopi, kita perlu meninggalkan ampas-ampasnya agar bisa menikmati kopi dengan nikmat. Dalam pertemanan, kita perlu menjauhi yang toxic agar bisa mengetahui mana teman yang real.

Berikut 6 jenis teman yang harus dijauhi sebelum menyesal!

1. Dia Bukan Manusia, Dia Kalkulator!

Teman Kalkulator
Teman Kalkulator

Dalam kehidupan, kita dituntut untuk menjadi realistis namun hal itu bukan berarti kita harus selalu memperhitungkan semuanya dengan logis dan kalkulatif.

Mungkin kamu sering bertemu dengan orang-orang yang wujudnya manusia tapi cara berpikirnya seperti kalkulator. Mereka selalu memastikan orang lain tidak akan mendapatkan lebih dari apa yang mereka bisa dapatkan.

Permainan orang seperti ini layaknya pengemis jalan, ia mencoba berkata-kata dengan kalimat yang menyentuh tentang kemurahan hati. Dengan tujuan agar kita memberikan lebih dari apa yang ia lakukan.

Masalahnya, disaat kamu butuh bantuan orang seperti ini tidak akan membantu kamu, kecuali hanya memberikan kata-kata dan kata-kata.

Dan lebih parah lagi, ketika ia meminta bantuanmu maka orang seperti ini akan memaksa. Lalu jika kamu tidak bisa membantunya, maka ia akan mengingat hal itu dan mengungkit-ungkitnya sampai kapan pun.

Jika kamu merasa memiliki teman seperti ini, maka jauhilah sebelum menyesal.

Baca Juga : Ciri-Ciri Sahabat Munafik yang Jarang Diketahui

2. Ketemu Pasangan Lupa Teman

Ketemu Pasangan Lupa Teman
Ketemu Pasangan Lupa Teman

Pernahkah kamu memiliki teman yang selalu pergi keluar bersama setiap hari pekan?

Saat itu pertemanan kalian terlihat begitu hebat, kalian tertawa bersama dan melakukan banyak hal. Namun seketika sikapnya berubah 180 derajat setelah memiliki pacar.

Ini sangat umum terjadi tapi baiklah kita harus menerima dan menghormati jika itu pilihannya. Kamu pun tak perlu memikirkan hal itu berlarut-larut, jauhi juga jika itu yang dia inginkan.

Kebebasan setiap orang untuk memiliki pasangan, tapi selama masih dalam ikatan “pacar” dan belum suami istri, tentunya kita masih bebas berkeliaran kemana saja.

Dalam arti, temanmu dan pacarnya bisa saja berkumpul bersamamu serta teman-teman yang lain, bukan?

Lalu bagaimana jika setelah putus dengan pacarnya ia datang lagi?

Untuk beberapa saat, jika berkenan kamu boleh saja mendengarkan curhatnya. Namun setelah semua unek-uneknya tersalurkan, kamu boleh pergi dan kembali kepada teman-teman yang setia padamu.

Jangan memberikan perhatian dan waktu sepenuhnya untuk orang yang tidak bisa menghargai itu.

3. Jauhi Teman yang Munafik alias Bermuka Dua

Jauhi Teman Munafik atau Bermuka Dua
Jauhi Teman Munafik atau Bermuka Dua

Pertemanan memang tidak selalu berada dalam kondisi baik-baik saja. Di setiap hubungan, baik pertemanan hingga keluarga pasti selalu ada saja permasalahan yang muncul.

Namun itulah bumbu-bumbu dalam hubungan serta sesuatu yang bisa membuat kita menjadi lebih baik ke depannya.

Berbeda dengan teman yang munafik. Ia selalu menampik masalah yang ada seolah semuanya baik-baik saja dihadapan kamu. Tapi ironisnya dibelakangmu ia gemar mencibir dan membuat gosip tentang dirimu.

Baca Juga : Sering Disalahartikan, 5 Perlakuan Teman Cowok yang Bikin Cewek Baper

4. Orang yang Tidak Memahami Tata Krama

Orang Tidak Tahu Tata Krama
Orang Tidak Tahu Tata Krama

Mungkin ada beberapa orang yang memang karakternya keras. Jika berbicara agak terdengar kasar, tapi kepribadian seseorang tidaklah mencerminkan apakah ia memiliki tata krama atau tidak.

Kita bisa menilai apakah seseorang memiliki tata krama dari sikapnya, bagaimana caranya mengakhiri telepon atau obrolan, bagaimana caranya bersikap saat bertamu ke rumah orang, dan lain-lain.

Dan bukan berarti tata krama itu dilihat dari apakah seseorang berbicara dengan nada yang lembut. Perlu diingat, kasar atau lembutnya seseorang dalam berbicara adalah karakter masing-masing, bukan tata krama.

Kuncinya adalah tolong, maaf, terimakasih. Sekeras apapun karakter seseorang jika ia masih tahu mengucapkan tiga kalimat itu, maka bisa diartikan ia masih memiliki tata krama.

Dan sebaliknya, selembut apapun karakter seseorang, jika ia tidak pernah mengucapkan tiga kalimat itu, maka bisa jadi ia tidak memiliki tata krama.

Jika kamu merasa memiliki teman yang tidak memiliki tata krama, maka tegurlah. Jika ia juga tidak berubah, maka jauhilah. Sebab orang-orang yang tidak memiliki tata krama biasanya tidak bisa menghormati betapa berharganya pertemanan.

5. Anak Kecil Di Dalam Tubuh Orang Dewasa

Teman Yang Tidak Dewasa
Teman Yang Tidak Dewasa

Semakin dewasa seseorang, semakin jeli ia memilih teman. Bukan hanya sekedar teman, di usia dewasa ini kita butuh seseorang yang bisa diajak bertukar pikiran.

Mungkin kamu akan merasa risih, bosan dan enek ketika seorang teman datang hanya untuk meminta pendapat tentang masalahnya, namun yang semakin menjadi masalah orang ini selalu menyudutkan pihak tertentu saja seolah ia tidak sedikit pun bersalah.

Mereka selalu bertingkah seperti korban dari ketidak adilan. Lalu menceritakan semua masalahnya kepadamu dengan penuh emosi negatif, seolah kamu adalah seorang hakim atau pengacara yang akan berdiri di pihaknya.

Mereka selalu meminta pendapat dari orang lain tetapi tidak pernah belajar dari kesalahan sebelumnya.

Jika kamu memiliki teman seperti ini, jauhi saja. Waktumu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan orang yang tidak mau belajar menyelesaikan masalahnya sendiri. Biarkan ia mengembara mencari jati dirinya agar ia bisa belajar hidup mandiri.

Jangan mengira dengan menjauhinya berarti kamu sudah melakukan kejahatan. Keliru. Karena sebab kita menjauhinya adalah demi kebaikannya juga.

6. Terlalu Narsis, Memandang Kamu Sebelah Mata

Terlalu Narsis dan Memandang Sebelah Mata
Terlalu Narsis dan Memandang Sebelah Mata

Orang seperti ini sangat cocok diundang menjadi bintang tamu dalam sebuah pertunjukan. Tipe teman seperti ini adalah mereka yang sering mengambil alih dan memotong percakapan.

Bahasa tubuhnya seolah mengisyaratkan kepadamu untuk diam dan membiarkannya berbicara tentang pengalaman hidupnya selama berjam-jam.

Mereka lupa bahwa hidup ini terus berlanjut, dan suatu pengalaman di masa lalu tidak selalu bisa menjadi patokan untuk langkah kedepan.

Setiap kamu bercerita dan sebelum kamu selesai berbicara, ia akan langsung menyanggah seolah tahu segalanya. Ia bermain seperti benar-benar mengalami apa yang kamu alami, lalu bersikap seolah berada dipihakmu, tetapi sebenarnya ia hanya ingin kamu diam.

Setelahnya ia akan melanjutkan apa yang kamu ceritakan, lalu pelan-pelan ia mengarahkannya kembali pada pengalamannya lagi.

Jauhi teman seperti ini, karena didalam hidupnya tak pernah ada kata “KITA” yang ada hanya “AKU, AKU & AKU”.

Baca Juga : 5 Tanda-Tanda Bahwa Sahabat Sedang Merindukan Kita

Akhir Kata

Semua orang bisa berubah. Seseorang yang kamu kenal sangat baik selama bertahun-tahun pun bisa saja berubah dalam satu hari. Dan sebaliknya, seseorang yang awalnya kamu lihat sangat buruk, mungkin juga bisa berubah menjadi lebih baik seiring waktu.

Pada intinya, kita tidak bisa memberikan seluruh kepercayaan sepenuhnya kepada satu orang saja karena hal itu berpotensi besar membuat kita kecewa.

Namun bukan berarti kita tidak bole mempercayai orang lain atau lantas memilih untuk tidak berteman dengan siapapun, hanya saja kadar kepercayaan dan ekspektasi kita saja yang perlu dikurangi.

Ingat, sebaik-baiknya teman adalah mereka yang membuat kita menjadi lebih baik. Sekianlah artikel tentang 6 jenis teman yang perlu dijauhi. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening