in

Tak Ingin Terkesan Lebay, Perhatikan 7 Tips Menentukan Panggilan Sayang Ini

Cara Menentukan Panggilan Sayang Buat Pacar

Menentukan panggilang sayang untuk orang terkasih mungkin sering dianggap sebagai hal yang sepele. Meski begitu, panggilan sayang tidak akan terlepaskan dalam menjalani sebuah hubungan asmara. Itulah kenapa ketika kamu menjalin sebuah hubungan, kamu dan pasanganmu juga pasti memiliki panggilan sayang kalian masing-masing.

Setiap orang bebas memilih panggilan sayangnya untuk pasangan mereka. Panggilan sayang ini memiliki makna khusus dengan tujuan membuat orang yang mendapat panggilan tersebut dapat merasa dipandang lebih istimewa dibanding lainnya.

Lantas apa sih fungsi panggilan sayang ini? Selain memiliki fungsi untuk membuat orang yang mendapatkan panggilan sayang darimu merasa lebih istimewa di matamu, panggilan sayang juga berfungsi untuk menunjukkan pada semua orang bahwa dia adalah orang yang penting untukmu. Ketika kamu memanggil pasanganmu dengan panggilan sayang, orang yang mendengarnya akan paham bahwa dia adalah milikmu.

Nah, dalam menentukan panggilan sayang untuk pasangan ternyata juga harus memperhatikan beberapa hal loh. Jangan sampai orang yang kamu sayangi justru merasa risih dengan panggilan sayang yang kamu berikan dan menjadi bahan tertawaan orang lain karena terkesan alay atau berlebihan.

Berikut adalah 7 tips yang harus kamu perhatikan untuk menentukan panggilan sayang yang tepat untuk pasanganmu.

1. Hindari Beberapa Panggilan Sayang yang Lebay Ketika Masih Berstatus Pacaran

Tips yang pertama adalah menghindari panggilan sayang yang terkesan lebay ketika masih berstatus pacaran. Apa saja sih panggilan sayang yang cenderung lebay?

Pasti kamu juga pernah mendengar ada sepasang kekasih yang yang memanggil pasangannya dengan sebutan istriku sayang, suamiku sayang, ayah, bunda, cintaku, kasihku, separuh jiwaku, dan tentunya masih banyak lagi panggilan sayang yang yang memberi kesan lebay atau berlebihan.

Panggilan sayang seperti ini mungkin akan terkesan normal jika status pasangan tersebut adalah suami istri. Namun jika status pasangan tersebut masih sekadar berpacaran, tentu panggilan tersebut akan terkesan sangat berlebihan.

Tentang hubungan yang berlebihan, kamu bisa pelajari juga 5 Tanda Kamu Berlebihan Mencintai Pasangan.

2. Berikan Panggilan Sayang yang Menunjukkan Seperti Apa Pasanganmu

Setelah kamu membuang jauh beberapa panggilan sayang yang lebay dari daftar panggilan sayang untuk pasanganmu, kamu bisa mencoba memikirkan tentang panggilan sayang yang menunjukkan seperti apa pasanganmu. Contohnya jika pasanganmu adalah sosok yang manis, kamu dapat memberikan memanggilnya dengan panggilan ‘manis’ atau ‘si manis’, tapi bukan si manis jembatan ancol ya.

Selain itu, kamu juga dapat memberikan panggilan sayang yang menunjukkan karakter pasanganmu. Misalnya jika dia adalah sosok yang baik hati, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan ‘si baik hati’ atau ‘anak baik’.

Panggilan sayang seperti ini tidak harus kamu ucapkan setiap saat, kamu dapat menggunakan panggilan ini saat pasanganmu sedang butuh hiburan atau mungkin saat dia berhasil melakukan suatu kebaikan.

3. Berikan Panggilan Sayang yang Merujuk pada Sesuatu yang Disukai Pasanganmu

Coba pikirkan lagi, hal apa yang disukai oleh pasanganmu. Jika kamu sudah mengetahuinya, kamu dapat memberi panggilan sayang yang merujuk pada satu hal yang sangat disukai oleh pasanganmu.

Misalnya, jika pasanganmu sangat menyukai kue pie, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan ‘pie’. Panggilan itu tentu akan meninggalkan kesan manis, semanis rasa kue pie itu sendiri. Contoh lainnya, jika pasanganmu adalah orang yang suka minum kopi, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan coffee lover.

4. Berikan Panggilan yang Merujuk pada Ciri Fisiknya

Untuk panggilan sayang yang satu ini kamu harus lebih berhati-hati. Sebelumnya kamu harus memastikan bahwa pasanganmu bukan tipe orang yang baperan. Jadi kamu bisa bebas memberikan panggilan apa saja tanpa membuatnya marah.

Jika pasanganmu adalah sosok yang memiliki badan besar, kamu bisa memanggilnya dengan panggilan ‘ndut’ yang berasal dari kata ‘gendut’ atau kamu bisa memanggilnya ‘tembem’ jika pasanganmu memiliki pipi yang chubby.

Contoh lainnya, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan ‘pesek’ jika hidung pasanganmu cukup minimalis.

5. Panggil Pasanganmu dengan Nama Kecilnya

Setiap orang pastinya memiliki nama kecil. Nah, jika kamu sudah cukup mengenal pasanganmu, sudah bisa dipastikan kamu juga paham tentang cerita masa kecilnya dulu.

Jika pasanganmu memiliki nama kecil, kamu juga bisa memanggilnya dengan panggilan kecilnya di masa lalu.

6. Berikan Panggilan Sayang yang Berasal dari Singkatan Namanya

Panggilan sayang yang satu ini cukup antimainstream. Jika kamu ingin panggilan sayang yang tidak terkesan lebay dan masih aman jika kamu memanggilnya di tempat umum dengan banyak orang di sana, kamu dapat memberikan panggilan sayang yang berasal dari singkatan nama pasanganmu.

Misalnya jika nama pasanganmu adalah ‘Nisa’, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan ‘Sa’. Jika pasanganmu memiliki nama asli ‘Bian’, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan ‘Bi’. Selain singkatan itu, kamu juga dapat memberikan panggilan berupa pengulangan dari singkatan yang kamu buat.

Misalnya jika pasanganmu memiliki nama ‘Lisa’, kamu dapat memanggilnya dengan panggilan sayang ‘Lili’ atau ‘Sasa’.

7. Berikan Panggilan Sayang yang Lucu

Yang terakhir, kamu dapat memberikan panggilan sayang yang terkesan lucu untuk pasanganmu. Contoh: jika pasanganmu adalah sosok yang imut dan lucu, kamu bisa memanggilnya dengan panggilan ‘panda’. Alasannya karena panda adalah salah satu binatang terlucu di dunia. Panggilan ini juga dapat menunjukkan bahwa pasanganmu adalah pribadi yang menyenangkan bagimu.

Sayang sebaiknya tidak hanya dibibir saja, coba baca juga 5 Tanda Cowok yang Beneran Sayang.

Pemberian panggilan sayang ini tentu saja kembali pada karakteristikmu dan juga pasanganmu. Kamu dan pasanganmu memiliki kebebasan dalam memilih panggilan sayang untuk satu sama lain. Asal panggilan itu membuat kamu dan pasanganmu merasa nyaman, kalian bebas untuk menggunakannya.

Written by Dina Novia

Punya hobi travelling dan fotografi. Masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan bahasa Indonesia di Malang.