in ,

5 Cara Mengatasi Rasa Kecewa Dalam Hidup Agar Tidak Depresi

Mengatasi Rasa Kecewa Dalam Hidup

Berbahagialah orang yang tidak mengharapkan apa-apa karena mereka tidak akan pernah kecewa. Begitulah bunyi kalimat terkenal yang diucapkan Alexander Pope.

Mungkin kamu berharap orang-orang sekitar memperlakukanmu dengan baik, mungkin di hari ulang tahunmu, kamu juga berharap mereka memberikan hadiah berbentuk barang yang kamu sukai.

Tapi sayangnya tidak ada yang peduli padamu, dan kebenarannya adalah kamu tidak spesial seperti apa yang kamu bayangkan.

Dimana pun berada, kita selalu memposisikan diri seolah kita adalah pusat tata surya, seolah semua perhatian tertuju kepada kita. Itulah sifat alami yang kita bawa dari lahir.

Lalu ketika mulai dewasa berpikir akhirnya kita sadar bahwa selama ini kita dibodohi oleh pikiran sendiri. Kecewa dan akhirnya jadi membenci diri sendiri sendiri.

Sehingga muncul pertanyaan tentang bagaimana cara mengatasi rasa kecewa dalam hidup?

Baiklah. Kamu benar-benar ingin tahu? Begini penjelasannya!

1. Terimalah, Semua Orang Pasti Mengalami Kecewa

Semua Orang Pasti Pernah Mengalami Kecewa
Semua Orang Pasti Pernah Mengalami Kecewa

Sama halnya seperti takdir yang tidak bisa dihindari, semua orang pasti akan atau pernah merasakan kekecewaan. Semua ini memang layak untuk kita alami sebagai manusia.

Jika berbicara tentang kebahagiaan, semua orang juga pasti bahagia.

Serumit apapun masalah hidupmu, sesulit apapun kamu menjalaninya, pasti ada momen-momen dimana kamu merasa bahagia meskipun di kondisi yang sebenarnya menyedihkan.

Jadi tak perlu lagi menambah kekecewaanmu dengan kecewa terhadap rasa kecewa yang sedang kamu alami.

Terlalu rumit dicerna otak? Abaikan dan lanjutkan membaca saja. Jangan jadikan dirimu kecewa karena tak bisa memahami sesuatu, sebab tak semuanya dalam hidup ini harus kita dapatkan.

Ini bukanlah jalan buntu dan tak perlu buntu dijalan yang masih teramat panjang ini.

2. Jangan Terlalu Berharap Lebih Kepada Siapapun

Jangan Terlalu Berharap Kepada Siapapun
Jangan Terlalu Berharap Kepada Siapapun

Kita setuju bahwa tidak ada manusia yang mutlak buruk dan tidak ada manusia yang mutlak baik. Saat kamu menganggap seseorang baik, lalu mulai berharap sesuatu kepadanya dan beruntungnya hal itu terjadi.

Karena apa yang kamu harapkan darinya di awal sudah terjadi, kemudian kamu jadi berharap lebih tinggi lagi, namun sayangnya kali ini harapanmu tidak menjadi nyata. Akhirnya kamu pun kecewa dan mulai menganggapnya buruk.

Sampai kapan rasa kecewa yang kita alami berujung pada menyalahkan orang lain?

Kecewa yang paling menyakitkan berawal dari harapan yang terlalu tinggi dan bukankah kita sendiri yang mengatur seberapa besar harapan terhadap orang lain?

Boleh saja kita berharap kepada orang lain, sebab hal itulah yang mengeratkan ikatan koneksi dalam hubungan.

Hanya saja, berharap terlalu tinggi sangatlah berbahaya sebab tidak ada manusia yang mutlak baik dan mutlak buruk. Satu hal yang pasti adalah ketidakpastian. Kita semua memiliki kemungkinan yang besar untuk mengecewakan atau dikecewakan.

3. Jangan Berusaha Menyempurnakan Semuanya, Fokuslah Pada Prioritasmu

Jangan Terlalu Berusaha Sempurna
Jangan Terlalu Berusaha Sempurna

Kamu pergi ke sekolah atau ke kampus dan mempelajari tentang suatu ilmu. Saat kembali dari sekolah, kamu melihat orang-orang sekitar tidak berperilaku seperti apa yang kamu pelajari.

Lalu kamu menegur mereka dan memberi tahu bahwa itu salah. Namun sayangnya mereka tidak mendengarkanmu, justru malah melanjutkan kesalahan yang sudah terbiasa mereka lakukan.

Akhirnya kamu pun kecewa pada diri sendiri karena tidak mampu mengubah orang lain ke arah yang menurutmu lebih baik. Mungkin kamu juga mulai stress, overthinking dan mentalmu jatuh.

Ini suatu hal yang sangat umum terjadi, bahkan dalam hubungan tak jarang seseorang berusaha mengubah pasangannya menjadi lebih baik. Dan dalam keluarga, orang tua pun juga berusaha mengarahkan anaknya ke arah yang baik.

Namun sayangnya, orang lain ada diluar kendali kita, siapa pun, baik itu pasangan, teman, orang tua bahkan anak. Sekeras apapun kita berusaha, tetap saja dirinya sendiri yang menentukan akan menjadi seperti apa hidupnya.

Kita perlu pahami, dalam hidup memang ada beberapa hal yang harus kita terima saja, dibiarkan mengalir apa adanya saja hingga waktu yang akan menjawabnya.

Sebab kita juga perlu mengarahkan fokus kepada hal-hal yang lebih bermakna dan menjadi tujuan hidup kita.

Jika fokus teralihkan kepada hal-hal yang ada diluar kendali, maka tak ada satu pun harapan kita yang terwujud.

4. Ubah Cara Kamu Dalam Berkomunikasi

Ubah Cara Berkomunikasi
Ubah Cara Berkomunikasi

Kita memang tidak bisa mengubah orang lain sepenuhnya, tetapi kita memiliki sedikit kemampuan untuk mengontrol mereka. Dan kemampuan itu adalah komunikasi.

Jika kamu sering kecewa karena orang lain tidak pernah menuruti apa yang kamu katakan, maka jangan buru-buru menghakimi bahwa mereka bodoh, tidak paham atau mengecap buruk.

Bisa jadi kesalahannya terletak pada cara kita dalam berkomunikasi.

Menurunkan ekspektasi kepada orang lain adalah teknik untuk memperkecil kemungkinan dikecewakan. Sementara memperbaiki cara berkomunikasi artinya membuka kemungkinan yang lebih besar untuk lebih didengarkan.

Kita harus pahami, inti dari sebuah komunikasi bukanlah kata-kata tetapi pemahaman. Ingatlah, tindakan berbicara lebih banyak daripada kata-kata.

Saat kamu berkata-kata dengan bijaksana, sementara tindakan dan penampilanmu tidak mencerminkan apa yang kamu bicarakan, maka kemungkinan besar orang lain tidak akan mendengarkan.

Dan sebaliknya, saat kamu memperbaiki dirimu mulai dari kebiasaanmu, sikapmu atau penampilan, maka satu kalimat saja pun yang keluar dari mulutmu akan terus diingat.

5. Kadang Kecewa Itu Baik, Jadi Mari Lanjutkan Hidup

Lanjutkan Hidup
Lanjutkan Hidup

Hanya ada satu cara untuk menghindari rasa kecewa, yaitu tidak mengharap apa-apa. Namun bukankah hal itu membuat hidup terasa datar? dan kita tidak akan bertumbuh jika tidak memiliki harapan.

Fokus pada pengembangan diri atau meningkatkan kualitas diri tidak menjamin bahwa kamu tidak akan pernah kecewa lagi. Tetapi inilah usaha untuk memperkecil kemungkinan kecewa atau setidaknya agar kekecewaan tidak terlalu sakit.

Dan sekarang semua orang bisa saja menyebut kekecewaan sebagai pengalaman buruk, tetapi dari pengalaman buruklah kita belajar untuk menjadi lebih bijak dalam berpikir.

Kadang-kadang kecewa itu baik, sebab darinya kita belajar banyak hal dalam hidup. Pada akhirnya, rasa kecewa juga indah dan memang layak untuk kita alami dalam hidup.

Jika kamu sering kecewa, maka bersyukurlah dan lanjutkan hidupmu dengan mengambil pelajarannya!

Baca Juga :

Akhir Kata, seperti yang sudah-sudah, kekecewaan berasal dari harapan yang terlalu tinggi. Maka sangat penting agar kita bisa lebih bijak dalam menentukan harapan yang masuk akal.

Hidup akan terus menguji kamu, mereka atau saya. Jadi sangat penting untuk mempelajari keterampilan dalam mengelola harapan dan mengatasi rasa kecewa. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening