in

Menjadi Sahabat Anak: Tips Jadi Orang Tua Bijak Yang Selalu Dirindukan

Menjadi Sahabat Anak

Menjadi sahabat anak adalah hal yang diinginkan orang tua. Karena memiliki sahabat tentu menyenangkan karena kita bisa menceritakan segala keluh kesah seharian kita kepada seorang sahabat. Umumnya orang dewasa memiliki sahabat-sahabat yang bisa mereka percayai. Tetapi tahukah anda bahwa anda juga bisa membuat anak sendiri menjadi sahabat terdekat?

Anak-anak juga manusia yang membutuhkan seseorang untuk di dengar ceritanya. Mereka juga memerlukan masukan dari orang dewasa karena memang teman sebayanya mungkin belum memiliki pengalaman sebanyak orang dewasa. Anda perlu dekat dengan anak sejak dini jika ingin menjadi sahabat bagi mereka.

Dengan membangun komunikasi antara anak dan orang tua maka anda akan dengan mudah dekat pada anak dan menjadi sahabat satu sama lain. Kesulitan yang dihadapi oleh orang tua untuk dekat dengan anak biasanya karena masalah waktu. Waktu orang tua yang bekerja tentu sulit untuk bertemu secara intens dengan anak.

Namun tidak ada yang tidak mungkin. Anda bisa meluangkan waktu sebelum berangkat kerja sambil menyiapkan segala sesuatunya di pagi hari dengan ngobrol dengan anak. Bisa juga ketika pulang kerja anda menyempatkan untuk bercengkrama dengan anak pada saat makan malam atau menemaninya belajar sambil bercerita.

Cara-cara tersebut di atas bisa membuat anak merasa di dengar dan dekat dengan orang tua. Karena mereka sadar bahwa orang tua menyempatkan waktunya untuk bertemu dan bercerita dengannya. Jika anda masih kebingungan bagaimana cara yang tepat untuk menjadi sahabat bagi anak, simak tips berikut ini.

1. Jadilah Pendengar Yang Baik

Menjadi Pendengar Yang Baik Bagi Anak
Menjadi Pendengar Yang Baik Bagi Anak

Ketika bertemu dengan anak untuk membangun hubungan kelekatan dengan anak, sebaiknya dengarkan cerita mereka dengan seksama. Karena anak memiliki keinginan untuk didengar dan berikan respon yang sesuai. Jangan justru malah menceramahi dia dengan menganggap bahwa keluh kesahnya adalah bentuk dari ketidak syukuran akan hidup.

Mereka hanya ingin berbagi mengenai hal-hal yang terjadi dalam kesehariannya kepada anda. Bukan untuk mengeluhkan kehidupan yang ada.

Ibarat sebuah gelas yang terisi air, untuk dapat menyiapkan dirinya menerima segala hal sehari-hari gelas tersebut harus dikosongkan terlebih dahulu. Sama dengan yang dilakukan anak ketika sedang bercerita kepada orang tua. Semakin intens hal ini dilakukan, anda dan anak lambat laun akan semakin dekat dan menjadi sahabat yang baik.

Jika anak sudah cukup paham, anda juga bisa bercerita mengenai keseharian anda kepadanya. Percaya atau tidak meski mungkin respon anak belum sesuai karena masih bingung untuk merespon, mereka sebenarnya paham keadaan anda. Mereka akan paham anda sedang dalam kesulitan atau kesenangan.

2. Tegur Ketika Anak Salah

Menegur Anak Ketika Salah
Menegur Anak Ketika Salah

Salah satu tanggung jawab orang tua ketika membesarkan anak adalah menuntunnya ke jalan yang benar. Termasuk mengingatkan dan menegur anak ketika ia melakukan kesalahan. Anda bisa menasehati anak ketika ia melakukan kesalahan dibarengi penjelasan padanya mengapa hal tersebut salah dan apa yang harusnya dilakukan.

Meski anda adalah orang tuanya, hindari menasehati sebagai orang tua di saat itu jika anda ingin menjadi sahabat anak. Posisikan diri anda sebagai sahabat anak tanpa harus menyudutkan kesalahan anak.

Meski rasanya anda cukup kesal dengan kesalahannya, hindari melampiaskan kekesalan pada anak. Hal ini justru akan membuat anak tidak ingin dekat dan cenderung memberontak dan akhirnya tidak mendengarkan anda.

Anda bisa menggali atas perilaku kesalahan anak dengan cara berdiskusi untuk memancingnya mengatakan alasan ia melakukan hal tersebut.

3. Percayai Anak

Percayai Anak
Percayai Anak

Menjadi seorang sahabat membutuhkan kepercayaan. Anda dan sahabat sebaya tentu telah memberikan kepercayaan satu sama lain. Begitu juga pada anak. Anda sebaiknya memberikan kepercayaan kepada anak untuk membangun hubungan sahabat antara orang tua dan anak. Hal ini dilakukan agar kedekatan anda dengan anak semakin lancar.

Sebaiknya anda lebih fleksibel dan demokratis kepada anak misalnya dengan membebaskan anak untuk memilih sesuatu hal. Berikan kebebasan untuk memilih sekolah ketika ia akan masuk SMA atau Universitas dengan jurusan pilihannya.

Selain itu berikan kebebasan berpendapat pada anak agar anak dapat berpikir kritis. Jika anak diberikan kebebasan memilih dan berpendapat maka ia akan lebih merasa didengar. Hal ini akan memunculkan sikap kejujuran pada anak terhadap orang tua.

Hal ini juga dapat menumbuhkan kepercayaan diri pada anak dan tidak bergantung pada orang lain.

Biarkan ia mencoba hal baru sesuai keinginannya. Ia akan merasakan sendiri hasilnya baik itu positif maupun negatif. Yang bisa anda lakukan adalah dengan mendukung dan menyemangatinya ketika hasilnya tidak sesuai.

Baca Juga : 4 Kesalahan Pola Asuh Yang Menurunkan Kepercayaan Diri Anak

4. Kenali dan Libatkan Diri Pada Dunia Anak

Melibatkan Diri
Melibatkan Diri

Jika anda sebagai orang tua merasa khawatir melepaskan dan membebaskan anak, hal tersebut wajar tentunya. Namun jika tidak dikendalikan hal ini justru akan membuat anda berubah menjadi overprotektif pada anak. Jika anda ingin menjadi sahabat bagi anak. sebaiknya kenali dan libatkan diri pada dunia anak.

Anda bisa mengenali teman-teman anak yang sering bermain dan belajar bersama. Anda tentu bisa berkenalan dengan orang tua dari teman anak agar tahu dan bisa bertukar informasi tentang anak dari orang tua lainnya.

Dari sini anda juga bisa mengetahui hal apa yang disukai dan tidak disukai oleh anak. Selain itu anda bisa menemani anak bermain dan mengobservasi kebiasaan yang dilakukan anak.

Anda juga bisa sekaligus melakukan quality time sebagai sahabat dengan anak anda. Dengan begitu anak akan lebih dekat dengan anda sebagai sahabat maupun sebagai orang tua.

5. Hargai Privacy Anak

Menghargai Privasi Anak
Menghargai Privasi Anak

Meski anda turut serta dalam dunia anak. anda juga perlu memberikan ruang kepada anak untuk melakukan segala hal nya sendiri. Selain itu anak membutuhkan privacy untuk dirinya sendiri. Apalagi jika anak sudah masuk masa remaja. Mereka akan lebih banyak meminta waktu untuk dirinya sendiri baik di dunia nyata maupun dunia maya.

Anda bisa memantau pertemanan anak tanpa harus langsung ikut campur di dalamnya. Apalagi di zaman serba online seperti sekarang. Sebaiknya hindari memberikan komentar yang bersifat pertanyaan pribadi atau ikut campur berkomentar pada anak di dunia maya.

Hargai privacy anak-anak anda ya. Mereka juga manusia yang membutuhkan ruang sendiri bagi dirinya dan teman-temannya. Dengan memberikan privacy pada anak, ia akan merasa dihargai dan anak justru bisa menceritakan apapun pada orang tua sebagai sahabat tanpa ragu dan canggung.

Baca Juga :

Itulah 5 tips untuk dapat menjadi sahabat bagi anak-anak anda. Anak juga sama seperti kita yang ingin dihargai, diberikan ruang namun tetap dekat satu sama lain sebagai manusia. Untuk itu jika ingin anak-anak dekat dengan orang tua, jadilah sahabat yang selalu ada untuknya meski terhalang waktu bertemu karena faktor pekerjaan.

Memang gampang-gampang susah apalagi jika anak memasuki masa pubertas. Disinilah sebenarnya sex education berperan. Misalnya untuk anak perempuan anda bisa mengajarinya menggunakan tampon atau pembalut yang benar oleh ibunya. Dan ayah berperan dalam masa pubertas anak laki-lakinya. Jika diajarkan dan diberikan penjelasan dengan benar, maka anak akan dapat memahami dan berperilaku dengan tepat.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.