in ,

Jenis dan Tips Mengerjakan Psikotes Yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis dan Tips Mengerjakan Psikotes
Jenis dan Tips Mengerjakan Psikotes

Apakah anda pernah menjalani tes psikologis? Tes ini merupakan tes yang sering diberikan ketika anda sedang melamar pekerjaan, memilih jurusan kuliah hingga tes untuk menentukan minat dan bakat seseorang. Mulai dari usia anak-anak hingga dewasa bisa diberikan tes psikologi ini.

Tidak jarang tes psikologi atau psikotes merupakan tes yang menakutkan bagi sebagian orang. Karena khawatir tidak lolos dalam tahapan ini yang menyebabkan seseorang tidak diterima bekerja atau kuliah. Tes psikologis sendiri adalah sebuah penilaian yang dilakukan oleh professional yakni psikolog.

Psikotes merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi dari seseorang mengenai diri individu tersebut. Psikotes dapat mengukur segala aspek dan biasanya dibarengi dengan observasi dan wawancara. Yang memberikan tes psikologi ini umumnya adalah psikolog yang telah menjalani jenjang S2 atau telah lulus HIMPSI.

Namun bagi lulusan S1 psikologi juga bisa untuk memberikan psikotes. Tetapi hanya sebatas administrasi dan skoring tes saja, tidak memiliki wewenang untuk membuat laporan hasil analisis dari tes tersebut.

Psikotes ini juga banyak sekali macamnya berdasarkan kategori. Jika anda pernah menjalani serangkaian psikotes tentu tahu bahwa tes ini bisa dilakukan dalam sehari penuh dengan tes yang bermacam-macam.

Lalu apa saja tes psikologi yang sering diberikan oleh psikolog tersebut?

1. Tes Inteligensi (IQ)

Tes Inteligensi
Tes Inteligensi

Jenis tes yang pertama adalah tes untuk mengukur inteligensi seseorang atau IQ.

Tes psikologi ini dapat membantu memberikan gambaran atas kemampuan seseorang dalam mengolah informasi, proses berpikir dan analisis.

Jika dalam tes kerja, cukup penting untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang berdasarkan tes IQ.

Biasanya tes ini diberikan hampir pada setiap psikotes. Tetapi akan lebih baik jika seorang yang ingin naik jabatan pada posisi manajer atau leader untuk diberikan tes IQ. Berikut ini jenis tes iQ yang umumnya diberikan pada saat psikotes.

CFIT

CFIT atau Culture Fair Intelligence Test adalah tes yang digunakan untuk mengukur IQ seseorang secara kemampuan mental umum. Terdiri dari 4 sub tes yang masing-masing akan diinstruksikan agar tidak salah dalam mengerjakan.

TKD

Tes Kemampuan Dasar atau TKD ini digunakan untuk mengukur kemampuan dasar seseorang. Dalam tes ini terdiri dari 10 sub tes yang berbeda-beda baik itu aritmetik maupun pengetahuan umum.

IST

IST merupakan tes IQ yang terdiri dari 9 tes yang disesuaikan dengan tipe pekerjaan tertentu.

Tes ini berguna untuk mengetahui tentang intelegensi umum, kemampuan analisis dan sintesis, penalaran verbal dan non-verbal, orientasi ruang serta cara berpikir seseorang.

Sehingga tes ini cocok untuk perekrutan calon karyawan.

2. Personality Test (Tes Kepribadian)

Tes Kepribadian
Tes Kepribadian

Jenis tes yang kedua adalah personality test atau tes kepribadian. Dalam tes ini digunakan untuk mengetahui hubungan dan kemampuan seseorang dalam beradaptasi dengan lingkungannya terutama lingkungan yang baru.

Tidak hanya itu, tes kepribadian juga dapat mengukur self-confidence, kemampuan bekerja sama, stabilitas emosi, daya tahan dari seseorang.

Berikut adalah contoh dari tes kepribadian.

Tes Grafis

Sesuai dengan namanya, tes grafis adalah tes yang dilakukan dengan menggambar. Tester akan membagikan pensil yang dipergunakan untuk menggambar.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan, kepercayaan diri, tanggung jawab, emosi, imajinasi, intelektual dan aktivitas seseorang. Tes ini terdiri dari DAP, Baum, HTP dan juga wartegg test.

EPPS

EPPS atau Edwards Personal Preference Schedule test adalah tes yang digunakan untuk mengetahui kepribadian seseorang. Tes ini terdiri dari 225 soal yang harus dijawab semuanya.

TAT

Thematic Apperception Test ini dilakukan dengan kartu bergambar di mana seseorang harus menceritakan apa yang dilihatnya.

Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya konflik internal yang terjadi dalam diri individu misalnya hubungan dengan keluarga, orang tua, adanya kecemasan dan lainnya dari seseorang.

Rorschach

Tes yang satu ini mirip dengan TAT hanya saja dalam kartu hanya terdapat bercak tinta. Tes ini dilakukan dengan menunjukkan kartu bercak tinta kemudian meminta individu untuk menceritakan apa yang ia lihat.

Tujuannya adalah untuk mengungkapkan aspek individu seperti pemecahan masalah, stres, depresi, pola pikir hingga adanya indikasi adanya gejala gangguan jiwa.

Kraepelin dan Pauli

Tes berikutnya adalah tes kraepelin dan pauli yang masuk dalam kategori battery test. Dikatakan battery test karena pengerjaannya menggunakan waktu tertentu yang harus diselesaikan oleh individu.

Tes ini umum diberikan pada perusahaan dalam merekrut karyawan dan melakukan promosi jabatan. Tugasnya adalah dengan menjumlahkan angka-angka random sebanyak mungkin.

DISC

DISC adalah alat tes psikologi yang terdiri dari 24 nomor disertai dengan 4 pilihan jawaban pada setiap soalnya.

Tugasnya adalah dengan memilih kecenderungan yang paling mendekati diri individu yang mengerjakan tes dan yang paling tidak mendekati.

DISC digunakan untuk melihat kepribadian individu dari segi true self, kepribadian pada saat menghadapi masalah hingga kepribadian yang ditunjukkan pada orang lain.

MBTI

Alat tes yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Tes yang dikemukakan oleh Carl Jung ini bertujuan untuk menentukan bentuk kepribadian seseorang.

Tes ini menggabungkan tipe kepribadian seseorang dengan fungsi psikologis manusia.

3. Hasil Tes Psikologis

Hasil Tes Psikologis
Hasil Tes Psikologis

Hasil dari tes psikologi ini akan diolah sedemikian rupa oleh psikolog yang berwenang.

Kemudian akan dibuat analisis dari keseluruhan tes yang telah dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang cocok ditempatkan pada suatu posisi atau diterima di perguruan tinggi.

Hasil dari tes tidak hanya terpaku pada tes yang sudah anda jalani saja, Namun juga digabungkan dengan hasil observasi dan wawancara yang anda lakukan sebelumnya.

Dari situ lah seorang psikolog bisa menetapkan keunggulan dan kelemahan anda berada di mana.

Selain itu dapat diungkapkan apakah anda benar cocok dalam posisi atau jurusan tersebut. Karena sering kali perekrutan karyawan ini dilakukan oleh orang yang tidak memiliki background psikologi, atau oleh orang yang tidak paham betul mengenai alat tes dan serangkaian prosesnya.

Jika terjadi maka hal ini akan merugikan baik perusahaan maupun orang yang direkrut. Untuk itu agar selalu pastikan recruiter capable dalam proses ini.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika psikotes adalah kondisi dari diri anda sendiri sebelum menghadapi tes.

Kondisi diri anda juga menjadi faktor penentu dalam tes karena akan memengaruhi hasil tes nantinya.

Pastikan diri anda sehat, fit dan siap menghadapi psikotes pada hari yang telah ditentukan. Lebih baik hindari untuk mencari tahu tes apa yang akan diberikan dan mempelajarinya terlebih dahulu.

Karena hal ini akan memengaruhi hasil murni anda nantinya. Ketika anda sudah terlebih dahulu membaca contoh soal yang ada di internet atau buku yang tersedia, maka secara otomatis otak anda akan merekam pola soal yang ada.

Sehingga ketika tes dilakukan, yang anda kerjakan adalah tes yang kurang lebih sama namun tidak berdasarkan murni dari pemikiran anda. Karena sudah terbentuk pola sebelumnya. Untuk itu sebaiknya hindari hal ini dan lebih banyak istirahat dan tidur yang cukup sebelum melakukan psikotes.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.