in , ,

Kepribadian Anak Introvert, Ini 6 Tips Bagi Orang Tua Menghadapinya

Kepribadian Anak Introvert
Kepribadian Anak Introvert

Tipe kepribadian anak introvert yang diterapkan oleh Carl Gustav Jung. Kepribadian ini memang sering ditemui. Namun hal ini tidak hanya terbatas pada orang dewasa saja. Ternyata anak-anak kita pun bisa menunjukkan tipe kepribadian mereka.

Mengapa demikian? Karena tipe kepribadian umumnya sudah ditunjukkan sejak dini. Pembentukan karakteristik yang akan menjadi pribadi seseorang saat dewasa ini di mulai sejak anak-anak. Itulah pentingnya untuk membentuk karakter anak sejak dini karena di masa kecil anak masih dapat dibentuk dengan mudah.

Introvert indentik dengan cara merecharge energi dengan menutup diri. Biasanya orang dengan tipe ini lebih suka menyendiri daripada berada di antara orang baik meski itu teman atau keluarga sendiri. Apalagi jika hal ini terjadi pada anak-anak anda. Tentu anda merasa bingung menghadapi anak yang terlampau diam saat sedang masuk pada fase recharge mereka.

Tentu saja anak-anak juga bisa melakukan fase recharge, tidak hanya orang dewasa saja yang bisa. Anda mungkin dibuat pusing tujuh keliling jika anak sedang dalam masa “masuk goa” nya ini. Segala cara yang dilakukan nampaknya tidak membuahkan hasil.

Tidak sedikit juga orang tua yang justru menyalahkan anak karena terlalu pendiam dan menyendiri.

Sering kali mereka justru melabeli anak dengan cap “tidak akan sukses” ketika anak menunjukkan recharge ini. Lalu apa yang bisa anda lakukan untuk menghindari labeling pada kepribadian anak introvert?

1. Tanamkan Pada Diri Bahwa Tidak Ada Yang Salah Dengan Anak Introvert

Tidak Ada Yang Salah Menjadi Introvert
Tidak Ada Yang Salah Menjadi Introvert

Anda tentu tahu mengenai seorang artis kelahiran 1929 bernama Audrey Hepburn. Sebagai fashion icon dunia, Audrey menyatakan bahwa dirinya adalah seorang introvert. Jelas sekali bahwa tipe kepribadian seseorang yang introvert tidak menghalangi mereka untuk tetap berprestasi dan berkarya.

Untuk itu sebaiknya jangan melakukan labeling dan judgement pada anak anda yang cenderung introvert. Karena meski mereka pendiam, tidak semua anak introvert sudah pasti tidak akan bisa sukses. Kesuksesan tidak diukur dari introvert atau tidaknya seseorang di masa kecil.

Mereka memang cenderung kesulitan untuk menceritakan hari-harinya kepada orang lain terutama orang tua. Namun mereka bukannya tidak mau bercerita, melainkan mereka memiliki caranya sendiri untuk bercerita.

Kemudian yang paling penting adalah anda harus memahami apa sebenarnya introvert.

Dengan demikian anda tidak perlu merasa khawatir berlebihan ketika dihadapkan pada anak yang sedang mengurung diri di suatu tempat. Perilaku ini merupakan bagian dari diri anak yang di introvert, bukan menjadi tanda akan adanya depresi.

Jadi sebaiknya kenali dulu akan tipe kepribadian anak introvert ini dan apabila anak menunjukkan tanda-tanda di luar introvert anda bisa mengenalinya dengan mudah.

Dengan begitu anda akan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak.

2. Pahami Minat Anak

Pahami Minat Anak
Pahami Minat Anak

Hal kedua yang perlu anda kenali adalah minat anak. Sebagai orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anak. Termasuk ketika memahami minat anak. Anda bisa melakukan observasi terlebih dahulu ketika menemani anak bermain atau sekolah.

Misalnya jika anak tidak suka berada pada keramaian dan melakukan hal lain. Bisa saja mereka lebih senang membaca buku sendiri, atau menggambar dan melakukan hal lainnya sendiri.

Sebaiknya anda tidak memaksa anak untuk keluar dan bergaul dengan lingkungannya. Apalagi dengan mengatakan “biar kayak anak lainnya”. Hal ini bisa melukai hati anak lho.

Berikan kebebasan pada anak untuk mengeksplor hal yang disukainya.

Jika ini anda fasilitasi, support dan berikan kebebasan, tidak menutup kemungkinan meski diam anak tetap bisa menjadi orang yang maju, kreatif dan berhasil.

Nah, para orang tua juga perlu membaca 5 Cara Sederhana Menggali Minat Dan Bakat Anak Sejak Dini.

3. Hindari Overprotektif

Hindari Terlalu Overprotektif Terhadap Anak
Hindari Terlalu Overprotektif Terhadap Anak

Yang harus diperhatikan lagi adalah pola asuh yang anda terapkan pada anak. Jika dua langkah di atas telah anda lakukan, tentu anda telah mengenali anak dengan baik. Kemudian anda bisa menerapkan pola asuh yang tepat yakni dengan menghindari overprotektif.

Meskipun dalih anda adalah untuk menghindarkan anak dari hal yang membahayakan anak di masa sekarang dan masa depan, namun jika dilakukan berlebihan juga akan membahayakan mental anak.

Pola asuh yang mengekang justru akan membuat anak menjadi manja, tidak berani dan tidak mampu mengatasi masalahnya sendiri.

Apalagi jika anak introvert, maka ia akan semakin tenggelam dalam kesendirian dan asik di dalamnya. Ia akan malas bergaul, bukan tidak ingin lagi.

Mungkin bisa dikatakan semacam anak pasrah terhadap apa yang terjadi dalam hidupnya.

4. Biarkan Anak Menikmati Aktivitas Kesukaannya

Biarkan Anak Introvert Bermain
Biarkan Anak Introvert Bermain

Kebebasan yang diberikan oleh orang tua terhadap anak introvert salah satunya adalah dengan membiarkan anak bergelut dengan aktivitas yang ia sukai.

Apapun yang anak sukai, entah itu membaca, melukis, berkebun, berolahraga hingga bongkar pasang mainan biarkan ia menikmatinya.

Hal ini bisa dijadikan untuk recharge energi pada anak introvert setelah seharian bertemu dan beraktivitas di luar dengan banyak orang.

Dengan begitu anak yang dapat mengembalikan semangatnya secara tepat akan mampu berkembang dengan baik meski hobi menyendiri.

Para orang tua gak perlu khawatir, Anak Bermain di Luar Rumah? Siapa Takut, Ini 5 Manfaat Bagi Perkembangannya.

5. Tunjukkan dan Ajarkan Percaya Diri

Mengajarkan Rasa Percaya Diri Pada Anak
Mengajarkan Rasa Percaya Diri Pada Anak

Tidak jarang anak dengan tipe kepribadian introvert memiliki rasa percaya diri yang lebih rendah daripada anak yang tidak introvert. Anda dapat mengajari anak untuk bisa percaya diri ketika sedang berkomunikasi.

Anda bisa menjelaskan pada anak bahwa meski ia introvert, sebaiknya anak tetap mengkomunikasikan segala hal yang terjadi dalam dirinya sehari-hari agar orang tua tetap tenang meski anaknya diam dan lebih banyak menyendiri.

Dengan demikian anak akan menyadari bahwa interaksi yang terjadi dengan orang lain juga penting meski tidak harus dan tidak tiap waktu.

Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa adanya interaksi dengan orang lain.

Nah, terkait membangun kepercayaan diri pada anak, kamu perlu membaca 8 Cara Menumbuhkan Rasa Percaya Diri dan Keberanian Pada Anak.

6. Hindari Memaksa Anak Berubah

Hindari Memaksa Anak Introvert Berubah
Hindari Memaksa Anak Introvert Berubah

Tidak dipungkiri bahwa masih banyak yang berpendapat bahwa anak yang suka menyendiri memiliki permasalahan.

Sering kali di cap sebagai anak bermasalah yang membutuhkan pertolongan. Perlu diingat bahwa ini anak anda adalah tipe yang introvert. Mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri guna mengembalikan semangatnya.

Hindari memaksa anak agar tidak diam dan menyendiri. Karena hal ini akan membuat anak tidak diberikan kebebasan untuk memilih. Karena anak introvert cenderung memilih untuk berkegiatan dengan sendiri atau berpasangan daripada berkelompok.

Sebaiknya berikan anak kebebasan untuk memilih aktivitas dan minatnya sendiri. Anak introvert jika didukung dengan pola asuh yang tepat dan tidak memaksa, maka ia akan mampu menjadi anak yang sama berprestasinya dengan anak lainnya.

Sebagai orang tua, kamu perlu berhati-hati dalam menyikapi kondisi anak. Coba baca Pengaruh Ke Mental Anak, 6 Sikap Ini Sebaiknya Di Hindari Orang Tua.

Bahkan bisa menjadi lebih berprestasi daripada anak lainnya. Untuk itu jangan buru-buru untuk melabeli dan memarahi anak terus menerus hanya karena ia tidak sesuai dengan ekspektasi anda sebagai orang tua.

Ekspektasi akan membuat anda sendiri sebagai orang tua sakit baik dari fisik dan mental. Hal ini akan berpengaruh pula pada lingkungan tumbuh kembang anak.

Tetap dukung dan semangati anak introvert anda ya.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.