5 Faktor Penyebab ADHD Pada Anak, Orang Tua Wajib Baca

Perilaku yang dapat terlihat bahwa anak memiliki ADHD dapat muncul pada usia antara tiga hingga lima tahun. Kondisi ini dapat berlanjut hingga...

Rima Mustika Rima Mustika · 4 min read >
Penyebab ADHD Pada Anak

Masa anak-anak merupakan masa yang menyenangkan. Bermain bersama teman sebaya nya di luar rumah merupakan salah satu kontribusi besar bagi pembelajaran anak. Selain dari lingkungan rumah di mana anak dapat belajar dengan orang tua sebagai role model nya, kebutuhan anak akan bermain dengan teman sebaya juga diperlukan.

Lingkup pertemanan ini akan membantu anak untuk belajar berinteraksi dengan yang seumuran dengannya. Melalui kegiatan ini anak akan belajar untuk memahami orang lain dari lingkup kecil terlebih dahulu yakni pertemanan sebaya.

Mereka juga akan belajar mengenai empati dan simpati. Tidak jarang kita melihat seorang anak yang berani mengalah kepada teman nya dengan memberikan mainan nya kepada teman nya tersebut.

Kegiatan pembelajaran dengan anak yang semakin aktif tentu perkembangan nya membuat orang tua merasa bangga jika anak mampu untuk belajar hal baru.

Kendala yang dihadapi ketika anak terjun pada dunia luar dalam lingkup pertemanan sebaya ini seperti bertengkar dengan teman, lebih banyak diam karena belum mengenal betul teman-teman nya. Selain itu keunikan dari tiap-tiap anak tentu membuat anak memilih teman yang dianggap dekat.

Keunikan dari anak memang beragam. Ada yang sangat pendiam dan ada yang sangat aktif berlarian ke sana kemari. Ada pula yang suka sekali bertanya pada orang lain.

Ada pula yang hanya ikut bermain dengan teman sebaya nya melalui observasi terhadap perilaku yang dilakukan teman nya. Bermacam-macam perilaku anak yang uni kadang membuat orang tua pusing sendiri menghadapi nya. Namun memang memerlukan kesabaran ekstra untuk merawat mereka bukan.

Keunikan pada anak ini sering sekali disebut oleh orang tua dengan mengatakan “iya anak saya hiperaktif sekali”. Coba kita perhatikan kalimat barusan.

Hiperaktif merujuk pada aktif lebih dari ukuran aktif anak normal. Konteks hiperaktif sebetulnya mengarah pada perilaku anak yang sebenar nya anak tidak dapat mengendalikan pergerakan tubuh nya.

Yuk kita coba untuk mengurangi sebutan hiperaktif pada anak normal yang tidak memiliki gangguan psikologis.

Faktor Penyebab  Secara Umum Adhd Yang Terjadi Pada Anak

Faktor Penyebab Adhd Pada Anak
Faktor Penyebab Adhd Pada Anak

Pembahasan dalam artikel kali ini mungkin akan membutuhkan konsentrasi yang baik dengan rileks jika dirasa cukup berat bagi sebagian pembaca. Namun demikian hal ini akan membantu orang tua untuk dapat mengetahui penyebab secara umum dari ADHD yang terjadi pada anak.

Lalu apa yang dimaksud dengan keunikan anak dari segi psikologis ?. Ada yang disebut dengan ADD dan ADHD. ADD atau disebut juga dengan Attention Deficit Disorder adalah gangguan pemusatan perhatian yang kurang pada anak disertai dengan impulsivitas.

Sedangkan ADHD atau disebut juga dengan Attention Deficit Hyperactive Disorder merupakan gangguan pemusatan perhatian yang kurang pada anak yang diiringi dengan impulsivitas dan hiperaktivitas.

Impulsivitas merujuk pada tindakan beresiko, berbuat tanpa berpikir terlebih dahulu dan seolah tidak sadar akan akibat dari tindakan tersebut. Dikatakan gangguan pemusatan perhatian karena anak lebih mudah terganggu dalam konsentrasi dibandingkan anak lain nya.

Hal ini yang kemudian mengganggu kegiatan belajar di sekolah dan mempengaruhi prestasi mereka di sekolah. Tidak hanya ketika di sekolah, pada saat di rumah anak juga akan lebih lambat memberikan respon kepada orang tua. Sebagai contoh anak dengan ADHD akan sulit untuk merespon ketika nama mereka dipanggil oleh orang tua.

Perilaku yang dapat terlihat bahwa anak memiliki ADHD dapat muncul pada usia antara tiga hingga lima tahun. Kondisi ini dapat berlanjut hingga dewasa. Penyebab anak menjadi ADHD itu apa ya kira-kira?.

Penyebab yang sangat pasti juga masih terus diteliti hingga sekarang. Meski pun begitu terdapat beberapa hal yang dijelaskan sebagai penyebab dari ADHD.

1. Faktor Genetik

Faktor Genetik Pada Adhd
Faktor Genetik Pada Adhd

Sekitar 80% membawa peranan terhadap pembawaan ADHD ini. Anak yang memiliki orang tua dengan ADHD berpeluang delapan kali untuk mendapatkan anak ADHD. Namun gen seperti apa yang dapat menurunkan genetik nya pada kasus ini masih belum dapat ditentukan dengan pasti.

Perdebatan masih terjadi mengenai faktor genetik ini. Karena memang penyebab utama dan pasti dari ADHD ini belum dapat ditentukan. Tetapi bukan berarti anak dengan ADHD tidak dapat menjalani kehidupan normal seperti anak pada umumnya. Mereka hanya terganggu pada pemusatan pikiran, sulit untuk fokus, dan kadang melakukan tindakan tanpa memikirkan akibatnya, berbeda dengan gangguan autisme.

2. Faktor Lingkungan

Lingkungan Penyebab ADHD Pada Anak
Lingkungan Penyebab ADHD Pada Anak

ADHD juga bergantung kepada kondisi gen tersebut dan efek negatif lingkungan nya. Jika ini terjadi bersamaan maka dapat dikatakan bahwa lingkungan nya memiliki risiko. Lingkungan yang dimaksud adalah lingkungan psikologis, lingkungan fisik, dan lingkungan biologis.

Lingkungan psikologis adalah adanya relasi dengan orang lain termasuk penanganan yang sudah pernah diberikan pada anak. Lingkungan fisik seperti asupan makanan yang kurang nutrisi dan kurang gizi, konsumsi obat-obatan pada masa kehamilan tanpa konsultasi dengan dokter terlebih dahulu, dan cahaya yang cukup.

Sedangkan lingkungan biologis mencakup pada riwayat anak apakah pernah mengalami cedera otak atau radang otak, dan apakah terjadi komplikasi saat ibu melahirkan.

Ibu yang merokok pada saat kehamilan juga merupakan salah satu faktor risiko. Tidak semua anak yang dilahirkan oleh ibu yang merokok akan otomatis mengalami ADHD. Hanya saja risiko nya lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak merokok.

3. Adanya Fungsi Yang Berbeda Pada Otak

Fungsi Otak Yang Berbeda
Fungsi Otak Yang Berbeda

Penjelasan sederhana nya bahwa secara biologis ada dua mekanisme dalam otak. Yakni eksitasi atau aktifnya sel-sel saraf dan inhibisi atau terhambatnya sel-sel saraf. Reaksi eksitasi dilakukan melalui panca indra.

Sedangkan reaksi inhibisi sel saraf akan mengatur jika terjadi terlalu banyak eksitasi. Pada anak sistem pengereman belum cukup berkembang. Sistem inhibisi akan mulai pada usia sekitar dua tahun dan berkembang kuat di usia empat tahun.

Pada anak ADHD penjelasan di atas mengenai perkembangan inhibisi ini berkembang lebih lambat dan kapasitas nya lebih kecil. Sehingga sistem penghambatan atau pengereman di dalam otak bekerja kurang kuat atau kurang mencukupi.

4. Neuro-anatomi

Neuro-anatomi
Neuro-anatomi

Jika membicarakan dari segi neurologis, terdapat kesimpulan bahwa ADHD terjadi karena adanya gangguan pada perkembangan otak di usia dini. Yang dimaksud dengan neuro-anatomi adalah adanya perbedaan bentuk dari beberapa daerah di bagian otak.

Ini terjadi pada bagian prefrontal korteks atau bagian paling depan otak. Mencakup korpus kalosum yang menghubungkan belahan otak kiri dan otak kanan, otak kecil dan di berbagai nukelus basalis. Pada anak ADHD bagian belahan otak kanan tampak lebih kecil dibandingkan anak tanpa ADHD.

5. Kimiawi Otak

Reaksi Kimia Pada Otak
Reaksi Kimia Pada Otak

Adanya perbedaan neuro-kimiawi di otak pada anak dengan ADHD menyebabkan terdapat perbedaan dalam penyampaian sinyal-sinyal di dalam otak. Informasi yang diterima melalui panca indra yang nanti nya akan dihasilkan sebagai perilaku terganggu. Sehingga anak menjadi lambat untuk merespon. Gangguan ini dikarenakan dua sistem neurotransmitter yakni dopamine dn sistem adrenalin.

Penjelasan mengenai penyebab anak ADHD cukup kompleks dan terkadang masih sulit untuk ditetapkan bahwa seorang anak menyandang ADHD. Sekira nya orang tua diharapkan cukup aware dengan perilaku anak-anak nya. Perlu diketahui bahwa tidak semua anak yang pendiam, terlambat berbicara, atau terlambat belajar membaca sudah pasti anak tersebut ADHD.

Perlu observasi lebih lanjut mengenai hal ini karena beberapa anak memang ada yang memilih untuk tidak berbicara banyak, dan lebih senang dengan kegiatan yang tidak melibatkan keramaian.

Terlepas dari penyebab yang belum dapat secara jelas ditentukan ini, sebagai orang tua tentu nya khawatir mengenai masa depan anak dan karir mereka nanti nya.

Orang tua khawatir akan efek nya terhadap prestasi anak di sekolah, khawatir tentang karir nya di masa depan. Penting untuk diketahui bersama bahwa anak dengan ADHD masih mampu untuk menjalani kehidupan layaknya anak normal. Mereka dapat berprestasi dan berkarir dengan baik sesuai cara nya masing-masing. Tidak lupa bahwa setiap anak itu uni tidak terkecuali anak dengan ADHD.

Mereka juga anak-anak yang unik. Sama-sama membutuhkan dukungan dari lingkungan terutama orang tua dan keluarga. Membutuhkan dukungan dari teman sebaya juga sebagai teman bermain dan belajar. Hanya karena mereka ADHD lalu mengisolasi anak dari dunia luar. Kita perlu meperlakukan anak-anak ini sama dengan anak lain.

Baca juga: 6 Strategi Yang Cocok Untuk Menangani Anak Dengan ADHD

Referensi:

[1] Psycom : Causes of ADHD
[2] Health : What Causes ADHD? 12 Myths and Facts

Rima Mustika
Psychology and art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee. Read Full Profile