in

Kakek-Nenek Terlalu Memanjakan Cucu? Ini Penyebabnya

Kasih Sayang Kakek-Nenek Kepada Cucu

Kakek nenek pada cucu lebih sayang? Tentu bukanlah hal baru bagi kita sebagai orang tua. Terkadang anak yang dititipkan pada orang tua atau kakek nenek dari anak-anak kita terkesan lebih memiliki ikatan yang kuat. Bahkan anak kesannya lebih di manja dengan kakek dan neneknya daripada dengan orang tuanya.

Tak jarang anak lebih tenang dan tidak rewel ketika bersama kakek dan neneknya daripada dengan orang tuanya sendiri. Masih misteri mengapa kakek dan nenek lebih bisa akrab dan menenangkan anak daripada orang tuanya. Bahkan seperti sudah bukan rahasia lagi bahwa kakek dan nenek lebih sayang pada cucu daripada anaknya sendiri.

Mungkin itulah penyebab anak-anak lebih betah tinggal di rumah kakek dan neneknya. Kita sebagai orang tua anak pasti merasa pada satu titik bahwa orang tua kita dulu tidak seperti itu terhadap kita di waktu kecil. Namun berbeda sekali perlakuan mereka kepada cucunya ini. Saking dekatnya antara kakek dan nenek pada cucu, anak sering kali justru lebih terbuka pada kakek dan neneknya.

Seiring bertumbuhnya anak, cucu justru lebih sering dan intens untuk menjaga kakek dan neneknya. Menurut penelitian, cucu memiliki hubungan emosional yang dekat dengan kakek neneknya cenderung terhindar dari depresi. Kekuatan kasih sayang kakek dan nenek terhadap cucu ini dirasa sangat besar melebihi orang tuanya sendiri.

Lalu sebenarnya apa saja penyebab kakek dan nenek lebih dekat dengan cucu daripada anaknya sendiri?

1. Ingin Memperbaiki Kesalahan Masa Lalu

Jika kita merasa perlakuan orang tua terdahulu tidak seperti yang diberikan kakek nenek pada cucu nya, bisa jadi karena dalam diri mereka merasa ingin memperbaiki pola asuh kepada anaknya yang salah.

Mereka ingin memperbaikinya dengan cara memberikan kasih sayang penuh pada cucunya. Hal ini bisa saja dipengaruhi oleh faktor lingkungan baik internal maupun eksternal.

Faktor-faktor tersebut misalnya ketika orang tua si anak kecil, mereka belum mampu untuk memberikan apa yang anaknya inginkan.

Maka ketika mereka sudah menjadi kakek dan nenek dan memiliki kemampuan untuk memberikan hal yang diinginkan oleh cucu, mereka ingin memberikannya.

Mudahnya sebagai kompensasi atas pola asuh kepada anaknya yang tidak bisa ia berikan secara cuma-cuma.

Mereka melihat cucunya seperti melihat anaknya di masa kecil. Untuk itu mumpung masih diberikan kesempatan hidup, mereka ingin memberikan segala sesuatunya pada cucu.

2. Mereka Tidak Ikut Langsung Dalam Pengasuhan Cucu

Kakek dan nenek terkesan memanjakan cucunya tentu ada sebabnya. Mereka tidak ikut langsung dalam pengasuhan anak sehari-hari.

Mereka jarang bertemu dengan cucunya yang memiliki kebiasaan rewel, menuntut, sulit dinasehati hingga nakal. Maka kakek dan nenek lebih bisa sabar ketika menghadapi cucu-cucunya.

Karena kakek dan nenek jarang menghadapi cucunya berperilaku demikian, maka mereka tidak secara langsung merasakan kekesalan dari cucu.

Cucu pun tidak merasakan kemarahan dari kakek dan neneknya. Maka hubungan kakek dan nenek pada cucu ini terkesan lebih harmonis dan akrab.

Akibatnya hubungan kakek nenek pada cucu nya ini lebih mudah terjalin dengan baik daripada dengan orang tuanya.

3. Cucu Memiliki Gen Nenek Lebih Banyak Dari Kakek

Cucu Memiliki Gen Lebih Banyak Dari Nenek
Cucu Memiliki Gen Lebih Banyak Dari Nenek

Dalam teori genetika, diyakini adanya pengaruh kromosom X pada cucu yang didapatkan dari nenek sebagai perempuan. Adanya pengaruh ini juga dapat membuat keterikatan antara nenek dan cucu menguat.

Baik itu cucu perempuan maupun laki-laki setidaknya memiliki 25% kromosom X berasal dari nenek di dirinya. Sedangkan kromosom X nenek dari pihak ayah umumnya diturunkan pada cucu perempuan saja. Teori Paternal Uncertainty mengatakan bahwa adanya hubungan DNA menyebabkan nenek dari pihak ibu memiliki perasaan dan emosi yang lebih kuat kepada cucu.

Maka dari sinilah nenek lebih cenderung berperan dalam pola asuh cucu hingga ia dewasa daripada kakek. Karena kakek cenderung tidak memiliki ikatan lahir dari pengalaman proses persalinan anak. Itulah mengapa garis keturunan (matrilineal) lebih kuat secara turun temurun.

Sehingga nenek lebih banyak menghabiskan waktu bersama cucunya daripada kakek. Dari sini juga dapat terlihat jelas mengapa kakek dan nenek cenderung memberikan kasih sayang yang lebih kepada cucunya daripada kepada anak.

Baca Juga : 5 Tips Mudah Bagi Orang Tua Mengatasi Anak Yang Manja

4. Sikap Lembut Dari Nenek

Seorang nenek semakin tua akan menjadi semakin lembut dan lebih dewasa dibandingkan saat masih muda dan mengasuh anak-anaknya.

Mereka memiliki keinginan untuk mendapatkan perhatian yang sama dari anak-anaknya. Untuk itulah mengapa mereka memperlakukan cucu dengan kasih sayang, kelembutan sehingga anak nyaman dengan nenek dan kakeknya.

Seorang nenek yang telah hidup lebih lama dibandingkan dengan anak dan cucunya memiliki berbagai pelajaran hidup yang bisa dijadikan acuan hidup di masa tua. Mulai dari kemenangan, kesenangan, kekecewaan hingga kesedihan semua pernah ia alami. Maka dari pelajaran hidup itulah mereka bisa mengajarkan segala hal yang sama kepada cucu-cucunya.

Untuk mengajarkan hal tersebut kakek dan nenek perlu memiliki waktu dengan cucu-cucunya. Ketika waktu mereka bersama, nenek dan kakek akan berusaha memberikan dan mengajarkan yang terbaik kepada cucu sebelum waktunya habis.

5. Prioritas Berbeda

Masing-masing individu memiliki prioritas yang berbeda-beda. Begitu juga dengan kakek dan nenek kita. mereka memiliki prioritas yang berubah seiring bertambahnya usia. Dengan anak-anaknya yang telah dewasa dan dapat mengatasi masalahnya sendiri, sebagai orang tua yang masuk pada fase kakek dan nenek mereka tidak perlu berusaha keras untuk membantu kehidupan anaknya.

Mereka cenderung memiliki banyak waktu luang untuk dihabiskan dengan cucu. Waktu luang ini yang digunakan untuk mengajarkan dan memberikan kasih sayang kepada cucu-cucunya.

Nenek dan kakek cenderung lebih mudah menarik perhatian cucunya daripada orang tua kepada anaknya. Karena ketika nenek dan kakek menghabiskan waktu luang bersama cucunya, dalam prosesnya mereka juga memberikan kebebasan berpikir, berpendapat pada cucunya.

Sehingga sebagai cucu merasa lebih dihargai dan diberikan pilihan berdasarkan pilihan dan risikonya masing-masing. Hubugan inilah yang kemudian membuat cucu-cucunya lebih terbuka untuk bercerita mengenai kesehariannya. Baik yang negatif maupun positif lebih mudah untuk bercerita kepada nenek dan kakeknya.

Baca Juga : 6 Tips Agar Kamu Menjadi Single Parent Yang Tangguh

Akhir Kata, perlu diperhatikan mengenai kedekatan antara cucu dengan kakek dan neneknya ini. Seringkali kakek dan nenek terlalu jauh ikut campur dalam pengasuhan kepada anak. Sehingga nenek dan kakek terlalu mengatur orang tua dalam mengasuh anak-anaknya.

Padahal belum tentu yang dilakukan nenek dan kakeknya di masa dahulu juga masih berlaku dan cocok dengan anak-anak. Untuk itu sebagai orang tua perlu adanya komunikasi mengenai pola asuh ini agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan terjadi kesalahpahaman.

Apalagi jika kakek dan nenek merupakan pengasuh utama dari anak-anak anda ketika anda sibuk bekerja. Kemungkinan anda untuk dekat dengan anak yang kecil karena pekerjaan ini bisa anda atasi dengan berlibur bersama anak atau sekedar berjalan-jalan dengan anak tanpa nenek dan kakek yang ikut serta.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.