in

Model Pembelajaran Kooperatif, Belajar Jadi Lebih Menyenangkan

Model Pembelajaran Kooperatif

Model pembelajaran kooperatif muncul dan berkembang karena adanya kemajuan dari sistem. Model ini dapat menggantikan metode pembelajaran individu dalam memberikan informasi di mana guru sebagai center dan siswa mendengarkan guru.

Konsepnya sendiri berasal dari perbedaan yakni saling asah, asih dan juga asuh. Model ini muncul dengan maksud agar terbentuk learning community sehingga siswa tidak hanya belajar dari guru saja tetapi juga dari siswa lainnya.

Pembelajaran ini merupakan sistem belajar yang dilakukan dengan cara eksistensi kelompok. Siswanya dapat berkelompok untuk meningkatkan skill yang berbeda-beda diantaranya. Hal ini terjadi karena adanya faktor seperti ras, budaya, suku dan gender yang berbeda.

Model ini digunakan untuk problem solving dengan cara berkolaborasi dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan demi tercapainya tujuan dari pembelajaran.

Apa saja yang harus diketahui dari model pembelajaran kooperatif ini?

Tujuan Pembelajaran

Setiap sistem pembelajaran yang dibuat memiliki tujuannya masing-masing. Pada model kooperatif ini tujuannya berfokus pada hasil belajar akademik, penerimaan atas perbedaan individu dan pengembangan keterampilan sosial.

Hasil pembelajaran akademik ini meliputi tujuan sosial dan meningkatkan prestasi siswa baik akademik maupun non-akademik. Model ini dikatakan efektif untuk meningkatkan nilai siswa secara akademis dan mengembangkan norma yang berkaitan dengan hasil dari pembelajaran.

Penerimaan perbedaan individu dilakukan untuk saling menerima antar siswa. Model belajar ini memberikan peluang bagi siswa dengan berbagai macam latar belakang untuk mendapatkan pembelajaran yang sama rata.

Sedangkan pengembangan keterampilan sosial ini bertujuan untuk mengajarkan keterampilan siswa dalam berkolaborasi (tim) dan mengasah keterampilan sosial.

Ciri Model Pembelajaran Kooperatif

Siswa dituntut untuk melengkapi pemebaljaran sesuai dengan kompetensi dasar yang akan dicapai.

Siswa yang dibentuk dalam kelompok haruslah terdiri dari siswa yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda mulai dari yang rendah hingga tinggi tanpa membedakan gender, ras dan budaya. Selain itu model ini juga menekankan pada reward dalam kelompok, bukan pada individu.

Didalam kelompok tersebut siswa akan dihadapkan pada diskusi untuk saling sharing kemampuan dan belajar. Mereka akan belajar untuk berpikir kritis, berbagi pendapat dan saling membantu satu sama lain.

Langkah Pembelajaran Kooperatif

Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran kooperatif ini memiliki langkah yang harus dilakukan. langkah pertama adalah menyampaikan tujuan dan memotivasi siswanya.

Peran guru dalam langkah pertama ini adalah memberikan pemahaman pada siswa mengenai pembelajaran yang akan dilakukan, menyampaikan kompetensi dasar yang akan dicapai bersama dan memotivasi siswanya agar dapat aktif dalam kelompok pembelajaran tersebut.

Peran guru pada langkah kedua adalah menyajikan informasi pada siswa mengenai apa yang akan dilakukan sesuai dengan tujuannya. Langkah ketiga adalah mengatur siswanya dalam kelompok belajar.

Guru membagi siswa pada kelompok-kelompok belajar sesuai dengan aturan yakni perbedaan kemampuan, ras gender yang harus disatukan agar siswa mendapatkan pengalaman dan belajar dari siswa lainnya. Langkah keempat adalah membimbing kelompok belajar yang sudah dibuat.

Peran guru adalah membimbing kelompok tersebut agar siswa terus termotivasi dan juga sebagai fasilitator siswa dalam mengerjakan tugas dan belajar kelompok.

Langkah kelima adalah evaluasi. Guru berperan untuk mengevaluasi hasil belajar dari metode pembelajaran kooperatif yang diterapkan pada siswa. Tujuannya adalah untuk melihat apakah pembelajaran tersebut sudah tercapai dengan baik dan merata pada tiap siswanya atau belum. Langkah keenam adalah reward.

Pentingnya memberikan reward pada siswa sebagai bentuk dari menghargai hasil kerja keras siswanya yang sudah belajar pada kelompok dengan baik dapat meningkatkan motivasinya.

Unsur Metode Pembelajaran

Seperti sistem belajar lainnya, metode pembelajaran kooperatif juga memiliki unsur-unsur penting. Ada beberapa unsur yang harus diperhatikan.

Pertama siswa harus memiliki persepsi bahwa apapun yang dilakukan dalam pembelajaran adalah berdasarkan kelompok. Jadi istilah kalimat “tenggelam atau berenang bersama” menjadi tepat untuk digunakan karena para siswa di dalam kelompok haruslah berjuang bersama demi tercapainya tujuan pembelajaran.

Kedua siswa harus memiliki tanggung jawab terhadap satu sama lain. Baik itu tanggung jawab diri sendiri pada materi pelajaran ataupun tanggung jawab terhadap kerjasama antar siswa di dalamnya.

Ketiga siswa harus diberikan evaluasi dan reward untuk memotivasi siswa dalam kelompok.

Keempat, siswa harus saling berbagi kepemimpinan sambil belajar keterampilan bekerja. Caranya adalah dengan menugaskan siswa yang berbeda untuk menjadi ketua pada tugas yang berbeda.

Kelima, siswa harus dapat mempertanggungjawabkan materi yang dikerjakan dalam kelompok kooperatif tersebut.

Elemen Metode Pembelajaran

Sistem pembelajaran pada metode ini memiliki elemen. Elemen pertama yakni saling ketergantungan positif. Guru yang berperan menyusun tugas sehingga nantinya siswa dalam kelompok harus dapat menyelesaikannya sendiri.

Dengan kata lain, setiap siswa harus dapat menyelesaikan tugasnya agar siswa lain dalam kelompok juga ikut berhasil. Nilai yang didapatkan oleh masing-masing siswa dalam kelompok kemudian dihitung rata-ratanya.

Elemen kedua adalah melatih tanggung jawab individu. Elemen ini dapat dikatakan sebagai akibat dari elemen pertama di mana masing-masing anggota kelompok harus dapat bertanggung jawab akan tugasnya sendiri terlebih dahulu agar tugas kelompok dapat dilakukan demi tercapainya hasil yang baik.

Elemen ketiga adalah tatap muka. Tatap muka di sini berkaitan dengan diskusi yang harus dilakukan oleh siswa. Diskusi ini akan menghasilkan interaksi sebagai bentuk pembelajaran yang bermanfaat untuk setiap siswa dalam kelompok. Diskusi ini juga merupakan bentuk sharing dari setiap siswa yang dapat memberikan pengetahuan baru bagi siswa lain.

Elemen keempat adalah komunikasi antar anggota yakni dalam prakteknya siswa diharuskan untuk dapat mendengarkan siswa lain berbicara pada saat menyampaikan pendapat. Guru dapat memberikan stimulasi cara berkomunikasi efektif agar jalannya diskusi tetap baik dan penyampaian pendapat dapat didengarkan dan dipahami dengan baik.

Elemen kelima adalah evaluasi. Setiap hasil kelompok memerlukan evaluasi dari keseluruhan program pembelajaran yang dijalankan. Evaluasi ini dapat diadakan setiap kali siswa terlibat dalam model pembelajaran kooperatif karena model ini tentu tidak dilaksanakan setiap waktu dan setiap hari.

Pendekatan Model Pembelajaran Kooperatif

Model ini memiliki 4 pendekatan yakni Student Teams Achievement Division (STAD) yakni belajar berdasarkan lembar kegiatan sebagai materinya melalui tutorial kuis, diskusi dan penilaian singkat untuk perkembangan siswa.

Pendekatan ini adalah bentuk yang paling sederhana.

Pendekatan kedua adalah investigasi kelompok di mana siswa dilibatkan pada perencaan materi pembelajaran berdasarkan norma dan struktur kelas yang rumit yang nantinya akan disiapkan oleh siswa dan dipresentasikan laporannya di depan kelas.

Pendekatan ketiga adalah structural di mana penekannya adalah struktur yang digunakan bertujuan untuk memengaruhi pola interaksi siswanya. Siswa diharapkan saling membantu dengan 2 dasar yakni think-pair-share dan numbered-head-together yang berguna untuk mengajarkan materi akademik dan meningkatkan pemahaman siswa. Adanya active listening dan time token adalah contoh dari struktur ini.

Pendekatan keempat adalah Jigsaw. Yang bertujuan untuk melihat perbandingan antara keempat model pembelajaran kooperatif.

Metode pembelajaran kooperatif ini dikatakan lebih adil karena semua siswa bisa mendapatkan pengalaman, pembelajaran, tanggung jawab, pola pikir yang sama tanpa membedakan asal usul siswa.

Demikian penjelasan tentang model pembelajaran kooperatif yang bisa anda terapkan untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan bagi siswa. Semoga artikel ini bermanfaat.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.