in ,

Perilaku Asertif, Ekspresi Emosi Tanpa Merugikan Orang Lain

Perilaku Asertif

Perilaku asertif merupakan ungkapan dari emosi yang sesuai dan tepat keapada orang lain. Jika ditelaah dari asalnya, kata asertif berasal dari kata to assert di mana maknanya adalah menyatakan sesuatu dengan terus terang dibarengi dengan sikap positif.

Pengertian to assert sendiri adalah mengungkapkan sesuatu hal dengan cara menghargai tanpa terlepas dari rasa enggan. Seseorang yang memiliki perilaku asertif ini cenderung percaya diri namun tetap sopan.

Dengan kata lain, assertive behavior adalah suatu perilaku yang digunakan untuk mengungkapkan ide, perasaan, batasan dengan menjaga dan menghormati hak orang lain sehingga pengaruh positif muncul. Perilaku ini juga menunjukkan akan kemampuan individu untuk pengekspresian diri dan mengungkapkan keinginan tanpa ada pihak yang dirugikan.

Apakah sebatas itu saja yang harus diketahui dari perilaku asertif ini? Anda sebaiknya juga memahami bagaimana seperti apa perilaku asertif ini.

Bebas Mengutarakan Emosi

Bebas Mengutarakan Emosi
Bebas Mengutarakan Emosi

Setiap manusia pastinya memiliki emosi yang sedang dirasakan. Baik itu positif maupun negatif, emosi dapat dirasakan pada individu sesuai dengan apa yang sedang terjadi dalam kehidupannya.

Seseorang dengan perilaku asertif akan lebih mudah untuk menunjukkan baik dalam verbal dan non-verbal. Misalnya ketika ia sedang merasakan suatu emosi dan mengakuinya melalui verbal seperti “Ini aku yang sebenarnya dan ini yang aku rasakan dan inginkan”.

Jadi individu tersebut tidak segan untuk menunjukkan dirinya yang sebenarnya tanpa harus takut orang lain akan merugi karena disampaikan dengan tepat. Penyampaian yang tepat diiringi dengan intonasi yang sesuai pula, maka orang lain tetap merasa dihargai sebagai lawan bicara.

Terbuka Apa Adanya

Terbuka Apa Adanya
Terbuka Apa Adanya

Dalam kehidupan sehari-hari manusia pastinya tidak dapat hidup sendiri. Manusia akan terus menerus berinteraksi dengan manusia lain secara continue. Untuk itu antar individu akan membutuhkan komunikasi baik itu verbal maupun non-verbal.

Seseorang dengan perilaku asertif akan berkomunikasi secara terbuka dan apa adanya. Orang yangsertif cenderung lebih jujur tanpa dibuat-buat. Mereka memandang bahwa setiap orang adalah sama.

Mereka tidak membeda-bedakan mana teman dekat, keluarga atau orang asing yang baru dikenal. Mereka akan memperlakukan orang lain dengan sama baiknya.

Simpelnya, mereka akan berperilaku sama kepada semua orang tanpa pandang bulu. Cukup menyenangkan bukan rasanya berteman dengan seseorang yang berperilaku asertif.

Melihat Hidup Dari Segi yang Positif

Melihat Hidup Dari Sisi Yang Positif
Melihat Hidup Dari Sisi Yang Positif

Memiliki sudut pandang yang positif dalam semua hal akan membuat Anda lebih bahagia. Individu dengan perilaku asertif pun demikian. Mereka akan berusaha untuk mencapai goals dalam hidupnya. Semua keinginannya akan dimasukkan dalam daftar di mana ia akan termotivasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Ketika sudah memiliki tujuan, seseorang yang asertif akan berusaha untuk mewujudkannya. Karena sisi positifnya, mereka sudah menyadari bahwa tidak setiap perjalanan menuju tujuan dapat berjalan dengan mulus dan sesuai dengan ekspektasi.

Mereka memiliki self-acceptance yang baik sehingga ia dapat menyadari keterbatasannya dan berusaha mencari cara untuk dapat mewujudkan tujuan dengan keterbatasan tersebut secara baik.

Pelajari Juga : 6 Cara Ampuh Mengatasi Insecure Pada Diri Sendiri

Belajar dengan Observasi

Belajar dan Observasi
Belajar dan Observasi

Makna observasi di sini adalah mengamati lingkungan di mana ia berada Seseorang dengan perilaku asertif dapat bersikap proaktif. Artinya ia tidak akan menunggu sesuatu terlebih dahulu untuk belajar hal baru atau sekedar mengamati seseorang atau keadaan di lingkungan sekitarnya.

Hal ini dilakukan untuk pembelajaran dalam bertindak dan berespon terhadap sekitarnya. Maka tidak heran jika individu tersebut dapat bebas mengungkapkan apa yang sedang dirasakan dengan baik tanpa menyinggung orang lain.

Bukankah kita akan lebih mudah menerima kritik atau permintaan tolong jika dilakukan dengan baik dan sopan oleh orang tersebut? tentunya iya.

Aspek Asertif

Aspek Asertif
Aspek Asertif

Perilaku asertif memiliki aspek yang dapat ditinjau dalam tindakannya. Aspek yang pertama adalah asertif penolakan di mana seseorang dengan perilaku tersebut dapat menolak dengan halus dan baik atas permintaan atau ungkapan dari orang lain.

Aspek kedua adalah asertif pujian yakni seseorang dengan perilaku ini dapat mengungkapkan, mengekspresikan perasaan positif berupa penghargaan, cinta, kagum dan rasa syukur.

Aspek ketiga adalah permintaan di mana seseorang dengan perilaku ini ketika membutuhkan bantuan dari orang lain akan memintanya dengan baik. Sehingga orang yang dituju dapat membantu tanpa adanya pressure atau merasa terpaksa karena tertekan.

Baca Juga : People Pleaser, 8 Cara Berhenti Untuk Menyenangkan Orang Lain

Komponen Asertif

Komponen Asertif
Komponen Asertif

Dalam teori yang dikemukakan oleh Steven dan Howard, perilaku asertif memiliki komponen dasar yang memengaruhinya. Komponen pertama adalah kemampuan untuk mengekspresikan perasaan di mana individu dapat menerima dan mengungkapkan bergam emosi dengan baik dan tepat.

Komponen kedua adalah pengekspresian keyakinan dan pikiran di mana individu dapat terbuka dalam mengemukakan pendapat, bersikap meski ungkapannya adalah penyampaian atas ketidaksetujuan pada sesuatu hal.

Komponen kedua ini mungkin cukup sulit, tetapi individu dengan perilaku asertif dapat melakukannya dengan baik. Mereka juga sadar bahwa segala hal memerlukan pengorbanan.

Komponen ketiga adalah pengekspresian untuk mempertahankan hak pribadi di mana seseorang dengan perilaku ini tidak akan memberikan celah untuk diganggu dan juga dimanfaatkan oleh orang lain. Mereka cenderung akan langsung bertindak jika ada orang lain yang mengusiknya.

Terbentuknya Perilaku Asertif

Terbentuknya Perilaku Asertif
Terbentuknya Perilaku Asertif

Perilaku asertif ini dapat terbentuk karena adanya kejujuran, tanggung jawab, kesadaran diri dan juga kepercayaan diri. Individu dengan perilaku ini memiliki kejujuran dengan memahami dan menghormati apa yang dirasakan dan dipikirkan oleh orang lain.

Individu ini juga belajar bahwa tanggung jawab diperlukan untuk dapat mencapai goals. Tanggung jawab ini berlaku pada pilihan dan keputusan dalam hidup di mana mereka tidak akan menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi dalam hidupnya.

Dengan begitu seseorang tersebut dapat melakukan perubahan dari hal yang mungkin tidak sesuai atau tidak diinginkan.

Seseorang dengan perilaku asertif juga memiliki kesadaran diri yang dimulai dengan mengenali diri sendiri. Hal ini dapat membantunya untuk dapat memperhatikan perilaku yang muncul berupa tindakan-tindakan dari hasil pemikirannya. Sehingga tidak impulsif.

Kemudian seseorang dengan perilaku asertif ini memiliki kepercayaan diri yang diyakini dapat memberikan perubahan positif dalam hidupnya.

Pelajari Juga : Hukum Tarik Menarik: Ketika Pikiran Menciptakan Realitas Kebahagiaan

Cara Berkomunikasi Individu Dengan Perilaku Asertif

Cara Berkomunikasi Individu Dengan Perilaku Asertif
Cara Berkomunikasi Individu Dengan Perilaku Asertif

Seseorang dengan perilaku asertif ketika melakukan kontak dengan orang lain atau berkomunikasi mereka akan menunjukkan respon berikut ini.

Pertama adanya kontak mata dengan tatapan langsung pada lawan bicara. Sehingga lawan bicara dapat merasa dihargai karena diperhatikan dengan baik pesannya. Body language dari seorang yang asertif menunjukkan sikap yang tegak dan fokus kepada lawan bicara.

Mereka juga memiliki kemampuan untuk menjaga jarak ketika sedang melakukan interaksi dengan orang lain.

Hal ini dibarengi dengan isyarat untuk memperkuat komunikasi yang tegas, terbuka, hangat dan percaya diri dengan orang lain. Pengekspresian wajah mereka juga sesuai dengan apa yang ia sampaikan.

Nada dan intonasi serta volume suara seseorang dengan perilaku asertif akan tepat dengan kalimatnya. Tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah yang mengesankan bahwa ia kesal atau marah.

Selain itu individu yang asertif dapat mengungkapkan sesuatu hal dengan lawan bicara sesuai dengan kondisi tempat dan waktu. Mereka akan mendengarkan Anda lawan bicaranya dengan baik tanpa menyela karena mereka memiliki kemampuan untuk menahan diri dengan baik.

Kebalikan dari perilaku asertif, pelajari juga tentang :

Itulah seluk beluk perilaku asertif yang perlu Anda ketahui. Karena penggunaan kata asertif ini rasanya masih belum dapat dimengerti sepenuhnya secara luas di masyarakat.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.