Munchausen Syndrome, Gangguan Psikologis Yang Menarik

Munchausen syndrome, pernahkah anda mendengar sebutan gangguan psikologis tersebut ?. Gangguan psikologis

Rima Mustika Rima Mustika · 3 min read >
Munchausen Syndrome

Munchausen syndrome, pernahkah anda mendengar sebutan gangguan psikologis tersebut ?. Gangguan psikologis yang satu ini cukup unik dari segi asal nama munchausen diberikan.

Atau anda pernah melihat atau mengetahui individu yang mengaku-ngaku sedang sakit baik fisik maupun mental padahal sebenarnya dia sehat ?

Jika ya, maka hal tersebut adalah munchausen syndrome dalam psikologi. Adalah Baron Von Munchausen seorang perwira Jerman pada abad ke-18 yang terkenal karena sering mengatakan hal-hal yang sangat indah pada cerita kehidupan dan pengalamannya.

Ia senang untuk mengatakan sesuatu yang berlebihan di mana tidak sesuai fakta kepada orang lain.

Maka gangguan ini dinamai berdasarkan nama dari perwira tersebut yakni Munchausen. Biasanya munchausen syndrome muncul dengan keluhan penyakit fisik seperti sakit kepala, nyeri pada dada, sakit perut hingga demam.

Apa Itu Munchausen Syndrome
Apa Itu Munchausen Syndrome

Namun syndrome ini juga dapat diberikan kepada individu yang memalsukan penyakit lainnya atau seolah-olah ia sedang sakit baik fisik maupun mental. Atau istilahnya adalah gangguan buatan (fictitious disorder).

Pada masa sekarang ini munchausen syndrome dikenal juga dengan sebutan fictitious syndrome.

Umumnya sindrom ini lebih banyak terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Sindrom ini dapat terjadi juga pada anak-anak namun paling sering menyerang orang dewasa.

Data mengenai munchausen syndrome ini tidak dapat mencapai angka yang tepat karena merupakan kondisi yang langka.

Untuk dapat mengetahui bahwa seseorang menderita munchausen syndrome saja cukup sulit. Kesulitan ini muncul karena adanya faktor ketidakjujuran dari individu tersebut.

Karena biasanya individu ini akan memeriksakan diri ke dokter umum namun dokter tidak dapat menemukan gejala dari suatu penyakit dilihat dari segi fisik.

Jika memang dirasa perlu, biasanya dokter akan merujuk individu tersebut untuk menemui psikiater atau psikolog untuk mendapatkan pertolongan.

Lalu definisi dari munchausen syndrome sendiri itu apa sih ?. Munchausen syndrome adalah gangguan yang membuat seseorang berpura-pura sakit, baik itu penyakit fisik maupun penyakit mental atau psikis.

Mari kita bahas lebih lanjut lagi mengenai munchausen syndrome.

1. Penyebab Munchausen Syndrome

Penyebab Munchausen Syndrome
Penyebab Munchausen Syndrome

Berdasarkan penelitian dan pernyataan oleh para ahli, penyebab dari sindrom munchausen adalah mencari perhatian dan simpati dari orang-orang di sekitarnya. Entah itu keluarga, kerabat lain, teman atau pacar.

Individu dengan sindrom ini berpikiran bahwa jika mereka mereka mengatakan sedang sakit parah maka perhatian akan datang dari orang yang diinginkan. Dan ini bisa mereka dapatkan dengan berpura-pura sakit.

Bahkan ada pula individu yang sampai nekat pergi ke dokter untuk mendapatkan obat-obatan yang diperlukan dan benar-benar mengonsumsinya.

Hal ini biasanya terjadi karena individu tersebut memiliki gangguan kepribadian yakni suka mencari perhatian. Mereka juga kurang dapat mengendalikan impuls dari diri sendiri.

Faktor eksternal yang kemungkinan terjadi pada individu adalah adanya penelantaran yang dilakukan oleh orang lain terhadap dirinya.

Mungkin individu tersebut pernah dikucilkan oleh keluarga atau teman-temannya karena sesuatu hal. Bisa juga disebabkan oleh adanya trauma masa lalu atau pernah mengalami kekerasan sebelumnya.

Penyebab pasti dari sindrom ini tidak dapat diketahui. Namun beberapa pendapat peneliti mengatakan bahwa adanya faktor biologis dan psikologis dalam perkembangan individu yang menderita munchausen.

Baca Juga : Kenali Jenis Gangguan Kecemasan Dan Cara Penanganannya

2. Gejala Munchausen Syndrome

Gejala Munchausen Syndrome
Gejala Munchausen Syndrome

Jika tadi kita sudah membahas mengenai penyebab dari sindrom ini, maka anda sebaiknya mengetahui gejala dari sindrom pura-pura ini. Gejala yang dapat dilihat dari individu yang menderita munchausen adalah adanya kebohongan mengenai penyakit.

Mereka akan dengan sengaja membesar-besarkan penyakit yang dirasakan, memalsukan penyakit yang diderita hingga rela untuk melukai diri sendiri sehingga sikap berpura-pura sakitnya nampak nyata.

Selain itu mereka memiliki riwayat medis yang banyak namun tidak konsisten, gejalanya tidak jelas dan tidak dapat dikontrol. Biasanya dapat menjadi lebih parah atau berubah sesuai dengan apa yang mereka inginkan ketika pengobatan berlangsung.

Sering kambuh ketika diinginkan, umumnya mereka memiliki pengetahuan mengenai hal-hal medis dan penyakitnya. Jika diberikan tes dan hasilnya negatif, mereka akan memunculkan gejala baru.

Mereka tidak segan untuk mengikuti serangkaian tes medis namun tidak memperbolehkan dokter bertemu dan berdiskusi dengan dokter lain, keluarga, teman atau pacar.

Biasanya individu dengan sindrom ini memiliki self-esteem yang rendah dan ada masalah pada identitas dirinya.

3. Penanganan Munchausen Syndrome

Penanganan Munchausen Syndrome
Penanganan Munchausen Syndrome

Penanganan sindrom ini cukup simple namun kompleks. Hal ini dikarenakan seseorang dengan munchausen syndrome biasanya justru aktif mencari pengobatan. Namun pribadi dari individu ini kadang berubah jika ia ingin gejalanya muncul karena orang yang diinginkan ada bersamanya.

Individu ini dapat memiliki kebiasaan berbohong yang cukup apik. Cukup menantang menangani individu dengan sindrom ini. Orang dengan sindrom ini tidak dapat sembuh 100%, tapi sangat bisa dikendalikan asalkan ada kerjasama yang baik antara si penderita, orang di lingkungannya dan juga ahli yang menanganinya.

Penanganan dari ahlinya berupa psikoterapi dari psikolog. Konseling yang dilakukan bertujuan untuk merubah perilaku individu tersebut sehingga gejala yang dimunculkan berkurang serta penyalahgunaan sumber daya medis menjadi minimal.

Konseling yang dilakukan juga dapat membantu individu untuk menghindari dari pemeriksaan medis yang tidak diperlukan karena justru akan berbahaya bagi kesehatan orang tersebut.

Karena individu ini akan dengan nekat menjalani operasi jika diperlukan. Padahal fisikya sehat-sehat saja, alih-alih menyembuhkan, operasi yang tidak seharusnya akan membuat kesehatannya memburuk.

Fokus dari konseling yang dilakukan adalah merubah cara berpikir dan perilaku dari si individu tersebut. Teknik yang digunakan dalam sesi disebut dengan cognitive behaviour therapy atau CBT.

Dapat juga dengan melakukan terapi keluarga untuk memberikan psikoedukasi terhadap keluarga agar tidak melakukan tindakan yang justru akan memperkuat perilaku dari sindrom ini.

Dari segi obat-obatan sendiri sebetulnya tidak ada obat yang bisa mengobati munchausen syndrome ini. Meskipun beberapa orang berpendapat bahwa dapat diberikan obat anti-depresan atau obat anti-anxiety, keberadaan obat yang tidak diperlukan tersebut justru dikhawatirkan akan disalahgunakan oleh individu.

Risiko dari memberikan obat-obatan pada individu dengan munchausen syndrome adalah obat tersebut dapat digunakan atau dikonsumsi secara berbahaya jika ia ingin memperlihatkan penyakitnya agar terlihat semakin nyata.

4. Risiko Munchausen Syndrome

Resiko
Resiko

Jika individu menderita munchausen syndrome, maka orang tersebut memiliki risiko-risiko yang mungkin dapat membahayakan dirinya. Mereka memiliki risiko mengalami masalah kesehatan sebagai akibat dari perilaku menyakiti diri sendiri agar gejalanya terlihat nyata. Hal ini dapat menyebabkan kematian pada individu tersebut.

Melihat perilaku nekat dari individu ini, mereka tidak segan untuk menyalahgunakan obat yang mungkin diberikan hingga dapat nekat untuk melakukan bunuh diri. Mereka akan berusaha meyakinkan orang-orang disekitarnya bahwa penyakitnya nyata.

Tidak jarang episode yang muncul pada penderita munchausen cukup panjang hingga kronis sehingga cukup sulit untuk dilakukan terapi. Untuk itulah memberikan penanganan yang tepat bagi penderita munchausen sebenarnya simpel namun kompleks.

Baca Juga : Gangguan Makan Anorexia Dan Bulimia, Apa Sih Itu?

Hubungi psikolog segera jika anda merasakan gejala yang seolah nyata atau menemukan orang disekitar anda mengalami hal serupa. Karena kesehatan mental sama berharganya dengan kesehatan fisik.

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile