in , ,

Kerap Tidak Adil, Ini 7 Cara Menghadapi Atasan yang Pilih Kasih

Seorang atasan yang baik adalah atasan yang mampu menjadi contoh yang baik bagi karyawannya. Dia harus mampu memimpin bawahannya dengan bijak dan adil. Akan tetapi, kita tidak bisa selalu mendapatkan pemimpin yang bijak dan adil. Dalam realitanya terkadang ada atasan yang bersikap tidak adil kepada karyawannya.

Sebenarnya setiap karyawan berhak mendapat perlakuan yang adil dari pemimpin.  Oleh sebab itu pemimpin harus bisa bersikap adil dan objektif. Akan tetapi, jika kamu mendapatkan atasan yang pilih kasih, kamu tidak boleh langsung menyerah bahkan mengajukan surat resign. 

Memiliki atasan yang pilih kasih memang membuat  amu pusing kepala bahkan menjadi stres. Akan tetapi sebaiknya kamu tetap tenang, karena ada banyak hal yang dapat kamu lakukan untuk menghadapi pemimpin yang pilih kasih.

1. Mencari Tahu Akar Permasalahan

Mencari Penyabab Atasan Selalu Tidak Adil
Mencari Penyabab Atasan Selalu Tidak Adil

Ketika seseorang berbuat sesuatu pasti memiliki suatu alasan, begitu juga jika atasan pilih kasih pada karyawannya. Jika atasan kamu pilih kasih maka kamu harus mencari tahu apa akar permasalahan yang menyebabkan atasan pilih kasih. Untuk dapat menyelesaikan masalah dengan tuntas, kamu harus menemukan akar permasalahan terlebih dahulu.

Sehingga sebelum kamu membenci atasan kamu karena dia berbuat pilih kasih maka cobalah untuk introspeksi diri kamu sendiri. Apakah kamu dan atasan kamu memiliki masalah pribadi yang dapat menyebabkan atasan kurang suka terhadap kamu.

Menjadi seorang pemimpin memang tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan urusan kantor, akan tetapi pada kenyataannya masih banyak orang yang masih mencampurkan kedua hal tersebut.

Meskipun kamu memiliki masalah pribadi dengan atasan kamu dan atasan kamu merespon dengan melakukan tindakan yang pilih kasih, kamu tetaplah bersikap profesional, dan jangan langsung mengeluarkan emosi.

Jika kamu merasa bahwa kamu dan atasan kamu tidak memiliki masalah pribadi maka kamu bisa bertanya kepada atasan kamu mengapa dia pilih kasih. Jika atasan kamu tidak memberikan jawaban secara jelas, maka kamu tidak perlu kecewa. Berbesar hatilah dan tetap bekerja secara profesional.

2. Mengendalikan Suasana Hati

Mengendalikan Suasana Hati
Mengendalikan Suasana Hati

Mendapatkan perlakuan yang tidak adil memang bukanlah hal yang menyenangkan. Bahkan sikap pilih kasih atasan dapat membuat suasana hati kamu buruk. Sebaiknya kamu harus pandai mengendalikan suasana hati kamu.

Tanyanya juga pada diri kamu sendiri apakah atasan kamu memang pilih kasih atau itu semua hanya perasaan kamu saja. Kamu memiliki rasa sakit hati kepada atasan kamu sehingga apapun yang dilakukan atasan kamu terlihat salah di mata kamu, termasuk sikap pilih kasihnya.

Ketika kamu merasa bahwa atasan kamu pilih kasih terhadap karyawannya kamu tidak boleh larut dalam pikiran tersebut terus menerus. Jika kamu terus menerus memikirkannya maka kamu akan terganggu saat bekerja dan dapat menurunkan produktivitas kamu. Hal tersebut justru akan lebih memperparah keadaan karena atasan semakin tidak suka terhadap kamu.

Merasa iri memanglah hal yang wajar, akan tetapi perlu diingat bahwa kantor adalah tempat bekerja banyak orang sehingga banyak karakter dan sifat orang yang akan kamu temui. Pandai-pandailah mengendalikan perasaan atau suasana hati kamu ketika berada di lingkungan kerja.

Jangan mudah terbawa suasana. Ketika kamu sedang menghadapi suasana hati yang buruk cobalah relaksasi dengan menarik nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya. Hal tersebut dapat membuat kamu lebih tenang.

Baca Juga : 9 Tips Agar Kamu Tetap Tenang Setelah Dimarahi Bos

3. Apakah Benar Atasan Pilih Kasih? Coba Introspeksi Diri

Berkaca Pada Kesalahan Diri
Berkaca Pada Kesalahan Diri

Ada banyak faktor yang menyebabkan atasan kamu pilih kasih. Selain faktor dari atasan kamu ada faktor yang berasal dari diri kamu sendiri. Cobalah kamu mengingat kembali mengenai apa yang telah kamu kerjakan selama ini dan bagaimana hasilnya.

Apakah pekerjaan yang kamu kerjakan sesuai dengan apa yang diharapkan oleh atasan kamu dan apakah waktu yang kamu gunakan tidak melebihi dari tenggat waktu yang diberikan?

Mulai sekarang cobalah untuk mengevaluasi diri kamu sendiri dan hasil pekerjaan kamu selama ini. Jangan berfikir atasan kamu bersikap tidak adil karena hal tersebut adalah respon dari sikap kamu selama ini.

Jika atasan kamu bersikap tidak adil kamu tidak boleh menunjukan sikap yang kurang baik di lingkungan kerja. Tetaplah bersikap profesional.

Jika kamu melakukan introspeksi maka kamu akan lebih memahami permasalahan yang terjadi. Jika memang selama ini kinerja kamu buruk maka segera perbaikilah dan jika kamu memiliki salah, cobalah untuk mengakui kesalahan tersebut,

4. Menjalin Komunikasi dengan Baik dengan Atasan

Menjalin Komunikasi Yang Baik Dengan Atasan
Menjalin Komunikasi Yang Baik Dengan Atasan

Memiliki atasan yang pilih kasih terkadang membuat kamu malas bertemu atau berkomunikasi dengan dia. Hal tersebut tidak boleh kamu lakukan. Sebaiknya meskipun atasan kamu bersikap pilih kasih tetaplah menjaga komunikasi dengan baik.

Komunikasi yang buruk dapat menyebabkan adanya kesalahpahaman antara kamu dan atasan kamu. Komunikasi yang buruk juga dapat menjadi penyebab dari sifat atasan yang pilih kasih tersebut.

Jalinlah komunikasi yang intens dengan atasan kamu sebagai hubungan yang profesional ketika sedang bekerja. Komunikasi yang lancar dapat membantu kamu menghadapi atasan kamu yang selama ini berlaku tidak adil terhadap kamu.

Selain itu jangan lupa untuk menegur sapa ketika bertemu atasan. Cobalah untuk tetap bersikap ramah kepada atasan kamu. Jangan tunggu kamu disapa duluan oleh atasan kamu. Kamu harus menjemput bola untuk melakukan pendekatan dengan atasan. Namun meskipun begitu jangan sampai berlebihan ketika sedang melakukan pendekatan karena nanti akan dianggap cari muka.

Baca Juga : 9 Tips Menghadapi Teman Kerja yang Suka Cari Muka

5. Tetap Bersikap Hormat kepada Atasan

Tetap Menghormati Atasan
Tetap Menghormati Atasan

Diperlakukan tidak adil oleh atasan terkadang membuat kamu membenci atasan kamu. Kamu menjadi tidak suka dengan hal yang berhubungan dengan atasan kamu. Namun sebaiknya kamu simpan terlebih dahulu sakit hati kamu. Kamu tetap harus menghormati atasan kamu dan bersikap bijaklah.

Atasan kamu adalah orang yang memiliki jabatan yang lebih tinggi dan lebih kompeten jika dibandingkan dengan kamu. Oleh sebab kamu jangan bersikap tidak buruk terhadap atasan kamu.

Tetaplah menunjukan sikap hormat kepada atasan kamu. Bisa jadi jika kamu memiliki sikap dan attitude yang baik maka atasan kamu dapat melihat sisi baik kamu dan berhenti bersikap pilih kasih. Jadi jangan berhenti untuk terus bersikap baik dan profesional kepada atasan kamu.

6. Menunjukan Potensi yang Kamu Miliki

Menunjukkan Potensi Yang Dimiliki
Menunjukkan Potensi Yang Dimiliki

Jika atasan kamu pilih kasih terhadap kamu, jangan hanya diam saja dan memendam perasaan sakit hati. Cobalah kamu untuk gigi di lingkungan kerja.

Kembangkanlah segala potensi yang kamu miliki dan tunjukkan kualitas kerja yang baik. Akan tetapi jangan sampai kamu bekerja untuk mencari muka dan pengakuan dari atasan kamu.

Bekerjalah dengan hati dan niat yang tulus. Jika kamu bekerja dengan niat yang baik maka semua akan dapat kamu lalui dengan mudah. Tunjukan segala kemampuan yang kamu miliki namun biarkan atasan yang menilainya sendiri.

Jangan berbuat sebaliknya, kamu menilai sikap  atasan kamu dan berbuat sesuka hati atas respon dari sikap atasan kamu.

Baca Juga : 7 Tips Menunjukkan Potensi Kepemimpinan di Perusahaan

7. Mengambil Hal Positif dari Karyawan Lain

Mengambil Pelajaran Dari Karyawan Lain
Mengambil Pelajaran Dari Karyawan Lain

Jika kamu merasa atasan kamu pilih kasih terhadap kamu cobalah amati perilaku atasan kamu dan rekan kerja kamu. Cobalah amati siapa yang mendapat perlakuan baik dari atasan kamu. Cari dan amati karyawan yang selalu mendapat pujian dari atasan.

Cari tahu mengapa rekan kerja kamu tersebut. Coba cari tahu mengapa dia mendapatkan banyak perhatian saat presentasi dan rapat. Meskipun begitu, kamu tidak boleh iri kepadanya. Cobalah mengambil hal-hal positif dari rekan kerja kamu tersebut.

Perhatikan sikap rekan kerja kamu ketika sedang berbicara dengan atasan, cara dia membawakan presentasi, persiapan menjelang rapat dan sebagainya. Kamu bisa mencontoh hal-hal baik yang dia lakukan. Cobalah perbaiki kekurangan kamu dan melakukan hal-hal baik sama seperti rekan kerja kamu tersebut.

Baca Juga : 11 Cara Bekerja Dengan Ikhlas Tanpa Merasa Terbebani

Itulah cara-cara yang dapat kamu lakukan untuk menghadapi pemimpin yang pilih kasih dengan karyawan. Sebaiknya kamu menghadapi sikap pemimpin kamu tersebut dengan cerdas dan bijak. Kamu tidak perlu tersulut emosi terlebih dahulu. Cobalah berfikir dengan jernih lalu cari akar permasalahannya dari berbagai sisi yang berbeda.

Adil dan tidak adil adalah suatu hal yang relatif. Apa yang menurut kamu adil belum tentu adil menurut atasan kamu. Jadi mulailah berfikir secara luas dan tidak berpikiran negatif terlebih dahulu. Sikap tidak adil yang kamu peroleh dapat menjadi sebuah pelajaran berharga bagi kamu.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi