in , ,

8 Tips Sukses Menjadi Karyawan sambil Berwirausaha

Menjadi Karyawan Sambil Berwirausaha

Hampir setiap orang pasti pernah merasakan bagaimana menjadi seorang karyawan. Menjadi karyawan memang hal yang lumrah namun bagaimana jika kamu menjadi karyawan sambil berwirausaha? Pasti hal tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri bagi kamu. Kamu dituntut supaya bisa menangani kedua hal tersebut dengan maksimal.

Jika dilihat saat ini banyak pengusaha yang berhasil melakukan bisnis namun masih tetap menjadi karyawan. Bagi beberapa orang, bisnis dapat menjadi backup jika sewaktu-waktu ada hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga tidak bisa memenuhi kebutuhan. Mempunyai bisnis juga dapat digunakan untuk memberikan penghasilan tambahan.

Akan tetapi menjadi karyawan sambil berbisnis bukanlah hal yang mudah. Untuk itu simak tips-tips mengenai bagaimana menjadi karyawan sambil berwirausaha.

1. Memahami Kontrak yang Berlaku di Perusahaan

Tips pertama yang wajib kamu lakukan ketika kamu menjadi karyawan sambil berwirausaha adalah memahami kontrak atau peraturan yang berlaku di dalam perusahaan. Bagi beberapa orang mungkin tips ini terlihat sepele namun tips ini sangat penting dan jika kamu mengabaikannya akan memberikan dampak yang sangat fatal.

Sebagai seorang karyawan kamu wajib mematuhi segala peraturan atau kontrak yang berlaku. Sebelum kamu memutuskan menjadi karyawan sambil berwirausaha, cobalah periksa mengenai peraturan-peraturan atau perjanjian di perusahaan apakah ada larangan bagi karyawan untuk memiliki pekerjaan sampingan.

Rata-rata perusahaan tidak kan mempermasalahkan karyawan memiliki usaha sampingan asalkan bisnis tersebut berbeda dengan usaha yang sedang perusahaan tempat kamu bekerja jalankan. Meskipun begitu tidak ada salahnya kamu mencari tahu peraturan-peraturan tersebut karena jika kamu melanggar kontrak maka kamu akan dipecat.

Selain itu, kamu akan memiliki reputasi yang buruk yaitu sebagai orang yang kurang profesional. Mempunyai reputasi yang buruk akan berpengaruh pada usaha yang kamu dirikan nantinya.

2. Memilih Bisnis yang Tepat

Sebelum memutuskan untuk menjadi karyawan sambil berwirausaha, kamu harus menentukan bisnis yang tepat terlebih dahulu. Pilihlah bisnis yang menurut kamu tidak akan mengganggu kinerja kamu di kantor. Selain itu jangan langsung memilih skala bisnis yang besar. Mulailah melakukan bisnis dengan skala kecil terlebih dahulu.

Pilihlah bisnis yang memiliki waktu fleksibel sehingga bisa kamu kerjakan kapan saja. Ingatlah bahwa kamu masih menyandang status karyawan sehingga kamu memiliki kewajiban untuk bekerja di perusahaan. Jika kamu masih pemula dalam bisnis, salah satu bisnis yang dapat kamu pilih adalah menjadi pedagang online.

Kamu bisa memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk kamu sehingga kamu tidak perlu menjaga stand seharian. Selain itu, kamu juga bisa memilih bisnis yang sesuai dengan minat kamu. Akan lebih baik lagi jika hobi kamu jadikan sebagai ladang usaha.

3. Menjadi Karyawan sambil Berwirausaha dengan Langkah Kecil

Bagi beberapa orang jika mendengar kata bisnis maka akan langsung terbayang hal-hal yang berat. Jika kamu hanya memikirkan dan membayangkan bisnis pasti akan terasa sulit dan menjadi hambatan bagi seseorang untuk sukses.

Supaya kamu tidak terus memikirkan hal-hal yang buruk maka kamu harus membuat perencanaan yang matang dan tentunya memulai bisnis. Kamu bisa memulai bisnis dengan langkah-langkah yang kecil terlebih dahulu seperti membuat logo dan nama usaha kamu.

4. Pandai Mengatur Waktu

Masalah yang sering timbul ketika kamu menjadi karyawan sambil berwirausaha adalah kurang bisa mengatur waktu dengan baik. Untuk bisa mengatasi masalah tersebut sebaiknya kamu membuat jadwal kegiatan kamu secara berkala.

Cocokkan waktu antara pekerjaan kantor dan urusan bisnis kamu. Jangan sampai kegiatan tersebut saling mengganggu satu sama lain. Buatlah strategi dimana kamu bisa melakukan kedua pekerjaan tersebut dalam satu waktu namun tidak akan mengganggu satu sama lain. Sehingga pekerjaan kantor dan bisnis kamu berjalan beriringan.

Salah satu contoh strategi yang bisa kamu gunakan adalah ketika kamu berangkat ke kantor di pagi hari, kamu bisa sekalian mengantar produk yang kamu jual jika sejalan. Namun kamu harus mengatur waktu kamu berangkat kantor, jangan sampai kamu terlambat. Supaya kamu tetap bisa tepat waktu tiba di kantor, kamu harus mengkomunikasikan kepada pelanggan mengenai waktu pengiriman tersebut.

Menjalani bisnis ketika masih menjadi pekerja, kamu wajib mengkomunikasikan keterbatasan kamu kepada konsumen misalnya kamu slow respone jika dihubungi pada jam-jam tertentu. Namun kamu akan fast respone jika dihubungi pada saat weekendFast respone dan mau menerima order pada saat weekend akan menambah kelebihan kamu jika dibandingkan dengan pengusaha lainnya. Hal tersebut disebabkan karena pada umumnya mereka tutup saat weekend.

5. Belajar kepada Orang yang Lebih Ahli

Di dunia ini pasti sudah banyak orang yang lebih dulu sukses. Kesuksesan orang lain seharusnya dapat menjadi semangat bagi kamu bukan malah menimbulkan rasa iri.

Salah satu tips menjadi karyawan sambil bisnis adalah belajar dari orang yang lebih ahli atau berpengalaman dalam dunia bisnis. Kamu harus bisa menemukan mentor yang cocok bagi kamu dan jangan sampai kamu beranggapan bahwa kamu bisa melakukan segala hal sendirian.

Cobalah lihat orang-orang disekitar kamu, apakah ada orang yang cocok kamu jadikan sebagai role model. Kamu bisa meminta saran kepada orang-orang di sekitar kamu tersebut. Jika menurut kamu, tidak ada orang di sekitar yang bisa memberikan kamu nasehat kamu bisa mencari berbagai ilmu pengetahuan tentang berwirausaha.

Saat ini sudah banyak buku dan website yang memberikan berbagai ilmu tentang bisnis. Kamu juga bisa mengikuti berbagai seminar mengenai bisnis. Jika uang kamu terbatas untuk mengikuti seminar jangan khawatir karena ada banyak seminar gratis mengenai bisnis.

6. Mencari Orang Kepercayaan

Ketika bisnis kamu sudah mulai berkembang dan dirasa cukup besar kamu akan sulit untuk menjalaninya sendirian. Jika dipaksakan maka hal itu dapat memberi dampak buruk terhadap pekerjaan kamu di kantor. Apalagi jika bisnis kamu sudah merambah ke pendirian toko offline. Kamu akan kesulitan jika harus menjaga toko dan bekerja di kantor.

Untuk mengatasi permasalahan kamu tersebut, kamu bisa merekrut orang kepercayaan untuk membantu kamu menjalankan bisnis. Meskipun kamu telah memiliki karyawan yang bisa menjalankan bisnis kamu, kamu tetap harus mengawasinya. Pertimbangkan berapa orang yang akan kamu rekrut dengan pendapatan perusahaan. Jangan sampai pendapatan hanya habis untuk menggaji pegawai.

Sebelum merekrut pegawai, kamu harus mempertimbangkan kualifikasi apa yang kamu butuhkan. Misalnya kamu menjalankan bisnis  kuliner maka kamu harus mencari orang yang memiliki pengalaman dalam memasak dan selalu menjaga kebersihan. Selain itu pilihlah karyawan yang jujur dan berdedikasi tinggi karena kamu membutuhkannya dalam jangka waktu yang lama.

7. Tetap Fokus Bekerja meskipun Menjadi Karyawan sambil Berwirausaha

Meskipun saat ini kamu telah memiliki status sebagai wirausaha, kamu tidak boleh melupakan fakta bahwa kamu adalah karyawan di perusahaan orang lain. Saat ini kamu menjadi karyawan sambil berwirausaha. Kamu harus tetap menjadi karyawan yang profesional dengan mengerjakan tugas kantor dengan baik dan tepat waktu. Usahakan tidak sibuk mengurus bisnis ketika kamu sedang berada di jam kerja dan lingkungan perusahaan.

Jangan sampai bisnis membuat beberapa pekerjaan di kantor menjadi terbengkalai. Jika kamu terpaksa harus mengurus pekerjaan bisnis pada saat di lingkungan kantor, sebaiknya kamu melakukannya ketika jam istirahat. Ketika kamu sudah memutuskan menjadi karyawan sambil berwirausaha, kamu akan memiliki jadwal yang padat ke depannya.

Oleh sebab itu kurangi aktivitas-aktivitas yang kurang penting. Hal ini perlu kamu lakukan supaya kamu bisa bekerja secara full time namun bisnis tetap berjalan.

8. Memisahkan Gaji dan Pendapatan Bisnis

Salah satu hal yang penting dan tidak boleh kamu lupakan dalam menjadi karyawan sambil berbisnis adalah memisahkan uang gaji dengan pendapatan bisnis. Kamu bisa mencari modal tambahan untuk usaha kamu dari gaji yang kamu terima namun kamu tidak boleh mengambil pendapatan bisnis kamu untuk urusan pribadi.

Kamu harus bisa membuat pembukuan yang mencatat segala keuangan bisnis yang kamu jalani. Dengan pembukuan tersebut kamu bisa melihat modal, pendapatan dan pengeluaran yang terjadi. Pendapatan yang kamu dapat dari usaha kamu bisa kamu putar menjadi modal sehingga kamu tidak perlu mencari modal tambahan dengan mengambil dari gaji kamu. Dengan begitu bisnis kamu dapat berkembang dan kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan.

Baca Juga :

Itulah beberapa tips yang bisa kamu lakukan dalam menjadi karyawan sambil berbisnis. Ketika menjalaninya akan ada banyak rintangan yang kamu temui. Namun ingat kamu harus tetap berusaha karena bisnis dapat memberikan banyak keuntungan.

Written by Elsa Cordana

Suka bermimpi dan berusaha menggapai mimpi