in

7 Tips Membangun Kelekatan Anak Perempuan Dengan Ibu

Kelekatan Anak Perempuan dan Ibunya
Kelekatan Anak Perempuan dan Ibunya

Kelekatan anak perempuan dan ibunya kerap kali menjadi sebuah inspirasi tersendiri dalam dunia parenting. Kedekatan antara ibu dan anak khususnya anak perempuan nampaknya menarik untuk dilakukan.

Karena ibu dan anak perempuan cenderung memiliki kesamaan dalam hal sikap meski mungkin karakteristiknya berbeda-beda. Hubungan anak perempuan dan ibu biasanya lebih baik karena sebagai sesama perempuan mereka akan berbagi banyak hal.

Misalnya saja ketika anak perempuan menghadapi masa menstruasi pertama kalinya. Anak mungkin akan kebingungan bagaimana cara mengatasi hal yang satu ini. Ibu akan lebih mudah mengajari bagaimana menggunakan tampon atau pembalut hingga cara membersihkannya.

Untuk hal yang satu itu tentu lebih baik didiskusikan dengan ibu dibandingkan dengan ayah bukan. Meski tidak sedikit ayah yang mungkin memang paham akan hal tersebut. Selain itu sebagai sesama perempuan, anak akan lebih mudah mempelajari berbagai hal dari ibunya.

Misalnya mencuci pakaian, memasak hingga bercerita mengenai kejadian sehari-hari. Ketika anak perempuan anda beranjak dewasa, ia akan lebih sering berada di luar rumah dengan teman sebayanya. Untuk itu anda dan anak memerlukan waktu berdua agar kelekatan anak perempuan dan ibunya tetap terjaga.

Menjaga hubungan ini juga akan memberikan rasa aman dan nyaman pada anak sehingga anak akan lebih terbuka dengan ibunya. Untuk itu ibu-ibu sekiranya perlu mencoba beberapa tips berikut ini agar tetap dekat dengan anak perempuan meski waktu bersama mulai berkurang.

1. Tunjukkan Afeksi atau Kasih Sayang

Menunjukkan Kasih Sayang
Menunjukkan Kasih Sayang

Meskipun waktu anda bersama anak perempuan tak lagi sebanyak dulu, anda sebaiknya tetap menunjukkan afeksi terhadap anak dengan porsi yang sama.

Anak perempuan yang memasuki masa remaja banyak menghabiskan waktu di luar sehingga anda merasa mungkin waktu anda terbatas.

Sebaiknya hindari memarahi anak karena ia tidak lagi ada waktu untuk anda. Sebaliknya terimalah ia dengan terbuka ketika berada di rumah. Bukalah obrolan singkat dan ringan yang bisa membuat anak bercerita dengan sendirinya.

Anda bisa merespon dengan memberikan telinga anda sebagai pendengar yang baik dan berikan motivasi baginya.

Pasalnya ketika anak sedang menceritakan kesehariannya baik yang buruk maupun yang baik, ia hanya ingin didengarkan dan disemangati, bukan diceramahi.

2. Hindari Mengekang

Hindari Mengekang
Hindari Mengekang

Bertemu dengan teman-temannya merupakan salah satu cara bersosialisasi dengan lingkungannya sekaligus menemukan jati diri anak terutama anak perempuan. Hindari membatasi pergaulan anak dengan melarangnya kesana kemari.

Anda bisa memberikan peraturan yang harus dipatuhi anak tanpa harus mengekangnya. Masa remaja nya tidak akan pernah terulang. Jadi berikan ia kebebasan dalam berteman dan bersosialisasi dengan temn sebayanya.

Sejauh apapun ia berada ia akan tetap kembali pada anda orang tuanya. Berikan jarak yang cukup dengan anak perempuan anda. Dengan begitu, anak akan merasa diberikan privacy dan pengertian dari orang tua.

3. Hargai Keputusan

Menghargai Keputusannya
Menghargai Keputusannya

Masa remaja bagi anak terutama anak perempuan adalah masa pencarian identitas dirinya. Di fase ini anak akan berusaha mencari identitas yang cocok dengan dirinya. Misalnya dalam hal berpakaian dan memilih jurusan di sekolah.

Anak akan cenderung mengikuti gaya berpakaian yang sedang menjadi panutan masa kini. Jika anda memiliki pendapat mengenai cara berpakaian anak, bukalah diskusi ringan tanpa menggurui anak.

Menasehati anak bisa dilakukan dengan obrolan santai tanpa harus memarahi dan menggurui mereka. Sehingga anak tidak akan merasa dipaksa untuk menjadi yang orang tua inginkan tanpa mendengarkan pendapat anak sebelumnya.

Anda juga bisa update mengenai trend berpakaian yang sedang naik daun di masa anak remaja anda tumbuh. Dengan demikian anda juga bisa memahami gaya berpakaian anak.

Selain itu menjadi update mengenai pakaian ini juga akan membantu anda memberikan masukan pada anak jika pakaian yang mereka kenakan terlalu minim dan terbuka dengan lebih tepat.

4. Membuat Rutinitas

Membangun Rutinitas
Membangun Rutinitas

Waktu yang anda miliki sebagai orang tua tentu menjadi lebih banyak karena anak anda lebih sering berada di luar. Tentunya anda akan merasa kesepian dan menginginkan anak berada di rumah terus menerus. Hal ini akan membuat kelekatan anak perempuan pada anda cenderung merenggang.

Untuk itu ada baiknya jika anda membuat jadwal bagi anda sendiri. Misalnya menjadikan rutinitas yoga atau mendalami hobi yang selama ini anda inginkan tetapi belum tercapai. Atau bisa juga dengan mengikuti seminar dan workshop untuk menambah ilmu.

Dengan demikian anda akan terhindar dari stres dan dapat mendukung anak dengan lebih baik. Memang, anak akan selamanya terlihat anak kecil bagi orang tua. Tetapi ingat juga bahwa anak anda telah bertumbuh dan anda sebaiknya menyesuaikan diri akan hal ini.

5. Hindari Judgement

Hindari Judgement
Hindari Judgement

Moms, hidup dalam asumsi itu akan melelahkan pikiran kita sendiri lho. Jika anak anda jarang bercerita pada anda atau jarang berada di rumah kemungkinan ada yang harus diperbaiki. Anda bisa mengikuti kegiatan anak mulai dari menonton pentas drama di sekolahnya hingga menemaninya belajar.

Ketika ia terbuka pada anda akan sesuatu hal yang mengganggu sehingga membuatnya tertutup akhir-akhir ini, dengarkan dan jangan menyudutkan anak apapun ceritanya. Bersemangat itu penting, namun jangan ceramahi anak ketika ia bercerita mengenai hal-hal yang membuatnya tidak bersemangat.

Berikan dukungan dan afeksi pada anak sehingga kelekatan anak perempuan pada anda tetap terjaga. Ketika kita menghindari sikap judgmental ini anak akan dengan sendirinya merasa didukung oleh orang tua.

6. Konsekuensi

Memberi Konsekuensi Kepada Anak
Memberi Konsekuensi Kepada Anak

Jika 5 hal di atas telah anda terapkan, ada baiknya anda juga memberikan batasan akan bersosialisasi dan bermain dengan teman sebayanya. Kebebasan yang anda berikan juga harus memiliki peraturan untuk melatih anak mengontrol dirinya di lingkungan luar.

Berikan konsekuensi pada anak jika ia melakukan sesuatu dan berikan penjelasannya mengapa perilaku A diberikan konsekuensi B. Dengan begitu anak akan belajar untuk tetap bertanggung jawab atas tindakannya meski tanpa pengawasan orang tua.

Dengan begitu anak perempuan anda akan lebih merasa dihargai dan ia akan lebih menghormati anda karena anda memberikan jarak dan batasan yang tepat.

Karena masih banyak yang tidak dapat memberikan kebebasan dengan batasan pada anak sehingga anak justru makin menjauh dari orang tua.

7. Komunikasi

Komunikasi Anak Perempuan Dengan Ibu
Komunikasi

Komunikasi dibutuhkan dalam parenting. Artinya anak membutuhkan alasan yang jelas secara verbal atas apa yang anda sampaikan ketika berdiskusi. Hindari sikap passive-aggressive dalam parenting. Anak tidak akan pernah tahu apa yang anda inginkan jika anda hanya menyindirnya tanpa membicarakannya dengan baik.

Dalam hal apapun sikap passive-aggressive ini tidak akan berujung dengan baik. Anda tidak bisa melatih anak dengan kode karena ini bukan pramuka. Jika anda menginginkan sesuatu dari anak, bicarakan dan diskusikan. Hindari memerintah saja tanpa adanya obrolan terlebih dahulu.

Karena hal ini akan membuat anda mudah berasumsi dan terpaku pada pemikiran anda sendiri karena tidak kunjung dipahami oleh anak. Kelekatan anak perempuan dan anda akan memudar karena sikap ini.

Akhir Kata

Tidak ada yang mudah jika membicarakan pola asuh. Namun tidak ada pula orang tua dan anak yang sempurna. Yang ada hanyalah kemauan untuk terbuka pada diri masing-masing sehingga saling memahami satu sama lain.

Memang tidak mudah untuk membuat anak perempuan dekat dengan ibunya. Namun hal ini akan terbiasa jika diajarkan dan ditunjukkan sejak dini dibarengi dengan konsekuensi yang tepat dan konsisten.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.