in ,

6 Penyebab Malas yang Membuatmu Suka Rebahan Seharian

Penyebab Malas
Penyebab Malas

Untuk mengetahui penyebab rasa malas, sebenarnya kita tidak perlu mencari darimana kemalasan itu berasal. Sebab, sudah pasti jawabannya bahwa rasa malas merupakan sifat alami yang di wariskan nenek moyang turun-temurun dari generasi ke generasi.

Tapi, apakah jawaban tersebut dapat memuaskan kita?

Tentunya tidak. Namun semua orang di balik kemalasannya juga memiliki rasa penasaran. Dan hal itulah yang membuat kita ingin terus dan terus menggali pengetahuan sampai hati dapat terpuaskan.

Secara umum, kita cenderung merasa malas untuk melakukan suatu hal yang tidak menjamin kepuasan batin atau tidak memiliki motivasi. Sebab hanya motivasi yang dapat membuat seseorang rela melakukan sesuatu sampai akhir tanpa peduli apapun.

Tak cukup sampai disitu saja, berikut adalah 6 penyebab seseorang merasa malas (dalam semua aspek kehidupan), khususnya bagi kamu yang hobi rebahan seharian.

1. Meyakini Bahwa Semua Hal Bisa Ditunda

Semua Hal Bisa Ditunda
Semua Hal Bisa Ditunda

Menunda satu hal, artinya mendahulukan satu hal lainnya. Namun sayangnya, satu hal yang kita dahulukan seringkali bukanlah sebuah prioritas melainkan hal yang sia-sia.

Kita semua tahu, penundaan itu seperti hutang yang berbunga. Semakin lama ditunda maka semakin banyak bunga yang harus dibayar.

Begitu pula saat kita menunda pekerjaan, ada harga yang harus kita bayar lebih mahal. Kita pun tahu bahwa waktu dalam sehari terbatas. Dalam 24 jam, kita mungkin memiliki 5-6 jam untuk menyelesaikan tugas penting dan sisanya kita bebas melakukan apa saja.

Nah, disebabkan lebih banyaknya waktu luang untuk bersantai, kita jadi berpikir bahwa tugas saat ini bisa digantikan dengan waktu luang nantinya.

Namun sering kali rencana kita mengerjakan tugas di waktu luang pun mendapatkan halangan. Dan akhirnya tugas tersebut ditunda lagi untuk keesokan harinya.

Penundaan seperti ini membuat segalanya menjadi lebih sulit. Maka jika kita memiliki waktu untuk mengerjakannya sekarang, kerjakan saja!

Baca Juga : 5 Tips Melepaskan Kecemasan Agar Lebih Tenang Dalam Bekerja

2. Gangguan Lingkungan atau Faktor Eksternal

Gangguan Lingkungan
Gangguan Lingkungan

Di era informasi dan kemudahan terkoneksi dengan banyak orang, ternyata juga membawa dampak negatif, semacam gangguan yang dapat mengalihkan fokusmu.

Hal ini seolah mengatakan bahwa kemalasan tidak selalu berawal dari rasa malas. Terkadang kita sudah berniat untuk menyelesaikan suatu tugas, namun tiba-tiba notifikasi email/pesan masuk atau telepon sehingga dapat mengalihkan kita.

Bahkan lebih dari itu, lingkungan yang bising juga bisa menjadi gangguan yang mengubah fokus kita saat bekerja. Dengan alasan-alasan tersebut, terkadang kita menghentikan pekerjaan.

Saat gangguan dari luar terus datang, otak kita bekerja lebih keras. Hal itu menyebabkan kita menjadi mudah lelah. Nah, saat kita lelah maka mood juga akan ikut berpengaruh. Setelahnya kita akan menjadi malas.

3. Menurun atau Hilangnya Motivasi Intrinsik

Motivasi Menurun
Motivasi Menurun

Motivasi secara umum mengejar kepuasan batin. Namun saat motivasi itu menurun atau hilang, kita menjadi malas melakukan tugas-tugas yang sebenarnya sangat penting.

Saat kita tidak memiliki motivasi untuk mengejar sesuatu, maka ada saja alasan untuk tidak menyelesaikan pekerjaan. Penyebab menurunnya motivasi bisa bermacam-macam, seperti ketakutan, putus asa, kesedihan atau kepahitan.

Ada banyak hal di dunia ini yang bisa membuat kita putus asa. Bahkan hanya dengan memikirkan bahwa bumi di lapisi oleh gas dan gumpalan api pun bisa saja membuat kita takut dan putus asa.

Namun seperti yang pernah di katakan oleh seseorang di masa lalu “Bahkan jika esok kiamat, aku akan tetap menanam pohon!”

Jika kamu marah dengan kondisi hidup saat ini, maka balikkan keadaan. Sebab balas dendam terbaik adalah melakukan yang terbaik!

Baca juga :  5 Cara Mencapai Kesuksesan Hidup Dengan Motivasi Intrinsik

4. Nutrisi Buruk

Tidak Memperhatikan Nutrisi Tubuh
Tidak Memperhatikan Nutrisi Tubuh

Tahukah kamu?

Apa yang kamu makan dan minum menentukan tingkat energi dan aktivitas otak. Gaya hidup modern memengaruhi makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-sehari.

Tak dapat di sangkal bahwa saat ini banyak sekali makanan-makanan yang tidak sehat untuk otak dan tubuh. Tentunya hal ini membuat kita menjadi mudah lelah, mudah stress hingga malas.

Ditambah lagi kita sudah tidak mementingkan pola makan sehat dan teratur. Nah, gizi yang buruk membuat bahan bakar pada tubuh lebih cepat habis.

Pengaruhnya, sebagai contoh, katakanlah kamu seorang penulis. Dengan gizi yang buruk, menulis satu halaman saja mungkin sudah membuat kamu kelelahan. Setelahnya kamu pun langsung beristirahat untuk kembali mengisi energi.

Pada akhirnya, kita hanya bisa menyelesaikan sedikit pekerjaan dalam sehari karena otak dan tubuh tidak dapat berfungsi optimal.

Jangan terus bertanya-tanya mengapa kamu mudah lelah, tetapi ubahlah pola makan menjadi lebih sehat dan seimbang, juga lakukan olahraga teratur untuk meningkatkan kesehatan tubuh dan otak.

Baca juga : 9 Makanan Dengan Manfaat Luar Biasa Untuk Kesehatan Otak

5. Kurangnya Rasa Tanggung Jawab

Tanggungjawab
Tanggungjawab

Kurangnya rasa tanggung jawab cenderung membuat seseorang menjadi tidak disiplin. Namun ada hal yang paling umum sebagai penyebab seseorang menjadi kurang bertanggung jawab.

Pertama, karena sesuatu yang akan di kerjakan terlalu berat. Kedua, karena seseorang merasa sudah cukup pintar, cukup hebat atau cukup kaya.

Contoh sempurna dari hal ini, seseorang yang membayar orang lain untuk melakukan tugas yang sebenarnya bisa di lakukan sendiri, seperti asisten rumah tangga, tukang kebun, driver dan lain-lain.

Kita mungkin melihat segala sesuatu dari sudut pandang positifnya saja, tapi terkadang sangat penting juga untuk melihat dampak negatifnya.

Baca juga : 7 Motivasi Positif Yang Membuatmu Bersemangat Memulai Aktifitas di Pagi Hari

Kesimpulan,

Sebagian dari kita mengatakan “aku malas” bukan karena mereka benar-benar pemalas. Tetapi karena ada alasan-alasan tertentu yang benar-benar menghalanginya.

Sementara pemalas yang benar-benar malas akan membuat alasan-alasan tak masuk akal untuk menghindari tugasnya meskipun ia mampu.

Kemalasan itu sendiri pun sebenarnya bersifat kondisional. Artinya seorang yang biasanya sangat pemalas sekali pun bisa saja mendadak jadi rajin jika kondisinya mendukung.

Jadi pada akhirnya kita bisa mengambil kesimpulan bahwa malas adalah sesuatu yang kompleks. Kita tidak bisa memberi “cap” pada seseorang bahwa dia pemalas dan sebaliknya begitu pula pada seseorang yang terlihat rajin.

Demikianlah artikel 6 Penyebab Malas Dalam Setiap Aspek Kehidupan. Semoga bermanfaat!

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening