in , ,

6 Cara Menghadapi Keberagaman Budaya di Tempat Kerja

Keberagaman Budaya di Tempat Kerja

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak suku sehingga dalam satu negara terdapat banyak keberagaman. Ketika kamu sudah masuk ke dalam lingkungan kerja maka kamu akan bertemu banyak orang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Kantor merupakan salah satu tempat dimana kamu bisa melihat keragaman. Mungkin ketika kuliah kamu merasa bahwa kamu sudah cukup merasakan keragaman, karena memiliki banyak teman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Keberagaman di kantor sebenarnya akan lebih terasa daripada keragaman pada saat kamu menjadi mahasiswa hal ini dikarenakan saat menjadi mahasiswa, tidak setiap hari kamu bertemu dan berinteraksi dengan mereka.

Beda halnya dengan situasi kantor. Saat kamu di kantor, setiap hari kamu bertemu dengan rekan kerja bahkan harus berinteraksi dengan mereka. Mau tidak mau, keanekaragaman akan memberikan dampak bagi keseharian kamu di kantor.

Suatu hal pasti memiliki dampak positif dan negatif, begitu pula dengan keanekaragaman di kantor. Keanekaragaman pada suatu perusahaan jika dilihat dengan perspektif  yang luas dapat membuat perusahaan kaya akan pengalaman dan skill yang dapat membantu perusahaan menemukan inovasi dan kreatifitas dengan mudah.

Ada sisi positif, pasti juga ada sisi negatif. Keanekaragaman di kantor dapat membuat suasana kerja menjadi kurang menyenangkan karena dapat memicu terjadinya salah paham, perbedaan pola pikir, cara kerja dan cara menyikapi suatu hal. Keberagaman jika tidak di kelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai masalah dan menghambat kerja karyawan.

Keanekaragaman dalam dunia kerja tidak dapat kamu hindari. Mau tidak mau kamu harus menerima keadaan tersebut. Meskipun begitu, kamu dapat mencegah berbagai masalah yang terjadi akibat keberagaman. Oleh sebab itu, simak cara menghadapi keanekaragaman di perusahaan dengan berbagai keberagaman budya dan latar belakang para pekerjanya.

1. Memperlakukan Rekan Kerja Sebagai Sebuah Individu Bukan Suatu Kelompok

Memperlakukan Rekan Kerja Sebagai Individu
Memperlakukan Rekan Kerja Sebagai Individu

Suatu perusahaan yang memiliki keberagaman memang memiliki karyawan dengan latar belakang dan budaya  dan berbeda, meskipun begitu dalam perusahaan tersebut bisanya ada ras yang mendominasi. Meskipun kamu bukan bagian dari ras atau suatu kelompok yang mendominasi dalam kantor, kamu tidak boleh minder.

Baik kamu termasuk salah satu ras yang mendominasi kantor atau tidak, sebaiknya kamu memperlakukan setiap rekan kerja kamu sebagai sebuah individu yang utuh bukan suatu kelompok.

Misalnya dalam kantor terdapat suatu suku tertentu yang mendominasi, lalu salah satu rekan kerja kamu yang memiliki sifat buruk merupakan salah satu bagian dari suku tersebut maka kamu langsung menganggap bahwa suku tersebut buruk. Kamu langsung menilai sama rata hanya karena satu orang tersebut.

Faktor pembentuk perilaku seseorang tidak hanya dari suku namun ada ada faktor lain. Keberaggaman kantor tidak terbatas pada suku atau budaya namun masih ada banyak lagi seperti keberagaman agama bahkan almamater kampus.

Setiap orang datang ke kantor dengan segala keanekaragaman dan keunikannya yang harusnya bisa menjadi aset bagi perusahaan dari sudut kreatifitas dan luasnya pengalaman kerja. Oleh sebab itu kamu harus memandang rekan kerja kamu sebagai suatu individu yang sangat berharga.

2. Dapat Menemukan Unsur Perbedaan

Menemukan Unsur Perbedaan
Menemukan Unsur Perbedaan

Ketika kamu berada di lingkungan kerja yang homogen, kamu akan dengan mudah menentukan rencana atau kegiatan, namun ketika kamu berada di tempat kerja yang memiliki keanekaragaman, maka kamu harus menemukan unsur-unsur perbedaan terlebih dahulu baru dapat menentukan rencana atau kegiatan.

Untuk menemukan dan memahami unsur perbedaan maka kamu harus berusaha keras bersosialisasi di tempat kerja.

Misalnya ketika kamu memiliki teman kerja yang merupakan seorang vegetarian maka pada saat makan bersama kamu harus menghargainya. Contoh sederhananya ketika kamu sedang membuat acara pertemuan, kamu meminta menu makan tidak hanya daging namun sayur juga sehingga rekan kerja kamu tersebut dapat makan.

Biasanya kamu akan menemukan keunikan-keunikan tersebut jika kamu memiliki relasi yang baik dengan rekan-rekan kerja.

Jika kamu merupakan seorang leader atau pemimpin, mengetahui keberagaman di kantor sangat penting. Oleh sebab itu wajib bagi kamu mengetahui unsur-unsur perbedaan. Serang pemimpin harus memiliki rasa peduli dan inisiatif yang tinggi untuk bersikap bijaksana dalam lingkungan kerja yang memiliki keanekaragaman.

Baca Juga : 9 Tips Beradaptasi Agar Kamu Betah di Tempat Kerja Baru

3. Adanya Aturan Tertulis

Membuat Aturan Tertulis
Membuat Aturan Tertulis

Salah satu hal yang menyebabkan karyawan merasa diberlakukan diskriminasi adalah kebijakan kantor. Keberagaman berbanding lurus dengan kemungkinan diskriminasi. Semakin banyak keberagaman sebuah perusahaan, maka semakin tinggi pula kemungkinan karyawan menemukan kebijakan yang terkesan hanya mementingkan golongan tertentu.

Jika beberapa karyawan sudah merasa diberi perlakuan diskriminasi, maka semakin sulit untuk menciptakan tim yang kompak. Sehingga bekerja maksimal mencapai target sulit diwujudkan. Oleh sebab itu sebaiknya sebelum menetapkan suatu kebijakan harus melihat keberagaman karyawan.

Kebijakan atau aturan yang akan diberlakukan sebaiknya disampaikan dalam bentuk tertulis bukan verbal saja. Menetapkan aturan secara tertulis dapat meminimalkan munculnya masalah akibat keberagaman karyawan.

Aturan tertulis yang ditetapkan secara merata dapat mencegah timbulnya presepsi yang berbeda-beda dari setiap karyawan. Aturan yang disampaikan secara objektif dan tertulis sejak awal staf bergabung di perusahaan akan mudah diterima oleh karyawan.

4. Bersikap Sopan

Bersikap Sopan
Bersikap Sopan

Sopan satu merupakan hal penting yang selalu dibiasakan dalam bersosialisasi dengan rekan kerja di kantor. Sikap sopan tidak hanya berlaku dari bawahan terhadap atasan namun sikap sopan harus diterapkan kepada siapa saja.

Beberapa suku di Indonesia mungkin memiliki cara berbicara yang berbeda namun alangkah baiknya melatih intonasi bicara supaya tidak terdengar seperti membentak atau memarahi. Sebaiknya kamu mulai berlatih mengenai cara berbicara yang sopan.

Misalnya pada suku tertentu di Indonesia memiliki logat bicara dengan intonasi yang tinggi, sedangkan suku Jawa cenderung berbicara menggunakan intonasi yang sedang. Suku Jawa menganggap bahwa berbicara dengan intonasi tinggi merupakan ekspresi seseorang ketika marah.

Oleh sebab biasakan berbicara dengan sopan tanpa perlu berteriak-teriak. Berbicara sopan akan menjaga kondisi lingkungan kerja kondusif sekalipun memiliki keanekaragaman yang tinggi.

5. Berkomunikasi dengan Jelas

Berkomunikasi Dengan Jelas
Berkomunikasi Dengan Jelas

Salah satu faktor yang menjadi pemicu permasalahan di dalam perusahaan yang memiliki keanekaragaman adalah komunikasi. Salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut, kamu harus berkomunikasi dengan jelas. Pastikan kamu memilih kata yang tepat pada saat meeting dan mudah mengerti supaya  tidak timbul ambiguitas.

Keberagaman budaya dapat menjadi kesalahpahaman jika ungkapan dalam bahasa tertentu memiliki arti yang berbeda meskipun ejaannya sama. Oleh sebab itu jangan gunakan bahasa daerah saat di lingkungan kerja. Gunakanlah bahasa yang dapat dimengerti semua orang.

Misalnya jika kamu bekerja di perusahaan nasional, maka sebaiknya menggunakan bahasa Indonesia. Gunakanlah bahasa Indonesia dengan kalimat yang rapi dan berbeli-belit. Dengan begitu kamu akan terhindar dari kesalahpahaman dalam berkomunikasi.

6. Mau Menerima Kritik dan Saran

Menerima Kritik dan Saran
Menerima Kritik dan Saran

Perusahaan yang memiliki karyawan beragam berarti memiliki karyawan dengan pola pikir dan cara pandang yang berbeda-beda pula. Jika dilihat dari sisi positifnya, perusahaan yang memiliki keanekaragaman akan lebih hidup karena tidak monoton dan selalu ada ide baru yang segar. Oleh sebab itu, perusahaan tersebut akan memiliki inovasi yang baru.

Jika pemimpin dalam perusahaan tersebut mampu memanfaatkan keanekaragaman tersebut maka seharusnya kan ada banyak produk atau usaha baru yang dapat meningkatkan performa serta keuntungan perusahaan.

Namun hal ini tidak bisa terjadi begitu saja karena dibutuhkan karakter pemimpin yang terbuka. Pemimpin tersebut harus terbuka menerima kritik, saran dan menghargai pendapat orang lain. Hal tersebut dapat menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan maju.

Meskipun begitu, bukan berarti hanya pemimpin saja yang harus bersikap terbuka. Seluruh lapisan karyawan harus terbuka terhadap kritik dan saran. Kritik dan saran yang membangun dapat mengembangkan diri sendiri dan juga perusahaan. Menerima kritik dan saran serta mengakui kesalahan atau kekurangan tidak menjadikan diri kamu rendah. Justru ketika kamu mau menghargai orang lain kamu akan lebih dihargai.

Baca Juga : 8 Cara Berkomunikasi Lintas Budaya di Perusahaan Multikultural

Itulah beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mengatasi keberagaman karyawan. Hal-hal tersebut tidak begitu sulit untuk kamu terapkan dilingkungan kerja. Lingkungan kerja yang memiliki keragaman justru dapat memberikan banyak hal-hal baik jika dikelola dengan benar.

Perbedaan akan terasa indah jika kamu mau belajar menerima dan menempatkan setiap karakter di bagian yang sesuai. Selamat menikmati proses menerima dan memanfaatkan perbedaan di lingkungan kerja kamu.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi