Tuhan, Aku Sudah Menjadi Orang Baik. Kenapa Kehidupanku Tidak Berubah?

Apakah aku tidak layak dicintai seperti mereka? Apakah aku tidak layak bahagia ?

Muhammad Taufik Muhammad Taufik · 2 min read >

Kita mungkin sudah lelah selama ini direndahkan, di tinggalkan orang tersayang, mengalami kebangkrutan, hingga diacuhkan.

Kita sudah memilih untuk tetap berusaha dan bersabar, namun sabar itu tidak cukup luas menampung masalah hidup yang kian membesar.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga tahun berganti tahun, namun kita tidak melihat perubahan apapun.

Perasaan ini telah mencapai puncaknya, hingga berpikir bahwa semua yang kita lakukan cuma buang-buang waktu saja.

Ingin teriak, menerkam apapun yang kita dapatkan. Tapi seakan semesta telah berpaling badan dan kini jauh meninggalkan.

Dari dalam lubuk hati yang terdalam, muncul sebuah pertanyaan, Adil Kah Tuhan? 

Refleksi kekecewaan biasanya akan membuat kita menjadi sangat apatis, hingga berada pada suatu titik hilangnya keimanan dan sisi kemanusiaan.

Apakah Ini Adalah Takdir Yang Telah Ditentukan Tuhan?

Takdir Tuhan Akan Kehidupan
Takdir Tuhan Akan Kehidupan

Awalnya kita merasa sudah fasih akan hal ini. Jadi tidak perlu buang-buang waktu mengulas seluruh buku. Bahkan kita merasa tabu membahas dan mempertanyakan hal itu, apalagi di jaman sekarang konsep seperti ini mulai tidak berlaku.

Miskonsepsi tentang takdir akhirnya akan membawa kita kepada keputusan hidup yang salah.

Banyak yang mengatakan, jika takdir adalah kondisi yang haruslah “diterima”, dan itu semua keputusan Tuhan. Kita tidak perlu melakukan apa-apa, cukup terima dan syukuri setiap prosesnya.

Tapi saat kehidupan kita berada di ujung kehancuran, apakah ini mau nya Tuhan ?

Apakah Tuhan sejahat yang kita bayangkan ?

Apa Sebenarnya Takdir Itu ? Kenapa Ia Terdengar Seperti Paradoks Bagi Kehidupan Kita?

Kita mencoba kembali mengingat sesuatu yang mungkin terlewatkan.

Takdir adalah situasi yang terjadi pada diri kita dimana itu diluar kendali kita.  Seperti hal nya kita tidak bisa memilih orang tua dan memilih dari keluarga seperti apa kita dilahirkan.

Kita juga tidak bisa memilih sebagus apa rupa saat dilahirkan. Apakah tampan dan cantik atau kita hanya terlahir mengambil peran si buruk rupa.

Semua itu bukan pilihan kita dan tak banyak yang bisa kita lakukan untuk itu.

Kabar baiknya, respon dari setiap keputusan yang kita ambil dari kondisi itu, semuanya merupakan pilihan kita. Tuhan tidak sejahat yang kita bayangkan.

Ia bisa kapan saja merebut kenikmatan, tapi ia tidak akan pernah merebut kesempatan.

Sikapmu bukanlah takdir, tapi sikapmu adalah sebuah pilihan - Guru Gaul Gopal Click To Tweet

Kita boleh marah, kita boleh kesal, dan kita boleh teriak. Berusaha melepaskan setiap kepenatan dan kepedihan.

Tapi Tuhan selalu bilang, kita tidak boleh menyerah.

Diam-diam, Tuhan sedang memberikan pelajaran terindahnya. Mungkin inilah waktu dan momen paling bersejarah dalam hidup kita.

Kita bisa memilih dari dua sisi cerita,

“Seorang Manusia yang Terpuruk dan Menyerah”,

dan cerita lainnya,

“Seorang Manusia yang Terpuruk dan Tetap Berusaha”.

Tergantung kita mau pilih yang mana.

Dua kisah diatas adalah kondisi hidup yang sama namun dengan pilihan sikap yang berbeda. Membuat kita sadar bahwa dalam hidup mungkin kita perlu untuk mengubah sikap, hingga suatu hari nanti kita dianggap layak.

Tuhan, Kenapa Aku Berbeda dan Tidak Seperti Mereka ?

Tuhan Kenapa Aku Berbeda
Tuhan Kenapa Aku Berbeda

Dalam diam kita selalu berdoa,

Mengapa aku berbeda? Mengapa engkau “timpahkan” masalah yang berat seperti ini di usiaku yang masih muda? Aku juga ingin hidup seperti mereka, hidup dengan keluarga yang “normal” ?

Apakah aku tidak layak dicintai seperti mereka? Apakah aku tidak layak bahagia ? Dari miliaran orang di dunia kenapa harus aku ?

Ini adalah titik dimana kita mulai kehilangan harapan, mulai lelah dengan semua masalah yang tak kunjung terselesaikan. Seakan Tuhan hanya diam, tak melakukan tugasnya sebagai sang penguasa keadilan.

Kita sudah berusaha menjadi orang yang baik, kita juga sudah berdoa setiap hari nya, tapi selalu saja hal-hal buruk terjadi dalam hidup kita.

Apakah hal-hal buruk selalu terjadi kepada orang-orang baik ?

Mengapa semesta terasa hening ? Dimana Tuhan ?

Tuhan adalah temanmu dalam keheningan. Kamu tidak akan menemukannya dalam kebisingan dan kepanikan. Lihatlah bagaimana alam, rumput, pepohonan hingga bintang tumbuh dan berjalan dalam keheningan Click To Tweet

Terkadang hidup yang kita jalani terasa menyesatkan. Kita berpikir bahwa kita bisa, ternyata tidak. Kita berpikir bahwa kita akan berhasil, ternyata hasilnya nihil.

Ini tragedi !

Setiap hari nya, kita seperti hidup dari serangkaian tragedi.

Tragedi kerap datang disaat kita merasa tidak siap. Ia kerap kali hadir disaat kita terlelap.

Aneh nya, setiap tragedi tidak memberitahukan kapan ia akan datang. Tragedi juga tidak pernah memberitahukan bahwa kita sedang tumbuh atau dibentuk.

Bahkan kita sama sekali tidak pernah merasa sedang tumbuh dan dibentuk.

Apakah seperti ini cara Tuhan membentuk kita dalam tenang dan keheningannya ?

Muhammad Taufik
Geek, pedant, casual gamer, lover of anything science fiction and cofee. I want to be alone, with someone else who wants to be alone. Read Full Profile