5 Kebiasaan Ini Harus Diperhatikan Orang Tua Dalam Berkomunikasi dengan Anak

Komunikasi memegang peranan penting dalam membentuk karakter pada anak

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Kebiasaan Berkomunikasi Dengan Anak

Memiliki anak tentunya menjadi momen yang tidak terlupakan bagi orang tua. Kegiatan sepanjang hari dalam hidup bersama keluarga dan membesarkan anak menempati ruang tersendiri dalam memori kita.

Kegiatan yang dilakukan bersama-sama juga tidak lepas dari inteaksi yang dibangun bersama. Interaksi yang dilakukan tentunya melibatkan komunikasi antar orang tua dan anak. Namun sering kali karena manusia begitu beragam dan unik, salah persepsi dalam komunikasi adalah hal yang biasa terjadi.

Lalu apa yang harus kita pelajari lebih lanjut untuk dapat berkomunikasi dengan baik?. Komunikasi dapat dikatakan baik jika terjadi dua arah. Adanya timbal balik antara satu orang dengan lawan bicara harus ada pemahaman yang baik sehingga tidak terjadi salah pengartian dalam pembicaraan. Tidak sedikit yang sering salah paham akibat komunikasi tidak berjalan dengan baik satu sama lain.

Hal ini juga berlaku pada komunikasi dalam keluarga. Dalam keluarga tentu nya komunikasi dapat di pelajari pertama kali oleh anak dari orang tua. Orang tua sekira nya mampu memberikan contoh komunikasi yang baik. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan interaksi yang baik dengan suami istri, atau dengan orang lain yang ada di lingkungan rumah. Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengajarkan komunikasi  kepada anak.

Penting untuk diingat bahwa anak-anak meniru apa yang orang tua lakukan. Komunikasi yang baik diikuti dengan cara penyampaian yang baik pula. Anak tentunya belum dapat memahami apa yang anda sampaikan jika menggunakan kalimat yang kurang ringan dan mudah dimengerti.

Kesalah pahaman dalam komunikasi dapat disebabkan oleh adanya perbedaan usia, perbedaan penguasaan kosa kata dan perbedaan dalam cara menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Perlu diketahui dan dipahami bahwa manusia yang beragam membuat tidak semua orang dapat memahami dengan baik apa yang ingin kita sampaikan kepada mereka.

Observasi juga perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh cara seseorang mampu untuk menangkap maksud dari suatu percakapan. Hal ini perlu demi kelancaran komunikasi di kedua belah pihak.

Tidak terkecuali dengan anak-anak kita sendiri. Komunikasi dengan anak akan terjadi sepanjang hidup. Namun perbedaan usia tetap berlanjut. Hal ini harusnya menjadi observasi tersendiri bagi orang tua dan anak.

Mengapa demikian?

Melihat masa sekarang banyak sekali kasus yang terjadi antara orang tua dan anak berasal dari komunikasi yang tidak lancar dari kedua belah pihak. Inginnya orang tua apa namun dipersepsikan oleh anak berbeda.

Komunikasi seperti apa sih yang dapat kita pelajari dan diterapkan oleh orang tua terhadap anak? Yuk kita bahas apa saja yang perlu diperhatikan ketika berkomunikasi dengan anak secara singkat dan simpel.

1. Sampaikan Dengan Jelas

Berkomunikasi Dengan Jelas Kepada Anak
Penting ! Menyampaikan Sesuatu Kepada Anak Dengan Jelas

Penyampaian akan harapan dan keinginan orang tua harus disampaikan dengan jelas dan detail. Tentunya dengan bahasa yang mudah dicerna oleh anak pula. Sampaikan dengan menggunakan bahasa ringan secara perlahan, jelas dan terarah.

Kesabaran juga merupakan kunci yang harus dilakukan orang tua jika ingin menyampaikan sesuatu hal kepada anak.

Kalimat ringan yang dibarengi dengan candaan dan intonasi yang tepat akan mudah diingat oleh anak. Untuk itu kunci dari berhasilnya komunikasi antar orang tua dengan anak terletak pada pemilihan kata yang tepat dan kesabaran orang tua dalam menyampaikan kembali jika anak masih belum dapat memahami dengan baik.

Hal yang berulang secara tidak langsung akan terpatri pada anak dari segi kognitif dan akan dipahami oleh anak secara perlahan.

2. Hindari Menggunakan Kode Dalam Komunikasi

Hindari Menggunakan Kode Saat Berkomunikasi Dengan Anak
Hindari Menggunakan Kode Saat Berkomunikasi Dengan Anak

Menghindari menggunakan kode kepada anak untuk menyampaikan keinginan sebagai orang tua adalah hal yang kurang tepat.

Contoh menggunakan kode di sini seperti “Kurang banyak waktu bermainnya ya!”.

Bisa juga kode ini diberikan untuk anak yang sudah memasuki usia remaja hingga dewasa seperti “Ya gimana, bersihin rumah ga ada yang bantuin.” Hindari bersikap seperti ini terhadap anak.

Cara penyampaian dengan kode seperti ini justru membuat anak semakin menjauh dari anda. Tidak hanya menjauh, tetapi anak juga merasa tidak dibutuhkan kehadirannya dan semakin ingin menyendiri.

Jika memang memerlukan penyampaian ke hal yang berat, ajak anak untuk bercengkrama dan bercerita sambil disisipkan keinginan dari orang tua dengan kalimat yang tepat. Usahakan menyampaikan keinginan dengan kalimat yang tepat sasaran tetapi tidak menyudutkan.

Sebagai contoh “Ayah senang deh kalau adik mau membantu membersihkan rumah” atau dapat juga mengatakan dengan kalimat “Kita bersih-bersih yuk hari ini, supaya rumahnya nyaman, habis itu kita makan es krim”.

Masih banyak kalimat ringan dan tidak menyudutkan lainnya yang bisa kita eksplor lebih jauh untuk menyampaikan komunikasi dengan baik.

3. Ketika Anak Berbuat Kesalahan, Hindari Marah Terlebih Dahulu

Jangan Memarahi Anak
Jangan Memarahi Anak

Sering kita dibuat tidak sabar oleh anak karena hal seperti memecahkan gelas, atau membuat rumah yang sudah dibersihkan menjadi berantakan. Jika orang tua ingin agar anak menyadari kesalahannya tidak selalu harus memarahi anak.

Perlu diingat kemarahan yang selalu diberikan ke anak ketika berbuat salah justru menimbulkan dampak negatif secara psikologis terhadap anak.

Jika anda ingin melatih anak untuk menyadari kesalahannya dan tidak mengulangnya, anda dapat melatih nya dengan membuat anak berpikir bahwa apa yang dia lakukan memberikan efek kurang baik bagi diri nya dan orang lain.

Contohnya ketika anak memecahkan gelas sampaikan dengan “Nak, gelas ini dari kaca, kalau pecah bisa melukai karena tajam, jadi hati-hati ya membawa nya. Sekarang yuk kita bersihkan bareng.”.

Kalimat tersebut secara tidak langsung dapat melatih anak untuk selalu berhati-hati dengan lingkungannya. Membersihkan pecahan gelas bersama juga dapat memberikan contoh kepada anak untuk mengatasi masalah yang ada.

4. Tunjukkan Bahwa Anda Sendiri juga Melakukan Hal yang Sama

Mencontohkan Kepada Anak
Mencontohkan Sesuatu Kepada Anak

Tidak hanya merujuk kepada anak untuk menjadi seperti yang anda inginkan. Anak-anak memerlukan contoh nyata dari orang tua. Tidak hanya mendengarkan dari anda saja, tetapi anda juga perlu menerapkan perilaku dan kegiatan yang anda harapkan anak anda terapkan dalam diri nya.

Penyampaian yang disertai dengan contoh tindakan serupa dapat membuat anak lebih cepat untuk memahami keinginan orang tua yang kemudian ia terapkan.

5. Berikan Reward Kepada Anak Meski Mengalami Kegagalan

Pentingnya Memberikan Hadiah Kepada Anak
Pentingnya Memberikan Hadiah Kepada Anak

Ketika anak mampu memahami dan mengerti atas apa yang anda sampaikan dalam komunikasi, berikan ia reward. Memberikan reward sebagai penghargaan atas usaha diri nya yang sedang menerapkan hal baik juga penting.

Seberapa pun perjalanan anak dalam proses belajar mengenai segala hal dalam hidup, berikan reward untuk apresiasi atas usaha yang sudah dia lalui. Anak akan menyadari bahwa tidak ada usaha yang sia-sia jika terus menerus di coba dan dilakukan.

Secara tidak langsung anak akan belajar akan resiko dari suatu tindakan yang dilakukan. Perlu diingat bahwa kegagalan dari usaha anak juga memerlukan apresiasi. Kenapa? karena anak yang mengalami kegagalan dan membutuhkan motivasi serta dukungan dari anda sebagai orang tua.

Begitu banyak yang dapat dilakukan secara mendasar dalam pola asuh. Salah satu nya adalah komunikasi. Setiap manusia merupakan bagian dari makhluk sosial yang tidak terlepas dari orang-orang sekitarnya.

Pendidikan anak yang dapat dilakukan pertama kali adalah dengan memberikan contoh komunikasi yang baik sehingga anak mampu untuk memilih cara berkomunikasi yang baik dan tepat.

Tidak hanya untuk berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga, namun bekal ini juga akan berguna untuk berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya.

Anak yang mendapatkan penerapan komunikasi yang baik dalam lingkup inti akan menghasilkan anak yang mampu untuk berkomunikasi baik dengan orang lain seperti teman sekolah, sahabat dan orang yang lebih tua.

Efek lain dari komunikasi yang baik ini pada anak adalah anak akan mampu mengekspresikan diri nya dengan lebih baik. Tidak hanya itu, anak juga akan lebih terbuka kepada orang tua dan lebih dekat dengan orang tua.

Pembahasan kecil mengenai konumikasi yang menarik bukan? Yuk mari kita sama-sama terapkan, tentu nya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing anak. Karena tiap anak beragam dan unik, tidak dapat disamakan dan hindari membandingkan dengan anak lain.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile