in ,

10 Pelajaran Hidup Yang Hanya Dimiliki Anak Broken Home

Mungkin keluarga yang hancur di sebabkan oleh perceraian, perselingkuhan, pelecehan, penelantaran dan kematian. Tetapi apapun penyebabnya, keluarga hancur sama-sama membuat keadaan rumah menjadi berantakan.

Bukan berantakan dalam arti barang-barang yang tak tersusun, sebab yang berantakan adalah perasaan anak. Kita dipaksa tumbuh dengan situasi yang sangat tidak nyaman dan tentu saja sulit untuk merasa bahwa kita setara dengan anak-anak lainnya.

Kita menghadapi tantangan yang berat setiap harinya, sebab keluarga yang seharusnya menjadi tempat penopang justru malah menjadi racun yang merusak kesehatan mental. Dan luka batin masih ada hingga kita tumbuh dewasa. Perasaan ini sungguh membuat kita merasa bahwa dunia tidak.

Namun bagaimana pun, seburuk apapun, setiap kejadian selalu membawa hikmah atau pelajaran hidup bagi dirinya.

1. Kehilangan Membuat Kita Mengerti Arti Keluarga

Memahami Arti Keluarga
Memahami Arti Keluarga

Tak ada keluarga yang baik-baik saja. Tapi tak ada yang baik-baik saja ketika kita kehilangan seorang dari keluarga.

Sebab terkadang kehilangan bukan hanya soal kematian, yang lebih menyedihkan adalah kehilangan perhatian dan kasih sayangnya bukan orangnya.

Dan hal itulah yang membuat kita mengerti betapa pentingnya keluarga.

Pada akhirnya kita jadi lebih menyayangi orang-orang yang tersisa dalam keluarga itu sendiri.

Kita jadi berjuang lebih keras untuk memperbaiki sesuatu yang telah hancur dalam keluarga yaitu martabat diri dan pandangan orang-orang.

2. Rasa Sakit Membangkitkan Empati

Memiliki Empati
Memiliki Empati

Pepatah lama mengatakan bahwa pengalaman adalah guru terbaik. Kita tumbuh dengan ribuan rasa sakit dan hal itu justru membuat kita lebih peka terhadap orang lain.

Sesuatu yang sangat berharga ini kita dapat secara alami, tidak seperti orang-orang yang perlu belajar dari buku atau guru.

Jelas saja, ketika seseorang lebih banyak mengalami kesenangan dalam hidup, maka hatinya akan sulit untuk memahami rasa sakit yang dialami orang lain.

Bukan bangga tumbuh sebagai anak broken home, tetapi inilah hikmah yang bisa kita petik.

Sebab pada akhirnya kita tahu, bahwa dalam kehidupan tidak ada orang yang tak pernah mengalami rasa sakit. Kita hanya lebih dulu mengalaminya daripada yang lain.

3. Hanya Ada Cerita Duka, Sehingga Kita Lebih Banyak Mendengar

Lebih Banyak Mendengar
Lebih Banyak Mendengar

Kebanyakan anak broken home menjadi introvert. Ini seperti sihir yang ajaib tetapi nyata. Entah suatu kebetulan saja atau apa, tetapi anak-anak broken home jarang sekali membuka diri dengan orang-orang.

Kita menjadi lebih tertutup sebab yang kita miliki hanya cerita duka, sehingga lebih banyak mendengar dan belajar dari orang lain.

Terlebih lagi kita kekurangan satu dari orang tua, entah kekurangan figur ayah atau ibu, tetapi yang jelas hal itu membuat kita perlu belajar banyak dari orang lain.

Bahkan jika tak ada orang-orang yang bisa memberi pelajaran berharga dalam hidup, kebanyakan anak broken home memilih untuk membaca buku.

Mengetahui dimana kekurangan yang ada membuat kita lebih mudah untuk memperbaikinya.

4. Kita Belajar Hidup Mandiri

Hidup Mandiri
Hidup Mandiri

Seperti yang sudah-sudah, mengetahui dimana kekurangan membuat kita tahu apa yang harus diperbaiki. Ditambah kurangnya figur orang tua, membuat kita belajar untuk hidup mandiri dan hal ini justru berdampak positif bagi kehidupan kita.

Kebanyakan dari anak keluarga yang lengkap dan berkecukupan menjadi terlalu bergantung kepada orang tua karena selalu dimanjakan. Ada suatu titik dimana kita sadar bahwa tak ada yang bisa diandalkan kecuali diri sendiri.

Terutama ketika kita merasa rumah seperti tempat penuh racun yang menggerogoti pikiran dan meskipun terasa sulit, hal itu justru memberi kita kekuatan yang lebih besar untuk berjuang.

Hal ini tidak akan dimengerti semua orang kecuali kita yang sudah mengalami.

5. Kita Tidak Mudah Percaya Pada Orang Lain

Tidak Mudah Percaya Orang Lain
Tidak Mudah Percaya Orang Lain

Pengalaman dikhianati, ditelantarkan dan ditinggalkan benar-benar telah membentuk sirkuit otak yang membuat kita lebih cermat dalam memilih orang-orang yang bisa dipercaya.

Tentu saja, logika jika kamu pernah menabrak sebuah lubang di jalan maka ke depannya kamu akan berhati-hati melewati jalan tersebut.

Tentu tak ada orang yang ingin jatuh kedua kali di lubang yang sama. Terlebih lagi, seringnya mengalami kepahitan membuat kita lebih menghargai orang-orang terpercaya dan terkasih seperti keluarga, sahabat dan saudara.

Mungkin lingkaran sosial kita kecil tetapi dipenuhi dengan orang-orang yang berkualitas karena kita benar-benar lebih cermat dalam mempercayai orang lain.

6. Disia-siakan Membuat Kita Belajar Menjadi Orang Tua yang Baik

Belajar Menjadi Orang Tua Yang Baik
Belajar Menjadi Orang Tua Yang Baik

Ada suatu titik dimana kita sadar betapa berharganya peran orang tua dalam keluarga. Kita sebagai anak yang telah disia-siakan pada akhirnya belajar memahami bagaimana menjadi orang tua yang baik.

Sebab kita tak ingin anak dan istri atau suami nanti mengalami hal yang sama. Dari kebanyakan kasus keluarga yang hancur, sang anak yang telah tumbuh dewasa lebih berhati-hati dalam memilih pasangan.

Seringnya melihat kekurangan dalam keluarga mulai dari pertengkaran, suara keras hingga membanting pintu adalah pelajaran berharga yang membuat kita lebih baik dalam memperlakukan keluarga nantinya.

7. Sejak Kecil Kita Sudah Memahami Pentingnya Kasih Sayang

Pentingnya Kasih Sayang
Pentingnya Kasih Sayang

Anak-anak broken home yang kekurangan figur orang tua tentu secara otomatis kekurangan kasih sayang. Tetapi seperti yang sudah-sudah, setiap hal memiliki hikmah yang baik jika kita mampu berpikir positif dan dalam.

Kurangnya kasih sayang tentu menyakitkan. Tapi sebagaimana orang-orang yang di rawat di rumah sakit, secara tanpa disadari para pasien akan saling merasakan memahami rasa sakit yang dialami pasien lainnya.

Semua yang kita lalui selama bertumbuh dalam keluarga yang hancur menumbuhkan empati yang tinggi dan kita pun lebih pentingnya memberi kasih sayang kepada orang-orang.

8. Kesulitan Memicu Semangat Untuk Sukses

Semangat Untuk Sukses
Semangat Untuk Sukses

Mungkin kita sering membaca buku-buku, majalah dan surat kabar tentang tokoh-tokoh hebat yang ternyata berasal dari keluarga yang kurang mampu, keluarga yang hancur dan banyak pengalaman buruk.

Seseorang yang ditekan terus menerus dalam hidupnya terkadang justru menjadikannya sosok yang hebat dan bersemangat untuk mengubah nasib.

Sebagaimana cara kerja otak yang selalu mengarahkan kita pada zona nyaman, kita yang merasa tidak nyaman dengan keadaan ini pun memilih untuk bangkit.

Dan seiring bertambahnya usia, kedewasaan berpikir semakin meyakinkan kita bahwa masa lalu tak bisa diubah dan masa depan masih menjadi misteri.

Maka akhirnya kita lebih fokus pada potensi diri yang memungkinkan datangnya kesuksesan.

9. Kita Memahami Pentingnya Berkomunikasi

Pentingnya Komunikasi
Pentingnya Komunikasi

Pernikahan mungkin akan menjadi suatu topik pembicaraan yang membuat kita canggung di usia muda. Tetapi semakin bertambahnya kedewasaan berpikir kita jauh lebih terbuka.

Pada akhirnya, dalam hubungan pun kita menjaga pentingnya komunikasi sebelum terjadi masalah yang tak diinginkan. Pernikahan atau hubungan asmara adalah sesuatu yang sangat sakral bagi kita sebab pengalaman yang telah dilalui.

Dan satu hal lagi adalah kita mengetahui bahwa komunikasi adalah kunci dalam hubungan. Tentunya, setiap hal yang ketahui tentang pentingnya komunikasi tidak lain didapat dari masa lalu.

10. Memiliki Selfe-Defense yang Lebih Baik

Selfe-Defense
Selfe-Defense

Pengalaman hidup yang buruk membuat kita memiliki pertahanan diri yang lebih baik. Kita tidak mudah goyah di situasi yang mana seringkali orang-orang keluhkan.

Bahkan kita lebih bijak dalam menghadapi masalah-masalah yang datang dan lebih menarik lagi, orang-orang seperti kita tak segan-segan menolong orang lain yang sedang kesulitan.

Pertahanan diri ini pun tak hanya kita gunakan untuk diri sendiri, tetapi juga untuk memotivasi keluarga dan sahabat-sahabat tercinta.

Pada akhirnya semua air mata yang tercurah kelihatannya saja menyakitkan, namun dibalik itu semua ada pelajaran berharga yang tak di dapatkan orang-orang. Menambah motivasimu, coba baca juga Tuhan, Aku Sudah Menjadi Orang Baik. Kenapa Kehidupanku Tidak Berubah?

Pada akhirnya semua luka yang menyakitkan kelihatannya saja pedih, namun dibalik itu semua kita mendapatkan kekuatan yang tak didapatkan orang-orang.

Dan pada akhirnya, semua pengalaman yang sudah dilalui mengajarkan kita untuk lebih ikhlas, sabar dan bijak.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening