in

Sadarlah, Ini 8 Tanda Bahwa Kamu Terlalu Ketergantungan Pacar

Ketergantungan Pacar
Ketergantungan Pacar

Apakah cinta yang tulus itu peduli kepada orang lain melebih kita merawat diri sendiri? Apakah cinta yang indah itu mengutamakan kebutuhan pasangan sebelum memenuhi kebutuhan kita dahulu?

Terkadang sulit untuk mengetahui apa saja yang bisa kita harapkan dari pasangan dan terkadang sulit juga untuk mengatur seberapa besar ekspektasi kita dalam hubungan.

Dan jelas saja, kadang kita merasa menjadi korban dalam sebuah hubungan tetapi ternyata kita hanya menjadi korban ekspektasi sendiri.

Secara sadar atau tidak, terkadang sesuatu yang kita sebut “cinta” ternyata hanya ilusi dari ketergantungan kita sendiri. Cinta itu memberi bukan harus diminta. Cinta itu menerima tanpa memaksa.

Berikut ini adalah 8 tanda bahwa kamu sudah terlalu ketergantungan pada pacar.

Apakah Kamu Mengharapkan Komitmen Kuat Di awal Hubungan?

Hubungan percintaan dengan seseorang ibarat menuangkan air dari sebuah wadah ke dalam gelas.

Tentunya tidak bisa langsung dituangkan semuanya, harus pelan-pelan sedikit demi sedikit hingga penuh dan tidak tumpah.

Di awal hubungan, kita tidak bisa terburu-buru langsung mengharapkan komitmen yang kuat dari pasangan.

Dibutuhkan proses perkenalan yang cukup baik antara kamu dan pasangan meskipun sudah menjalin hubungan.

Sebab terkadang seringkali seseorang yang kita kenal baik dan sesuai ekspektasi di awal hubungan, tetapi ternyata mengecewakan setelah menjalin komitmen.

Jadi jangan biarkan dirimu kecewa hanya karena sembarangan menaruh ekspektasi di awal hubungan.

Seberapa Sering Menghabiskan Waktu Dengan Pasangan?

Menghabiskan Waktu Bersama
Menghabiskan Waktu Bersama

Cinta memang buta. Maka dari itu kita tak bisa menggantungkan semuanya atas nama cinta.

Dan cinta memang butuh ruang dan waktu untuk menjadi sempurna. Tetapi seberapa banyak waktu yang diperlukan untuk bersama pasangan?

Bukti cinta memang terwujud ketika seseorang rela memberikan waktunya. Namun terkadang kita buta dalam mengharapkan pasangan untuk selalu ada setiap saat kapan pun kita membutuhkannya.

Ini sangat berbahaya dan bisa merusak hubungan yang seharusnya harmonis.

Ingatlah, harmonis itu tidak berarti harus selalu bersama. Harmonis sejatinya adalah keseimbangan. Ya, keseimbangan antara memberi jarak, ruang dan waktu terhadap pasangan.

Maka hubungan tidak lagi harmonis jika terlalu dekat, tidak pula harmonis jika terlalu jauh, maka diperlukan pengertian dan kepercayaan untuk membiarkan pasangan menikmati ruang dan waktu dalam hidupnya sendiri.

Intensitas Dengan Pasangan

Sangat wajar jika kita mengharapkan hubungan yang intens dengan pasangan, baik secara komunikasi maupun lewat perlakuannya.

Sangat wajar jika kita menginginkan perhatian dan kelembutan sikap seorang pasangan, tetapi terkadang kita kesulitan mengontrol diri ketika perasaan mengambil alih.

Semua hal memiliki alasan dan semua pertanyaan memiliki jawaban. Tetapi ada sesuatu yang sangat absurd dalam sebuah hubungan ketika kita terus menuntut lebih dari pasangan.

Contoh, katakanlah pasangan kamu bekerja mulai jam 9 pagi hingga jam 3 sore. Di waktu-waktu sibuknya manalah mungkin ia sempat untuk memanjakan kamu seperti di waktu senggang.

Dan kalau pun sudah selesai kerja ia masih belum memberi kabar lewat pesan singkat, mungkin saja ia lelah atau mungkin ada alasan-alasan lainnya.

Seseorang yang meletakkan ekspektasi terlalu tinggi terhadap pasangan selalu menuntut untuk diberi perhatian lebih dan lebih.

Seharusnya cinta mendukung minat dan karir yang dijalani pasangan, tetapi akibat harapan yang terlalu buta kita malah menyalahkan pasangan karena terlalu sibuk dengan sesuatu yang ia ingin capai dalam hidupnya.

Nah, memberikan ruang dalam hubungan juga sangat penting. Coba baca tentang Kamu Tetap Butuh Ruang dalam Sebuah Hubungan, Ini Alasannya.

Kamu Merasa Terbebani oleh Kekurangan Pasangan?

Terbebani Karena Pasangan
Terbebani Karena Pasangan

Seseorang yang memiliki ekspektasi tinggi dalam hubungan seringkali mempermasalahkan segala sesuatu yang terkait kekurangan pasangan.

Kadang kita lupa bahwa setiap orang memiliki kekurangan masing-masing.

Ketika hubungan sudah berjalan cukup lama, terkadang ada beberapa kekurangan dari pasangan yang tiba-tiba terlihat. Dan sayangnya, ada saat dimana kita tidak siap dengan apa yang kita lihat dari pasangan setelah cukup lama menjalin hubungan.

Hal ini seringkali terjadi karena kita memiliki ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pasangan sejak awal hubungan.

Tentu kita perlu kembali menata ulang harapan.

Ini bukan berarti kita harus menurunkan standar dalam memilih pasangan, tetapi agar kita lebih realistis memandang orang lain meskipun ia adalah kekasih kita.

Setiap Masalah Hidup Kamu Bawa Dalam Hubungan

Tingginya ekspektasi terhadap pasangan terkadang membuat kita selalu ketergantungan. Sehingga segala sesuatu yang kita alami selalu dicampur adukkan dengan pasangan.

Hal ini membuat kita terlihat seperti anak kecil yang butuh orang tua untuk mengajarkannya cara berjalan.

Menjalin hubungan dengan seseorang yang kita cintai memang menambah kebahagiaan dan membuat kita merasa lebih nyaman, tetapi bukan berarti suatu hubungan dapat menyelesaikan semua masalah dalam kehidupan.

Mungkin ada beberapa masalah yang bisa menjadi lebih mudah untuk dihadapi setelah kita memiliki pasangan, tetapi tidak semuanya.

Dan tentu ada saat saat dimana kita menghadapi suatu permasalahan sendiri tanpa bantuan orang lain agar kita bertumbuh.

Hal ini juga kerap menimbulkan perselisihan dalam hubunga. Selain itu kamu juga bisa membaca Hindari, Inilah 7 Penyebab Kamu Sering Bertengkar dengan Pasangan.

Kamu Selalu Merasa Pasangan Kurang Berperan?

Tingginya ekspektasi dalam hubungan terkadang membuat kita merasa seolah memperjuangkan cinta sendirian. Hal ini membuat kamu bergerak lebih cepat dari pasangan sehingga menjadikan hubungan itu tidak lagi harmonis.

Pasangan kekasih bagaikan roda sepeda yang seharusnya berputar dengan kecepatan yang sama agar bisa seimbang.

Dalam suatu hubungan, jika kamu mengambil banyak peran sekaligus tentunya akan merepotkan diri sendiri dan merusak hubungan.

Jadi jika kamu selalu merasa pasangan kurang berperan, cobalah berkaca lagi. Mungkin kamu saja yang terlalu banyak berharap dan juga terlalu banyak menunjukkan cinta.

Sebagai contoh, mungkin kamu terlalu sering mengirimi pesan singkat untuk memberinya perhatian?

Kamu Menganggap Dia Sebagai Pasangan Sempurna?

Menganggap Pasangan Sosok Sempurna
Menganggap Pasangan Sosok Sempurna

Kebanyakan dari kita yang sedang menjalin cinta di awal hubungan seringkali memandang pasangan barunya sebagai sosok yang sempurna dan berbeda dari yang lain.

Dan lagi-lagi, di awal hubungan seringkali kita merasa sangat beruntung seolah telah menemukan berlian yang sangat berharga.

Hati-hati. Bisa jadi itu adalah tanda bahwa ekspektasi kamu terlalu tinggi terhadap pasangan.

Setiap kita bertemu seseorang yang baru dan orang tersebut terlihat seperti apa yang cukup lama didambakan, wajar saja jika pikiran kita otomatis mengatakan bahwa ia akan menjadi pasangan yang sempurna.

Tapi jika kamu belum benar-benar mengenalnya dengan baik, bisa jadi harapan kamu terlalu tinggi.

Kamu Selalu Mengharapkan Kemurahan Hati Pasangan?

Kamu selalu mengirim pesan singkat terlebih dahulu, kamu merasa lelah dan kamu ingin pasangan melakukan hal yang sama?

Atau kamu selalu memberinya kejutan, hadiah, makanan atau perhatian dan kamu mengharapkan balasan yang sesuai?

Wajar jika kita mengharapkan kemurahan hati pasangan untuk memberikan kita perhatian, bantuan, dan hadiah. Sebab hal-hal yang seperti itu akan membuat kita merasa dicintai.

Tetapi kadang kita terlalu berlebihan dalam mengharapkan kemurahan hatinya. Saat kita berhak untuk mendapatkan perhatian, bantuan dan hadiah dari pasangan bukan berarti kita akan selalu mendapatkannya.

Kita juga perlu menerima keadaan dan kondisi jika pasangan tidak mampu untuk melakukannya. Karena cinta bukan hanya segala sesuatu yang berbentuk fisik atau materi.

Apa tanda jika kamu sudah terlalu berlebihan? coba baca Tak Baik untuk Hubungan, Ini Tanda Cintamu pada Pasangan Sudah Berlebihan.

Akhir Kata

Pada akhirnya mengatur ulang harapan yang sudah kita buat tidaklah mengurangi keutuhan hubungan, justru itu akan menambah keharmonisan serta menjadikan hubungan semakin langgeng.

Dan seindah apapun atau sebaik apapun pasangan yang bersama kita saat ini, tetap saja kita menjalani hubungan di dunia nyata yang selalu ada naik dan turun, ada sedih dan senang.