in

Menyikapi Emosi Negatif Untuk Kehidupan Yang Lebih Baik

Emosi Negatif

Menyikapi emosi negatif mungkin terkesan sulit untuk dilakukan. Pasalnya emosi negatif ini sering kali dianggap menjadi hal buruk yang harus dihindari. Sehingga tidak jarang emosi ini kemudian dihindari dan tidak diakui oleh diri sendiri.

Manusia memiliki cara untuk merespon sesuatu. Respon yang dimunculkan dapat berupa emosi positif dan emosi negatif. Contoh emosi negatif misalnya ketika Anda mengalami hal yang tidak menyenangkan sehingga membuat Anda menjadi kesal bahkan bersedih.

Emosi negatif ini kemudian diperlakukan layaknya sesuatu yang buruk. Padahal emosi negatif yang datang atau muncul pada setiap manusia merupakan hal yang wajar. Karena setiap manusia memiliki emosi bawaan baik itu positif maupun negatif. Jika terpicu, maka emosi ini akan muncul ke permukaan. Yang bisa Anda lakukan adalah mengenali seberapa besar emosi yang muncul dan dampaknya terhadap diri Anda sendiri.

Dengan begitu Anda akan lebih mudah untuk melakukan tindakan pencegahan agar emosi negatif ini tidak semakin menguasai diri Anda. Apa saja yang bisa dilakukan ketika emosi negatif ini sedang mampir?

Menyadari Hadirnya Emosi Negatif

Menyadari Emosi Negatif
Menyadari Emosi Negatif

Bagaimana cara Anda tahu bahwa seseorang atau suatu situasi akan datang? Tentunya dengan menyadari dan mempelajari bahwa suatu kondisi menyebabkan hal tertentu. Sama halnya dengan emosi. Emosi yang muncul dapat berulang baik itu positif maupun negatif.

Menyikapi emosi negatif dapat Anda lakukan dengan beberapa hal. Pertama Anda harus menyadari kehadirannya. Apa yang Anda rasakan dapat Anda pilah apakah emosi tersebut negatif atau positif.

Maka Anda dapat dengan mudah mengatasi atau melakukan tindakan preventif. Misalnya jika Anda mudah terpicu amarah jika berhadapan dengan orang yang menjengkelkan, apa yang harus dilakukan? Anda bisa mengurangi interaksi atau meminimalisir interaksi dengan orang tersebut.

Bisa juga datang dari rasa kecewa oleh teman, keluarga bahkan pasangan dapat memunculkan rasa frustasi secara berulang. Fenomena ini disebut dengan ruminating. Sehingga dibutuhkan kesadaran diri atas emosi tersebut agar dapat menghadapi emosi negatif dengan baik.

Menyikapi Emosi Negatif dengan Mengenalinya

Menyikapi Emosi Negatif
Menyikapi Emosi Negatif

Emosi yang hadir tanpa disadari membuat Anda tidak dapat mengenal dengan baik emosi yang muncul sebagai respon pada diri Anda sendiri. Apa yang bisa dilakukan untuk dapat mengenali dan menyikapi emosi negatif ? Anda bisa memberikan nama atau melabeli emosi Anda sendiri. Dilabeli? Untuk apa? Tujuan melabeli emosi adalah untuk memberikan batasan atau jarak pada diri dan emosi yang muncul.

Mengapa harus diberikan jarak? Agar Anda dapat membedakan emosi muncul yang muncul pada diri. Ketika Anda dapat membedakan emosi yang muncul sebagai respon ini, Anda akan lebih mudah untuk melihat dan mengenalnya secara objektif. Anda dapat melabelinya dengan cara berikut ini.

Jika Anda sedang kesal akui bahwa Anda merasa kesal dengan mengatakannya pada diri sendiri “aku sedang kesal”. Pengakuan ini akan membuat Anda mengenali emosi yang muncul sehingga Anda dapat menyikapi emosi negatif dengan baik.

Acceptance dalam Menyikapi Emosi Negatif

Menerima Emosi Negatif Yang Dirasakan
Menerima Emosi Negatif Yang Dirasakan

Penerimaan menjadi hal yang cukup penting dalam kehidupan. Dengan memiliki acceptance yang baik, Anda tidak akan mudah memunculka emosi negatif.

Menerima emosi negatif dengan segala bentuknya akan membantu Anda memudahkan melewati kehidupan dengan baik. Cara menerimanya dapat dilakukan pada poin mengenali emosi negatif yakni dengan melabeli emosi negatif tersebut.

Terdengar klise dan mudah jika hanya diucapkan. Namun bukan berarti tidak bisa diwujudkan. Anda dapat menerima emosi negatif dengan merasakan emosi tersebut tanpa harus melakukan perlawanan.

Secara tidak langsung, Anda mengakui bahwa Anda sedang merasakan emosi tersebut. Ketika emosi tersebut sudah Anda akui dan ikhlaskan, akan ada rasa lega karena telah belajar untuk tidak menghindarinya. Namun menyelesaikannya dengan cara Anda sendiri dan cara yang tepat.

Baca Juga : Perilaku Asertif, Ekspresi Emosi Tanpa Merugikan Orang Lain

Refleksikan Diri Terhadap Emosi

Refleksi Diri
Refleksi Diri

Merefleksikan diri tentang emosi negatif ini artinya Anda memberikan waktu untuk merasakan, mengakui, menerima dan mencari problem solvingnya. Bukan tanpa sebab, emosi negatif muncul karena memiliki tujuannya sendiri.

Yakni melatih Anda untuk mengatasi permasalahan pemicu emosi ini muncul. Menyikapi emosi negatif tidak hanya dengan menghindarinya di mana hal ini akan membuat emosi negatif Anda semakin menumpuk seperti bom waktu.

Maka diperlukan adanya refleksi dari emosi negatif yang hadir dan sedang Anda rasakan. Dengan begitu akar permasalahan lebih mudah untuk ditemukan dan diselesaikan dengan baik. Beruntunglah Anda masih dapat merasakan berbagai macam emosi baik yang positif maupun negatif.

Karena jika Anda sudah tidak dapat merasakan emosi apapun, Anda kemungkinan memiliki kecenderungan gangguan psikologis yang harus segera diperiksakan pada psikolog maupun psikiater.

Bangkit Kembali

Bangki Dari Emosi Negatif
Bangki Dari Emosi Negatif

Mengenali emosi negatif, menyadari kehadirannya, menerima emosi tersebut hingga merefleksikan diri atas emosi negatif sudah dilakukan. Lalu langkah apa selanjutnya yang bisa Anda tempuh? Ada satu langkah untuk dapat menyikapi emosi negatif setelah semuanya dilakukan. Anda dapat bangkit kembali dengan semangat baru untuk masa depan.

Anda bisa mempelajari beberapa artikel motivatif berikut ini untuk tetap menumbuhkan semangat positif dalam menjalani kehidupan:

Pasalnya tidak ada kehidupan berulang sehingga Anda harus tetap berorientasi ke depan. Untuk itu Anda sebaiknya tidak berlarut-larut dalam emosi negatif yang melanda.

Anda dapat bangkit kembali setelah memberikan waktu dan ruang untuk Anda sendiri menerima, mengenali dan menyadari kehadiran emosi negatif ini dalam hidup. Dengan demikian sisi psikologis atau mental Anda akan lebih baik karena Anda sudah dapat mengatasi emosi negatif dengan lebih baik.

Respon-respon berupa emosi ini tentunya tidak dapat kita tolak kehadirannya karena merupakan bagian dari hidup manusia yang prosesnya alami.

Dengan adanya emosi positif dan negatif ini maka dapat membantu Anda untuk belajar merespon suatu situasi dengan baik dan tepat. Bayangkan jika Anda tidak terlatih untuk merespon sesuatu dengan emosi yang tepat. Anda pasti kesulitan untuk merasakan kelegaan hingga tidak dapat mengatasi permasalahan yang muncul.

Sering tidak disadari bahwa semua orang memiliki jenis emosi yang sama-sama penting baik itu positif maupun negatif. Poin-poin diatas bukan berarti tidak memiliki makna. Jika Anda menyadari hadirnya emosi negatif dan melabelinya maka artinya Anda sudah dapat mengenali emosi negatif dari diri Anda dengan baik. Sehingga Anda dapat menerimanya dengan baik untuk dapat melanjutkan kehidupan selanjutnya dengan baik.

Mengapa perlu menyadari, mengenali dan menerima emosi negatif? Selain agar Anda dapat menemukan cara yang tepat untuk mengatasi suatu situasi, emosi negatif perlu disadari, dikenali dan diterima karena meskipun semua orang memiliki emosi negatif bawaan yang sama, kemunculannya dapat berbeda pada tiap individu.

Perbedaan ini misalnya pada tingkatan kemarahannya. Bisa saja si A dan si B marah karena hal yang sama namun tingkat kemarahan si B lebih tinggi daripada si A. Nah, di sinilah pentingnya untuk menyadari, mengenali dan menerima agar Anda dapat mengatasi, merespon permasalahan dan meyikapi emosi negatif atas suatu situasi dengan lebih baik.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.