4 Pemahaman Ambigu Tentang Passion: Follow Your Passion vs Passion is Bullshit

Pemikiran manusia sangat kompleks dan liar, itulah mengapa kita berbeda-beda dalam mengartikan

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Pemahaman Ambigu Tentang Passion

Pemikiran manusia sangat kompleks dan liar, itulah mengapa kita berbeda-beda dalam mengartikan satu kalimat yang pada akhirnya memicu perdebatan. Akhir-akhir ini banyak orang mengatakan “Follow Your Passion!” dan sebagian lagi mengatakan “Passion is Bulshit!”. Lalu, apakah kita mengartikan kedua kalimat itu secara harfiah?

Follow your passion jika diterjemahkan ke bahasa indonesia artinya ikuti hasrat anda. Sementara dalam bahasa indonesia pengertian hasrat adalah keinginan dan semangat dalam mendapatkan sesuatu. Maka, sudah pasti hasrat sangat erat kaitannya dengan tujuan dan sudah pasti kita berusaha mengerjakan sesuatu karena ingin mencapai tujuan. Jadi dimana letak omong kosongnya dalam mengikuti passion?

Passion is bullshit, jika diterjemahkan artinya gairah adalah omong kosong. Kebanyakan orang menganggap passion adalah omong kosong karena mereka tidak bersemangat melakukan pekerjaannya meskipun pada kenyataannya mereka tetap berusaha menyelesaikannya, dan semua itu dilakukan karena mereka memiliki tujuan juga.

Jadi, seperti ada benarnya juga bahwa passion adalah omong kosong, sebab tanpa gairah dan semangat pun kita tetap bisa menyelesaikan pekerjaan.

Tapi, jika kamu cukup puas dengan penjelasan diatas, maka simak lagi 4 pemahaman yang ambigu tentang passion.

1. Mengikuti Passion = Bahagia, Tidak Mengikuti Passion = Tidak Bahagia, Benarkah?

Mengikuti Passion
Mengikuti Passion

Motivator-motivator terkenal sering berkata dengan semangat yang berapi-api diatas panggung, “Ikuti passion anda maka hidup anda akan bahagia!” seolah-olah orang itu berani menjamin kebahagiaan kita.

Lalu disambung pula dengan kalimat “Orang yang tidak mengikuti passion, hidupnya menyedihkan!”. Kalimat-kalimat tersebut mungkin membuat sebagian orang termotivasi tapi sebagian lagi serasa ingin menutup telinga dan cepat-cepat keluar dari ruangan.

Kata-kata yang diucapkan oleh orang-orang bahkan motivator sekalipun mungkin saja benar tapi mungkin juga salah, maka tak perlu pusing sebab yang menentukan kebahagiaan kamu adalah dirimu sendiri.

Sederhananya passion berarti gairah, maka coba kita lihat lagi berapa banyak orang yang stress, frustrasi bahkan gila karena gagal dalam melakukan pekerjaan yang sesuai hasratnya.

Mungkin kalian juga pernah melihat orang yang sedari kecil bercita- cita menjadi tentara, ia rajin berlatih dan berolahraga dengan giat, namun akhirnya gagal dan stress.

Baca Juga: 5 Tips Mencapai Keseimbangan Antara Pekerjaan Dan Kehidupan Pribadi

Masihkah kita sebut orang yang mengikuti passion akan bahagia?

2. Mengikuti Passion Artinya Melakukan Apa Yang Dicintai, Tapi Salahkah Mencintai Apa Yang Dikerjakan?

Salahkah Mencintai Pekerjaan?
Salahkah Mencintai Pekerjaan?

Semakin kesini kita semakin mengerti bahwa passion atau gairah adalah perkara situasi dan kondisi. Jadi, kita tak perlu terlalu berambisi mengikuti passion sebab masih ada cara lain yaitu membiarkan passion yang mengikuti.

Jika semua orang di dunia ini harus mengikuti passion, maka bagaimana mungkin seorang pemain bola yang patah kakinya harus bermain terus? yang ada malah membuat dirinya semakin menderita. Artinya passion itu penting tapi terkadang kamu harus mencari jalan lain untuk kebaikanmu sendiri dan untuk kebahagiaan dalam hidupmu.

Jika kita tidak bisa mengerjakan apa yang kita cintai, maka cintailah apa yang kita kerjakan.

Sebagai contoh, Seperti halnya seorang pekerja kantoran yang tugasnya mencatat administrasi, berhadapan dengan monitor setiap pagi, coba tanyakan saja pada diri sendiri pernahkah kita memiliki hasrat untuk melakukan pekerjaan tersebut?

Di era teknologi saat ini semuanya berubah begitu cepat dan bahkan kecepatannya pun ikut mengubah impian kita.

Tapi bekerja dibidang yang tak pernah terduga sebelumnya juga merupakan sebuah keberuntungan dan pengalaman baru, menuntut kita menjadi lebih dinamis dan melebarkan tangan untuk mulai beradaptasi lalu pelan-pelan gairah itupun muncul sebab terbiasa.

Dunia ini begitu luas dan sekarang adalah fase dimana semuanya cepat berubah, maka haruskah kita selalu melakukan apa yang kita cintai saat tak ada kesempatan untuk melakukannya atau kita perlu menyesuaikan diri dan mencintai apa yang kita kerjakan saat ini.

3. Kamu Harus Fokus Pada Tujuanmu atau Passion Menuntutmu Untuk Fokus pada Satu Minat?

Passion Menuntutmu Untuk Fokus
Passion Menuntutmu Untuk Fokus

Pernahkah kamu merasa diperlakukan seperti robot dalam pekerjaanmu? Atau bagaimana jika yang memperlakukanmu seperti robot adalah gairahmu sendiri?

Banyak orang menginginkan kebebasan, bebas melakukan apapun yang ia inginkan tapi sayangnya sampai saat ini dunia belum menyiapkan fasilitas tersebut. Artinya tak ada orang yang benar-benar bebas melakukan apapun yang ingin ia lakukan, sebab pada dasarnya kebebasan adalah pilihan kita untuk fokus pada satu tujuan.

Jadi mungkin kita hanya perlu menentukan seperti apa kesuksesan yang kita inginkan, tanpa harus bingung apakah ini sesuai passion atau bukan.

Mengikuti passion pun bukan berarti kamu harus terbelenggu dalam satu ikatan minat, Steve Jobs telah membuktikannya dan ia adalah orang yang paling terkenal ambisius dan bergairah tapi tidak terikat pada satu minat saja.

Bahwa pada akhirnya Steve Jobs tidak memilih kaku pada satu minat di bidang hardware, tetapi ia dan perusahaannya turut serta mengembangkan software dan desain sehingga menjadi pertanyaan bagi banyak orang dimana minat Steve Job sebenarnya?

Baca Juga: 5 Tips Melepaskan Kecemasan Agar Lebih Tenang Dalam Bekerja

Hidup adalah pilihan kita, terserah mau melakukan apa tapi kamu tetaplah pada tujuanmu.

4. Passion adalah Tentang Mengikuti Hasrat Atau Mengembangkannya?

Passion Adalah Mengikuti dan Mengembangkan Hasrat
Passion Adalah Mengikuti dan Mengembangkan Hasrat

Salah satu yang sering menjadi perbincangan di media sosial manapun hari ini, passion itu tentang mengikuti hasrat atau mengembangkannya? Terserah! Itu kembali pada pilihan anda! Sebagian orang berkata gairah adalah hal rumit yang membutuhkan waktu untuk dibangun.

Tapi uniknya ada sebagian orang yang selalu memiliki gairah terhadap pekerjaan apapun, terhadap hal-hal baru ataupun lama selagi itu memiliki visi yang tajam.

Triad O’keefe, Dweck dan Walton yang melakukan sebuah studi tentang teori tetap dan teori pertumbuhan tentang passion, dimana hasil penelitian mereka berhasil menemukan pendapat bahwa teori pertumbuhan berkorelasi dengan beragam motivasi untuk mengembangkan minat dan membuka lebih banyak pengalaman.

Triad O’Keefe berpendapat bahwa “Dalam dunia yang semakin kompleks dan saling terhubung ini, memandang minat sebagai hal yang perlu dikembangkan adalah penting untuk mendorong inovasi karena kita perlu solusi baru dan interdisipliner. Mempercayai minat kita sudah cukup baik terkadang dapat menghambar eksplorasi ke arah lain.”

Jadi, sekarang kita dapat mengartikan bahwa semakin manusia bertumbuh maka semakin tak ada hasrat yang harus diikuti selain perubahan dan pertumbuhan. Entah kita membuat perubahan atau mengikuti perubahan, yang harus kita pahami adalah bagaimana agar kita tidak terlalu sempit berpikir dan fokus pada satu titik saja.

Tak peduli pekerjaan apa yang kita lakukan, tak peduli apakah pekerjaan itu sesuai dengan minatmu atau bukan, tak peduli apakah pekerjaan itu menyedihkan, setiap hal layak untuk dikerjakan selama hal itu membuat kita bertumbuh.

 “Kembangkanlah hasratmu untuk terus belajar, maka kamu tak akan pernah berhenti bertumbuh (Anthony J. D’Angelo)”

Kesimpulan:

Tak ada lagi penjelasan yang lebih jelas sebab kita sudah menemukan sebuah jawaban, bahwa tak penting lagi memperdebatkan apakah yang kita kerjakan adalah hal yang kita cintai atau bukan, yang terpenting adalah menjadi manusia yang terus bertumbuh dan berkembang dalam segi fisik maupun mental.

Maka dapat disimpulkan tak ada yang salah dari mengikuti passion atau tidak. Semuanya akan terasa benar untuk dilakukan jika pekerjaan itu sesuai pilihan dan kebutuhan kita masing-masing secara fisik maupun mental.

Demikianlah 4 Pemahaman Ambigu Tentang Passion!

 

Ilham Damanik
Aku merasa seperti seorang penulis Read Full Profile