in

Hindari, Inilah 7 Penyebab Kamu Sering Bertengkar dengan Pasangan

Semakin dalam kita mengenal seseorang, semakin banyak hal yang membuat kita sering beradu argumen dan beragam perbedaan pendapat yang tak pernah terselesaikan.

Kebanyakan dari kita ingin menemukan seseorang yang tepat untuk menetap sehingga hubungan berjalan dengan harmonis.

Mungkin kita membenci perdebatan, tidak inginkan kegaduhan tetapi setiap orang yang menjalin hubungan tidak ada yang benar-benar selalu sependapat.

Tidak ada yang selalu bisa bersatu di kala berdua dan tidak ada kisah yang sempurna. Tetapi pertengkaran yang terjadi berulang-ulang bisa membuat suatu hubungan berakhir di tengah jalan.

Untuk mengurangi resiko bubar, perselingkuhan atau hal-hal lainnya yang tak diinginkan, kita perlu berkaca lagi dengan mengetahui hal-hal yang harus dihindari.

Berikut adalah penyebab mengapa kamu sering bertengkar dengan pacar.

1. Terlalu Mempercayai Gosip yang Tidak Jelas Tentang Pasangan

Terlalu Mempercayai Gosip
Terlalu Mempercayai Gosip

Masalah kepercayaan adalah poin nomor satu yang sering menjadi penyebab hubungan tidak harmonis. Lalu apa lagi yang bisa dijelaskan jika kita sama-sama tidak percaya?

Terkadang kita mudah sekali mempercayai gosip-gosip tanpa bukti yang diceritakan orang-orang tentang pasangan. Dan anehnya ketika pasangan memberi penjelasan, kita tidak mau mempercayainya.

Kita perlu sadar bahwa tidak semua orang senang melihat hubungan kita tenang. Dan kita perlu lebih cermat lagi dalam menanggapi berita atau kabar-kabar buruk yang beredar.

Jika hubunganmu hancur, hanya kamu dan pasangan yang menanggung rasa sakitnya bukan mereka. Maka tentunya bisa kita simpulkan, bahwa dengan cermat menanggapi gosip pun sudah termasuk menjaga kerharmonisan hubungan!

2. Kamu dan Dia Dikepung Ego Masing-Masing

Saling Memiliki Ego
Saling Memiliki Ego

Pertengkaran bisa disebabkan banyak hal, tetapi ketika kita dikepung oleh ego masing-masing tak banyak yang bisa dilakukan untuk mendapatkan solusinya.

Mungkin kita merasa terancam ketika pasangan mencoba mengingatkan tentang sesuatu, hal ini memicu ego melambung tinggi sehingga kita membalasnya dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan pedas.

Tetapi pasangan pun merasa benar sehingga ia juga tak mendengarkan apa yang kamu katakan. Di situasi semacam inilah ego mengambil kendali.

Akhirnya semua kata-kata yang keluar tidak mampu lagi disaring oleh logika. Tentu tidak mudah bagi pasangan menjalin ikatan koneksi dalam jangka waktu yang lama, maka sebaiknya kita menghindari situasi yang mungkin bisa memicu timbulnya ego.

3. Pasangan Tidak Memberi Jarak

Pasangan Tidak Memberi Jarak
Pasangan Tidak Memberi Jarak

Apakah pasangan kamu terlalu posesif? Atau mungkinkah kamu yang tidak memberinya jarak sedikitpun?

Di awal-awal hubungan mungkin wajar jika kita sering salah paham dengan pasangan. Tetapi jika kamu dan dia sudah cukup lama menjalin cinta dan masih sering salah paham, maka persiapkan dirimu untuk perpisahan.

Ingin selalu bersama, posesif, cemburu dan tak bisa mengontrol diri adalah tanda-tanda bahwa cintamu tidak wajar. Sebab terlalu mencintai pasangan bukannya membuat kamu dan dia semakin bahagia, justru semakin sering bertengkar.

Cinta saja tidak cukup. Kita perlu menggunakan logika agar lebih memahami apa yang dibutuhkan untuk hubungan yang harmonis.

4. Memiliki Hobi dan Kebiasaan yang Jauh Berbeda

Memiliki Kebiasaan Yang Berbeda
Memiliki Kebiasaan Yang Berbeda

Kamu dan dia tidak sedang LDR, hanya saja sulit bertemu karena kebiasaan dan hobi yang jauh berbeda. Ditambah lagi, kamu terlalu cinta pada hobi mu dan begitu pula dengan dia.

Dan lebih parah lagi, jika salah satu pihak tidak menyukai kebiasaan pasangannya. Hal-hal kecil yang terbiasa lama-lama akan terasa besar dampaknya.

Lucu, kita seringkali memulai hubungan dengan seseorang yang kita tidak menyukai kebiasaannya dan beranggapan suatu saat ia bisa berubah. Juga semakin ironis, sebab kita tidak bisa mengendalikan orang lain.

Meskipun kita tahu ada kebiasaan-kebiasaan buruk yang harus diperbaiki demi kebaikannya sendiri, tetap saja hal itu tidak bisa membuatnya mau mengerti.

Sesuatu yang berkaitan dengan hobi, kesukaan dan kebiasaan adalah pilihan masing-masing. Dan seburuk apapun yang ia pilih, tetap saja kita tak bisa mengendalikannya. Maka sedari awal, ada baiknya kita memperhatikan tentang hal-hal seperti ini.

5. Tekanan Dari Pihak Ketiga, Keluarga atau Sahabat

Mendapatkan Tekanan Dari Pihak Ketiga
Mendapatkan Tekanan Dari Pihak Ketiga

Kita ingin mempertahankan pasangan karena cinta, sementara keluarga dan sahabat pun ingin menjauhkan kita dari pasangan karena mereka juga mencintai kita.

Dan hubungan pun semakin tidak harmonis semenjak pihak-pihak ke-tiga terus menekan kita. Mungkin sahabat dan keluarga kamu tidak setuju karena ia bukanlah orang yang baik menurut pandangan mereka.

Mungkin sahabat dan keluarga kamu hanya tidak ingin melihat mu di kecewakan nantinya dan mungkin mereka juga memiliki bukti-bukti valid sehingga bersikeras untuk melarang kamu melanjutkan hubungan tersebut.

Namun jika keluarga dan sahabat tidak menyukai pasangan kamu karena alasan seperti uang/jabatan/profesi, fisik dan penampilan maka kamu berhak untuk membantah apa yang mereka ingini.

6. Masalah Komunikasi

Masalah Komunikasi
Masalah Komunikasi

Karena sudah lama menjalin hubungan, kita sering beranggapan bahwa pasangan pasti sudah mengerti sehingga kita tidak perlu lagi berkomunikasi. Tetapi sayangnya seringkali anggapan tersebut menjadi kesalahpahaman.

Jangan memandang remeh komunikasi. Kata-kata yang diucapkan secara langsung saja bisa membuat kita salah paham, apalagi yang tidak diucapkan.

Tapi ini bukan soal seberapa banyak kita melakukan komunikasi dengan pasangan. Penyebab hubungan tidak harmonis sebenarnya adalah komunikasi yang tidak berkesan baik. Kita perlu memperhatikan kualitas komunikasi bersama pasangan.

Meskipun kamu banyak berbicara dengan pasangan tetapi kesannya membosankan atau malah membuat jengkel, tentunya hubungan tidak akan harmonis.

7. Perbedaan Dalam Pandangan

Perbedaan Dalam Pandangan
Perbedaan Dalam Pandangan

Ada keadaan dimana suatu pasangan mengalami kebuntuan yang benar-benar tidak memiliki jalan keluar. Suatu perbedaan yang paling inti tentang kepercayaan dan pedoman hidup yang tidak dapat diubah lagi.

Atau mungkin perbedaan kepribadian dimana pasangan kamu selalu ingin keluar dan bepergian sementara kamu adalah seorang introvert yang lebih suka ngobrol berdua di dalam rumah dengan pasangan.

Banyak pasangan selalu berdebat tentang hal-hal yang sudah menjadi identitas seseorang sejak lahir. Tentu saja hal ini tidak akan pernah selesai sebab kita sama-sama memiliki alasan yang kuat untuk mempertahankan jati diri kita.

Akhir Kata

Terkadang ketidakharmonisan bukan lagi perkara masih ada cinta atau sudah hilang. Kebanyakan hubungan berakhir disaat cinta masih sedang tumbuh-tumbuhnya.

Dari yang sudah-sudah kita bahas di poin-poin sebelumnya, tentulah kita sudah paham bahwa cinta saja tidak cukup untuk menjaga keharmonisan hubungan.

Sekianlah artikel tentang penyebab mengapa kamu sering bertengkar dengan pasangan.

Written by Ilham Damanik

Menyendiri-Merenung-Hening