in ,

30+ Kata-Kata Bijak Tentang Kematian Sebagai Renungan Diri

Quotes Tentang Kematian

Kematian adalah hal yang pasti akan di alami oleh semua makhluk hidup, entah itu tumbuhan, hewan dan juga manusia. Tetapi, bedanya hewan dan tumbuhan tidak memaknai apapun dari sebuah kematian. Mungkin mereka hanya menerima hal itu sebagai bagian dari sistem kehidupan.

Sementara kita sejak dulu kala hingga saat ini mengartikan kematian dengan begitu banyak persepsi. Ya, pikiran manusia dan segala imajinasinya tentang kematian sangatlah liar, namun hal itu pula yang membuat kita memiliki keunikan tersendiri di alam semesta ini.

Orang-orang sejak masa lampau memang kerap bertanya darimana kita berasal dan kemana lagi kita setelah hidup di dunia ini? Semua hasil pemikiran mereka kini telah di catat dan dibukukan sehingga kita bisa mengetahui bagaimana sudut pandang banyak orang mengenai kematian.

Agar lebih sederhana, berikut ini adalah 30 quotes tentang kematian yang akan membuka pikiran kita!

Daftar Isi show

1. “Takut akan kematian itu konyol. Karena selama kamu tidak mati berarti kamu hidup dan setelah kamu mati tidak ada lagi hal yang perlu dikhawatirkan” – Pramahansa Yogananda

Perlukah kita takut mati? sebab dalam hidup ini banyak hal yang perlu kita pikirkan dan banyak hal yang membuat kita takut dalam hidup. Setelah kita mati, tidak ada lagi yang kita takutkan. Mengapa saat hidup kita harus takut pada kematian?

2. “Setiap orang harus menjalani dua hal sendirian. Dia harus menjalani kepercayaannya sendiri dan dia harus menjalani kematiannya sendirian.” – Martin Luther

Kita memang suka bersosial dan menjalin hubungan dengan sesama, sebab hal itu membuat kita merasa lebih hidup. Tetapi pada dasarnya kita juga makhluk individu yang memiliki keunikan masing-masing.

Tubuhmu, pikiranmu dan perasaanmu adalah milikmu seutuhnya. Maka jalani saja apa yang kamu yakini, sebab jika kematian datang hanya kau sendiri yang akan mati.”

3. “Tidak ada hal yang bisa membantu anda memahami keindahan hidup yang berlalu begitu cepat kecuali kematian”

Hidup ini berlalu begitu cepat dan kadang ada hal-hal yang tidak mampu kita pahami selama hidup. Maka untuk memahami semua keindahan hidup ini kita membutuhkan kematian. Sebab dalam kematian kita akan kekal.

4. “Aku tidak takut mati. Aku telah mengalami kematian selama miliaran dan miliaran tahun lamanya sebelum hidup di dunia, dan tidak pernah mengalami ketidaknyamanan darinya” – Mark Twain

Mengapa banyak orang takut akan kematian? Sementara sebelum hidup di dunia ini kita juga sudah mengalami kematian selama miliaran tahun bahkan mungkin miliaran abad, tetapi selama itu juga keamtian tidak menjadi masalah bagi kita.

5. “Jika kita benar-benar berpikir bahwa rumah yang sebenarnya ada di tempat lain dan bahwa kehidupan ini adalah perjalanan menuju kesana, mengapa kita tidak menantikan kedatangan itu?” – CS Lewis

Banyak dari kita meyakini bahwa bumi ini hanyalah tempat persinggahan. Tetapi kita tidak mempersiapkan diri untuk menyambut saat kematian menjemput. Jika kita benar-benar yakin bahwa rumah kita bukan di bumi, mengapa kita tidak menyiapkan bekal untuk berangkat pulang?

6. “Bagi pikiran yang terorganisasi dengan baik, kematian hanyalah petualangan besar berikutnya” – J.K. Rowling

Kita dilahirkan ke dunia ini untuk melakukan petualangan besar. Mengalami begitu banyak hal dan perjuangan. Seharusnya kita juga berpikir bahwa kematian tidak jauh beda dengan hidup. Disana kita akan melakukan petualangan besar yang lebih hebat.

7. “Cinta itu universal dan transenden. Karena orang-orang yang mati pun masih bisa merasakan indahnya dicintai dan mencintai”

Kita sering keliru mengartikan bahwa cinta berarti rasa ingin memiliki. Cinta itu sangatlah luas dan tidak terikat oleh keinginan apapun. Sebab cinta lebih luas dari dunia ini, ia bisa menghubungkan dua orang dalam dua dimensi yang berbeda.

8. “Ketika seseorang yang kita cintai meninggal, kita menyadari bahwa hidup ini sementara. Ketika seseorang kita cintai sedang berbahagia, kita seakan ingin hidup selamanya.”

Hidup kerap mempertemukan kita dengan cinta. Membuat kita jatuh cinta pada sesuatu atau seseorang yang dimana juga mengubah sudut pandang kita dalam menilai kehidupan tergantung keadaan orang yang kita cintai.

9. “Terserah engkau menghadapinya dengan ketakutan atau penerimaan. Tetapi kematian tidak memandang kesiapanmu, sebab itulah ketetapan.”

Kita perlu memahami apa artinya ketetapan. Bahwa segala sesuatu yang sudah di tetapkan Sang Pencipta akan tetap berjalan sebagaimana adanya. Layaknya kematian, ia tidak peduli apakah kita siap atau tidak, jika waktunya tiba maka tibalah ia.

10. “Hidup ini adalah perjuangan mengatasi kesedihan dan penderitaan. Itulah mengapa mereka berkata “Istirahatlah dengan damai”

Setiap orang memiliki pemahaman yang berbeda-beda dalam memandang hidup, tetapi pada dasarnya tidak ada satu orang pun yang tidak berjuang mengatasi penderitaan dalam hidupnya untuk mencapai kebahagiaan.

Dengan kata lain, setiap kita sedang berjuang begitu keras dengan dirinya masing-masing. Itulah mengapa setiap kematian datang kita mengucapkan “Istirahatlah dengan damai”. Sebab ia telah berjuang keras selama hidupnya.

11. “Paradoks kematian adalah ia menunjukkan apa artinya hidup. Dimana kita tidak pernah menemukan arti yang begitu mendalam selama memikirkan kehidupan”

Kematian adalah paradoks. Ya, hidup dan mati seperti dua sisi yang saling berhadapan. Saat kita mencoba memahami kehidupan, hidup menghantarkan kita pada kematian. Saat kita mencari tahu arti kematian, kita malah menemukan arti kehidupan.

12. “Pernahkah kamu keluar dari ego dan menghubungkan diri dengan kekuatan yang lebih besar? Seperti itulah kematian. Perpindahan menuju kekekalan!”

Ego seperti bayangan hitam yang mengelilingi seluruh tubuh kita, membuat cahaya dalam diri kita tidak terpancar keluar. Sejatinya kita hanyalah cahaya murni tanpa ada campuran lain, namun ia tertutupi oleh ego.

Maka sesekali keluarlah dari egomu dan hubungkan diri dengan kekuatan yang lebih besar, Sang Pencipta. Setelahnya kita akan mengerti bahwa kematian adalah kehidupan yang kekal.

13. “Karena hidup dan mati adalah satu. Sama seperti sungai dan laut adalah satu” – Khalil Ghibran

Hidup dan mati bukanlah dua hal yang berlawanan, tetapi satu kesatuan. Begitulah hukum alam semesta ini yang menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Maka jika kita ingin memahami arti kematian, kita harus memahami dulu arti kehidupan, sebab ia berjalan seiring.

14. “Tidak ada yang benar-benar mati sampai riak-riak yang mereka sebabkan di dunia lenyap” – Terry Pratchett

Definisi mati menurut Terry Pratchett bukanlah soal tubuh/raga. Saat raga kita sudah mati, tidak bergerak lagi, kita masih akan tetap hidup selama apa yang kita lakukan di dunia ini berpengaruh terhadap orang lain.

15. “Kematian adalah sebuah tantangan. Itu memberi tahu kita untuk tidak membuang waktu. Ia memberi tahu kita untuk saling mengakui bahwa kita saling mencintai” – Leo Buscaglia

Kematian itu seperti kita bermain sebuah permainan dengan batas waktu. Jika kita tidak berhasil menyelesaikan tantangan sampai batas waktu yang ditentukan maka kita akan kalah.

Maka secara tidak langsung kematian juga mengingatkan kita agar tidak membuang-buang waktu, agar kita tidak berlama-lama menyembunyikan cinta di dalam hati dan segera menebarkan cinta terhadap orang-orang selama hidup.

16. “Hari yang dihabiskan dengan baik membawa tidur yang nyenyak, kehidupan yang dihabiskan dengan baik membawa kematian yang anggun” -Leonardo Da Vinci

Jika dalam satu hari kita sibuk bekerja atau melakukan aktivitas yang benar-benar penting dengan baik, maka malam harinya tubuh kita akan lebih nyenyak dalam tidur.

Begitu pula dengan kehidupan, jika seumur hidup kita tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan dengan baik, maka kematian akan menjadi siksaan. Sebaliknya, jika kita menghabiskan usia dengan cara yang baik, kematian adalah hadiah.

17. “Selamat tinggal hanyalah kata yang diucapkan untuk mereka yang mencintai dengan matanya. Bagi mereka yang mencintai dengan hati tidak ada yang namanya perpisahan” – Rumi

Kata selamat tinggal biasa diucapkan dalam perpisahan. Namun dua orang yang saling mencintai dengan seluruh jiwanya tidak akan pernah mengalami perpisahan, sebab dua jiwa itu tetap saling terhubung dan tidak terpisah oleh kematian.

18. “Apa nilai hidup jika tidak ada kematian? Siapa yang menikmati matahari jika tidak pernah turun hujan? Siapa yang mendambakan siang jika tidak ada malam?” – Glenn Ringtved

Jika kita hidup abadi di dunia ini, bisa jadi kita malah bermalas-malasan dan tidak memanfaatkan hidup yang telah diberikan Tuhan dengan sebaik-baiknya. Sebab kita tahu usia terbatas, maka kita memanfaatkannya dengan baik.

Begitu pula dengan semua yang ada di dunia ini, seperti hujan atau terik, siang atau malam, semuanya terbatas dan datang bergantian sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan.

19. “Kematian dimulai terlalu dini- hampir sebelum anda berkenalan dengan kehidupan- anda sudah dipertemukan dengan yang lain.” – Tannesse Williams

Kematian itu datangnya terlalu cepat dan kita tak pernah siap menghadapinya. Sebab, usia 60-70 tahun hidup seakan tidak cukup untuk memahami arti hidup ini dan tiba-tiba kita sudah mati saja.

20. “Baik api atau angin, kelahiran atau kematian tidak ada yang bisa menghapus kebaikan kita” – Buddha

Selama kita hidup, berbuat baiklah. Sebab tak ada yang bisa menghapus kebaikan jika itu sudah kita lakukan. Sementara jika kita melakukan kesalahan, bisa saja itu dimaafkan atau diperbaiki.

21. “Kematian bukanlah kerugian yang besar. Karena kerugian terbesar adalah apa yang mati di dalam diri kita saat masih hidup” – Norman Cousins

Kematian sesungguhnya tidaklah membawa kerugian, sebab saat mati kita tidak memiliki apa-apa lagi. Kerugian yang sesungguhnya adalah saat kita hidup, saat kita memiliki hati dan akal pikiran tetapi kita tidak menggunakannya dengan baik.

22. “Kematian adalah cermin dimana makna hidup yang sebenarnya tercermin” – Sogyal Ripoche

Kematian adalah cermin kehidupan, itu seperti kita berdiri di depan cermin. Sebab kematian menjelaskan apa esensi hidup yang sesungguhnya dan hidup menjelaskan apa arti kematian yang sesungguhnya.

23. “Pengecut mati berkali-kali sebelum kematian mereka. Lelaki yang gagah berani hanya akan mengalami kematian sekali saja.” – William Shakespeare

Seorang pengecut itu terlihat seperti orang yang sudah mati, sebab ia tidak pernah mengambil kesempatan dan tidak pernah berjuang untuk hal-hal yang ia inginkan. Ia seperti orang mati yang tidak bisa melakukan apa-apa dengan tubuhnya.

Sementara lelaki yang gagah berani mengambil kesempatan dan berjuang untuk impiannya, ia hanya akan mengalami kematian sekali saja seumur hidup.

24. “Aku siap menemui pencipta ku. Apakah Pencipta ku tidak siap menghadapi cobaan bertemu dengan orang seperti aku adalah masalah lain” – Winston Churcill

Bertemu dengan Sang Pencipta adalah hadiah yang sangat amat besar. Melihat diri kita dengan milyaran sel dan saraf-saraf yang rumit ini, pastilah sesuatu yang menciptakan kita sangat hebat dan luar biasa.

Disini Winston Churcill ingin menyampaikan bahwa ia akan sangat senang jika bertemu dengan Sang Pencipta. Perkara Sang Pencipta senang atau tidak bertemu dengannya itu masalah lain.

25. “Bukanlah kematian yang harus ditakuti manusia, tetapi ia harus takut tidak pernah memulai untuk hidup” – Marcus Aurelius

Selama kita hidup, nikmati saja hidup ini. Mengapa kita harus takut mati? Seharusnya kita takut jika tidak pernah memanfaatkan kehidupan dengan baik.

26. “Kematian tidak lebih berpindah dari satu ruangan ke ruangan yang lain. Tapi ada perbedaan bagi saya, Anda tahu (saya buta). Karena di ruangan lain saya bisa melihat” – Helen Keller

Kematian itu bukanlah sesuatu yang menakutkan, kita hanya berpindah dari satu dimensi ke dimensi yang lain. Namun bedanya bagi Helen Keller, dia tidak bisa melihat selama hidup di dimensi ini (sebab ia buta) dan dia percaya di dimensi lainnya dia bisa melihat dengan jelas.

Namun, meskipun kita bisa melihat, tetap saja ada perbedaan setelah kita mati nanti. Sebab disana mata kita mampu melihat dengan lebih jelas dan tidak terbatas seperti sekarang ini.

27. “Kematian tidak memadamkan cahaya, itu hanya memadamkan lampu karena fajar telah tiba” – Rabindranath Tagore

Kematian bukanlah sesuatu yang suram dan gelap. Justru ialah terang yang sesungguhnya. Sebab perbandingannya adalah hidup ini seperti cahaya lampu, sementara kematian seperti cahaya matahari.

28. “Jika kematian datang, hidup ini hanya akan menjadi masa lalu. Sementara masa depan menawarkan begitu banyak kemungkinan.”

Suatu saat nanti, segala hal yang kita lakukan di dunia ini hanya akan menjadi masa lalu, menjadi kenangan yang mungkin tak terlupakan. Sementara kematian menawarkan kita begitu banyak kemungkinan, mengapa kita tidak berpikir lebih jauh?

29. “Banyak orang mati pada usia dua puluh lima namun dikuburkan pada usia tujuh puluh lima” – Benjamin Franklin

Anak-anak muda yang usianya masih 20-an terkadang sudah mati sebelum waktunya mati. Dengan kata lain, mereka tidak melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan sebagai anak muda, oleh karena itulah mereka disebut sudah mati.

Orang-orang yang tidak memanfaatkan usia mudanya itu seperti bangkai yang bisa bergerak, tinggal menunggu waktunya saja untuk dikuburkan.

30. “Sebagaimana kita bersyukur untuk kelahiran, seperti itu pula seharusnya kita bersyukur untuk kematian. Sebagaimana kita berbahagia dalam hidup seperti itu seharusnya saat kita mati.”

Saat anak kita lahir ke dunia, kita sangat bersyukur. Begitu pula orang tua kita dahulu, saat kita terlahir ke dunia ini mereka sangat bersyukur. Tetapi saat kita mati atau seseorang terdekat mati, kita bersikap seperti tidak menerima hal itu.

Padahal kematian dan kelahiran itu sama-sama bertujuan baik. Tuhan ingin memberi kita pelajaran lewat kelahiran dan kematian, maka dari itu kita patut mensyukuri keduanya.

Akhir Kata

Semoga kata-kata bijak renungan malam tentang kematian di atas bisa menambah wawasan dan membuka pikiran kita untuk lebih menghargai nyawa yang telah diberikan oleh Sang Pencipta. Semua yang miliki sekarang tidak lain hanyalah titipan dan sementara saja, maka manfaatkanlah dengan baik.

Baca Juga :

Mengingat kematian selalu membantu kita untuk menjalani hidup dengan lebih baik, bukan? Sekianlah artikel tentang 30 quotes bijak tentang kematian yang menyadarkan kita. Semoga bermanfaat!