in

9 Pelajaran Berharga dari Adanya Pandemi yang Perlu Disyukuri

Pelajaran Berharga Adanya Pandemi

Sampai saat ini beberapa negara masih harus berjuang untuk menangani pandemi covid-19. Bahkan saat ini sudah mulai bermunculan virus-virus baru yang merupakan hasil mutasi virus covid-19.

Dilansir dari covid19.co.id, kesembuhan pasien covid-19 per tanggal April 2021 terus mengalami peningkatan. Untuk mencapai titik ini tentu saja ada berbagai macam usaha penanganan yang dilakukan oleh pemerintah, tenaga medis, sampai masyarakat setempat dalam menanganinya.

Fenomena pandemi covid-19 ini telah membuat tak sedikit orang merasa putus asa dalam menjalani kehidupan. Ada banyak hal tak terduga yang terjadi dan mempengaruhi kondisi mental setiap orang.

Akan tetapi, terlepas dari tekanan yang diterima oleh setiap orang selama masa pandemi tersebut, selalu ada pelajaran penting yang  bisa diambil. Berikut 8 pelajaran berharga dari adanya pandemi yang bisa mengingatkanmu untuk tetap bersyukur atas segala hal yang terjadi dalam kehidupan ini.

1. Pemanfaatan Teknologi untuk Hal Positif

Sebelum adanya pandemi, kebanyakan orang kurang bisa memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bernilai positif. Tapi kondisi saat ini membuat setiap orang harus belajar memanfaatkan teknologi baik untuk urusan pekerjaan, pendidikan, dan sebagainya.

Pembelajaran di sekolah dialihkan secara daring (online). Bahkan banyak pekerja kantoran yang juga harus menerapkan sistem work from home (WFH). Kondisi tersebut tentunya menjadikan pemanfaatan teknologi yang saat ini dikembangkan menjadi lebih maksimal.

2. Jarak Bukan Halangan untuk Menjalin Komunikasi

Dengan adanya pademi, setiap orang akan lebih memahami bahwa jarak bukanlah halangan untuk tetap menjalin komunikasi dengan orang lain. Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, kamu tetap bisa menjalin komunikasi yang baik dengan orang lain meski harus dipisahkan dengan jarak ribuan mil.

Kamu bisa tetap mengirim pesan kepada keluarga maupun teman-temanmu. Tidak ada batasan yang tajam dengan adanya teknologi saat ini. Kamu pun bisa melakukan panggilan video, mengobrol dan melihat aktivitas yang dikerjakan oleh orang yang berkomunikasi denganmu secara langsung dari layar gawaimu.

3. Memiliki Keterampilan Baru

Karena harus melakukan banyak hal di rumah, kamu pun mulai menggunakan waktumu untuk mempelajari keterampilan baru. Alhasil, pandemi membuatmu memiliki keterampilan yang sebelumnya tidak kamu miliki.

Kebanyakan orang akan mencoba mendalami suatu keterampilan yang berkaitan dengan hobi yang dimiliki. Misalnya ketika kamu memiliki hobi melukis, kamu mulai mendalami teknik-teknik melukis baru yang sebelumnya tidak kamu kuasai untuk mengatasi kebosananku karena harus stay at home dalam jangka waktu yang tidak pasti.

4. Melihat Dunia dengan Pandangan yang Lebih Luas

Tidak bisa dipungkiri, pandemi membuatmu belajar banyak hal. Pandemi yang telah menyebar ke berbagai negara membuatmu tak jarang mencoba mengulik informasi dari negara lain, baik untuk mendapatkan informasi terkait peningkatan kasus maupun cara penangan yang dilakukan negara lain dalam menangani pandemi ini.

5. Adanya Kerja Sama untuk Mencari Solusi Terbaik dalam Penanganan Masalah

Saat ini ada banyak pihak yang mencoba bekerja sama dalam menangani pandemi covid-19. Bahkan tidak hanya pihak tertentu saja, seluruh negara di dunia mencoba mencari cara terbaik dalam mengatasi pandemi yang sampai saat ini masih ada.

Semua orang memiliki sumbangsihnya sendiri dalam mencari solusi terbaik dalam pemecahan berbagai masalah yang timbul di berbagai bidang. Sebagai contoh, para guru di bangku sekolah maupun dosen di perguruan tinggi, mereka mencari pemikiran paling kreatif untuk tetap membuat peserta didiknya dapat belajar dengan baik dan menangkap setiap materi yang disampaikan.

6. Menghargai Setiap Bantuan Kecil yang Diberikan oleh Orang Lain

Tidak dapat dipungkiri bahwa selama pandemi ini banyak dari kita yang membutuhkan bantuan orang lain. Tidak hanya bantuan secara materil, tetapi juga bantuan berupa ucapan yang mampu menambah semangat dalam menjalani hidup.

Di masa pandemi, banyak orang harus kehilangan pekerjaan, bahkan kehilangan teman dan keluarga. Banyak orang harus melakukan isolasi dan membatasi diri untuk tidak bertemu orang-orang tersayang. Tentu saja hal ini dapat mempengaruhi kondisi mental seseorang. Itulah kenapa, semangat dari orang-orang terdekat juga sangat diperlukan.

7. Bersyukur Atas Apa yang Dimiliki

Ada banyak kondisi yang memprihatinkan di masa pandemi ini. Misalnya banyaknya kasus pengurangan karyawan yang terjadi secara masal. Hal tersebut membuat perekonomian banya keluarga mengalami penurunan drastis. Bahkan untuk makan saja seringkali mereka mengandalkan bantuan dari pemerintah.

Kondisi semacam ini seharusnya membuat kamu bisa lebih bersyukur dengan apa yang kamu miliki saat ini. Kenapa? Karena di luar sana masih ada banyak orang yang kondisinya tidak sebaik kamu.

8. Lebih Menghargai Alam

Selama ini mungkin kita sendiri lupa bahwa alam punya peranan penting untuk kehidupan manusia. Tanpa adanya alam, kamu tidak akan pernah bisa bertahan hidup sampai pada saat ini.

Namun sayangnya, ada banyak orang yang merusak alam demi kepentingan diri sendiri atau kelompok. Tidak banyak orang yang mau merawat dan menghargai jasa alam dalam memberikan kehidupan yang baik untuk manusia-manusia di muka bumi ini.

9. Sadar Bahwa Kita Hanyalah Seorang Manusia Biasa

Sehebat apapun kamu, kamu tidak bisa melawan takdir Tuhan. Ada banyak negara maju yang sangat dikagumi oleh negara lainnya. Namun saat pandemi datang, mereka pun membutuhkan bantuan dari negara lain.

Sebagai manusia biasa, kamu tidak akan pernah bisa lepas dari orang lain. Akan ada kalanya kamu membutuhkan bantuan dari orang lain. Roda kehidupan terus mengalami perputaran. Tidak ada yang tahu kapan kamu akan berada di bawah dan sebaliknya.

Baca Juga : Dampak Psikologis Akibat Pandemi, Apa Yang Harus Dilakukan?

Itu dia 9 pelajaran berharga yang sudah sepatutnya kamu ambil dari fenomena pandemi saat ini. Percayalah bahwa setiap hal buruk terjadi kepadamu, Tuhan pun menyertakan kebaikan di dalamnya.

Written by Dina Novia

Language Instructor and Web Content Writer