in

4 Penjelasan Kenapa Manusia Bisa Bermimpi Saat Tidur

Penjelasan Mengapa Manusia Bermimpi
Penjelasan Mengapa Manusia Bermimpi

Mimpi manusia telah menarik banyak filsuf dan ilmuan selama ribuan tahun untuk mencari rahasia dibalik pengalaman alam bawah sadar ini. Baru-baru ini, mimpi menjadi salah satu objek penelitian empiris dan masuk dalam studi ilmiah terkonsentrasi.

Dalam sejarahnya, mimpi tercatat mengambil bagian yang cukup penting dalam kisah-kisah mitologi, agama, dan kebudayaan. Apakah kamu salah salah satu orang yang gemar mencari makna mimpi ?

Uniknya, beberapa penemuan terkenal di dunia ditemukan saat penemunya sedang bermimpi. Seperti tabel Priodik Unsur yang biasa kita pelajari di sekolah. Tabel tersebut ditemukan oleh Dmitri Mendeleev saat ia sedang bermimpi.

Cerita lainnya datang dari matematikawan India yang sangat religus yaitu Srinivasa Ramanujan, ia adalah seorang penemu formula bilangan tak terhingga dari Pi.

Ia memecahkan rumus yang belum terpecahkan selama 1 abad tersebut saat tertidur dan bermimpi bertemu Dewa.

Selain itu, ada banyak ribuan kisah menarik yang didasari oleh mimpi manusia. Kita tidak sedang membahas penafsirannya, namun kita akan mencari tahu penjelasan rasional mengapa manusia bisa bermimpi dalam tidurnya.

1. Teori Psikoanalisis Dalam Mimpi

Teori Psikoanalisis Freud
Teori Psikoanalisis Freud

Psikoanalisis Freud merupakan teori yang berusaha menjelaskan tentang hakikat dan perkembangan kepribadian manusia.

Unsur pembentuknya didasari oleh motivasi, emosi dan aspek-aspek internal dari dalam diri seseorang. Begitu juga dengan faktor pembentuk sebuah mimpi.

Menurut Sigmund Freud, mimpi adalah motivasi manusia yang tidak disadari. Ia adalah motivasi terselebung dan terendap di alam bawah sadar. Ia menyebutkan bahwa naluri manusia dapat dirasakan oleh kesadaran. Namun tidak mampu dipahami secara sadar.

Ini seperti kita menyukai sesuatu, namun kita tidak tahu mengapa menyukai hal itu.

Freud menyarankan agar kita menganalisa pertanyaan tersebut melalui mimpi. Saat bermimpi, area tidak sadar akan membocorkan informasi-informasi penting. Membuat kita memahami kondisi dan motivasi diri kita sebenarnya.

Ia membagi dua jenis kompenen dalam mimpi. Yang pertama adalah bersifat manifes dan kedua adalah laten. Manifes dapat kita lihat dari gambar, pikiran, dan konflik didalam mimpi tersebut. Sedangkan laten adalah makna psikologis yang tersembunyi didalamnya.

Para psikolog di dunia banyak menggunakan teori psikoanalisis Freud untuk mencari penjelasan arti mimpi yang dialami oleh klien-nya.

Namun, penelitian yang dilakukan selama ini telah gagal menunjukkan adanya ikatan sifat manifes mimpi dengan kondisi psikologis seseorang.

2. Teori Sintetis-Aktivasi

Teori Sintetis-Aktivasi
Teori Sintetis-Aktivasi

Jika kamu bertanya mengapa kita bermimpi ? Mungkin ini adalah salah satu teori yang paling masuk akal.

Hipotesis sintesis-aktivasi dalam mimpi pertama kali diusulkan oleh J. Allan Hobson dan Robert McClarley pada tahun 1977.

Teori ini menyebutkan bahwa aktivitas otak dalam REM ( tidur nyenyak ) memiliki kesamaan dengan aktivitas otak saat kita sedang tersadar.

Sirkuit otak tetap memiliki aktivitas yang normal seperti saat kita terbangun. Oleh sebab itu, kita akan tetap mempunyai respon emosi yang nyata saat bermimpi.

Saat mendapati mimpi menikah kita akan merasa bahagia dan melihat orang yang kita sayangi meninggal kita juga akan merasakan kesedihan karena ditinggal. Ini adalah bentuk emosi yang nyata.

Dalam fase tersebut, otak juga akan mengakses LTM ( Long Term Memory ) untuk mengambil struktur pengetahuan dalam potong-potongan kecil dan membentuk narasi dan cerita.

Beberapa latar belakang tempat didalam mimpi mungkin pernah kamu lihat sebelumnya.

Walaupun mimpi terbentuk dari data-data internal dalam otak manusia, tetapi Hubson tidak percaya bahwasanya mimpi tidak memiliki makna dan manfaat. Menurutnya, mimpi dapat memberikan kita pengalaman dan ide-ide baru.

3. Teori Pemrosesan Informasi

Teori Pemrosesan Informasi Dalam Mimpi
Teori Pemrosesan Informasi Dalam Mimpi

Para ahli menyebutkan bahwa mimpi hanyalah sisa-sisa dari pemrosesan informasi yang kita terima sebelum tidur atau beberapa hari sebelumnya.

Beberapa bagian otak masih aktif mengumpulkan potongan informasi dan membentuk percikan mimpi dari aktivitas tersebut.

Tangkapan informasi yang kita terima saat sadar sangatlah kompleks. Seperti emosi, sentuhan, dan suasana yang tidak kita sadari saat mendapati informasi.

Hanya sedikit dari potongan informasi tersebut yang dapat kita sadari. Saat tertidur, otak lebih memiliki kemampuan mengkonsolidasikan informasi tersebut dengan yang lebih kuat.

Beberapa psikolog meyakini mimpi hanyalah bentuk pemrosesan informasi yang dianggap tidak terlalu penting. Semakin banyak aktivitas yang kita lakukan di luar rumah, hal ini akan membentuk semakin kompleks potongan gambar, kesan, dan cerita dalam mimpi.

4. Teori Aktivitas Eksternal

Gangguan Eksternal Saat Tetidur
Gangguan Eksternal Saat Tetidur

Selama kita tertidur, kita akan mendengar beberapa bunyi seperti jam, radio, televisi, atau suara hewan-hewan kecil. Beberapa bunyi memiliki frekuensi yang mampu ditangkap oleh indra manusia.

Saat memasuki fase REM, otak tetap merespon apa yang terjadi diluar tubuh kita. Beberapa diantara kita pasti akan pernah bermimpi sedang mandi, berada ditempat yang kering, dikarenakan ia sedang dalam kondisi dehidrasi.

Beberapa orang mendapati mimpi ia sedang terlambat bekerja hanya karena ia mendengar suara ayam berkokok. Bunyi dan gangguan eksternal selama kita tertidur akan merangsang memori masa lalu yang berkaitan dengan gangguan tersebut.

Baca Juga : Kenali Penyebab Overthinking Dan Cara Penanganannya

Demikian beberapa penjelasan terkait penyebab dan alasan kenapa manusia bermimpi saat tidur. Beberapa penjelasan diatas hanyalah sebatas hipotesis, namun sudah cukup menjelaskan secara rasional dari aktifitas otak yang penuh misteri.

Written by Taufik

Penikmat awan yang takut ketinggian