in

9 Kesalahan Pemimpin Perusahaan Yang Dapat Membahayakan

Kesalahan Pemimpin Dalam Perusahaan

Menjadi seorang pemimpin yang baik bukanlah hal yang mudah namun tentu bisa dilakukan. Seorang pemimpin harus siap memiliki banyak tanggung jawab baik itu tanggung jawab atas dirinya sendiri dan tim. Selain itu, seorang pemimpin harus siap untuk menjadi influencer di tim dan lingkungan kerja.

Seorang pemimpin harus mau terus berkembang dan menerima masukan atau ilmu pengetahuan baru. Hal tersebut berlaku untuk pemimpin baru atau seorang yang telah menjadi pemimpin beberapa tahun.

Selain memiliki kemampuan memimpin, seorang pemimpin harus memiliki kebijaksanaan sehingga mampu memberikan keputusan yang terbaik untuk berbagai hal. Kebijaksanaan juga diperlukan supaya pemimpin bijak terhadap dirinya sendiri.

Seorang pemimpin yang baik harus mau menyadari kesalahannya dan mau memperbaikinya.

Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan dalam kepemimpinan yang sering terjadi. Jika kamu ingin menjadi pemimpin yang baik sebaiknya hindari kesalahan-kesalahan tersebut. Jika kamu telah terlanjur melakukannya segeralah perbaiki kesalahanmu,

1. Sombong

Menjadi seorang pemimpin merupakan hal yang membanggakan. Kamu boleh senang dan bangga atas pencapaian yang selama ini kamu dapatkan. Akan tetapi bangga yang berlebihan tidak perlu. Jangan sampai posisi kamu sebagai pemimpin membuat kamu sombong.

Wajar jika seseorang memiliki ego ketika memegang sebuah jabatan. Akan tetapi jangan sampai kekuatan dan fasilitas yang kamu miliki justru menciptakan rasa aman yang salah. Jangan sampai jabatan yang kamu miliki dapat mempengaruhi sikap profesional kamu.

Sebaiknya kamu menjadi pemimpin yang rendah hati. Rendah hati dapat membuat kamu menjadi pemimpin yang lebih bijaksana. Seorang pemimpin harus mau mengakui kelemahannya.

Pada umumnya setiap manusia memang memiliki kelemahan sehingga mengakui kelemahan adalah hal yang wajar. Bukan berarti mengakui kelemahan menjadikan kamu sebagai orang yang lemah .

Kelemahan dan kesalahan dapat membuat kamu belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang lebih baik lagi. Kerendahan hati dan menghindari rasa sombong dapat membuat kamu mudah berbaur dengan tim atau bawahan kamu.

Sebelum kita lanjut, sebagai pemimpin kamu dapat mempelajari : 9 Kriteria Penilaian Kinerja Karyawan Yang Paling Efektif

2. Salah Mendelegasikan Pekerjaan

Seorang pemimpin tidak hanya memimpin satu atau dua orang saja, terkadang pemimpin memimpin banyak orang. Oleh sebab itu seorang pemimpin terkadang salah dalam mendelegasikan pekerjaan.

Misalnya sebuah pekerjaan didelegasikan kepada karyawan A padahal seharusnya didelegasikan ke karyawan B yang memiliki kemampuan yang lebih baik pada bidang pekerjaan itu. Akibatnya karyawan A merasa terbebani dan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi lebih lama.

Pemimpin yang baik sebaiknya membagi tugas sesuai dengan minat dan ketrampilan karyawannya. Jika kamu tidak ingin keliru dalam mendelegasikan tugas, kamu bisa mencatat minat dan ketrampilan dari  bawahan kamu.

Jika suatu saat ada tugas yang menurut kamu tidak ada karyawan kamu yang memiliki ketrampilan dalam bidang tersebut, kamu bisa menawarkan pekerjaan kepada mereka dan berharap ada yang mau menyelesaikannya secara sukarela.

Jika karyawan tersebut berhasil menyelesaikannya maka kamu dapat memberinya penghargaan.

3. Tidak Menjaga Komunikasi

Menjadi seorang pemimpin kamu akan mendapat berbagai pekerjaan dan mungkin juga kamu harus menghadiri banyak rapat. Hal tersebut akan membuat kamu sibuk.

Akan tetapi kesibukan kamu tersebut tidak boleh membuat kamu menjadi pemimpin yang mengabaikan bawahan kamu dan tidak menjaga komunikasi yang baik dengan mereka.

Sebaiknya kamu menjaga komunikasi terhadap tim kamu. Berikan feedback atas segala hal yang telah dikerjakan bawahan kamu. Luangkan waktu setiap harinya meskipun hanya beberapa menit untuk membalas email dari bawahan kamu.

4. Memperlakukan Karyawan Sebagai Komoditi

Karyawan merupakan manusia, bukan robot jadi ingatlah bahwa karyawan juga memiliki perasaan. Tujuan utama sebuah perusahaan adalah mencari keuntungan namun jangan sampai menganggapnya sebagai komoditi namun anggaplah sebagai keluarga.

Menganggap karyawan sebagai komoditi mungkin akan terlihat bahwa perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak namun sebenarnya hal tersebut justru akan merugikan perusahaan.

Turnover karyawan akan tinggi dan akan ada biaya penggantian, menurunnya moral dan menurunnya produktivitas. Karyawan akan meninggalkan perusahaan secepatnya jika mereka hanya dianggap sebagai komoditi.

5. Berpikir Berdasarkan Emosi

Menjadi seorang pemimpin maka kau harus menjaga profesionalisme, jangan sampai kamu memutuskan suatu hal karena perasaan atau emosi. Kamu harus memutuskan suatu hal berdasarkan fakta yang ada dan menggunakan logika. Hal ini akan membuat kamu bisa dipercaya oleh bawahan kamu.

Ketika kamu membuat keputusan hanya berdasarkan perasaan maka tim kamu tidak akan pernah mengerti alasan yang rasional atas keputusan kamu. Hal tersebut akan membuat mereka kebingungan atas keputusan kamu dan merasa tidak yakin ketika menjalankan keputusan kamu.

Melaksanakan sesuatu dengan setengah-setengah tentunya akan mendapatkan hal yang kurang maksimal.

Jangan pernah membuat perasaan berdasarkan perasaan bahwa kamu merasa hal tersebut harus dilakukan. Sebelum mengambil keputusan sebaiknya mencari data dan berdiskusi dengan orang yang sudah berpengalaman akan hal tersebut.

Coba Pelajari : 6 Cara Mempertajam Intuisi Dalam Mengambil Keputusan Besar

6. Menghindari Konflik

Mengatasi masalah termasuk masalah berupa konflik dalam tim merupakan salah satu tugas dari seorang pemimpin. Akan tetapi ada beberapa pemimpin yang justru lari dari masalah tersebut atau menghindarinya untuk mencari posisi yang aman.

Jika konflik dibiarkan maka tidak akan selesai dan akan menjadi lebih besar. Konflik yang ada pada tim tentunya akan mempengaruhi kinerja tim dan dapat mengurangi produktivitas. Sebaiknya kamu segera menyelesaikan konflik sebelum semakin memburuk.

Beberapa pemimpin beranggapan bahwa konflik yang terjadi dalam tim merupakan kesalahan karyawan dan berasal dari ketidakmampuan karyawan atau buruknya kinerja karyawan.

Karyawan atau bawahan kamu adalah tanggung jawab kamu sehingga menyelesaikan konflik yang terjadi dalam tim merupakan kewajiban kamu.

Pemimpin yang baik seharusnya tidak menghindar konflik. Pemimpin yang baik harus peduli terhadap apa yang terjadi terhadap anggota timnya dan bersikap adil dalam mengatasi konflik.

7. Berharap Namun Tidak Memperhatikan Fakta

Berharap dan optimis mengenai suatu hal memang boleh. Akan tetapi kamu tidak boleh mengesampingkan fakta yang terjadi. Buatlah tujuan yang realistis supaya yang kamu dapatkan adalah kesuksesan bukan sebuah kegagalan.

Jika ingin membuat suatu tujuan dalam tim, sebaiknya diskusikan dengan orang yang akan menjalankan pekerjaan tersebut, apakah dia sanggup menjalankan tugas tersebut atau tidak.

8. Terlalu Serius

Bekerja dengan serius merupakan hal yang perlu dilakukan supaya tujuan bisa tercapai. Selain itu melakukan suatu hal yang dengan serius juga akan memberikan kesan bahwa kamu memiliki aura pemimpin yang bijaksana. Akan tetapi kamu harus tahu kapan harus serius dan kapan harus santai. Jangan menjadi pemimpin yang terlalu serius.

Jika kamu serius dalam segala hal dan tidak memperhatikan situasi dan kondisi maka kamu hanya akan membuat karyawan kamu menjadi tegang. Hal tersebut tentunya akan membuat karyawan tertekan saat berada di lingkungan kerja.

Cobalah santai saat di luar jam kerja.

Atau ketika kamu sedang memimpin rapat  kamu bisa menyelipkan humor sehingga tim kamu menjadi lebih rileks. Bangunlah lingkungan kerja yang menyenangkan bagi banyak orang sehingga mereka merasa nyaman ketika bekerja.

9. Melakukan Hal yang Sama namun Mengharapkan Hasil yang Berbeda

Saat menempati posisi seorang pemimpin terkadang ada rasa nyaman dalam diri sendiri. Oleh sebab itu hal yang dilakukan hanya itu-itu saja setiap hari. Seorang pemimpin seharusnya berani memberikan terobosan atau hal-hal yang baru untuk meningkatkan pencapaian atau produktivitas.

Selain itu terkadang seorang pemimpin hanya melakukan cara yang sama dengan tahun lalu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Jika kamu menggunakan cara yang sama maka jangan harap hasil yang kamu dapatkan berbeda. Kamu akan mendapatkan hasil yang sama dengan cara yang sama.

Oleh sebab itu, jika ingin hasil yang berbeda atau adanya peningkatan maka pakailah cara yang berbeda atau modifikasi cara tersebut. Jadilah seorang pemimpin yang kreatif.

Akhir Kata

Itulah kesalaha-kesalahan yang sering dilakukan oleh seorang pemimpin. Cobalah menjadi pemimpin yang baik dan bijaksana dengan cara menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Manusia memang tidak pernah luput dari kesalahan akan tetapi kamu bisa meminimalkan kesalahan-kesalahan yang kamu perbuat.

Menjadi seorang pemimpin memang bukanlah hal yang mudah namun kamu harus sepenuh hati menjalankannya. Jika ada bawahan kamu yang memberikan saran atau kritik kepada kamu maka kamu tidak boleh langsung tersinggung atau memarahinya. Bisa jadi kamu melakukan kesalahan-kesalahan seperti di atas namun kamu tidak menyadarinya.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi