in ,

Meditasi Dalam Islam: 5 Tips Meditasi Untuk Menjadi Muslim Yang Lebih Sadar

Meditasi Dalam Islam

Meditasi merupakan media yang bisa digunakan oleh semua umat manusia tanpa terkecuali untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Sayangnya, Meditasi seringkali dikaitkan dengan agama. Seolah-olah agama menjadi tembok yang menghalangi manusia untuk melakukan meditasi.

Padahal inti dari meditasi itu sendiri sangat universal, ia tidak memandang agama, suku dan adat istiadat.

Dalam pengertian yang lebih umum, meditasi seringkali dikaitkan dengan pemusatan perhatian. Jadi, saat kita meditasi, secara otomatis kita juga sedang melatih konsentrasi. Tentunya ini sangat berguna bagi seorang muslim, terlebih jika kita memahami makna dari surat ini

“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya.” (Al-Maun: 4-5)

Menurut banyak penafsiran surat ini dimaksudkan untuk memperingatkan orang-orang yang salat tetapi tidak penuh dengan perhatian atas apa yang ia ucapkan dan setiap gerakan yang ia lakukan. Jadi berkaitan dengan meditasi, ini akan sangat membantu kita untuk mendirikan shalat dengan khusyuk.

Berikut ini ialah 5 tips meditasi untuk menjadi muslim yang lebih sadar!

1. Meditasi Cinta Kasih

Meditasi Cinta Kasih
Meditasi Cinta Kasih

Ada 2 jenis meditasi yang dikenal secara umum, yaitu meditasi objek dan meditasi tanpa objek. Meditasi objek berarti kita memusatkan perhatian pada satu objek saja dan disini objeknya adalah cinta kasih.

Cinta kasih dalam hal ini boleh kamu artikan menurut versimu sendiri. Apapun itu, entah itu cinta kasih Allah SWT kepada semua manusia, entah itu cinta kasihmu sendiri kepada orang lain, atau terserah, intinya adalah fokus pada cinta kasih.

Cara melakukan meditasi ini, duduklah dengan postur punggung yang tegak, tutup mata, biarkan dirimu merasa rileks sebentar, lalu pusatkan perhatian sepenuhnya pada cinta kasih. Apapun bentuk cinta kasih yang kamu ketahui, bayangkan saja dan rasakan indahnya cinta kasih itu di dalam dirimu.

Tujuan dari meditasi ini adalah agar kita tidak jatuh ke dalam jurang kebencian atau perasaan-perasaan negatif lainnya. Selain itu, meditasi ini juga meningkatkan kualitas kita sebagai muslim yang lebih sadar akan hakikat seorang muslim itu sendiri, Bahwa Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam sebagai teladan kita juga memiliki cinta kasih yang sangat sempurna kepada umatnya bukan?

2. Meditasi Syukur

Meditasi Syukur
Meditasi Syukur

Kali ini objek yang menjadi pusat perhatian adalah syukur. Bahwa kita tidak perlu menunggu hal-hal yang kita inginkan terjadi untuk bersyukur. Sebab di setiap kondisi apapun kita diwajibkan untuk selalu bersyukur. Hanya saja diri yang lalai ini seringkali lupa bersyukur kan?

Inilah tujuan dari meditasi, meningkatkan kesadaran. Yaitu untuk melihat semuanya dengan lebih jelas sehingga kita tidak memiliki alasan apapun untuk tidak bersyukur. Karena, seseorang yang sadar betul akan sebab-akibat mengapa ia hidup di dunia ini pasti lebih banyak bersyukur daripada mereka yang tidak menyadarinya.

3. Dzikir

Dzikir
Dzikir

Kenapa dzikir menjadi salah satu cara meditasi dalam Islam? Karena, dalam dzikir kita hanya memusatkan pikiran pada satu objek dan itulah definisi dari meditasi yang sebenarnya.

Sayangnya, saat berdzikir kita hanya mengucapkan kalimat-kalimat pujian dan kebesaran Allah SWT secara robotik alias autopilot. Kalimat-kalimat itu selayaknya kaset yang diputar di dalam kepala kita, atau dengan kata lain kita tidak mendapatkan manfaat apapun dari yang kita lakukan. Bukankah itu berarti kita hanya melakukan pekerjaan yang sia-sia?

Maka sangat penting untuk mengkondisikan pikiran, perasaan dan tubuh dalam keadaan meditatif, yaitu fokus pada satu objek saja. Misal, saat berdzikir, kita duduk dengan posisi punggung yang tegak lalu mengucapkan kalimat-kalimat Allah secara berulang-ulang dengan memberikan seluruh perhatian kita hanya pada kalimat-kalimat itu.

4. Mengasingkan Diri

Mengasingkan Diri Ke Gua Hira
Mengasingkan Diri Ke Goa Hira

Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam sebelum kenabiannya diriwayatkan bahwa ia sering menghabiskan waktunya untuk mengasingkan diri di goa hira. Pertanyaan yang terpenting adalah apa tujuan Rasulullah pergi ke goa dan apa yang Rasulullah lakukan di dalam goa? Lalu pertanyaan selanjutnya bagaimana cara Rasulullah mencapai keheningan sebelum memasuki masa kenabiannya? Apakah Rasulullah juga melakukan meditasi?

Bahkan sebelum Rasulullah, nabi-nabi sebelumnya juga melakukan hal yang hampir serupa, yaitu mengambil waktu untuk menjauh dari keramaian, menyendiri di suatu tempat dan duduk diam dalam keheningan. Jadi sekarang coba tanya pada diri sendiri apakah kita juga perlu mengasingkan diri untuk beberapa waktu?

Nah, jika kamu berniat mengasingkan diri, perlu dipahami dulu perbedaan antara sebelum agama Islam diturunkan dan setelah agama Islam diturunkan? Sebelum adanya agama Islam, orang-orang beriman mengasingkan diri ke dalam goa untuk bermeditasi, tapi setelah agama Islam ditetapkan sebagai jalan yang lurus menuju Allah, Rasulullah menyarankan agar kita melakukan pengasingan dengan cara iktikaf.

Iktikaf berarti mengurung diri. Pengertiannya dalam konteks agama adalah menetap di satu masjid untuk fokus beribadah dan muhasabah (koreksi diri). Dimana kita sekaligus meninggalkan keluarga, meninggalkan segala rutinitas sehari-hari dan hanya fokus untuk menjernihkan hati. Cara ini bisa dikatakan sebagai salah satu cara meditasi juga karena di dalamnya kita mengurung pikiran, perasaan dan tubuh pada satu fokus saja.

5. Tadabbur

Taddabur - Meditasi Dalam Agama Islam
Taddabur

Tadabbur berarti memaknai, merenungkan atau mengambil hikmah. Tadabbur bisa menjadi salah satu praktis meditasi dalam Islam yang mungkin kita lakukan di awal hari atau penghujung malam. Ini akan membukakan mata hati untuk melihat segala sesuatu dengan lebih jelas dan sadar.

Allah SWT berfirman, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka menadaburi (memperhatikan) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.” (QS Shad [38]: 29).

Ada berkah atau sesuatu yang bermanfaat di dalam Al-Qur’an, tetapi siapakah yang akan mendapatkan berkah dari Al-Qur’an? Tak ada, kecuali orang-orang yang men-tadabburinya.

Tadabbur mengarahkan kita untuk fokus pada satu titik saja, atau dengan kata lain kita mengerahkan segenap perhatian, pikiran dan energi kita untuk menemukan makna dari ayat-ayat Allah. Itulah kenapa Tadabbur dikatakan sebagai salah satu cara meditasi dalam Islam.

Baca Juga :

Kesimpulan

Semua metode-metode yang dijelaskan di atas mungkin berbeda-beda tapi tujuannya sama, yaitu fokus pada satu titik. Ini sangat berguna mengetahui bahwa di era digital saat ini kita kesulitan untuk mengerjakan satu hal dalam satu waktu. Dengan kata lain, kita terbiasa untuk melakukan banyak hal sekaligus dimana tubuh mengerjakan satu tugas tapi pikiran melakukan hal lainnya.

Pada akhirnya, praktik meditasi apa saja yang kita lakukan bukanlah masalah selama itu mengarahkan kita untuk bertumbuh ke arah yang positif. Sekianlah artikel tentang 5 cara meditasi dalam Islam. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Penikmat dan pemerhati