in

7 Jenis Parafilia, Gangguan Aktivitas Seksual yang Menyimpang

Gangguan Seksual Menyimpang Dalam Psikologi

Jenis parafilia tidak hanya pada satu bagian saja. Istilah ini mungkin masih belum banyak diketahui oleh orang banyak. Beberapa berita yang ada baik di media sosial maupun di televisi menyebutkan beberapa kasus yang sedang mencuat mengenai jenis dari parafilia.

Akan tetapi apa sih sebenarnya parafilia ini?

Parafilia berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “pada sisi lain” dan juga philos yang berarti “mencintai”. Sehingga parafilia dapat diartikan sebagai aktivitas seksual yang tidak umum atau menyimpang.

Tertarik kepada seseorang merupakan hal yang wajar. Namun jika orientasi seksualnya menyimpang dari hukum normal, maka memerlukan diagnosa lebih lanjut. Termasuk parafilia.

Parafilia ini jika dilihat dari segi psikologi adalah gangguan emosional di mana melibatkan tingkah laku, fantasia atau dorongan yang dapat memengaruhi mental seseorang. Tidak jarang menjadi gangguan psikologis.

Ini disebabkan oleh adanya dorongan seksual menyimpang yang dilakukan secara terus menerus (continue) dengan intensitas dan durasi yang cukup sering.

Meski Anda tidak dapat memberikan diagnosa hanya berdasarkan teori yang mudah dibaca di internet dan mengamati seseorang tersebut, yang dapat memberikan diagnosa hanya orang yang ahli dalam bidangnya.

Jenis dari parafilia ini sendiri cukup banyak, namun berikut ini adalah jenis parafilia yang perlu Anda ketahui.

1. Masochism / Masokisme

Jenis parafilia yang dibahas pertama adalah masokisme. Nama masokisme ini awalnya adalah sadisme. Salah satu penyimpangan seksual ini muncul dengan gejala yakni seseorang dapat merasa puas secara seksual apabila dirinya disiksa pada saat melakukan hubungan seksual.

Penyiksaan tersebut meliputi tindakan kasar (violence) seperti penghinaan, memukul, mengikat dan fantasi seksual lainnya yang membaut dirinya merasa terangsang. Diagnosis dapat diajukan apabila seseorang dengan penyimpangan seksual ini sudah terjadi dalam waktu kurang lebih 6 bulan menurut DSM.

Hal yang dapat dilakukan oleh para ahli untuk menanganinya adalah dengan memberikan terapi yakni cognitive behavior therapy (CBT) dan dapat juga diberikan obat antidepresan selama dalam masa proses penyembuhan.

2. Exhibitionist / Ekshibisionisme

Jenis parafilia kedua adalah ekshibisionisme (Exhibitionist). Perilaku seseorang yang memiliki penyimpangan seksual ini akan merasakan kepuasan tersendiri apabila ia memperlihatkan organ intimnya kepada orang lain secara sengaja.

Tentunya hal ini pernah dan mungkin cenderung kerap terjadi pula di Indonesia pada berbagai daerah. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan respon dari korban yang terkejut dan kaget melihatnya melakukan hal tersebut.

Karena respon tersebut yang membaut seseorang dengan ekshibionisme menjadi terangsang secara seksual.

Gejala yang ditunjukkan dari jenis parafilia ini adalah bertindak impulsif, sulit berkonsentrasi, memiliki fantasi yang menyebabkan dirinya mengalami dorongan seksual dan semuanya terjadi dalam kurun waktu kurang lebih 6 bulan.

Penyimpangan seksual ini juga terjadi pada seseorang yang memiliki riwayat akan gangguan kepribadian dan antisosial.

Penanganannya dapat berupa psikoterapi dan dibarengi dengan pemberian obat-obatan seperti antidepresan oleh psikiater.

3. Voyeuristic / Voyeurism

Penyimpangan seksual ini mungkin pernah Anda dengar atau lihat baik di berita maupun di dalam film. Voyeurism adalah jenis parafilia di mana seseorang akan merasakan rangsangan seksual ketika melihat atau mengamati orang lain tanpa busana.

Bisa juga dikatakan secara sederhana bahwa penyimpangan ini adalah kegiatan mengintip orang lain yang telanjang atau mengintip orang yang sedang berhubungan seksual. Mereka akan mengamati setiap perilaku orang lain yang dituju mulai dari membuka pakaian.

Karena dari pengamatan awal tersebut seseorang yang memiliki perilaku menyimpang ini dapat terangsang secara seksual.

Jadi ada kegiatan observasi dalam jenis parafilia yang satu ini. Dapat ditegakkan diagnosis jika perilaku menyimpang ini sudah menetap selama kurang lebih 6 bulan. Umumnya terjadi pada usia 18 tahun ke atas. Penanganannya dilakukan dengan psikoterapi.

Namun jika diperlukan, dapat diberikan pemberian obat antidepresan. Perilaku ini dapat terjadi karena adanya kemungkinan riwayat pelecehan seksual di masa kecil, memiliki kecenderungan seksual yang tidak wajar dan memiliki kecenderungan hiperseksual.

4. Frotteuristic / Froterisme

Untuk yang satu ini mungkin Anda jarang atau bahkan belum pernah mendengarnya. Tetapi perilakunya mungkin pernah kita lihat atau dengar dari media online dan berita di televisi.

Froterisme adalah jenis parafilia yang dilakukan dengan cara menggesekkan organ intim pada orang lain ketika berada di tempat umum. Korbannya sendiri mungkin sedang tidak fokus ketika berada di tempat umum. Biasanya terjadi di dalam kereta, bus, lift bahkan di stasiun saat kondisi sedang ramai.

Hal ini karena adanya fantasi dari dorongan seksual yang tidak dapat dikendalikan oleh orang dengan perilaku menyimpang ini. Gejalanya dapat menetap kurang lebih 6 bulan untuk dapat ditegakkan diagnosis dari ahlinya.

Penanganan perilaku seksual menyimpang ini dapat menggunakan psikoterapi, cognitive behavior therapy (CBT) dan juga pemberian obat-obatan oleh ahlinya sesuai kondisi individu tersebut.

5. Fetishistic / Fetisisme

Jenis paralia yang lainnya adalah fetisisme. Perilaku seksual menyimpang ini ditandai dengan adanya ketertarikan pada benda mati. Benda mati tersebut dapat berupa apa saja misalnya pakaian dalam, baju perempuan, sepatu, kain-kain dan lainnya.

Benda mati ini dianggap sebagai penganti orang untuk melakukan hubungan seksual. Umumnya benda mati yang sering digunakan adalah milik wanita. Mulai dari pakaian dalam hingga baju rumah berupa kaos sekalipun.

Bagian tubuh pun tidak luput dari incaran misalnya tangan atau kak. Hal ini ada kaitannya dengan partialisme yakni seseorang akan terangsang secara seksual dari bagian tubuh yang atipikal. Semua hal yang disukai tersebut dapat ia gunakan untuk berfantasi seolah sedang berhubungan seksual.

Dapat juga dengan benda yang memang dibuat untuk menstimulus organ seksual seperti vibrator. Diagnosis dapat ditegakkan jika perilaku ini menetap selama minimal 6 bulan.

6. Pedophilia / Pedofilia

Jenis parafilia yang satu ini tentu sudah tidak asing lagi di Indonesia karena kerap muncul berita akan perilaku menyimpang ini. Pedofilia merupakan dorongan secara seksual yang terus menerus (continue) terhadap anak-anak di bawah 13 tahun pada umumnya.

Hal ini dilakukan sebagai dampak dari pelampiasan seksual yang tidak dapat tersalurkan. Paling banyak dan umum seseorang yang memiliki gangguan ini adalah laki-laki meski tidak menutup kemungkinan perempuan juga dapat melakukannya.

Adanya riwayat dari depresi, penyalahgunaan obat, kecemasan dan faktor keluarga dapat menjadi penyebab gangguan ini muncul.

Penanganannya dapat dilakukan dengan psikoterapi dan pemberian obat antiandrogen untuk menghindari komorbiditas. Komorbiditas adalah gangguan lain yang juga muncul bersamaan dengan gangguan utama.

7. Transvestic

Perilaku menyimpang yang satu ini mungkin berkaitan dengan fetisisme. Jenis parafilia ini adalah di mana seorang laki-laki heteroseksual menyukai memakai pakaian perempuan demi kepuasan secara seksual.

Disebut juga dengan cross dressing yang awalnya hanya mencoba untuk memakainya. Namun penyimpangannya terjadi karena adanya dorongan seksual di mana orang tersebut merasa dirinya berada di posisi perempuan.

Penanganannya dapat dilakukan dengan group therapy sebagai support system, psikoterapi, SSRI dan jika diperlukan dapat diberikan pemberian obat antiandrogen dan obat estrogen. Perlu diingat hal ini hanya dapat dilakukan oleh ahlinya.

Selain gangguan diatas, untuk memperkaya pengetahuan anda tentang gangguan psikologis manusia, coba pelajari beberapa artikel dibawah:

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.