in

5 Cara Bijak Mengatur Keuangan Untuk Generasi Sandwich

Keuangan Generasi Sandwich

Sebagian besar masyarakat Indonesia saat ini, banyak dihadapkan oleh tantangan dalam pengelolaan keuangan, tidak hanya pengelolaan keuangan untuk kebutuhan pribadi, namun banyak dari mereka yang masih harus menanggung beban keuangan keluarga, salah satunya orang tua.

Menjadi seorang anak yang telah memiliki pekerjaan, ada kewajiban yang melekat untuk dapat membantu keuangan keluarga, terlebih bila orang tua anda sudah memasuki usia pensiun dan tidak mampu bekerja secara produktif serta tidak memiliki penghasilan tambahan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Alhasil, anda sebagai seorang anak wajib ikut bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan orang tua tersebut. Namun, disisi lain, anda yang telah menikah, tentu juga memiliki kewajiban untuk menghidupi anak dan istri anda serta merencanakan keuangan keluarga di masa depan.

Fenomena inilah yang seringkali dikenal sebagai generasi sandwich.

Apa Itu Generasi Sandwich?

Generasi Sandwich
Generasi Sandwich

Generasi sandwich merupakan suatu istilah yang lekat pada diri seseorang, dimana orang tersebut selain menanggung beban dirinya dan keluarga(bila sudah menikah), namun juga masih menanggung kehidupan keluarga lainnya, dalam hal ini misalnya saja orang tua.

Jadi, dalam waktu yang bersamaan, mereka yang termasuk dalam generasi sandwich, harus memenuhi kebutuhan diri sendiri, anak dan istri serta kedua orang tuanya.

Diibaratkan layaknya sebagai roti sandwich yang terdiri dari berbagai lapisan isi yang membentuknya. Tentu bagi sebagian orang yang berpenghasilan pas-pasan ini merupakan tantangan tersendiri, dan bukanlah hal yang mudah.

Mereka harus memiliki perencanaan yang sedemikian baiknya, agar keuangan pribadi dan kebutuhan anak mereka tetap tercukupi, tanpa mengabaikan kebutuhan dari orang tua.

Tips Kelola Keuangan Untuk Generasi Sandwich

1. Utamakan Komunikasi dengan Pasangan

Komunikasi Dengan Pasangan
Komunikasi Dengan Pasangan

Hal yang paling penting anda lakukan ketika memiliki keluarga atau orang tua yang masih membutuhkan bantuan dana dari anda adalah selalu terbuka dan komunikasikan dengan pasangan.

Banyaknya konflik yang terjadi dalam rumah tangga, bahkan berujung perceraian karena timbulnya masalah keuangan yang sebenarnya dapat anda antisipasi sejak awal, termasuk hal-hal seperti ini.

Bagaimanapun, keluarga inti anda saat ini adalah prioritas utama, selalu komunikasikan segala hal termasuk alokasi dana untuk keluarga dengan pasangan anda. Hal ini tentu juga bertujuan agar tidak adanya masalah yang timbul dikemudian hari dengan pasangan anda.

Dengan adanya alokasi baru untuk orang tua, tentu alokasi untuk anak dan istri anda akan berkurang, anda harus seringkali membicarakan serta merencanakan dengan matang pengelolaan keuangan dengan pasangan anda. Terlebih bila nominal yang diberikan jumlahnya tidaklah sedikit.

Selain dengan pasangan, anda juga harus mengkomunikasikan hal ini dengan orang tua atau keluarga anda yang membutuhkan bantuan dana, disini penting untuk saling terbuka, sehingga akan muncul rasa saling mengerti dan toleransi satu sama lainnya. Bahwa ada kebutuha lain yang harus anda penuhi juga sebagai kepala keluarga.

Bicarakan berbagai macam solusi yang terbaik, agar anda dan keluarga bisa sama-sama memenuhi kebutuhan masing-masing, gaya hidup juga seringkali harus diubah, agar tidak adanya pemborosan dan lainnya.

2. Buat Alokasi Pos Untuk Orang Tua

Membuat Alokasi Pos Untuk Orang Tua
Membuat Alokasi Pos Untuk Orang Tua

Bila dana yang anda berikan ke keluarga anda bersifat rutin setiap bulannya, buatlah pos pengeluaran tersendiri yang anda sisihkan dari penghasilan anda setiap bulannya.

Tentu besaran alokasi untuk keluarga atau orang tua anda ini telah di komunikasikan dan disepakati pula oleh pasangan anda.

Komunikasikan pula kepada orang tua anda, berapa dana yang bisa anda bantu dan bisa anda berikan setiap bulannya. Penting pula, untuk anda mengajarkan pengelolaan dana ke orang tua anda.

Bila sifatnya hanya beberapa kali dan tidak rutin setiap bulannya, tetap komunikasikan hal ini dengan pasangan anda, sisihkan beberapa persentase dari penghasilan anda, umumnya sekitar 5% – 10% pos bantuan untuk keluarga.

3. Tambahkan Porsi Dana Darurat

Dana Darurat
Dana Darurat

Dana darurat untuk generasi sandwich sifatnya sangatlah penting untuk dimiliki.

Besaran dana darurat pada generasi sandwich, bukan lagi hanya menghitung tanggungan anak dan istri, namun juga harus melibatkan keluarga yang ditanggung, misalnya saja orang tua, adik-adik anda yang mungkin saat ini masih membutuhkan dana untuk sekolah dan lainnya.

Umumnya besaran dana darurat pada generasi sandwich bisa mencapai 12 kali pengeluaran setiap bulannya.

Hal ini termasuk adanya kebutuhan seperti biaya berobat orang tua, biaya pendidikan adik yang masih sekolah, biaya rumah tangga orang tua yang mungkin saja rusak dan biaya-biaya lain yang mungkin timbul dari sisi orang tua .

Sehingga yang diperhitungkan bukan hanya biaya darurat anak dan istri anda, namun kemungkinan lain dari pihak keluarga juga harus dipertimbangkan.

4. Miliki Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan
Asuransi Kesehatan

Salah satu hal yang paling dikhawatirkan ketika menanggung biaya hidup orang tua adalah apabila kemungkinan orang tua jatuh sakit. Mungkin untuk biaya hidup sehari-hari tidak terlalu memberatkan, namun lain hal bila orang tua atau keluarga sampai harus dirawat di rumah sakit.

Di satu sisi memang tidak akan tercover dengan penggantian biaya rumah sakit oleh pihak perusahaan anda bekerja, disisi lain, tentu biayanya pun tidak akan murah.

Fisik manusia tentu tidak pernah ada yang tahu, terlebih ketika orang tua anda sudah memasuki masa pensiun, tentunya kebugaran fisik pun akan cenderung menurun. Penting untuk anda memiliki jaminan untuk orang tua, misalnya saja kepemilikan BPJS kesehatan untuk orang tua yang memang tidak ada batasan usia untuk jadi peserta programnya.

Selain itu, anda juga bisa mempertimbangkan untuk memiliki asuransi kesehatan untuk orang tua anda. Pemilihan asuransi ini bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan dan kelas yang anda inginkan. Misalnya saja pemilikan asuransi yang dapat mengganti biaya rawat inap apabila orang tua anda masuk rumah sakit.

Hal-hal seperti ini bisa anda pertimbangkan terkait kondisi kebutuhan anda masing-masing.

5. Putus Rantai Generasi Sandwich Kedepannya

Memutuskan Akar Masalah Keuangan
Memutuskan Akar Masalah Keuangan

Sebagai orang yang terjebak dalam generasi sandwich, tentu sangatlah tidak mudah dalam mengelola keuangannya, terlebih anda memiliki penghasilan yang juga pas-pasan. Anda tentu tidak ingin hal seperti ini berlanjut kepada anak anda di masa depan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk anda merencanakan keuangan sejak dini, memiliki investasi yang mencukupi yang bisa anda gunakan sebagai modal ketika anda pensiun nantinya. Anda haruslah memiliki perencanaan keuangan yang matang, salah satunya terkait dana pensiun anda nanti.

Milikilah perencanaan dana pensiun sejak dini. Tujuannya, agar di masa depan, anda dapat hidup mandiri, dapat memiliki penghasilan yang bisa mencukupi anda dan pasangan tanpa harus membebankan biaya hidup anda ke anak-anak anda kelak.

Mungkin memang terlihat sangat sederhana, namun dalam perencanaan dan pengelolaannya dibutuhkan konsistensi yang berkelanjutan dalam penerapannya nanti.

Baca Juga : 

—-

Fenomena generasi sandwich memang merupakan hal yang tidak bisa kita hindari, namun anda bisa memutus rantai generasi sandwich tersebut, bila anda sadar dan saat ini berupaya memiliki perencanaan yang baik ketika anda sudah memasuki usia pensiun nantinya.

Ajarkan pula anak anda untuk dapat mengelola keuangan dengan baik, sehingga generasi sandwich dalam keluarga anda nantinya bisa dihindari.

Written by Dinny Amalia

Lifetime learner. An independent woman who live her life to the fullest.