in

Kesurupan Dalam Psikologi, Nyata Atau Tidak Ya?

Kesurupan Dalam Psikologi

Kesurupan dalam psikologi terkadang terasa berbeda tipis. Sering kali tidak menunjukkan gejala yang signifikan apakah hal tersebut kesurupan atau karena adanya gangguan psikologis. Jika ditanya mengenai kepercayaan tentang kesurupan dalam kaitannya dengan psikologi nampak tidak memiliki perbedaan jelas. Masih sulit rasanya untuk dapat membedakan apakah yang terjadi benar-benar kesurupan atau sebetulnya ada gangguan psikologis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI sendiri kesurupan adalah fenomena di mana tubuh dimasuki oleh setan dan roh sehingga menimbulkan tindakan yang tidak wajar pada individu. Tindakan yang dilakukan oleh seseorang yang kesurupan merupakan di luar kendali individu tersebut. Sampai saat ini masih banyak masyarakat yang memercayai hal tersebut. Ini dipengaruhi oleh adanya tradisi masa lampau yang masih terbawa hingga sekarang.

Misalnya dengan disengaja memangil arwah nenek moyang untuk masuk ke dalam tubuh seseorang. Hal ini sering dilakukan oleh sekelompok orang yang berada pada suatu tempat sesuai dengan adat mereka. Ini disebut juga dengan faktor kesengajaan. Lalu apakah kesurupan sendiri merupakan peristiwa murni karena hal mistis? Bisa dikatakan bahwa peristiwa tersebut belum tentu murni dari hal-hal mistis.

Semakin maju peradaban maka pengetahuan ilmiah akan hal-hal mistis seperti kesurupan akan lebih mudah diteliti dan dijelaskan meski prosesnya panjang. Pada lingkup medis sendiri kesurupan dinyatakan sebagai suatu penyakut mental di mana dapat disebabkan oleh berbagai faktor misalnya faktor sosial dan psikologis.

Mengarah pada faktor psikologis, apa sih sebenarnya penjelasan dari lingkup psikologi dan medis sendiri mengenai kesurupan?

Penjelasan Medis Mengenai Kesurupan

Penjelasan Medis Mengenai Kesurupan
Penjelasan Medis Mengenai Kesurupan

Sebelum masuk pada bagian kesurupan dalam psikologi, mari mengenal peristiwa kesurupan ini dari segi medis.

Dalam ICD 10, kesurupan merupakan Posession Trance Disorder di mana gangguan tersebut disebabkan oleh adanya kehilangan identitas sementara antara pribadi dan kesadaran penuh dari lingkungan, termasuk di dalamnya kesurupan yang disengaja maupun tidak disengaja.

Hal ini terjadi bukan karena suatu kepercayaan agama atau budaya tetapi lebih kepada faktor mental seseorang.

Jika diartikan secara terpisah antara possession disorder dan trance maka dua hal ini dapat didefinisikan berbeda.

Trance adalah keadaan mental di mana individunya tidak memiliki kesadaran mental pada lingkungannya dalam jangka waktu yang lama.

Sedangkan possession disorder adalah sebuah istilah dari pengalaman yang terjadi di masyarakat yang menggambarkan pengaruh dari bawaan dari lingkungan yang sudah mengakar.

Pandangan Psikologi Mengenai Kesurupan

Pandangan Psikologi Mengenai Kesurupan
Pandangan Psikologi Mengenai Kesurupan

Kesurupan ternyata tidak hanya terjadi pada negara yang memiliki kebiasaan budaya yang mistis saja. Namun juga dapat terjadi di negara lain yang mungkin memiliki kebiasaan mistis namun tidak sekental negara lain.

Dalam psikologi, kesurupan merupakan gangguan kesadaran yang biasa disebut dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Dalam DSM IV dijelaskan bahwa trance dan possession disorder merupakan kategori baru di dalamnya dan termasuk dalam kategori DID.

Gangguan disosiatif ini memiliki gejala yakni adanya perubahan atau kehilangan identitas pribadi dan kesadaran akan lingkungan sekitarnya. Umumnya perubahan identitas dan kesadaran ini dibarengi dengan adanya perubahan perilaku, memori dan juga cara berpikir seseorang.

Bisa juga seseorang yang mengalami DID ini muncul pengalaman menjadi roh yang keluar dari tubuhnya sehingga seakan dia bisa melihat tubuhnya dari jauh.

Jenis gangguan disosiatif ini antara lain kepribadian ganda, amnesia disosiatif, disosiatif fugue dan lainnya termasuk trance and possession disorder. Jadi dapat dikatakan bahwa kesurupan dalam psikologi merupakan possession trance disorder gangguan mental yang terkait pada perubahan identitas diri seseorang.

Mengenali Tanda Possesion Trance Disorder / Kesurupan

Tanda Possesion Trance Disorder
Tanda Possesion Trance Disorder

Dalam psikologi, mendiagnosa pasiennya belum tentu mudah karena terkadang ada gejala yang sama antara satu gejala gangguan dengan gangguan lainnya. Sama halnya dengan possession trance disorder. Pasalnya tanda atau gejalanya hampir mirip dengan gangguan demensia, skizofrenia, epilepsy hingga tourette syndrome.

Untuk itu dibutuhkan diagnosis yang tepat agar mengetahui gangguan apa yang diderita seseorang. Tanda dari possession trance disorder ini adalah adanya perubahan sementara dalam identitas di mana individu seolah-olah dimiliki oleh kekuatan selain dirinya.

Mereka memiliki kehilangan kendali atas tindakan, berperilaku berbeda dari biasanya, hilang kesadaran lingkungan, kesulitan membedakan antara kenyataan dan fantasi, adanya perubahan suara, sulit berkonsentrasi, kehilangan ingatan hingga penampilan tubuh yang berubah.

Itulah mengapa seseorang yang sedang kesurupan dalam psikologi tidak dapat mengingat kejadian di mana ia sedang terserang gangguan tersebut.

Penyebab Kesurupan

Penyebab Kesurupan
Penyebab Kesurupan

Gejala yang muncul pada seseorang tentu ada penyebabnya. Kesurupan dalam psikologi juga memiliki penyebab.

Kondisi yang dapat menimbulkan possession trance disorder ini dipengaruhi oleh faktor biologis, antropologis, sosiologis, psikopatologis, spiritual, eksperimental hingga psikopatologis. Sehingga dibutuhkan pemeriksaan mendalam agar diketahui faktor yang menjadi penyebabnya dengan pasti.

Jika seseorang pernah mengalami trauma secara psikologis misalnya akibat dari kekerasan, tekanan sosial dan tekanan mental. Hal ini dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kesurupan atau possession trance disorder. Adanya beberapa faktor penyebab ini dapat menimbulkan gejala non-patologis menjadi ke patologis.

Mencegah Possesion Trance Disorder

Mencegah Possesion Trance Disorder
Mencegah Possesion Trance Disorder

Berdasarkan penyebab kesurupan dalam psikologi yang telah dibahas pada poin sebelumnya, anda dapat mencegah terjadinya “kesurupan” dengan beberapa cara. Manusia hidup dengan berbagai tanggung jawab dan permasalahan yang ada.

Pikiran manusia dirancang untuk dapat mencari solusi dari setiap permasalahan yang datang. Namun jika beban pikiran terlalu banyak dan terlalu lama dipendam, hal ini dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya fenomena kesurupan.

Anda bisa mencegahnya dengan belajar mengurangi beban pikiran misalnya dengan melakukan hal yang anda sukai. Seperti relaksasi, berolahraga, jalan-jalan hingga bertemu dengan sahabat-sahabat yang anda sayangi. Hal ini akan memberikan kelapangan pikiran dan menyegarkannya sehingga anda dapat mengatasi permasalahan satu persatu dengan baik.

Karena beban pikiran yang terlalu berat dapat menyebabkan alam bawah sadar seseorang tidak mampu untuk menerimanya. Hal ini kemudian yang sering diabaikan oleh seseorang dan tanpa sadar menumpuknya terus menerus dengan beban pikiran lainnya. Sehingga seseorang dapat mencapai tingkat stres yang tinggi di mana akan menjadi faktor penyebab kesurupan atau possession trance disorder.

Jika anda merasakan bahwa beban yang ada dipikiran terlalu berat dan anda sulit untuk menemukan cara untuk meringankan pikiran, anda bisa meminta bantuan kepada ahlinya seperti psikiater dan psikolog. Anda bisa memulainya dengan datang ke psikolog terlebih dahulu.

Mengapa datang ke psikolog terlebih dahulu?

Karena psikolog tidak memiliki kewenangan untuk memberikan terapi farmakologi. Jadi seseorang akan diobservasi terlebih dahulu dari gejala yang muncul kemudian menentukan diagnosisnya. Jika dirasa diagnosis tersebut anda tidak memerlukan terapi dengan konsumsi obat, anda bisa untuk tidak melanjutkan ke psikiater.

Psikolog akan merujuk anda ke psikiater jika memang anda membutuhkan terapi farmakologi atau jika memang anda yang menginginkannya.Tanpa rujukan pun anda bisa langsung mendatangi psikiater jika merasa lebih nyaman.

Namun itu semua kembali kepada anda yang mengalami peristiwa ini. Silahkan saja jika ingin ke psikiater atau ke psikolog atau bahkan mendatangi dua-duanya. Dan sebaiknya sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan diri anda agar penangannya tepat.

Jadi karena psikologi dan juga medis memiliki dasar keilmuan, maka kesurupan dalam psikologi tidak bisa diartikan sama dengan yang terjadi pada hal-hal mistis ya. Coba pelajari juga tentang Bipolar Disorder, Ketahui Apa Saja Mitos dan Faktanya.

Akhir Kata

Demikian penjelasan tentag fenomena kesurupan dalam sudut pandang psikologi. Semoga bermanfaat.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.