in

7 Cara Menangani Karyawan yang Memiliki Kinerja Buruk

Karyawan Berkinerja Buruk

Semua orang pasti tidak mengharapkan memiliki karyawan dengan kinerja yang buruk atau kurang memuaskan. Akan tetapi saat di dunia nyata ada kemungkinan kamu memiliki karyawan dengan kinerja yang buruk. Mempunyai karyawan dengan kinerja yang buruk tentu akan menghambat kamu dan tim untuk mencapai tujuan.

Karyawan yang memiliki kinerja buruk tersebut tidak boleh dibiarkan karena dapat mempengaruhi sebuah perusahaan secara keseluruhan. Angka produktivitas akan menurun dan karyawan lainnya dapat terpengaruh secara psikologis dan justru ikut-ikutan memiliki performa yang buruk.

Ada banyak solusi untuk menghadapi karyawan yang memiliki kinerja buruk. Beberapa orang mungkin akan langsung memecatnya. Sebelum memecat karyawan tersebut kamu perlu mempertimbangkan apakah sebelumnya orang tersebut memberikan kontribusi yang besar selama bekerja atau tidak. Selain itu kamu juga harus mempertimbangkan mengenai biaya.

Memberhentikan seorang karyawan berarti kamu juga harus mencari pengganti karyawan tersebut untuk melaksanakan pekerjaannya. Perusahaan harus mengeluarkan biaya untuk merekrut orang baru dan memberikan pelatihan.

Perusahaan juga harus kehilangan produktivitas karena orang baru pada awal menjalankan tugasnya kemungkinan memiliki produktivitas yang rendah. Selain itu karyawan yang baru juga belum tentu memiliki kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan karyawan yang baru saja kamu berhentikan.

Oleh sebab itu kamu harus mempertimbangkan baik-baik mengenai apa yang harus kamu lakukan kepada karyawan yang memiliki kinerja buruk.

Selain mengeluarkannya, kamu bisa menghadapi karyawan dengan mengubah cara mengubah karyawan yang memiliki kinerja buruk menjadi kinerja yang baik.

Sebelum mengetahui cara menghadapi karyawan yang memiliki kinerja buruk sebaiknya kamu memahami dahulu apa itu kinerja buruk.

Apa yang dimaksud karyawan dengan kinerja buruk?

Karyawan yang memiliki kinerja buruk merupakan karyawan yang gagal melakukan tugas-tugas yang telah diberikan oleh atasan atau perusahaan.

Karyawan yang memiliki kinerja buruk juga dapat diartikan bahwa karyawan tidak patuh atau melanggar kebijakan kerja yang ditentukan, berbuat tidak menyenangkan atau berbuat sesuatu yang mengganggu dan dapat mempengaruhi karyawan lainnya.

Cara Menghadapi Karyawan dengan Kinerja Buruk

1. Memberikan Feedback Kepada Karyawan

Memberikan Feedback Kepada Karyawan
Memberikan Feedback Kepada Karyawan

Buruknya kinerja karyawan tidak semua diakibatkan karena kesalahan karyawan tersebut.

Mulailah bertanya kepada diri kamu sendiri apakah selama ini setiap pekerjaan dari dia kamu berikan feedback? Sebaiknya kamu memberikan feedback atas setiap pekerjaan yang karyawan selesaikan.

Hal ini dapat mencegah performa karyawan menjadi buruk karena mereka akan mendapat saran atas setiap pekerjaan yang mereka kerjakan.

Ketika hasil pekerjaan karyawan tersebut buruk maka sebaiknya kamu langsung memberikan teguran berupa feedback sehingga dapat langsung diperbaiki. Teguran berupa feedback merupakan teguran yang halus.

Setelah memberikan feedback atas pekerjaan karyawan tersebut sebaiknya kamu juga meminta pendapat dari dia supaya komunikasi berjalan secara dua arah.

Sebagai pemimpin, kamu perlu tahu : 7 Tipe Kepemimpinan Yang Dibutuhkan di Dunia Kerja

2. Menunjukan Perhatian Khusus

Memberikan Perhatian Khusus Untuk Karyawan
Memberikan Perhatian Khusus Untuk Karyawan

Setelah mengevaluasi diri kamu sendiri, cobalah kamu cek berapa banyak yang memberikan kinerja yang buruk. Apakah ada banyak karyawan yang mempunyai kinerja yang buruk? Jika iya maka kamu dan perusahaan harus memberikan perhatian khusus kepada mereka.

Jika salah satu mengatakan bahwa penurunan kinerja mereka karena kelelahan bekerja maka kemungkinan karyawan lainnya juga akan merasakan hal yang sama.

Buatlah rapat yang melibatkan pimpinan perusahaan dan HRD untuk melakukan evaluasi mengenai budaya kerja di perusahaan. Jangan lupa untuk mengundang karyawan yang memiliki kinerja buruk tersebut.

Karyawan tersebut dapat memberikan usul supaya budaya kerja di perusahaan dapat diperbaiki. Mengadakan rapat seperti ini dapat menunjukan kepedulian perusahaan kepada karyawan tersebut

3. Mengenali Akar Permasalahan

Mengenali Akar Permasalahan
Mengenali Akar Permasalahan

Suatu hal yang terjadi pasti memiliki alasan termasuk kinerja buruk karyawan.. Sebelum kamu membuat rencana untuk mengubah perilaku karyawan, kamu harus mengetahui akar permasalahan yang menyebabkan buruknya kinerja karyawan.

Hal pertama yang harus kamu lakukan mencari bukti dan fakta yang menunjukan bahwa kinerja karyawan tersebut buruk.

Setelah mendapatkan bukti kamu melakukan pendekatan kepada karyawan dan mengatakan kepada dia kalau dia memiliki kinerja yang buruk. Ketika kamu melakukan pendekatan kamu harus profesional dan jangan emosi. Berikan bukti-bukti yang mendukung argumen kamu bahwa kinerjanya buruk.

Setelah itu menyampaikan bukti, bertanyalah kepada dia apakah dia sedang mengalami kesulitan di dalam lingkungan kerja atau di luar lingkungan kerja. Bertanyalah apakah dia sedang memiliki masalah pribadi, penyakit, stress atau bahkan dia sedang mengalami bullying oleh rekan kerja.

4. Menetapkan Tujuan Bersama

Menetapkan Tujuan Bersama
Menetapkan Tujuan Bersama

Setelah kamu melakukan pendekatan dengan karyawan dan memperoleh akar permasalahan maka langkah yang dapat kamu lakukan yaitu menetapkan tujuan bersama.

Kamu harus mengevaluasi apakah target-target yang selama ini kamu buat tidak hanya berdasarkan keputusan sepihak. Keputusan sepihak berarti hanya keputusan kamu saja.

Sebaiknya dalam menetapkan target sebuah pekerjaan atau tujuan juga harus melibatkan karyawan karena karyawan yang menjalaninya  bukan kamu. Coba bertanyalah kepada karyawan mengenai tujuan atau target yang selama ini dibuat. Lalu diskusikan bagian mana yang bisa diperbaiki dan apa saja yang ingin mereka.

Selain itu, diskusikanlah apakah mereka membutuhkan sebuah pelatihan tertentu untuk meningkatkan skill. 

Melalui metode ini, karyawan akan merasa dihargai daripada kamu marah-marah kepada mereka. Jika mereka merasa dihargai, maka mereka akan termotivasi untuk bekerja lebih baik lagi.

Setelah kamu dan karyawan kamu menetapkan tujuan bersama, kamu harus selalu melakukan follow up dan mengawasi karyawan terhadap tujuan yang telah kalian buat. Lakukan evaluasi kinerja karyawan.

Pastikan mereka melakukan pekerjaan dengan benar dan tepat waktu.

5. Membuat Rencana untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan

Perfomance Improvement Plan
Perfomance Improvement Plan

Rencana untuk meningkatkan kinerja karyawan adalah hal yang wajib dimiliki oleh pemimpin, bahkan untuk karyawan yang telah memiliki kinerja yang baik. Hal ini bertujuan untuk terus meningkatkan kapasitas karyawan dan menambah produktivitas.

Rencana untuk meningkatkan kinerja karyawan juga disebut dengan Perfomance Improvement Plan (PIP) dan Perfomance Action Plan (PAP). PIP atau PAP sebaiknya dibuat beradarkan masukan dari karyawan dan tim HRD.

PIP idealnya diberikan secara tertulis kepada karyawan. PIP berisi mengenai tujuan yang spesifik dan dapat diukur atau dinilai. Anda juga bisa mempelajari : 9 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Yang Paling Efektif

6. Memberikan Penghargaan

Memberikan Penghargaan
Memberikan Penghargaan

Seorang pemimpin yang baik harus mau mengakui prestasi karyawannya. Berikan penghargaan kepada karyawan yang berusaha berubah dari kinerja yang buruk ke kinerja yang baik. Hargai setiap usaha mereka untuk meningkatkan kinerja. Penghargaan di sini tidak harus berupa fisik seperti hadiah barang atau uang. Akan tetapi dapat berupa pujian.

Sebagai pemimpin, kamu tidak boleh meremehkan sebuah pujian. Pujian dan ucapan terima kasih akan sangat berharga bagi seseorang. Meskipun terlihat sederhana, hal tersebut akan meningkatkan motivasi karyawan dalam bekerja. Mereka akan merasa lebih dihargai dan diperhatikan.

7. Memberikan Sanksi yang Tegas

Memberikan Sangsi Tegas
Memberikan Sangsi Tegas

Segala usaha telah kamu lakukan namun hal tidak menjamin 100% karyawan kamu akan memberikan kinerja yang baik.

Seluruh usaha untuk mengubah kinerja karyawan kamu dapat berakhir dengan tiga cara yaitu yang pertama kamu sukses mengubah kinerja karyawan kamu menjadi lebih baik. Kedua usaha yang kamu lakukan tidak merubah apapun yang berarti tidak ada perubahan sama sekali dari karyawan tersebut. Ketiga, seluruh usaha yang kamu lakukan justru membuat karyawan kamu memiliki kinerja yang semakin buruk.

Mengubah kinerja karyawan dari buruk menjadi baik tidaklah mudah karena memerlukan komitmen dari kamu dan mereka sendiri. Jika mereka tidak ada keinginan untuk berubah maka kamu akan sulit mengubah mereka.

Jika usaha kamu memang tidak dapat membuahkan hasil dan justru mereka menunjukan kinerja yang lebih buruk, maka tidak ada salahnya kamu memberikan surat peringatan kepada mereka. Jika usaha berupa kompromi dan teguran halus tidak memberikan efek maka punishment mungkin akan membuat mereka jera.

Jadi sebelum kamu memutuskan untuk mengeluarkan mereka, kamu bisa memberikan surat peringatan. Coba pelajari juga : 9 Cara Memotivasi Karyawan Untuk Meningkatkan Kinerja

Akhir Kata

Begitulah cara-cara untuk menghadapi karyawan yang memiliki kinerja yang buruk. Dapat merubah karyawan yang memiliki kinerja yang buruk menjadi baik merupakan hal yang menyenangkan dan membanggakan. Akan tetapi ingat, tidak semua rencana dapat berjalan dengan mulus.

Alangkah baiknya kamu juga menyiapkan mental untuk menerima segala kemungkinan yang akan terjadi.

Untuk menghadapi situasi ini, kamu harus berlatih sabar dan menahan emosi. Ingat, berfikir yang disertai emosi tidak akan menghasilkan keputusan yang baik.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi