in

7 Penyebab Adanya Keinginan Bunuh Diri Pada Seseorang

Penyebab Keinginan Bunuh Diri
Penyebab Keinginan Bunuh Diri

Penyebab keinginan bunuh diri pada seseorang tentu membuat banyak orang penasaran. Tidak sedikit pula yang justru mencibir seseorang yang bunuh diri ini.

Kemudian yang terjadi adalah adanya membanding-bandingkan hidup diri sendiri dengan orang lain. Merasa hidupnya paling tidak enak tetapi masih mampu untuk tidak bunuh diri.

Hal ini lah yang membuat cibiran terhadap orang yang bunuh diri muncul. Padahal tidak semua orang memiliki hambatan kehidupan yang sama dan memiliki ketahanan yang sama pula.

Jika ditelaah lebih lanjut per individu, pastinya banyak masalah yang terjadi dalam diri sehingga seseorang bisa memiliki keinginan untuk bunuh diri.

Faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang untuk bunuh diri bisa berasal dari internal dan eksternal. Memang ada kaitannya dengan pemilihan keputusan akan dilakukan atau tidak bunuh diri tersebut.

Namun terlepas dari seseorang ingin bunuh diri atau tidak, sebaiknya sebagai masyarakat tetap mendukung orang-orang di sekitarnya yang sedang dilanda masalah.

Karena tidak jarang support system individu tidak betul-betul mendukung seseorang sehingga individu tetap memiliki keinginan bunuh diri.

Attempt of suicidal atau rasa ingin bunuh diri sering kali menghampiri seseorang yang mengalami depresi atau gangguan mental. Keinginan bunuh diri ini bisa muncul jika individu tersebut merasa tertekan.

Tetapi bunuh diri itu sendiri bukan suatu penyakit mental. Namun merupakan hasil dari penyakit mental yang dialami seseorang.

Anda sebaiknya selalu waspada jika diri anda atau orang-orang terdekat anda terus menerus merasa stres hingga masuk pada tahap depresi atau menderita gangguan mental lainnya.

Lalu apa saja penyebab keinginan bunuh diri dari seseorang bisa muncul?

1. Adanya Gangguan Psikologis

Gangguan Psikologis
Gangguan Psikologis

Keinginan bunuh diri pada seseorang bisa datang karena adanya gangguan psikologis. Misalnya depresi. Depresi berat dapat meningkatkan risiko untuk bunuh diri pada individu.

Gejalanya dibarengi dengan gejala depresi lainnya. Seperti sulit tidur, tidak nafsu makan, malas melakukan aktivitas, sedih berkepanjangan dan masih banyak lainnya.

Bisa juga karena adanya gangguan bipolar. Yakni gangguan pada otak yang menyebabkan perubahan mood dalam kurun waktu yang cepat sehingga adanya perubahan tingkat energi dan aktivitas yang drastis.

Gangguan psikologis lainnya yang bisa menjadi pemicu seseorang bunuh diri adalah Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Kondisi ini terjadi pada seseorang yang pernah mengalami kejadian yang tidak bisa ia lupakan.

Misalnya karena berperang, mengalami musibah besar atau menjadi saksi langsung kematian seseorang dengan mengenaskan.

Ketika mengingat kejadian tersebut mereka akan berubah kondisi dirinya. Gangguan psikologis skizofrenia juga dapat menjadi penyebab keinginan bunuh diri muncul.

Skizofrenia adalah gangguan psikologis yang terjadi kelainan pada otak sehingga seseorang mengalami distorsi kognitif, perilaku, emosi dan hubungan dengan orang lain.

Mereka memiliki waham yakni gangguan pemikiran dan persepsi seperti halusinasi baik secara visual maupun suara.

Karena ketakutan yang dialami ini lah seseorang dengan skizofrenia bisa memiliki keinginan bunuh diri.

Istilah Bipolar masih asing denganmu? coba baca Bipolar Disorder, Ketahui Apa Saja Mitos dan Faktanya.

2. Impulsif

Impulsif
Impulsif

Impulsif maknanya adalah melakukan segala hal dengan dasar dorongan hati (impulse).

Meski tidak selamanya impulsif ini buruk karena seseorang dengan sikap ini dapat melakukan sesuatu secara spontan.

Namun mereka juga cenderung ceroboh dan nekat yang biasanya dibarengi dengan munculnya pikiran negatif.

Risiko seseorang yang impulsif ketika dihadapkan pada suatu masalah dapat membuatnya memiliki keinginan bunuh diri secara tiba-tiba dan terjadi begitu cepat.

Tak jarang mereka memang melakukannya tanpa memikirkan risiko dari bunuh diri terlebih dahulu.

3. Merasa Putus Asa

Merasa Putus Asa
Merasa Putus Asa

Ketika seseorang memiliki keinginan bunuh diri, ia menganggap bahwa ini adalah salah satu jalan keluar yang bisa dipilih. Ia merasa sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi selain bunuh diri.

Individu ini merasa putus asa dan sia-sia. Karena perasaan putus asa yang terus menerus ini maka pada satu titik ia akan kesulitan untuk menahannya.

Maka muncullah keinginan bunuh diri dari seseorang. Padahal masih banyak cara yang bisa ditempuh dengan meminta bantuan kepada orang yang dipercaya.

Namun hal ini bisa semakin buruk jika seseorang tersebut tidak memiliki orang yang dipercayai.

4. Social Support

Social Support
Social Support

Melanjutkan dari poin 3, jika seseorang tidak memiliki social support yang baik, maka kecenderungan untuk bunuh diri semakin besar.

Ia merasa sudah tidak ada lagi orang yang bisa dipercaya dan dimintai bantuan.

Atau bisa juga karena orang-orang di lingkungannya ada, tetapi dukungan yang diberikan nol atau tidak berperan dalam mendukung individu tersebut.

Akibatnya seseorang dapat makin tenggelam dalam keinginan bunuh diri dan benar melakukannya.

Kamu korban dari toxic nya lingkungan? Coba baca Sering Diejek, 5 Cara Mengatasi Bullying Yang Datang Kepadamu.

5. Efek Penggunaan Obat Terlarang dan Alkohol

Efek Penggunaan Obat Terlarang
Efek Penggunaan Obat Terlarang

Penyebab keinginan bunuh diri juga bisa datang dari pemakaian obat-obatan terlarang dan minum minuman beralkohol.

Perilaku seseorang yang sedang berada dalam pengaruh dua barang ini memiliki potensi yang berbahaya misalnya menyetir kendaraan secara serampangan dan tidak sadar menggunakan benda-benda tajam.

Karena mereka memiliki kecenderungan untuk tidak peduli pada keselamatan diri mereka sendiri.

6. Memiliki Penyakit Parah

Memiliki Penyakit Parah
Memiliki Penyakit Parah

Seseorang yang sedang sakit parah bisa memiliki keinginan untuk bunuh diri. Misalnya dia sakit dan di diagnosa penyakit parah yang sulit disembuhkan.

Jika individu tersebut memiliki self-esteem dan self-confidence yang rendah, maka bisa saja muncul keinginan bunuh diri.

Apalagi jika mengingat biaya pengobatan yang tidak sedikit dan masih banyak keluarga yang membutuhkan biaya untuk hidup.

Bisa juga justru karena merasa tidak punya siapa-siapa lagi. Kedua hal tersebut dapat memicu munculnya keinginan bunuh diri pada individu.

7. Adanya Masalah Sosial

Adanya Masalah Sosial
Adanya Masalah Sosial

Bisa jadi seseorang tersebut adalah orang dengan sosial support, tidak depresi dan tidak berada pada pengaruh obat dan alkohol. Namun tetap memiliki keinginan bunuh diri.

Seseorang tersebut kemungkinan memiliki masalah sosial di lingkungannya.

Rasa ingin bunuh diri dipicu oleh ketidak tahanan yang dihadapi dan merasa satu-satunya cara untuk dapat keluar dari masalah sosial ini adalah dengan melakukan hal tersebut.

Misalnya individu mengalami bullying, dikucilkan atau memiliki pengalaman di khianati yang besar. Mereka akan berpikir banyak orang yang tidak menginginkan dirinya hidup sehingga berperilaku demikian terhadap dirinya.

Untuk itu mereka memilih bunuh diri agar orang-orang yang berperilaku buruk terhadap dirinya menyadari bahwa hal tersebut adalah buruk.

Mungkin masih ada lagi penyebab keinginan bunuh diri seseorang. Kembali lagi pada diri individu tersebut dan lingkungannya.

Karena disadari atau tidak, lingkungan tempat individu tinggal dan beraktivitas memiliki andil yang cukup besar.

Untuk menghilangkan hal ini dari pikiranmu, kamu dapat menjaga lingkungan dan gaya hidup yang sehat. Coba pelajari 7 Manfaat Olahraga Bagi Kesehatan Psikologis Manusia.

Permasalahan lain yang mungkin menjadi penyebab adalah faktor ekonomi.

Tidak jarang persoalan ini membuat seseorang bunuh diri agar terlepas dari beban ekonomi yang dihadapi. Umumnya individu ini merasa malu tidak bisa memberikan nafkah kepada keluarganya. Maka muncullah kecenderungan untuk bunuh diri.

Tidak hanya pada dirinya sendiri saja. Terkadang mereka juga dengan sengaja “mengajak” serta keluarganya untuk bunuh diri. Sebenarnya di sini lah peran support system yang baik berlaku. Untuk itu jaga diri anda agar tetap dapat berpikir dengan baik dan kelilingi diri anda dengan orang-orang terpercaya yang bisa menjadi support system yang baik pula.

Written by Rima Mustika

Clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.