in ,

10 Kelebihan Seorang Ambivert, Kamu Beruntung Memilikinya

Kelebihan Seorang Ambivert
Kelebihan Seorang Ambivert

Kepribadian ambivert nampaknya memiliki keuntungan tersendiri bagi pemiliknya. Pasalnya tipe kepribadian ini tidak cenderung berat satu tipe saja. Mereka yang ambivert mungkin lebih dapat beradaptasi dengan lingkungan dan orang sekitarnya dengan tingkat toleransi yang lebih baik.

Kepribadian sendiri adalah suatu ciri dari manusia yang dapat dimiliki oleh seseorang sejak lahir dan konsisten dalam tingkah lakunya. Sehingga seseorang akan memiliki identitas yang berbeda-beda dengan orang lainnya.

Ambivert merupakan gabungan dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Orang-orang yang memiliki kepribadian ini terkadang memiliki kebingungan tersendiri jika sedang dihadapkan pada suatu situasi dan kondisi.

Terkadang mereka sedang merasa ingin menjadi seseorang yang ekstrovert. Namun sering juga ingin menjadi tipe yang introvert.

Tentu sebagian dari anda pernah melakukan tes yang menentukan apakah diri anda termasuk dari introvert atau ekstrovert.

Kemudian setelah hasilnya keluar anda masih merasa bingung karena anda bisa dihadapkan pada dua tipe tersebut. Jika ya, maka anda mungkin termasuk tipe ambivert. Ambiversion bisa lebih fleksibel dalam bersosialisasi.

Ciri-Ciri dan Kelebihan Seorang Ambivert

Meski terlihat berada di tengah-tengah dari dua tipe kepribadian, ternyata seorang ambivert justru memiliki ciri kurang menyukai bertemu dengan orang baru dalam lingkungan barunya secara bersamaan. Mereka juga mudah untuk mengenali kepribadian seseorang dengan baik.

Tipe ambivert akan suka berada di tengah keramaian namun tetap nyaman untuk tidak melakukan interaksi dengan sekitarnya.

Seorang ambivert juga dapat menyesuaikan dengan lingkungan dengan baik sehingga dapat membaur.

Tipe ambivert juga dapat berdiskusi dengan beragam topik baik yang ringan maupun yang berat. Meski begitu mereka juga dapat berubah moodnya sesuai dengan lawan bicaranya.

Ciri-ciri lainnya seorang ambivert adalah mereka cenderung menjadi pendengar dan pembiacara yang baik. Karena mereka memiliki rasa empati yang tinggi.

Selain itu, darai sisi pekerjaan seorang dengan tipe ambivert memiliki kelebihan dapat bekerja secara kelompok maupun individual dengan sama baiknya. Dan mereka dapat banyak bicara atau diam sama sekali.

Hal ini terkadang membuat ambivert bingung ingin menghabiskan waktu bersama teman atau menyendiri.

Lalu apa saja kelebihan seorang ambivert?

1. Memiliki Potensi Pemimpin

Memiliki Potensi Menjadi Pemimpin
Memiliki Potensi Menjadi Pemimpin

Seorang ambivert dinilai lebih berpotensi menjadi pemimpin karena dapat beradaptasi dengan lingkungannya dengan lebih baik dan cepat.

Mereka dapat serius ketika dibutuhkan dan dapat mencairkan suasana ketika situasi sedang memanas.

Mereka cenderung memiliki pemikiran kritis, analisis yang baik dan lebih terencana dibandingkan tipe lainnya. Sehingga mereka lebih cepat matang secara personal dan dapat bekerja dengan baik di lingkungan apapun.

2. Stabilitas Emosi

Stabilitas Emosi
Stabilitas Emosi

Seseorang dengan tipe ambivert dipercaya lebih stabil dalam hal emosi. Mereka dapat mengendalikan emosinya dengan lebih baik dan seimbang.

Untuk itu seorang ambivert dikatakan lebih dapat membaca situasi dan kondisi lingkungannya dibandingkan dengan tipe yang lainnya.

Sehingga mereka cenderung lebih dapat diterima dengan baik oleh orang lain yang berbeda-beda karakter dan kepribadian.

Mereka dianggap lebih dapat menerima tipe kepribadian lain dengan baik. Karena orang dengan tipe ambivert memiliki dua cara recharge energi yakni dengan menyendiri ketika terlalu lama berinteraksi dengan orang lain.

Dan dengan berada di keramaian berinteraksi dengan orang lain ketika terlalu lama berada dalam kesendirian.

3. Intuisi

Intuisi
Intuisi

Karena seorang ambivert dapat masuk pada lingkungan apapun, jadi mereka juga tahu kapan harus menyikapi suatu kondisi. Mereka lebih intuitif dalam bertindak dalam suatu kondisi.

Misalnya mereka tahu kapan harus bicara dan kapan harus diam.

Bentuk respon ini ia lakukan dengan cara mengamati lawan bicara terlebih dahulu sehingga ia tahu kapan harus menyampaikan dan kapan harus mengerem diri.

Maka seseorang dengan ambivert dapat dengan mudah mengendalikan dirinya meski rasanya ingin melepaskan uneg-unegnya.

4. Mudah Beradaptasi

Mudah Beradaptasi
Mudah Beradaptasi Via Ingo Joseph Pexel.com

Orang dengan tipe ambivert adalah orang yang berada dalam jalur netral. Ia tidak mudah memihak pada suatu keadaan atau seseorang.

Meski mereka senang dengan tantangan dan orang-orang baru, mereka juga tahu jika seseorang tersebut akan menimbulkan dampak baik atau buruk.

Kelebihan dalam hal mudah beradaptasi ini lah yang menyebabkan seseorang dengan tipe ambivert lebih mudah hidup di lingkungan baru dan cenderung survive lebih cepat.

5. Keseimbangan Hidup

Keseimbangan Hidup
Keseimbangan Hidup

Seseorang dengan tipe kepribadian ambivert akan senang bertemu dengan orang baru untuk kepentingan dirinya secara positif.

Misalnya meluaskan link dan menambah wawasan dan ilmu untuk dirinya sendiri. Tetapi pada saat tertentu mereka membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri tanpa adanya kehadiran orang lain.

Untuk itu mereka melakukan hal lain ketika dibutuhkan sesuai dengan moodnya saat itu.

Tidak heran seorang ambivert memiliki keseimbangan hidup yang lebih baik karena tahu kapan ia harus merecharge energinya dan dengan cara apa mereka memenuhinya dengan baik.

7. Menjadi Orang Tua

Menjadi Orang Tua
Menjadi Orang Tua

Tipe kepribadian ambivert cenderung lebih beruntung dalam pernikahan. Mereka akan dengan mudah memahami dan mengerti pasangannya satu sama lain dalam kondisi apapun.

Begitu pula ketika mereka menjadi orang tua. Sifat santai namun tetap dalam aturan akan memudahkan mereka untuk memilih pola asuh yang tepat untuk anak-anaknya.

Sehingga anak mereka akan dapat tumbuh dengan lebih baik dan lebih kreatif. Hal ini dikarenakan mereka akan memiliki hubungan yang lebih sehat dengan pasangan di mana anak akan menjadikan mereka role model.

8. Manajemen

Manajemen
Manajemen

Tipe ambivert cenderung dapat mengatur waktunya dengan lebih baik.

Mereka tidak menyukai waktu yang terbuang sia-sia. Untuk itu semua hal yang terjadi dalam hidupnya sudah mampu ia atur dengan baik dan mereka dapat mengukurnya sendiri.

Misalnya ketika ia mendapatkan tugas dari dosen, maka sebisa mungkin ia kerjakan segera tanpa harus menunda karena ia paham bahwa tugas-tugas berikutnya pasti akan menanti dan akhirnya tidak akan terselesaikan dengan baik.

9. Ekspektasi

Ekspektasi Tidak Berlebihan
Ekspektasi Tidak Berlebihan

Jika kebanyakan orang memiliki ekspektasi yang tinggi dalam segala hal, tidak dengan ambivert.

Mereka merupakan pribadi yang cenderung santai dan tidak banyak menuntut. Ketika ia menginginkan sesuatu atau dihadapkan pada suatu masalah dan hasilnya tidak sesuai harapan, ia tidak akan mudah kecewa.

Justru hal ini akan menjadi perbaikan untuk dirinya sendiri ke depannya.

Mereka memang tidak mengatur ekspektasinya terlalu tinggi karena akan mengecewakan dirinya. Untuk itu mereka lebih suka mempelajari sesuatu dengan trial and error.

Hasil atau dampak dari apa yang ia kerjakan bisa ia pelajari untuk mendapatkan hasil yang lebih baik daripada sebelumnya.

10. Mandiri

Mandiri
Mandiri

Terakhir, tipe ambivert ini cenderung mandiri jika dibandingkan dengan tipe kepribadian lainnya. Karena mereka menyukai dua hal sekaligus tergantung mood dan kondisinya. Jika ia merasa sedang ingin sendiri maka ia akan melakukan segala halnya sendiri tanpa bantuan orang lain.

Dan ketika ia sedang merasa ingin bersama dengan teman-temannya, ia akan berada di antara grupnya setelah menyelesaikan permasalahannya sendiri. Jadi tergantung bagaimana kondisi dirinya pada saat itu.

Sebenarnya tipe kepribadian bis dijelaskan dengan mudah. Adanya tipe kepribadian ini selain untuk menjelaskan definisinya juga untuk menjelaskan bagaimana cara mereka merecharge energi.

Manusia juga memiliki titik batas yang harus difungsikan kembali ketika lelah, letih dan capek.

Nah tipe kerpibadian ini hadir untuk memudahkan seseorang memilih cara recharge energi yang tepat.

Selain itu, kamu perlu baca Sisi Lain Penggolongan Introvert dan Ekstrovert yang Perlu Kamu Tahu.

Jadi, tipe kepribadian bukan untuk mengklasifikasikan seseorang termasuk tertutup atau terbuka. Melainkan lebih kepada cara mereka untuk merecharge energinya. Jangan sampai salah mengartikan ya.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.