in , ,

Karakter Anak Dari Urutan Kelahiran Yang Harus Dipahami

Karakter Anak Bungsu, Sulung, Tengah, Tunggal

Karakter anak berdasarkan urutan kelahiran tentu memengaruhi hidupnya hingga ia dewasa nanti. Anak-anak yang dilahirkan pertama hingga terakhir memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Bahkan terkadang orang tua sering kebingungan dengan anak-anaknya sendiri karena saking berbedanya tak jarang mereka kerap bertengkar.

Pertengkaran antara kakak adik rasanya sudah sangat umum terjadi pada setiap anggota keluarga. Entah itu karena hal sepele ataupun hal yang dianggap besar. Namun ada pula yang justru memiliki ikatan yang kuat dan dekat antara kakak beradik sehingga mereka justru jarang bertengkar.

Ternyata urutan lahirnya juga turut berperan dalam membentuk karakter dan sifat seseorang yang kemudian akan berkembang sesuai dengan lingkungannya. Walaupun secara ilmiah hal ini belum menunjukkan korelasi atau hubungan antara karakter dengan urutan kelahiran seseorang, namun secara behavioristik memang ada hubungan antara keduanya.

Selain itu urutan kelahiran juga menentukan peran masing-masing sebagai saudara kandung. Mereka menyadari perannya dalam keluarga dari urutan kelahiran dan dibarengi dengan karakter masing-masing ini akan memengaruhi harmonis atau tidaknya antara adik dan kakak. Tetapi kerap bertengkar bukan berate mereka tidak sayang satu sama lain ya.

Perbedaan karakter anak juga dipengaruhi oleh faktor pola asuh orang tua. terkadang orang tua memiliki pola asuh yang berbeda terhadap anaknya sesuai dengan urutannya. Lalu bagaimana karakter anak berdasarkan urutan lahir ini?

1. Anak Sulung

Seperti yang kita ketahui bahwa anak sulung memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari urutan anak lainnya. Karakter anak berdasarkan urutan lahir pertama ini disinggung-singgung sebagai contoh untuk adik-adiknya.

Berdasarkan teori Adler, anak sulung memiliki karakteristik yang cenderung konservatif, asertif, berorientasi pada kesuksesan dan dapat menjadi pemimpin yang baik. Mereka sering kali diberikan tanggung jawab dalam keluarga untuk menangani adik-adiknya.

Untuk itu anak sulung memiliki tuntutan berupa tumbuh menjadi orang yang peduli, berinisiatif, bisa diandalkan jika orang tua tidak ada dan selalu ada untuk adik-adiknya.

Anak sulung sering kali mengikuti jejak orang tuanya dalam urusan kuliah hingga pekerjaan. Karena mereka memandang orang tua yang sukses secara finansial bekerja pada bidang tersebut dan ia merasa harus meneruskan petuahnya. Meski tidak semuanya seperti itu, tetapi kerap ditemukan hal ini.

Anak sulung cenderung ambisius dan perfeksionis karena mencontoh dari orang tua sebagai orang dewasa yang ada di dekatnya.

Hal buruknya adalah mereka cenderung sulit untuk mengakui kesalahan jika memang ada dan takut berbuat kesalahan dan menjadi tidak sempurna di mata orang tua.

Apalagi jika orang tuanya terlalu protektif dan menuntut akan segala hal.

Maka sebagai anak sulung rasanya cukup berat jika terus menerus dituntut untuk “harus” dalam segala hal.

2. Anak Tengah

Anak tengah memiliki kecenderungan untuk mudah depresi. Namun anak tengah memiliki keunggulan untuk dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan baik.

Perkembangan anak tengah lebih tinggi sehingga mereka cenderung ambisius namun tidak egois.

Tujuan-tujuan hidup yang ditetapkan biasanya melampaui ekspektasi sehingga tidak jarang mereka mudah down ketika gagal.

Namun mereka juga mudah untuk bangkit kembali setelah jatuh dari kegagalan yang dialami. Mereka paham betul cara untuk survive dari kegagalan tersebut.

Sering kali peran antara anak sulung dan anak tengah ini berlawanan.

Misalnya jika anak sulung merupakan anak yang menurut kepada orang tua, anak tengah bisa menjadi seorang pemberontak jika merasa tidak cocok.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan perhatian dari orang tua. Karena menurut mereka anak sulung memiliki hak spesial.

Anak tengah juga dapat menjadi pribadi yang menyenangkan, diplomatis dan mampu menangani kekecewaan dengan baik. Mereka cenderung realistis dan mandiri.

Anda harus meluangkan waktu ekstra untuk dapat dekat dengan anak tengah atau anak kedua. Sehingga mereka dapat lebih terbuka dan tidak memberontak kepada orang tuanya karena merasakan kasih sayang dan pola asuh yang sama dengan anak sulung sebagai kakaknya.

Agak rumit ya ternyata memberikan pola asuh guna menghadapi anak tengah ini.

3. Anak Bungsu

Beralih ke anak bungsu. Karakter anak berdasarkan urutan lahir pada anak bungsu cenderung lebih santai dan tidak mengekang.

Anak bungsu memiliki tanggung jawab juga tetapi lebih sedikit dari kakak-kakaknya. Mereka memiliki karakteristik yang cenderung santai, periang, menyenangkan, adaptif dan penuh kasih sayang.

Meski begitu anak bungsu tidak selalu manis karakternya. Karena mereka berada pada posisi akhir, mereka cenderung memberontak ketika melihat saudaranya yang lain lebih besar, lebih pintar dan lebih cepat darinya. Mereka sering dianggap terlalu kecil untuk menuntaskan sebuah tugas yang diberikan.

Wajar saja jika anak bungsu selalu mendapatkan perhatian yang lebih besar karena orang tua menganggap kakak-kakaknya sudah paham karena sudah besar. Anak bungsu cenderung akan sukses dan diakui jika benar bersungguh-sungguh pada bidang yang ia sukai dan tekuni.

4. Anak Tunggal

Sebagai anak tunggal, karakteristik anak berdasarkan urutan pertama dan terakhir ini cenderung mampu mendapatkan pendidikan tinggi karena prirotas orang tua tidak terbagi dengan saudaranya yang lain. Mereka sering menghabiskan waktu sendiri tanpa saudara lainnya tetapi dapat menjadi orang yang kreatif.

Tidak jarang mereka juga disebut dengan orang dewasa kecil karena dipengaruhi oleh orang dewasa di sekelilingnya akibat tidak adanya saudara kandung lainnya. Sebagai anak tunggal mereka tidak memerlukan persaingan antar saudara kandung dan memiliki risiko untuk bersikap egois.

Pola asuh anak tunggal memiliki strateginya sendiri. Karena mereka terbiasa dengan tidak adanya saudara kandung di rumah. Untuk itu anda bisa mengajaknya bermain dengan teman di luar rumah dan mencontoh perilaku baik dari anak lainnya dan belajar.

Lalu bagaimana dengan anak kembar?

Anak kembar tidak mengikuti peran khas pada urutan kelahiran. Ahli kembar pada Harvard University mengatakan kebanyakan orang tua cenderung adil dan tidak menuntut dan menekan pada anak kembar ini.

Namun perlu diketahui lebih lanjut bahwa karakter dan kepribadian anak juga dibentuk dari lingkungan sekitarnya. Dari bagaimana orang tua memperlakukan pasangannya, memperlakukan orang lain dan bagaimana orang tua bersikap kepada anaknya sendiri.

Hal ini yang kemudian akan ditiru oleh anak-anak. Untuk itu terapkan pola asuh yang tepat sesuai kemampuan anak dan kondisi lingkungan tempat tinggalnya. Dengan begitu anak akan dapat tumbuh dan berkembang seperti biasa dan belajar bersikap dengan baik.

Karakter seseorang juga dapat dipengaruhi oleh ada tau tidaknya trauma yang dirasakan oleh anak. Bisa saja ia seorang anak sulung tetapi tidak mau menjadi pemimpin dan tidak bertanggung jawab karena satu dan lain hal yang membuatnya demikian.

Baca Juga : 

Akhir Kata

Sebagai orang tua wajib memberikan contoh yang tepat bagi anak-anaknya tanpa adanya tuntutan dan paksaan agar anak menjadi seperti yang anda inginkan. Karena belum tentu anak menganggapnya sebagai peran yang cocok bagi dirinya.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.