in , ,

Personal Boundaries, Terapkan Untuk Hidup Lebih Bahagia

Personal Boundaries

Personal boundaries atau batasan personal sering kali diabaikan oleh orang yang ada di sekitar Anda. Batasan ini sering menjadi permasalahan pada Anda sendiri dan juga orang lain. Anda juga akan merasa lebih sensitif jika bertemu dengan orang lain dan cenderung menghindari keramaian karena sering dilanggar batasannya.

Mengapa demikian? Karena tidak sedikit orang yang tidak menyadari bahwa batasan personalnya sedang dijajah oleh orang lain.

Maka hal ini menjadi penting untuk disadari dan diterapkan batasan yang jelas agar Anda tidak mudah untuk dijajah batasannya. Pentingnya personal boundaries ini karena mayoritas dari individu masih kesulitan untuk berkata tidak.

Sulitnya berkata tidak ini karena seseorang merasa tidak enak menolak permintaan dari orang lain. Pasalnya sebuah batasan diri ini dapat dijadikan pedoman agar orang lain dapat memperlakukan Anda dengan semestinya.

Memang tidak mudah tapi bisa Anda lakukan. Mengingat Anda tidak selamanya bertemu dengan orang yang dapat menghargai Anda layaknya toxic people. Fungsinya menerapkan boundaries salah satunya agar Anda terhindar dari toxic people seperti ini.

Apa manfaatnya menerapkan personal boundaries ini? sebelum mengenal manfaat dan cara menerapkan batasan, ada beberapa jenis dari personal boundaries yang wajib Anda ketahui.

Jenis Personal Boundaries

Jenis Personal Boundaries
Jenis Personal Boundaries

Personal boundaries ini memiliki jenis berdasarkan kondisinya. Jenis pertama adalah material boundaries di mana Anda memiliki hak untuk memberikan atau meminjamkan materi seperti uang, pakaian, buku, makanan hingga harta benda yang Anda miliki lainnya kepada orang lain.

Jenis kedua adalah physical boundaries yakni batasan atas tubuh Anda misalnya kepada siapa Anda bisa memberikan privasi fisik seperti jabat tangan, pelukan hingga berdekatan dengan seseorang.

Jenis yang kedua ini juga meliputi ruang pribadi misalnya bagaimana Anda berespon ketika ada hal yang mengganggu. Contohnya ketika ada orang lain memutar musik cukup keras atau ada orang lain yang sengaja membuka chat pribadi Anda di smartphone.

Jenis ketiga adalah mental boundaries yakni meliputi pikiran, nilai serta pendapat Anda. Anda bisa berpikir untuk menilai apakah Anda betul-betul memahami keadaan yang ada atau tidak. Ketika Anda mudah terpicu secara emosional dan bertindak defensif, mungkin saja mental boundaries Anda kurang kuat.

Jenis keempat adalah emotional boundaries di mana menjadi pemisah antara emosi dan tanggung jawab. Batasan ini dapat membantu Anda untuk tidak mencampuri urusan orang lain. Karena hal ini akan mencegah Anda untuk mengemukakan pendapat personal yang tidak diminta dan diperlukan dari orang tersebut. Sehingga Anda tidak mudah menyalahkan orang lain jika berada dalam situasi yang kurang menguntungkan.

Jenis kelima adalah sexual boundaries yakni Anda memiliki hak atas kenyamanan dari sentuhan dan aktivitas fisik yang diinginkan. Anda memiliki hal untuk memilih di mana, kapan dan dengan siapa Anda melakukannya. Dengan catatan tidak ada pihak yang dirugikan dan kedua pihak telah menyetujuinya.

Jenis terakhir adalah spiritual boundaries yakni hubungan Anda dengan keyakinan terhadap Tuhan. Anda memiliki hak untuk memilih, melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianut. Dengan begitu Anda juga akan otomatis menghargai dan menghormati orang lain baik dengan kepercayaan yang sama maupun yang berbeda.

Lalu apa saja manfaat dari penerapan personal boundaries ini?

1. Meningkatkan Self Love

Self Love
Self Love

Self love penting dimiliki oleh setiap individu agar dapat menikmati hidup lebih baik. Ketika Anda memiliki rasa kasih sayang terhadap diri sendiri mungkin orang-orang di sekitar Anda akan menganggap sebagai hal yang tidak layak.

Namun kenyataannya, Anda justru mampu untuk memberitahu orang lain dari diri Anda sendiri apa yang baik dan apa yang tidak baik.

Individu yang memiliki personal boundaries merupakan orang yang kuat. Anda akan lebih memperhatikan diri Anda sendiri terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaan tolong atau kebutuhan orang lain.

Misalnya jika Anda sedang sakit, maka tidak mungkin Anda harus memenuhi permintaan orang lain terlebih dahulu. Yang bisa Anda lakukan adalah rawat diri dan sembuh terlebih dahulu agar dapat segera membantu orang lain.

Hal ini bukan merupakan sikap egois, tetapi sikap menyayangi dan mencintai diri sendiri.

Anda masih bingung dalam menerapkan self-love yang tepat ? Coba pelajari 7 Cara Mencintai Diri Sendiri.

2. Menjadi Orang yang Lebih Tegas

Menjadi Orang Yang Lebih Tegas
Menjadi Orang Yang Lebih Tegas

Personal boundaries yang Anda terapkan dapat membantu Anda untuk menjadi orang yang lebih tegas. Ketika Anda menerapkan batasan pribadi, Anda akan lebih memperhatikan perasaan dan melakukan penyesuaian terhadap kebutuhan diri Anda sendiri.

Sehingga Anda akan dapat menentukan dan meminta bagaimana orang lain bersikap terhadap Anda. Tidak lupa dibarengi dengan komunikasi dua arah yang mudah dipahami agar orang lain tidak merasa tersinggung dengan permintaan Anda.

3. Menghindari Emosi Negatif

Menghindari Emosi Negatif
Menghindari Emosi Negatif

Jika Anda telah menerapkan personal boundaries, Anda akan lebih mudah untuk memahami dan menghindari emosi negatif yakni anger dan hate. Ketika Anda tidak berani menolak permintaan dari orang lain, Anda akan mudah sekali terpicu kemarahan dan merasa benci pada diri sendiri.

Maka Anda perlu mencari cara berkomunikasi yang tepat kepada seseorang agar Anda tidak terus menerus memenuhi permintaannya ketika memang sedang tidak mampu.

Penyampaian penolakan yang tepat akan membuat Anda mengurangi emosi negatif yang dirasakan pada diri sendiri. Hal ini juga dapat membantu Anda untuk terhindar dari stres karena selalu mendahulukan kepentingan orang lain diatas kepentingan dan kebutuhan diri sendiri.

Perlu diingat bahwa kesehatan, kebahagiaan dan kebebasan diri Anda berasal dari diri Anda sendiri, sehingga penting untuk mengutamakan kebutuhan diri terlebih dahulu.

Berbicara tentang kebahagiaan, ternyata ada banya hal yang tidak kita ketahui tentangnya. Anda bisa mempelajari tentang 4 Level Kebahagiaan Dalam Hidup yang Wajib Diketahui.

4. Tanggung Jawab Terhadap Diri Sendiri

Tanggungjawab Terhadap Diri Sendiri
Tanggungjawab Terhadap Diri Sendiri

Seseorang yang memiliki personal boundaries akan mengetahui apa yang terbaik untuk dilakukan. Misalnya pada konteks pengambilan keputusan, atau memilih sesuatu. Anda bertanggung jawab untuk memilih jalan hidup yang ada dengan segala risikonya.

Selain itu Anda juga dapat mengambil suatu keputusan murni dari pemikiran diri sendiri karena hanya diri Anda yang tahu apa yang terbaik, tentunya dengan segala risikonya pula.

Ketika Anda menyadari tanggung jawab dan risiko yang ada, Anda akan mudah untuk bersikap tegas ketika berpendapat atau menolak permintaan dari orang lain.

Kenali Tandanya

Ketika Personal Boundaries Dilanggar
Ketika Personal Boundaries Dilanggar

Untuk dapat mengenali apakah personal boundaries Anda dilanggar, tidak cukup hanya dengan sekali observasi saja. Anda perlu melihat berapa kali seseorang melakukan hal tersebut kepada Anda. Jika batasan personal Anda sudah dilanggar beberapa kali dengan orang yang sama, maka Anda harus mawas diri.

Sikap waspada ini dapat membantu Anda untuk memilah mana yang masih bisa Anda toleransi dan mana yang harus Anda keluarkan dari hidup Anda sehingga tidak dikelilingi oleh toxic people.

Anda memang tidak mungkin untuk menghilangkan toxic people atau toxic environment. Namun Anda bisa bergerak dan memutuskan sesuatu agar dapat terhindar dari orang-orang yang melanggar personal boundaries Anda.

Sehingga Anda akan lebih merasa nyaman dan bahagia dengan diri Anda sendiri dan kehidupan yang sedang dijalani.

Tertarik untuk mencoba tetap nyaman ditengah orang-orang toxic ? Coba pelajari 5 Cara Menghadapi Teman Yang Toxic.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.