in

Gak Perlu Emosi, Inilah 5 Cara Menghadapi Pacar Yang Egois

Cara Menghadapi Pacar Yang Egois

Siapa yang tidak jengah melihat sikap egois seseorang meskipun orang itu adalah pacar yang kita cintai. Sebesar apapun cinta kita kepada pasangan, tetap saja kita akan membenci sikap egoisnya.

Bukankah begitu, sobat?

Kita setuju bahwa hubungan harmonis dibentuk oleh dua orang yang saling berkomitmen, saling berkompromi dan saling mendengarkan. Jika hanya salah satu pihak yang terus menerus didengarkan, maka hubungan tidak akan harmonis lagi.

Tentunya hal ini akan semakin berbahaya bagi hubungan jika kamu terus membiarkan pasangan bersikap egois dan sesuka hatinya.

Inilah saatnya kamu mengambil tindakan yang jelas demi kebaikan hubungan kalian. Mari pelajari jurus ampuh menghadapi pasangan egois ini agar hubungan kamu tetap baik-baik saja!

1. Jangan Dendam Seperti Iblis dan Jangan Terlalu Baik Seperti Malaikat

Bersikaplah Biasa
Bersikaplah Biasa

Ketika pasangan bersikap egois atau mengatakan sesuatu yang memicu keributan, mungkin kamu tak sabar ingin langsung berkata kasar dan marah. Ini memperburuk situasi dan kamu tak akan menang melawan orang egois.

Tarik napas dalam-dalam, jangan biarkan kemarahan dan dendam bersarang di hatimu. Namun jangan pula terlalu baik kepada pasangan seolah kamu malaikat pelindungnya.

Tak apa berdiam sejenak agar kamu bisa memikirkan cara yang tepat untuk merespon pasangan. Ini lebih baik daripada kamu terburu-buru mengambil keputusan harus melawan atau mundur.

Disaat-saat seperti ini ada baiknya kamu lebih peduli pada diri sendiri daripada menghabiskan banyak energi untuk memikirkan orang lain yang belum tentu mengerti kamu.

Pada intinya, hindari sikap marah dan hindari pula bersikap terlalu baik. Ambil jalan tengah untuk berbicara dengan bijak jika diperlukan.

2. Biasakan Komunikasi yang Efektif Dengan Pasangan

Membiasakan Komunikasi Yang Efektif
Membiasakan Komunikasi Yang Efektif

Jika ia tidak mendengarkanmu saat berbicara, maka tegurlah dengan kalimat yang jelas. Seperti “Aku selalu mendengarkanmu, sayang, kali ini kamu bisa kan mendengarkanku?”

Jelaskan hal sederhana tentang komunikasi yang efektif kepada pasangan semisal ketika yang satu berbicara maka satu lagi mendengarkan.

Namun tahukah kamu? orang egois tidak akan berubah hanya karena diperingatkan pacarnya, gurunya bahkan orang tuanya, mereka hanya akan berubah jika ada niat dari dirinya sendiri.

Nah, disini tentunya kamu perlu berusaha untuk membuatnya terbiasa dengan cara berkomunikasi yang efektif. Jangan anggap remeh ya, kunci hubungan itu terletak pada seberapa berkualitas komunikasinya.

Jika rusak komunikasinya, maka rusaklah ikatan koneksi antara kamu dengan pasangan.

Saat kamu berkomunikasi dengan pasangan, coba tentukan pembahasan ke arah yang bisa membantu pasangan untuk lebih terhubung dengan diri sendiri. Buatlah ia untuk lebih memikirkan tentang pengembangan dirinya.

Sebab ketika pasangan berkembang dengan baik, bertumbuh ke arah yang positif maka dampaknya juga positif pada hubunganmu.

3. Koreksi Diri dan Pahami Alasan Dibalik Sikap Egoisnya

Memahami Alasan Dibalik Sikap Egois Pacar
Memahami Alasan Dibalik Sikap Egois Pacar

Mungkin sebelum pacaran kamu melihat dia sangat baik dan tidak pernah menunjukkan sedikitpun sikap egois. Namun makin jauh hubungan berjalan sikapnya pun mulai berubah.

Jadi mengapa kamu tidak mempertanyakan apa penyebab dia berubah? Coba koreksi diri dan temukan alasan dibalik sikap egoisnya!

Semua orang pasti berbuat salah dan mustahil jika kamu tidak pernah berbuat kesalahan terhadap pasangan. Memposisikan dirimu di posisinya mungkin bisa membantu kamu menjadi lebih empatik dan merasakan apa yang dia rasakan.

Untuk menunjukkan bahwa kamu peduli dengan perasaannya, coba ungkapkan beberapa pertanyaan, seperti

“Kamu terlihat sedih. Maukah kamu menceritakannya?”

“Mengapa kamu banyak diam. Apa yang kamu pikirkan?”

Atau kamu bisa menanyakan hal lain yang sesuai dengan situasinya. Bertanya tentang perasaannya dan tentang apa yang dipikirkannya akan membantu kamu untuk lebih empatik kepadanya.

Tentunya cara ini lebih baik daripada kamu terus berpikir “Dia egois” “Pacarku egois”. Apa gunanya berpikir seperti itu? Tidak mengubah apa-apa.

4. Temukan Cara Untuk Lebih Banyak Menghabiskan Waktu Bersama Pacar

Luangkan Waktu Berdua Sama Pacar
Luangkan Waktu Berdua Sama Pacar

Apa yang membuat kamu berpikir bahwa dia egois?

Beberapa pasangan keliru dalam mengartikan sikap pasangannya sendiri. Kemungkinannya adalah kamu menginginkan A dan pacarmu menginginkan B. Lalu kamu berdua sama-sama bertahan pada keinginan masing-masing.

Tak ada satu orang pun yang mengalah dalam hal ini dan keduanya sama-sama egois!

Kamu tahu? Masalah ini tidak akan ada ujungnya jika kamu berdua masih bertahan pada keinginan masing-masing.

Mungkin kamu menginginkan A karena menurutmu itu baik, sementara pacarmu menginginkan B karena ia juga berpikir bahwa itu baik. Jadi mari ambil jalan tengahnya.

Perbedaan pendapat itu sering terjadi dalam hubungan dan solusinya tidak lain hanyalah menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama. Kebersamaan akan mengikat koneksi semakin kuat sehingga pelan-pelan kamu dan pasangan mulai memiliki keinginan yang sama.

Tidakkah kamu melihat seorang pecinta daging berubah menjadi vegetarian karena pasangannya seorang vegetarian? Teruslah habiskan lebih banyak waktu bersama pasangan dan lihat energi yang siapa yang lebih kuat!

5. Temukan Jawaban Apakah Hubungan Ini Masih Layak Diperjuangkan

Mempertimbangkan Hubungan Kedepan
Mempertimbangkan Hubungan Kedepan

Cukup sederhana, setelah kamu menghabiskan banyak waktu bersama pasangan tentunya kamu bisa menyimpulkan sendiri apakah hubungan itu masih layak diperjuangkan atau tidak.

Jika kamu sudah mengikuti anjuran yang tertulis dari poin awal sampai akhir, lalu pasangan tetap saja bersikap egois maka kamu tahu apa yang harus dilakukan, bukan?

Terkadang wujud dari rasa sayang bukan hanya sebatas memiliki, terkadang rasa sayang yang tulus itu juga bisa diwujudkan dengan cara melepaskan orang yang kita sayangi.

Mengapa?

Karena dengan berpisah dia akan lebih bebas untuk mendapatkan lebih banyak pengalaman hidup yang mungkin akan mengajarkannya sesuatu.

Saat upaya dan niat baik kita tidak disambut dengan baik, maka ada baiknya untuk mengalihkan fokus ke arah yang bisa membuat kita menjadi lebih baik.

Akhir Kata

Jika semua usaha yang kamu lakukan gagal, maka jalan terbaik adalah berpisah. Kita tahu kegagalan hanya milik mereka yang berhenti berjuang, tapi dalam sebuah hubungan tak ada yang namanya berjuang sendirian, kan?

Baca Tips Lainnya Terkait Hubungan Pacaran