in

Sebelum Mengirim Lamaran Kerja Via Email, Perhatikan 9 Hal Ini

Tips Mengirim Lamaran Kerja Via Email

Saat ini teknologi sudah berkembang dengan pesat. Perkembangan teknologi ini cukup membantu beberapa perusahaan dalam hal merekrut karyawan baru. Perekrutan dengan cara lama sudah mulai jarang digunakan.

Sudah mulai banyak perusahaan yang menerima lamaran pekerjaan melalui e-mail, tidak mengharuskan calon karyawan untuk datang langsung mengantar surat lamaran ke perusahaan. Namun, hal ini hanya berlaku di beberapa perusahaan saja karena sampai saat ini tetap ada perusahaan yang memakai cara lama untuk melakukan rekrutmen karyawan baru.

Dengan perkembangan teknologi yang akhirnya mengharuskan calon karyawan untuk “melek teknologi” nyatanya tidak diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. Masih saja ada calon karyawan yang belum terlalu paham hal apa saja yang harus diperhatikan ketika mengirim lamaran pekerjaan via e-mail.

Ketidakpahaman calon karyawan mengenai tips dan trik mengirim lamaran pekerjaan via e-mail membuat sebagian dari mereka tidak mendapat respon dari pihak perusahaan dan tidak lolos pada tahap administrasi.

Agar kamu tidak didiskualifikasi sebelum pihak perusahaan melihat surat lamaran, cv dan berkas pendukung lainnya yang kamu miliki, ada beberapa hal yang harus kamu pahami. Sebelum kamu mengirim lamaran pekerjaan via e-mail, 9 hal ini harus kamu perhatikan dengan benar.

1. Gunakan Bahasa Formal yang Baik dalam Surat Lamaran Pekerjaan

Ada yang mengatakan bahwa bahasa mencerminkan karakter penuturnya. Oleh karena itu, kamu harus memperhatikan bahasa yang kamu gunakan dalam surat lamaran pekerjaanmu.

Akan lebih baik jika kamu menggunakan bahasa formal yang baik dan benar. Sedikit kesalahan saja dalam berbahasa mungkin saja bisa mengurangi nilaimu. Sebaliknya, bahasa yang baik dan benar akan menambah nilai positif untukmu.

2. Pastikan Syarat yang Diminta oleh Perusahan Sudah Benar-benar Lengkap

Terkadang masih saja ada yang menganggap bahwa ketiadaan salah satu syarat bukanlah hal yang besar. Padahal pandangan seperti itu benar-benar salah. Kamu harus memastikan semua syarat yang diminta oleh pihak perusahaan sudah kamu sediakan.

Pada umumnya, sebelum pihak perusahaan melihat isi file milikmu, mereka akan melihat kelengkapan syarat yang kamu miliki. Jika syarat yang diminta sudah lengkap, barulah mereka akan memeriksa isi berkas yang kamu kirimkan.

Nah, sudah bisa dibayangkan kan kalau ada satu syarat saja yang tidak kamu sertakan? Kemungkinan besar surat lamaranmu akan secara otomatis terabaikan karena kamu sudah dianggap tidak memenuhi persyaratan.

3. Ukuran File yang Dilampirkan Jangan Terlalu Besar

Pastikan kamu mengirim file yang ukurannya kecil, ya. Kenapa? Hal ini untuk memudahkan pihak perusahaan dalam mengunduh file yang kamu kirim. Semakin besar ukuran file yang kamu lampirkan, maka akan semakin sulit pihak perusahaan untuk mengunduhnya.

Bagi sebuah perusahaan, waktu adalah uang. File yang besar tentu akan menyita waktu mereka ketika mengunduhnya. Jadi, akan lebih baik jika kamu mengirim file dengan ukuran yang tidak terlalu besar.

4. Pastikan Mengirim File Asli Tanpa Editing

Jangan pernah berpikir untuk memanipulasi berkas yang kamu hendak kirim ke perusahaan tempat kamu melamar pekerjaan. Jika sampai ketahuan, kamu bisa dituntut atas tindakan penipuan.

Jadi, untuk lebih amannya, kamu harus mengirim berkas asli yang kamu miliki. Jangan melakukan penyuntingan apapun terhadap berkasmu, misalnya pada berkas ijazah atau transkrip nilai. CV dan surat lamaranmu juga harus kamu tulis dengan kondisimu yang sebenarnya.

5. Kirim File Sesuai Format dari Perusahaan

Jika semua berkas sudah kamu siapkan dengan baik, pastikan kamu menggunakan format yang sesuai dengan permintaan pihak perusahaan, ya. Jika masih ada yang menggunakan format berbeda, kamu bisa mengubahnya terlebih dahulu.

Terlebih jika ada berkas seperti ijazah dan transkrip nilai yang harus kamu scan terlebih dahulu. Kamu bisa menyimpan berkas tersebut dengan format pdf atau jpeg. Kamu hanya perlu menyesuaikannya dengan format yang sudah ditentukan oleh pihak perusahaan tempat kamu melamar.

Agar lebih mudah ketika kamu mengirim lamaran di beberapa perusahaan, kamu bisa menyimpan semua berkasmu dalam format jpeg dan pdf. Sehingga ketika format perusahaan A dan B berbeda, kamu tidak perlu scan berkas lagi karena kamu sudah menyediakan berkas tersebut dalam format yang berbeda.

6. Gunakan Alamat E-mail yang Profesional

Untuk kamu yang masih menggunakan nama alay untuk alamat e-mailmu, lebih baik kamu menggantinya terlebih dahulu. Akan lebih baik jika kamu menggunakan alamat e-mail dengan nama lengkapmu.

Penggunaan nama lengkap pada alamat e-mail akan menciptakan kesan yang lebih profesional. Meski sepele, ada kemungkinan pihak perusahaan akan memperhatikan hal sekecil ini loh. Jadi, kamu pun jangan menyepelekan hal ini.

7. Tulis dan Pastikan Nama dan Posisi yang Kamu Inginkan di Bagian Subjek Sudah Benar

Biasanya beberapa perusahaan akan meminta pelamarnya untuk mencantumkan nama dan posisi yang hendak dilamar pada bagian subjek e-mail. Nah, jika perusahaan sudah menentukan ketentuan tersebut, maka kamu pun harus melakukannya dengan benar.

Ketentuan ini biasanya dibuat oleh pihak perusahaan untuk memudahkan mereka mengetahui e-mail yang masuk adalah e-mail dari pelamar kerja. Kamu hanya perlu menyesuaikan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pihak perusahaan yang kamu tuju.

8. Letakkan atau Tulis Lamaran Pekerjaanmu pada Bagian Body E-mail

Jika sebelumnya kamu sudah memiliki file surat lamaran pekerjaan, kamu bisa menyalinnya di bagian body e-mail. Usahakan untuk menggunakan kata-kata yang bertele-tele ya.

Untuk berjaga-jaga, kamu juga bisa tetap melampirkan surat lamaran dengan format PDF pada bagian lampiran. Tapi baiknya kamu tetap menuliskannya juga di bagian body e-mail untuk memudahkan pihak perusahaan saat mengecek lamaran kerja yang kamu kirimkan.

9. Pastikan Alamat E-mail Perusahaan yang Kamu Tuju Sudah Benar

Hal terakhir adalah hal yang cukup penting untuk kamu perhatikan. Kamu harus memastikan bahwa alamat e-mail perusahaan yang kamu tuju sudah benar. Jangan sampai melewatkan satu huruf, angka, atau tanda satu pun.

Jika kamu salah dalam menulis alamat e-mail, maka sudah bisa dipastikan kamu tidak akan diterima di perusahaan tersebut. Bagaimana bisa kamu diterima bekerja jika berkas yang kamu kirimkan saja tidak diterima oleh pihak perusahaan karena alamat e-mail yang salah.

Baca Juga :

Itulah 9 hal yang harus kamu perhatikan sebelum kamu mengirim surat lamaran pekerjaan via e-mail. Meski sepele, jika kamu tidak memperhatikannya dengan benar, peluangmu untuk diterima di tempat kamu melamar pekerjaan pasti akan berkurang.

Written by Dina Novia

Language Instructor and Web Content Writer (Freelance)