in

Narsisisme: Kenali Ciri-Ciri dan Bagaimana Cara Menyikapinya

Narsistik
Narsistik

Pernahkah kamu mendengar istilah narsisis?

Sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh Marcin Zajenkowski dari University of Warsawa, Polandia, mengemukakan bahwa beberapa jenis narsisis rata-rata menganggap dirinya lebih cerdas dari yang lain.

Mungkin di media sosial kamu juga sering melihat orang mengutarakan asumsinya tentang sesuatu dengan cara yang narsis. Orang-orang seperti ini mengatakan suatu hal yang “benar” menurutnya tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Mereka merasa dirinya lebih cerdas dari siapapun dan berkata-kata seolah tahu segalanya.

Orang-orang Hebat Ternyata Narsistik?

Orang Terkenal Yang Narsistik
Orang Terkenal Yang Narsistik

Dari interview majalah Forbes, presiden Amerika, Donald Trump pernah mengatakan “Aku jauh lebih pintar dari mereka. Kurasa aku memiliki IQ yang jauh lebih tinggi”

Begitulah Donald Trump yang merasa bangga dengan dirinya, atau dengan IQ tingginya. Mungkin saja ia berkata benar, namun para ahli psikolog akan berkata bahwa obsesi terhadap IQ tinggi merupakan indikasi narsisis.

Sementara di Indonesia kita mempunyai satu nama yaitu Rocky Gerung, dimana beliau sering menyebut orang-orang tidak menggunakan akal sehat. Dan di setiap acara, beliau juga sering berbicara tentang IQ tinggi dan IQ rendah.

Hal itu tentu membuat para psikolog mencurigai bahwa beliau terobsesi dengan IQ tinggi.

Nama-nama besar seperti mereka sepertinya memang layak memiliki IQ tinggi, tapi apakah sepantasnya mereka berkata-kata demikian di depan media?

Tentu ini sangat berlawanan dengan pandangan para psikolog dan filsuf-filsuf bahwa pintar saja tidak cukup, sebab kita juga harus menjaga sikap dan kata-kata.

Mengapa Orang Narsisis Terobsesi Dengan IQ Tinggi?

Para peneliti berpendapat bahwa orang-orang yang memiliki narsisisme tinggi akan mengatakan bahwa tingkat kecerdasannya melebihi rata-rata. Berbeda dengan orang-orang yang narsisis pasif atau rentan, dimana mereka lebih banyak mengatakan bahwa IQ nya rendah.

Setelah dilakukan tes IQ, ternyata orang dengan narsisis tingkat tinggi tidak semuanya mendapatkan hasil yang diharapkan. Sementara orang-orang narsisis rentan lebih banyak mengalami kecemasaan saat melakukan uji IQ.

Para peneliti menyimpulkan, orang-orang dengan narsisis tingkat tinggi memiliki pandangan positif tentang kecerdasannya.

Baca juga: Sisi Gelap Dibalik Positivity, Bukannya Jadi Bahagia Malah Berbahaya

Mengenal 5 Jenis Narsisis dan Cara Menyikapi

Narsisis
Narsisis

Sikap narsis tentunya ada pada diri kita semua dan mungkin tak ada satu pun dari kita yang bisa menghindar. Namun bedanya, sebagian orang memiliki narsis yang mendarah daging alias sudah menjadi karakternya.

Dibalik semua positif dan negatif, mari kenali 5 jenis narsisis beserta ciri-cirinya!

1. Sang Narsisis Bullying

Tipikal narsisis seperti ini sangat suka meninggikan dirinya dengan cara merendahkan orang lain. Memuji dirinya sendiri dengan cara mempermalukan orang lain.

Mereka cenderung melakukan cara-cara yang tak bermoral dan mengandalkan keahlian dalam menghina orang lain untuk memenangkan suatu percakapan maupun perdebatan.

Sampai pada situasi dimana mereka mengolok-olok dan mempermalukan kamu di depan orang banyak. Lalu jika ia menginginkan sesuatu, mereka mengucapkan kata-kata yang terkesan mengancam.

Mereka adalah sebenar-benarnya racun di media sosial dan lingkungan mana pun. Sebab lebih parahnya lagi, tipikal narsisis bullying akan berusaha membuat kamu meragukan keyakinanmu sendiri.

Cara Menyikapi:

Lapangkan hatimu sebagaimana mereka merendahkan dirimu. Meskipun terlihat seperti pecundang, hal terbaik untuk bersikap adalah memberi makan egonya yang besar.

Jangan mendengarkan apa yang mereka katakan, karena perkataan mereka tidaklah berdasarkan fakta melainkan berlandaskan egonya sendiri.

Tetaplah percaya pada diri sendiri tanpa harus mendapatkan pengakuan dari mereka, karena tipe orang seperti ini tidak akan pernah mengakui kelebihan orang lain meskipun mereka tahu kebenarannya.

2. Narsisis Pendendam

Untuk Narsisis Bullying kamu masih memiliki kesempatan untuk hidup berdampingan asalkan tidak merendahkan mereka. Namun jika kamu berhadapan dengan Narsisis pendendam, bersiaplah menjadi target yang tak akan lepas.

Mereka tidak akan puas sampai kamu benar-benar hancur. Mereka akan membicarakan keburukanmu untuk membuat orang lain ikut membencimu.

Di kantor, sekolah, atau perkumpulan, mereka akan memengaruhi orang lain untuk mengeluarkanmu dari sana. Jika dia adalah mantan kekasihmu, maka ia akan menyebarkan aib-aibmu di media sosial.

Separah itulah cara kerja pikiran orang-orang narsisis pendendam.

Cara Menyikapi:

Satu-satunya solusi untuk mengatasi orang seperti ini adalah memiliki bukti yang kuat. Kamu harus mengumpulkan data-data yang valid sehingga bisa membuktikan bahwa omongan mereka itu hanya fitnah.

3. Narsisis Pengagum

Mereka sangat cerdik dalam mendapatkan pengakuan dari orang lain. Narsisis pengagum memanipulasi pembicaraan dengan membuat kamu merasa nyaman.

Pada awalnya mereka akan banyak memuji dirimu dengan kata-kata yang indah dan sedikit berlebihan, setelahnya mereka akan memancing kamu untuk mengembalikan pujian tersebut.

Narsisis pengagum adalah tipikal yang paling menyedihkan, dimana mereka tidak menjadi apa adanya dan jujur terhadap orang lain. Mereka suka melebih-lebihkan sesuatu yang kamu perbuat dengan tujuan mendapatkan pujian itu kembali.

Dan jika kamu tidak melakukan pujian balik, maka mereka akan berubah menjadi dingin.

Cara Menyikapi:

Jangan biarkan orang-orang seperti ini membuat kamu terombang-ambing dan lupa daratan. Kamu harus menguatkan kesadaranmu sehingga mengetahui apa kelebihan dan kekuranganmu sebenarnya. Bersikaplah bodo amat.

4. Narsisis Inisiatif

Mereka memiliki semangat yang terus berkobar, seperti baterai ekstra tanpa limit. Orang-orang Narsisis Inisiatif tidak suka mendengarkan orang lain karena otaknya sedang memikirkan kalimat apa yang harus diucapkan selanjutnya.

Terlalu berinisiatif sehingga suka memberi pendapat tanpa di minta. Mereka merasa tahu daripada orang lain dalam topik pembicaraan apapun.

Cara Menyikapi: 

Jika kamu memiliki teman seperti ini, maka diharapkan untuk tidak curhat kepada mereka. Karena kamu tidak akan mendapatkan respon yang baik.

Bukannya mendengarkan curahan hatimu, mereka malah memikirkan cerita yang lebih “Wahh” dari yang kamu ceritakan. Maka solusinya adalah diam dan biarkan mereka berbicara.

Terbukalah untuk apapun pandangan mereka. Jika memungkinkan, buatlah suasana menjadi cair dengan humor yang bagus karena tipe narsisis seperti ini memiliki konsentrasi yang mudah dihancurkan.

5. Narsisis Besar

Jenis Narsisis satu ini adalah yang paling terkenal. Mereka inilah yang paling sering kita lihat di media atau lingkungan mana pun. Disebut Narsisis besar karena suka membesar-besarkan namanya di depan orang-orang.

Dia suka memuji dirinya sendiri dengan pencapaian yang ia dapatkan, untuk menimbulkan kecemburuan pada orang ramai. Narsisis yang satu ini tidak terlalu berbahaya karena mereka mengatakan sesuatu yang benar-benar mereka miliki.

Namun bagaimana pun mereka tetap saja akan terkesan sombong dan angkuh.

Cara menyikapinya:

Tipikal yang satu ini kebanyakan memanglah orang-orang berhasil seperti pejabat tinggi negara, selebritis hingga pengusaha sukses dan orang-orang berpengaruh lainnya.

Untuk menyikapi mereka, kamu tak perlu merasa geram atau bertindak ekstrim. Tetapi, ambil saja nilai positif dari apa yang mereka lakukan. Jangan meniru sikapnya, tapi tirulah perjuangan mereka. Karena biasanya tipikal narsisis seperti ini memang benar-benar orang berhasil.

Baca juga: 7 Mindset Negatif Yang Harus Kamu Hilangkan Dalam Hidup

Akhir Kata

Kita cenderung berpikir bahwa berkata benar berarti benar. Namun ternyata ada hal-hal diluar intelektual yang tak bisa kita langkahi dalam menyampaikan kebenaran.

Fakta bahwa banyak orang yang anti-intelektual pun termasuk sikap yang tidak benar. Bahwa sebenarnya kita pun juga harus berpikiran terbuka dalam hal apapun, serta memberi toleransi dan empati kepada sesama.

Pada akhirnya, demikianlah artikel tentang bagaimana kita mengenal istilah narsisis dan tips untuk menyikapinya. Semoga bermanfaat!