in

7 Tips Terbaik Mengelola Keuangan Untuk Kaum Milenial

Tips Mengelola Keuangan Untuk Milenial

Saat ini, generasi milenial hidup dalam dunia yang mana semua serba canggih dan di dukung oleh teknologi yang semakin terdepan. Segala informasi dan kebutuhan sehari-hari sangat mudah didapatkan kapanpun dan dimanapun hanya dengan berbekal smartphone.

Membeli suatu barang baik pakaian atau kebutuhan lainnya, memesan makanan dan minuman, penggunaan alat transportasi dari suatu tempat ke tempat lain, hingga berhubungan dengan teman atau rekan kerja, semua dapat dipenuhi hanya dengan menggunakan smartphone.

Kemudahan dalam aktivitas inilah yang seringkali membuat generasi milenial tidak bisa menahan diri dan berpikir lebih panjang dalam menggunakan uang yang mereka miliki. Banyak dari mereka yang dengan mudah melakukan pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tidak penting.

Bila hal ini terus terjadi, tentunya ini dapat berdampak pada risiko keuangan generasi milenial kedepannya. Kaum milenial harus memiliki perencanaan yang matang untuk dapat mengatasi segala permasalahan finansial di kemudian hari.

Berikut akan diberikan tips-tips dalam mengelola keuangan para milenial sehingga mereka memiliki perencanaan keuangan yang lebih baik di masa depan.

1. Alokasikan Budget Setiap Bulannya

Mengalokasikan Budget
Mengalokasikan Budget

Bila anda memiliki gaji atau penghasilan tetap setiap bulannya, maka penting bagi anda untuk dapat mengalokasikan penghasilan tersebut ke beberapa pos alokasi, seperti untuk biaya hidup berapa persen, untuk ditabung berapa persen, untuk digunakan sebagai gaya hidup berapa persen.

Kebutuhan setiap individu tentu berbeda-beda, biaya hidup orang yang masih single tentunya akan berbeda dengan mereka yang telah menikah, begitupun bila memiliki tanggungan lain seperti halnya orang tua.

Anda sendirilah yang menentukan persentase kebutuhan dari masing-masing pos.

Pembagian alokasi ini wajib dilakukan ketika anda menerima gaji, tujuannya agar masing-masing pos kebutuhan tetap teralokasi secara rutin, misalnya saja anda menabung hanya sejumlah nominal sisa dari biaya hidup dan kebutuhan lain yang sudah dipenuhi.

Tentu hal tersebut merupakan suatu yang keliru. Anda harus mengalokasikan jumlah tabungan dan lainnya sedari awal, bahkan bila perlu buatlah rekening terpisah dari masing-masing pos kebutuhan, agar tidak tercampur dan digunakan untuk hal lainnya.

Sebagai contoh, anda menyisihkan 50% dari penghasilan setiap bulannya untuk biaya hidup. Biaya hidup disini sudah termasuk makan selama satu bulan, transportasi, tagihan rutin setiap bulan seperti listrik, air, telepon dan lainnya.

Lalu untuk keperluan tabungan dan investasi anda menetapkan 30% dari penghasilan. Lalu sisanya baru bisa anda gunakan untuk memenuhi gaya hidup seperti kebutuhan akan nonton film, jajan, belanja online dan lain sebagainya.

Bila anda tidak terlalu sering belanja setiap bulannya, mungkin persentase simpanan dan investasi bisa anda tingkatkan lebih tinggi lagi. Sesuaikan pula gaya hidup dengan kemampuan yang anda miliki.

2. Miliki Dana Darurat

Memiliki Dana Darurat
Memiliki Dana Darurat

Memiliki dana darurat menjadi salah satu aspek penting dalam konsep perencanaan keuangan. Anda tidak akan mengetahui apa yang mungkin dapat terjadi kepada anda di masa depan. Sehingga kepemilikan dana darurat sangatlah penting untuk dilakukan.

Adanya kebutuhan mendesak yang bisa terjadi di masa depan, misalnya anda atau keluarga anda ada yang jatuh sakit, lalu membutuhkan dana yang tidak sedikit, bila anda tidak memiliki simpanan dana untuk hal-hal darurat semacam ini, anda mungkin saja akan berhutang atau justru menjual barang-barang pribadi yang anda miliki.

Untuk itu, anda harus memiliki dana darurat yang bisa anda gunakan untuk hal-hal yang tidak terduga. Besaran dananya tergantung dari berapa jumlah tanggungan anda saat ini.

Semakin banyak tanggungan atau anggota keluarga yang menjadi tanggung jawab anda, tentu semakin besar pula dana darurat yang dimiliki.

Jadikan alokasi dana darurat ini ke dalam bagian persentase simpanan anda, atau bisa pula anda kategorikan sendiri. Miliki rekening terpisah yang khusus untuk menghimpunan dana darurat ini agar penggunaannya tidak di utak-atik untuk keperluan lainnya.

3. Lakukan Investasi

Melakukan Investasi
Melakukan Investasi

Kenaikan tingkat inflasi setiap tahunnya, membuat anda menghadapi bahan-bahan kebutuhan pokok yang tentunya juga akan semakin meningkat.

Investasikan dana anda secara rutin setiap bulannya daripada hanya disimpan dalam tabungan biasa. Kebutuhan seperti dana pendidikan anak di masa depan, dan dana pensiun juga harus anda pikirkan. Investasikan alokasi dana sesuai dengan tujuan yang ingin anda capai di masa depan.

Sesuaikan instrument investasi berdasarkan jangka waktu yang ingin anda capai dan sesuaikan pula dengan profil risiko anda dalam berinvestasi. Karena masing-masing instrument investasi pasti memiliki kelebihan dan keterbatasan masing-masing.

Terkait investasi, coba pelajari juga beberapa tips dibawah ini:

4. Ubah Gaya Hidup

Nongkrong di Cafe
Nongkrong di Cafe

Generasi milenial yang cenderung impulsive dalam mengambil keputusan berbelanja, harus mulai memiliki perencanaan dan tujuan keuangan di masa depan.

Dengan adanya tujuan keuangan yang ingin anda capai di masa depan, ini akan membuat anda tersadar bahwa lebih baik anda menginvestasikan uang yang anda miliki dibanding membelanjakan untuk hal yang tidak perlu.

Adanya alokasi anggaran di awal pun, dapat membantu anda untuk meredam hasrat berbelanja dan menyesuaikan budget yang telah dialokasikan selama 1 bulan tersebut.

Ubahlah gaya hidup konsumtif yang biasa melekat pada milenial, dan coba untuk lebih banyak menabung dan berinvestasi. Sesuaikanlah gaya hidup anda dengan kemampuan yang anda miliki. Jangan terlena dengan penawaran-penawaran seperti cashback yang banyak ditawarkan oleh setiap e-commerce, karena sejatinya itu hanyalah strategi dari pihak marketing saja.

5. Jauhi Hutang Konsumtif

Menghindari Hutang Konsumtif
Menghindari Hutang Konsumtif

Kemudahan teknologi saat ini, termasuk penawaran akan pinjaman yang semakin mudah dalam memperolehnya, bahkan hanya dalam hitungan jam, membuat generasi milenial banyak terlilit hutang yang hanya digunakan untuk konsumtif semata.

Hutang sah-sah saja dilakukan apabila memang hutang tersebut merupakan hutang produktif, yang mana anda akan mendapatkan penghasilan lebih dari modal pinjaman yang anda ajukan. Namun rata-rata milenial memiliki hutang hanya untuk memenuhi kebutuhan gaya hidupnya saja.

Hutang kartu kredit, merupakan hutang konsumtif yang paling banyak dilakukan oleh milenial, banyak dari mereka yang menggunakan kartu kredit bukan sebagai metode pembayaran saja, namun digunakan untuk membeli barang-barang yang sifatnya tidak penting, padahal kemampuan mereka membayar penuh barang tersebut pun sudah tidak bisa lagi.

Hutang pembelian kendaraan hanya untuk memenuhi gaya hidup, padahal anda sendiri belum membutuhkan mobil, hal-hal seperti inilah yang harus dihindari oleh para kaum milenial.

6. Cermat dalam Menggunakan Teknologi

Cermat Dalam Menggunakan Teknologi
Cermat Dalam Menggunakan Teknologi

Kemudahan teknologi yang ditawarkan saat ini tentu seharusnya semakin memudahkan anda dalam menjalani aktivitas sehari-hari tanpa membuat masalah keuangan di kemudian harinya.

Cermatlah dalam menggunakan teknologi di era digital saat ini, semakin mudahnya teknologi, memang semakin banyak pula penawaran yang bikin banyak orang tergiur dan semakin mudah mendapatkan uang pinjaman dari manapun dan semakin diuji pula perilaku konsumsi kita saat ini.

Gunakanlah aplikasi yang justru bisa membantu anda dalam mengelola keuangan, batasi pengunaan aplikasi yang hanya membuat anda terus berbelanja dan dapat menyebabkan masalah keuangan di kemudian harinya.

7. Cari Tambahan Penghasilan

Mencari Tambahan Penghasilan
Mencari Tambahan Penghasilan

Kaum milenial yang saat ini banyak melek dengan teknologi dan segala informasi bisa didapat melalui internet, bekali lah diri anda dengan berbagai macam keahlian yang dibutuhkan saat ini. Coba pelajari juga : 7 Tips Memulai Karir Sebagai Freelancer Pemula Yang Sukses

Carilah tambahan penghasilan yang sesuai dengan keahlian dan minat yang anda miliki. Saat ini banyak sekali pekerjaan freelance yang bisa menghasilkan pendapatan yang luar biasa dan dapat dikerjakan dimanapun. Atau buatlah bisnis yang memang sesuai dengan hobi yang anda miliki.

Dengan memiliki penghasilan tambahan, anda tentu dapat menambah pos-pos baru yang anda inginkan atau dapat meningkatkan persentase pos seperti untuk investasi dan tabungan menjadi lebih tinggi lagi.

—-

Sudah saatnya, generasi milenial menghilangkan stigma masyarakat yang melekat tentang diri mereka sebagai kaum yang boros dan impulsif. Bukan hal yang tidak mungkin bagi generasi milenial untuk memiliki perencanaan keuangan yang baik untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan di masa depan.

Written by Dinny Amalia

Lifetime learner. An independent woman who live her life to the fullest.