Inilah Penyebab Kamu Gagal Move On Bertahun-tahun dari Mantan

Selama bertahun-tahun hidup dalam diam yang perlahan mengikis identitas diri. Keputusasaan adalah

Ilham Damanik Ilham Damanik · 3 min read >
Penyebab Kamu Tidak Bisa Move On Bertahun-tahun

Selama bertahun-tahun hidup dalam diam yang perlahan mengikis identitas diri. Keputusasaan adalah makanan yang kita konsumsi lewat jalan pikiran. Orang-orang baru yang datang membawa secercah harapan teracuhkan. Merasa lebih baik sendiri daripada berdua. Untuk apa berdua kalau tidak dengan dia.

Terkadang adakalanya sebuah kisah cinta berhasil, dan mereka bahagia hidup berdua selamanya. Namun terkadang cinta juga bisa berujung  gagal, dan menyisahkan bekas yang tak pernah hilang bagi salah satu diantara dua. Sebab cinta adalah proses. Kita selalu menikmati setiap prosesnya, tak peduli apakah berakhir manis atau pahit.

Namun ada kalanya kita tidak menerima bahwa cinta itu sudah berakhir. Dan terus meyakinkan diri sendiri bahwa semuanya akan tetap berlanjut.

Usaha demi usaha pun dilakukan, namun bukannya berhasil tapi malah menuntun langkah kita pada jurang kegagalan. Hingga akhirnya kita frustrasi! meski uniknya hati tetap menginginkan lagi.

Beberapa dari kita mungkin sudah mencoba memulai cerita baru dengan orang yang baru, namun pikiran masih saja membanding-bandingkan dengan seseorang yang pernah ada dan kisah yang lalu. Hingga hal itu membuat kita gagal move on lagi dan lagi.

Nah, jika kamu benar-benar ingin melupakan dia yang pernah ada, maka pahami dulu penyebabnya kenapa kamu bisa gagal move on bertahun-tahun!

1. Cinta Sudah Hilang Berganti Menjadi Obsesi

Cinta Sudah Hilang Berganti Dengan Obsesi
Cinta Sudah Hilang Berganti Dengan Obsesi

Adakalanya sesuatu yang kita sebut cinta ternyata bukan lagi cinta, melainkan obsesi. Saat hubungan itu kandas, maka cinta hilang karena tidak ada lagi proses yang akan dilalui.

Mungkin kamu pernah berpikir bahwa dialah cinta sejatimu. Tapi sekarang maafkanlah dirimu, sebab itu salah. Saat kamu berpikir dia adalah cinta sejatimu, cinta matimu, maka pikiran itu akan membawa dirimu pada puncak ekspektasi yang paling tinggi. Sehingga menjadi obsesi yang tak ada habis-habisnya.

Penyebab dari susahnya move on adalah kesalahan dalam menafsirkan perasaan kita sendiri. Sebab terkadang yang kita sebut kasih sayang pun ternyata hanya strategi untuk mendapatkan hati seseorang. Maka yang kita sebut cinta sejati, jangan-jangan hanya ilusi.

Jadi, sampai kapan kamu mau terjebak dalam penafsiran-penafsiranmu sendiri? Mungkin ada baiknya jika kita berpikir rasional saja, sehingga lebih mudah menerima yang berakhir maka sudah. Selesai. Tamat. Tak ada lagi yang perlu diperjuangkan.

Baca Juga: Jarang Disadari, Penyebab Menyesalnya Sang Mantan Setelah Tak Lagi Bersamamu

2. Kamu Tidak Bersungguh-sungguh Merelakannya

Kamu Tidak Bersungguh-sungguh Merelakannya
Kamu Tidak Bersungguh-sungguh Merelakannya

Kebanyakan dari kita selalu mencoba menghindari drama dari sebuah akhir cinta. Namun hingga pada akhirnya kita sendirilah yang tak bisa berhenti mendramatisir semuanya.

Penyebab kamu suka membanding-bandingkan kisah lamamu dengan yang baru adalah karena kamu tidak bersungguh-sungguh merelakannya. Artinya, separuh hatimu masih tertinggal di masa lalu. Dan cara satu-satunya adalah kamu harus merelakan yang berlalu dan biarkan itu berlalu.

Memang sah-sah saja jika bersungguh-sungguh memperjuangkan sesuatu dengan penuh pengharapan. Tapi jangan pernah menggantungkan harapan pada orang lain karena mereka ada diluar kendali kita. Kunci harapan dan kesungguhan itu dalam hati saja, karena dengan begitu kau akan lebih menjaga hatimu.

Jika kita terus berusaha merelakan seseorang dengan sepenuh hati, suatu saat kita pasti mengerti apa manfaat dari merelakan seseorang yang kita cintai.

3. Kamu Belum Memperlakukan Dirimu Dengan Baik

Kamu Tidak Memperlakukan Dirimu Dengan Baik
Kamu Tidak Memperlakukan Dirimu Dengan Baik

Alasan seseorang tidak memperlakukan dirinya sendiri dengan baik mungkin karena ia merasa tidak bahagia dengan hidupnya. Namun jawaban dari semua misteri kehidupan ini selalu kebalikannya. Sebab seseorang tidak bahagia dengan hidupnya karena ia tidak memperlakukan dirinya sendiri dengan baik.

Terkadang karena seseorang gagal dalam percintaan, hidupnya jadi berantakan. Padahal kalau hidupnya berantakan maka ia tidak akan bahagia, dan hal itu tentu akan membuat kita semakin sulit mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari yang pernah kita rasakan sebelumnya.

Memang benar gagal dalam percintaan itu menyakitkan, beberapa kasus gangguan mental pun diketahui akibat kandasnya hubungan. Namun jika benar separah itu, maka kamu tidak akan bertahan selama bertahun-tahun ini apalagi sampai disini, membaca tulisan ini. Tapi putus cinta bukan hanya menyebabkan gangguan mental, bahkan fisikpun ikut merasakan sakitnya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa putus cinta juga bisa melemahkan jantung, maka perlakukanlah dirimu dengan baik, seperti mengkonsumsi makanan dan minuman yang sehat, memperbaiki penampilan, melakukan hobi yang kamu senangi dan bersosialisai serta usaha-usaha apa saja yang membuat dirimu spesial.

Seseorang sulit untuk melupakan masa lalunya karena hidupnya tidak bahagia maka bahagiakan dirimu sebisa mungkin. Terlalu lama menghabiskan waktu jika kamu harus menunggu orang lain  yang membahagiakan dirimu.

Namun bukan berarti kamu harus terburu-buru mencari penggantinya, cukup nikmati saja waktu-waktu luangmu dan bahagiakan dirimu sendiri.

4. Lingkungan Yang Kurang Mendukung

Lingkungan Yang Kurang Mendukung
Lingkungan Yang Kurang Mendukung

Memang benar bahwa  jodoh adalah cerminan diri kita dan bahkan lingkungan pun adalah cerminan diri kita. Kadang kita kesulitan mencari solusi karena lingkungan kita sendiri pun juga mengalami masalah yang sama. Meskipun hal ini terlalu kompleks untuk kita artikan, tetapi lingkungan benar-benar memengaruhi kondisi kita.

Tapi kamu tak perlu membenci lingkunganmu, karena kamu adalah bagian dari lingkungan iu sendiri. Cara satu-satunya kamu harus keluar dari zona nyamanmu. Melanjutkan petualangan baru dan mencari orang-orang yang bisa mendukungmu untuk segera melupakan masa lalu.

Mungkin dengan teman-teman dekat kita tak sungkan untuk menceritakan kesedihan dan pengalaman-pengalaman buruk yang pernah dialami, namun untuk janga waktu yang bertahun-tahun lamanya sepertinya sudah cukuplah bercerita sebagai pelampiasan emosi karena sudah saatnya mencari solusi.

Dengan lingkungan yang baru dan kebiasaan yang baru kita akan secara otomatis menjadi sosok yang baru pula dan tentu saja hal itu  mendorong kita menemukan cinta untuk masa depan.

Melepaskan bukan berarti kau tidak peduli lagi dengannya. Hanya saja kau cukup sadar bahwa satu-satunya orang yang benar-benar bisa kau kendalikan adalah dirimu sendiri (Deborah Reber) Click To Tweet

Demikianlah artikel kita kali ini, pada intinya kita hanya perlu cukup sadar dalam setiap pilihan yang kita buat. Jika kita berpikir kita berhak untuk memperjuangkan seseorang, maka seseorang itu juga berhak untuk menolak kita. Tak peduli seberapa sakitnya karena begitulah cara mainnya.

Baca Juga: Jangan Sedih, Inilah 12 Tips Jitu Untuk Kamu Yang Susah Move On

Sebab pada ahirnya mau tidak mau kita juga melakukan penolakan  yang sama pada orang-orang yang memperjuangkan kita. Maka dari itu kita perlu melakukan yang terbaik untuk diri sendiri.

Ilham Damanik
Menyendiri-Merenung-Hening Read Full Profile