Ini Hal yang Harus Dilakukan Ketika Pasangan Merasa Depresi

Ketika kata-kata motivasi tampaknya tidak membawa efek positif, atau anjuran-anjuran yang disampaikan

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Ketika Pasangan Merasa Depresi

Ketika kata-kata motivasi tampaknya tidak membawa efek positif, atau anjuran-anjuran yang disampaikan tidak direspon dengan baik, kita cenderung menyalahkan diri sendiri karena semua yang dilakukan tidak cukup membantu.

Bahkan terkadang kita juga menjadi stress hingga menyalahkan mereka yang terserang depresi.

Tampaknya mencintai seseorang itu memang sulit, terutama ketika orang yang kita cintai berada pada titik terendahnya. Ini akan sangat menguji mental dan emosi kita tentunya. Lalu, apa langkah-langkah yang harus kita ambil?

Tips dan perawatan tampaknya hanya diberikan pada penderita, tapi bagaimana nasib orang-orang yang disebelahnya?

Apa yang harus mereka lakukan? Bukankah mereka juga merasakan sakit yang sama seperti yang dialami penderita?

1. Ketahuilah “Kamu Saja Tidak Cukup!”

Apapun Yang Kamu Lakukan Mungkin Tidak Cukup
Apapun Yang Kamu Lakukan Mungkin Tidak Cukup

Hal pertama kamu perlu cukup sabar, dan juga sadar bahwa cinta saja tidak cukup. Cinta, dukungan, perawatan dan bantuan yang kamu berikan padanya mungkin sudah luar biasa, sangat luar biasa, namun itu belum cukup.

Kamu tidak cukup karena kamu tak akan pernah cukup. Karena tidak seharusnya semua beban itu kau letakkan di pundakmu.

Hillary Clinton pernah berkata “Dibutuhkan seluruh masyarakat desa untuk membesarkan seorang anak”

Begitu juga dengan seseorang yang kamu cintai, kamu saja tidak cukup, dibutuhkan ratusan orang yang mendukungnya untuk bisa pulih. Kamu bisa mencari struktur pendukung seperti komunitas, forum, pelayananan kesehatan/profesional perawatan mental, keluarga dan agama.

Jangan ambil semua beban, karena lebih ringan jika kamu mengizinkan orang-orang untuk membantunya pulih.

Baca Juga : Ini Tanda Adanya Kekerasan Emosional dalam Hubungan Pacaran

2. Jauhkan Depresinya, Bukan Orangnya

Jauhkan Depresinya Bukan Orangnya
Jauhkan Depresinya Bukan Orangnya

Seseorang yang sedang depresi mungkin akan mengalami perubahan dari kepribadiannya. Tetapi yang kamu lihat berubah sebenarnya tidak, karena depresi meredam kepribadian asli dari penderitanya.

Itu bisa diibaratkan seperti volume musik yang diturunkan.

Orang yang kamu cintai masih memiliki kepribadian yang sama, hati yang sama dan masih dirinya yang sama, tetapi dalam porsi yang lebih rendah.

Tetapi percayalah ia bisa pulih. Pelan-pelan, setiap hari, naikkan kembali volume itu dengan motivasi.

Dan yang terpenting, kamu harus tetap percaya bahwa seseorang yang kamu cintai tidak berubah. Dia bisa pulih jika kamu tidak menyerah.

3. Jaga Emosi Positif Kamu

Jaga Emosi Positifmu
Jaga Emosi Positifmu

Kehadiranmu untuknya yang sedang mengalami depresi sangat-sangat berharga, bahkan jika kamu tidak mengucapkan sepatah kata. Hanya hadir disana, menemaninya.

Bagi orang yang depresi, pujian akan terlihat palsu. Tetapi kritikan akan ditanggapi dengan serius.

Saat kamu bertemu dalam dialog dengan orang depresi, itu akan membuatmu bingung. Solusinya, hanya perlu menjaga emosi positifmu. Jangan pernah marah, berkata kasar atau melakukan hal-hal negatif lainnya karena itu sangat mudah dicerna oleh otak mereka.

Menjaga semangat adalah kunci.

Kamu tak perlu memohon agar mereka segera melakukan sesuatu, biarkan para pakar dan pelayanan kesehatan yang melakukan itu. Tugasmu hanya hadir, dan biarkan dia melihat kamu menjaga emosi positifmu.

Baca Juga : Menambah Kemesraan, Inilah Kegiatan yang Bisa Dilakukan Bersama Pasangan

4. Jangan Buat Dirimu Merasa Terbebani

Jangan Buat Dirimu Terbebani
Jangan Buat Dirimu Terbebani

Merawat atau tinggal bersama orang yang sedang depresi pasti sangat melelahkan.

Depresi memiliki berbagai cara untuk menghentikan kehidupan. Membuat hidup berjalan lambat dan sulit. Akui saja.

Tetapi kamu tetap bisa memiliki ambisi, mimpi dan tujuan agar ini tidak membebani hidupmu.

Tidak egois jika kamu keluar mencari angin beberapa saat, menikmati hidupmu sendiri atau melakukan pekerjaan.

Terlalu banyak menghabiskan waktu dengan seorang gangguan mental bisa berdampak buruk, dan itu bukan alasan kamu untuk menjadi ikut depresi.

Kembali pada hidupmu sendiri, dan tunjukkan pada orang yang kamu cintai bagaimana cara mencintai diri sendiri.

5. Ajak Dia Keluar Menikmati Alam

Ajak Keluar Menikmati Alam
Ajak Keluar Menikmati Alam

Jika ajakan pertamamu ditolak, itu hal biasa. Jangan berkecil hati karena memang begitulah prosesnya.

Tapi jangan menyerah, penolakan yang diberikannya sebanyak seribu kali pun akan lunas hanya dengan sekali penerimaan. Sekali saja kamu berhasil mengajaknya keluar, selain untuk berobat. Itu sudah menjadi langkah yang besar dari pemulihannya.

Aktif di tengah orang-orang adalah cara terbaik untuk mengatasi depresi.

Baca Juga : Ini lho 4 Tanda Awal Kalau Hubunganmu Sudah Nggak Sehat Lagi

6. Sesuaikan Harapan Dengan Kenyataan

Sesuaikan Harapan Dan Kenyataan
Sesuaikan Harapan Dan Kenyataan

Seorang yang mengalami depresi sudah tidak lagi seperti sebelumnya ketika ia masih sehat. Kamu harus menerima bahwa ia tidak lagi memiliki harapan, mimpi, tujuan dan ambisi yang sama seperti dulu.

Dan satu-satunya cara, kamu harus menyesuaikan harapan dengan kenyataan. Depresi telah membuatnya menjadi pelupa, linglung dan mudah lesu. Terima saja hal itu.

Kini kamu tidak bisa lagi bergantung padanya, sebaliknya, dia lah yang bergantung kepadamu.

Kasih sayang dan cinta yang dulu ia berikan, kini sudah tak sehangat dulu. Jangan berharap dia bisa menjadi orang yang menghiburmu saat kamu merasa sedih. Jangan pula berharap dia bisa mendengarkanmu saat kamu butuh teman.

Sesuaikanlah harapanmu dengan kenyataan. Hanya berharap orang yang kamu cintai lekas pulih tanpa harus menuntut apa-apa darinya. Cintailah dengan tulus.

7. Bersabar

Bersabarlah
Bersabarlah

Depresi memiliki jenis dan tingkatan yang berbeda-beda, jadi kesabaranmu pun tergantung jenis depresi yang dialami orang yang kamu cintai. Itu bisa mengambil waktumu cukup lama untuk pulih.

Dan untuk pulih, selalu ada percobaan dan kesalahan. Seseorang yang kamu cintai sudah BERULANG KALI mencoba untuk pulih tapi gagal.

Mengapa?

Karena depresi dapat mengganggu motivasi penderitanya untuk pulih.

Memang bersabar saja sulit, tapi bisa menjadi mudah jika kamu cukup sadar betapa beratnya ia menjalani itu. Berikan ia waktu dan jarak untuk pulih.

8. Berikan Dia Kepercayaan Diri

Membantunya Meningkatkan Rasa Percaya Diri
Membantunya Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Mengkonsumsi obat-obatan cenderung membuat penderita depresi berpikir itu tidak berpengaruh. Tetapi kamu harus mengerti, memang begitulah pola pikir orang yang sedang depresi. Mereka memang selalu memandang hal positif itu tak berguna.

Namun di satu sisi, kamu perlu menunjukkan bahwa mereka mengalami peningkatan.

Kamu bisa memberikan kepercayaan padanya untuk membuat makanan atau membersihkan rumah. Hal itu mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka walau hanya kepadamu, dalam arti tidak kepada orang-orang secara umum.

Setelahnya, pelan-pelan kamu bisa mendorong mereka untuk melakukan aktivitas normal diluar rumah. Itu akan sangat membantu proses pemulihan mereka.

Baca Juga : Ternyata Ini Alasan Perempuan Memilih Bertahan dalam Hubungan

Kesimpulan

Pada akhirnya, tidak ada cara lain kecuali tetap konsisten untuk melakukan perawatan. Dan tetaplah menjaga emosi positif dalam dirimu, jangan sampai depresi pada orang yang kamu cintai juga menjadi penyebab depresimu. Hubungkan dirimu dengan Sang Pencipta untuk mendapatkan kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi semuanya. Semoga bermanfaat.

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile