in

5 Tips Mudah Bagi Orang Tua Mengatasi Anak Yang Manja

Tips Mengatasi Anak Manja

Mengatasi anak yang manja seringkali membuat anda kesulitan sendiri. Menghadapi anak dengan permasalahan yang satu ini cukup tricky. Tetapi jika kita lihat timeline kehidupan si kecil, perilaku manja dari anak ini terjadi karena adanya pola asuh yang kurang tepat.

Bukan berarti salah, hanya saja mungkin frekuensi nya kurang tepat ketika diberikan pada anak.

Memang untuk urusan pola asuh ini memang unik dan tiap orang tua memiliki gayanya masing-masing. Tetapi jika kurang tepat juga akan membuat anak cenderung manja dan bergantung pada orang tua.

Tujuan orang tua yang ingin membuat anaknya bahagia terkadang berlebihan sehingga anak menjadi manja dan ngambek ketika tidak ditururi keinginannya. Membuat anak bahagia tidaklah salah, namun ketidaktepatan ini dapat memengaruhi perkembangan anak.

Bagaimana Cara Menangani Anak Manja ?

Terdapat penelitian yang mengatakan bahwa sebanyak 88% orang tua memiliki anak yang manja. Anak-anak memang belum paham dan masih belajar caranya mengungkapkan dan meminta sesuatu dari orang tua. Sehingga hal-hal seperti merengek, menangis adalah hal yang wajar.

Dibarengi dengan rasa tidak tega orang tua terhadap anak membuat hal ini semakin membentuk anak menjadi manja. Jika sudah begini maka anak akan melakukan segala cara yang ia ketahui untuk bisa mendapatkan apapun yang ia inginkan dengan cara yang salah.

Mengapa dikatakan cara yang salah ? Karena perilaku yang anak-anak munculkan terkadang tidak sesuai dengan situasi dan kondisi pada saat itu.

Lalu apa yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk menangani anak yang manja ? Berikut tips-tipsnya .

Mengahadapi Anak Manja Dengan Consistency

Orang Tua Harus Konsisten
Orang Tua Harus Konsisten

Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menerapkan konsistensi antara perkataan dan perbuatan yang dilakukan oleh orang tua kepada anak. Misalnya jika anda mengatakan bahwa jika ia melakukan A maka risikonya akan berupa B.

Tetaplah berada pada statement anda dan dibarengi dengan konsistensi memberikan baik itu reward atau punishment. Hilangkan rasa tega terhadap anak, untuk itu anda perlu mereview kembali mengenai hal ini pada diri anda sebelum menyampaikan kepada anak.

Anda yang paling tahu mengenai kondisi anak, usahakan memberikan reward dan punishment yang sesuai dengan diri anak. Jangan berlebihan dan jangan terlalu lembek. Hal ini untuk mengajarkan pada anak akan risiko dari sebuah perilaku.

Sifat manja ini juga dapat muncul jika anda tidak konsisten dalam memberikan barang yang anak minta. Hanya karena anak menangis dan tidak tega anda membatalkan “perjanjian” dengan anak. hal ini lah yang akan membuat lambat laun perilaku anak akan semakin menjadi-jadi.

Jika anak menangis meraung akan sesuatu hal tunggu lah ia berhenti menangis dan bicarakan secara baik-baik akan apa yang ia rasakan beserta alasannya. Hal ini juga sekaligus akan mengajarkan anak untuk mengelola emosinya secara tepat.

Coba pelajari juga tentang Hukuman Pada Anak, Perlukah Diberikan Oleh Orang Tua?.

Kerap Membuat Anak Menjadi Manja, Hindari Selalu Membantu Anak

Membiasakan Anak Mandiri
Membiasakan Anak Mandiri

Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin anaknya berada dalam kesulitan. Tetapi sesekali anda juga perlu untuk melepas bantuan pada anak dengan tujuan untuk melatihnya menyelesaikan permasalahannya sendiri.

Bukan karena tidak sayang, tetapi orang tua yang sayang terhadap anak tentu akan lebih lega jika melihat anak mampu melewati kesulitannya sendiri tanpa bantuan orang lain. Memang sulit meninggalkan anak ketika masuk dalam fase ini, tetapi harus dilakukan.

Misalnya membiarkan anak berlatih makan sendiri, membereskan mainan sehabis digunakan hingga mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah. Berikan clue agar anak dapat mengerjakan pekerjaan rumahnya sendiri terlebih dahulu.

Namun jika anak memiliki tugas yang memerlukan bantuan orang tua seperti membuat kerajinan tangan, membawa barang-barang ke sekolah untuk praktek misalnya. Anak tetap harus dibantu oleh orang tua.

Hal ini akan membantu melatih anak menjadi lebih mandiri.

Komunikasikan Penjelasan

Komunikasi Yang Tepat Dengan Anak
Komunikasi Yang Tepat Dengan Anak

Anak anda juga memiliki hak akan penjelasan mengapa sesuatu boleh dan tidak boleh untuk dilakukan. Berikan penjelasan secara singkat dengan kalimat yang mudah dimengerti anak mengapa anda melarangnya bermain game 24 jam non-stop misalnya.

Atau berikan penjelasan mengapa ia harus mencuci piring makannya sendiri setelah selesai makan. Penjelasan yang disampaikan dengan tenang, intonasi yang pas dan jelas akan membuat anak dapat memahami dan mengerti dengan baik.

Sehingga anak akan belajar untuk melakukannya sendiri tanpa bantuan orang tua bukan karena takut dimarahi. Tetapi karena kesadaran dirinya sendiri.

Jalankan Peraturan

Membuat Aturan Untuk Anak
Membuat Aturan Untuk Anak

Kedisplinan dianggap salah satu cara yang tepat mengatasi anak manja.

Masing-masing orang tua memiliki pola asuh nya sendiri berikut dengan peraturan di rumah. Peraturan dibuat selain agar ditaati oleh anak, juga dapat mengontrol perilaku anak sesuai norma dan aturan yang berlaku di masyarakat.

Anak-anak memerlukan peraturan untuk belajar menaatinya sejak dini. Setelah diberikan peraturan, orang tua juga harus menegakkan dan menerapkan pada dirinya. Misalnya jika anda melarang anak untuk tidak sering jajan maka anda sendiri juga harus membatasi jajan meski untuk diri sendiri.

Jika orang tua yang membuat peraturan ini konsisten dalam menjalankan aturannya maka anak akan belajar untuk mematuhi dan menghargai peraturan yang diberikan.

Sehingga anak akan dapat mengontrol dirinya dan bekerja sama dengan anda lebih baik.

Imbangi Kasih Sayang

Menunjukkan Kasih Sayang
Menunjukkan Kasih Sayang

Poin lainnya untuk mengatasi anak yang manja adalah berikan kasih sayang yang seimbang dan cukup. Umumnya anak-anak yang manja ini berperilaku demikian salah satunya karena kurang mendapatkan perhatian berupa kasih sayang dari orang tua yang cukup.

Dengan memberikan kasih sayang yang cukup kepada anak, maka ia akan merasa dihargai dengan segala usahanya. Anda juga bisa memberikan pujian kepada anak ketika anak berhasil melakukan sesuatu atau ia berperilaku dengan baik.

Pujian yang tepat dan kasih sayang yang cukup akan membuat anak memiliki motivasi yang lebih baik untuk kehidupannya. Jangan segan untuk memberikan afeksi secara fisik misalnya dengan mencium dan memeluk anak ketika diperlukan sebagai bentuk kasih sayang.

Namun tetap diingat untuk memberikannya pada anak secukupnya dan tidak berlebihan. Jika berlebihan anak akan menjadi lebih manja dan bergantung pada orang tua. Kasih sayang yang cukup ini akan memengaruhi kehidupan anak di masa dewasa nanti.

Selain itu anda juga dapat melatih anak untuk berusaha terlebih dahulu ketika akan memberikan sesuatu. Misalnya ketika anak ingin jajan, anda dapat memberikannya apabila anak membantu anda mengerjakan pekerjaan rumah.

Atau ketika anak menginginkan suatu barang, anda bisa memberikannya jika nilai akademiknya meningkat. Jika anda memang belum bisa memenuhi sesuai keinginannya, berikan penjelasan mengapa anda belum bisa memberikannya.

Jelaskan dengan kalimat yang mudah dipahami oleh anak. Dengan begitu anak akan mampu untuk memahami kondisi orang tuanya dan hal ini akan membuat anak berpikir terlebih dahulu sebelum meminta sesuatu dari orang tua.

Kemandirian yang terlatih dari tips-tips ini tidak hanya mandiri dari segi membereskan barang atau mampu mencuci piring sendiri. Tetapi juga dapat menumbuhkan kemandirian anak untuk mendapatkan sesuatu tanpa bantuan dari orang tuanya.

Baca Juga :  7 Cara Mengatasi Masalah Anak Susah Makan

Kasih sayang orang tua yang tidak tepat, menjadi salah satu penyebab mengapa anak menjadi manja. Dengan menjalani tips-tips mengatasi anak yang manja diatas, semoga kedepannya anak menjadi lebih mendiri dan memahami posisinya. Semoga bermanfaat.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.