in , ,

7 Pertimbangan Ini Harus Kamu Pikirkan Sebelum Resign dari Pekerjaan

Pertimbangan Sebelum Resign Kerja
Pertimbangan Sebelum Resign Kerja

Resign dari pekerjaan bukanlah keputusan main – main. Sebelum mengajukan surat pengunduran diri pun, kamu pasti melalui kebimbangan yang semakin membuat kamu mempertanyakan lagi keputusan tersebut.

Memang haruslah begitu. Kamu sebaiknya memikirkannya dengan sangat matang biar tidak ada rasa penyesalan di kemudian hari.

Kalau kamu sedang di ujung tanduk antara memutuskan untuk resign atau tidak, percayalah masih banyak hal lain lagi yang perlu kamu pertimbangkan. Apa saja sih?

Nah, coba deh pikirkan berbagai hal berikut ini sebelum kamu mantap untuk membuat surat pengunduran diri.

Simak dengan cermat ya agar kamu bisa menimbang ulang keinginan kamu sebelum resign dari pekerjaan saat ini.

1. Temukan Alasan Yang Logis

"Temukan

Apa sih yang membuat kamu sampai memutuskan ingin resign dari pekerjaan?

Sebelum membulatkan keputusan untuk mengundurkan diri, coba pikirkan lagi alasannya. Sebaiknya alasan yang kamu punya tersebut adalah alasan yang masuk akal.

Tekanan pekerjaan yang berat kemungkinan menjadi salah satu faktornya. Rasa jenuh akibat atasan yang sering menyalahkan kamu, atau rekan kerja yang susah diajak kerjasama, tak ayal memang sering membuat para karyawan ingin cepat – cepat resign dari kantornya itu.

Kamu tentu sudah sering dengar tentang nasihat bahwa sebaiknya jangan mengambil keputusan ketika sedang emosi. Ini termasuk salah satunya.

Urungkan dulu niat kamu untuk keluar dari perusahaan kalau didasari emosi semata. Apalagi kalau masih bisa diubah, kamu mungkin ingin bertahan lebih lama lagi.

Masih belum bisa menemukan alasan yang logis?

Kalau begitu jangan dulu gegabah mengajukan surat pengunduran diri kamu. Ingat lagi bagaimana kamu harus memenuhi kebutuhan di kehidupan sehari – hari.

2. Tidak Hanya Gaji, Perhitungkan Juga Benefit Lain Yang Didapatkan

Perhitungkan Benefit
Perhitungkan Benefit

Gaji memang faktor utama semua orang bekerja. Termasuk kamu, pasti ingin hasil kerja kamu mendapatkan nominal gaji yang sepadan, kan?

Namun demikian, jangan semata – mata berniat untuk resign karena tergiur gaji yang lebih besar di tempat kerja lain. Di balik gaji yang besar, tentu ada tanggung jawab yang besar pula.

Tanyakan pada dirimu sendiri, apa kamu sudah siap dengan tekanan ataupun tuntutan pekerjaannya nanti? Bagaimana dengan pengalamanmu, apa sudah mumpuni untuk posisi tersebut?

Selain nominal gaji, bandingkan juga benefit lain antara perusahaan kamu sekarang dengan tempat kerja baru nantinya, mulai dari asuransi, tunjangan, sampai berbagai fasilitasnya.

Jarak tempat tinggal kamu dengan kantor pun perlu dipertimbangkan. Nanti yang ada gaji kamu malah habis di ongkos.

Di tempat baru pun belum tentu suasananya akan lebih nyaman dari di kantor kamu sekarang. Kenyamanan saat bekerja sangat berpengaruh terhadap produktivitas kamu, maka dari itu ini juga termasuk benefit untuk jadi bahan pertimbangan kamu sebelum resign, lho.

3. Apa Rencana Kamu Ke Depan?

Memikirkan Rencana Kedepan
Memikirkan Rencana Kedepan

Apabila sudah merasa jenuh sampai – sampai tidak betah di kantor, pasti langsung terpikirkan ingin resign dari pekerjaan. Namun demikian, renungkan lagi sebelum membulatkan keputusan itu.

Salah satunya, soal rencana kamu ke depannya. Bulan ini kamu resign, lalu, selanjutnya apa?

Jangan buru – buru mengajukan surat pengunduran diri kalau kamu belum tahu apa yang akan kamu lakukan setelah ini. Apalagi jika belum mendapatkan pekerjaan baru karena artinya kamu tidak punya pemasukan untuk sementara waktu.

Buatlah list rencana kamu ke depan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Ingin berbisnis, melanjutkan kuliah, beli property, tuliskan apapun rencana kamu agar bisa direnungkan ketika berencana resign.

Sebaiknya urungkan niat kamu untuk resign kalau belum punya tujuan. Nikmati dulu pekerjaan yang ada, selesaikan sebaik mungkin, tidak ada yang tahu kalau dengan begitu karir kamu  justru akan semakin cemerlang tahun ini.

4. Pertimbangkan Ilmu Dan Pengalaman Yang Kamu Dapat Sampai Saat Ini

Pertimbangkan Ilmu dan Perkembanganmu Di Tempat Kerja Lain
Pertimbangkan Ilmu dan Perkembanganmu Di Tempat Kerja Lain

Bekerja tak hanya sekadar mencari uang tetapi juga sarana belajar. Belajar menyelesaikan tanggung jawab yang diberikan dan juga menambah ilmu baru dari pengalaman tersebut.

Sebelum mantap untuk resign dari tempat pekerjaan kamu saat ini, kamu mungkin mau mempertimbangkan ilmu dan pengalaman yang kamu terima.

Dengan berbagai pengalaman serta ilmu tersebut, bagaimana kontribusi kamu untuk perusahaan? Apakah prestasi kamu sudah cukup membawa kemajuan termasuk untuk diri kamu sendiri?

Meskipun terdapat banyak tekanan sampai kamu merasa resign adalah jalan keluarnya, justru hal seperti itulah yang menempa kamu hingga menjadi seorang yang profesional. Dari yang tidak mengerti, jadi lebih ahli. Dulu tidak disiplin, sekarang manajemen waktu kamu jadi lebih baik.

Uang bisa dicari, tetapi ilmu tidak bisa dibeli, bukan?

5. Lama Kerja Di Perusahaan Sekarang

Kamu Sudah Lama di Pekerjaanmu Sekarang
Kamu Sudah Lama di Pekerjaanmu Sekarang

Berapa lama kamu bekerja di perusahaan sekarang ini juga penting untuk dipertimbangkan. Terutama untuk karyawan baru, sebaiknya urungkan niat kamu untuk resign kalau lama kamu bekerja masih di bawah satu tahun.

Hal tersebut akan berpengaruh terhadap CV kamu, yakni tentunya berpengaruh pula apabila kamu hendak melamar bekerja di tempat lain. Para recruiter akan mempertanyakan pengalaman kerja kamu tersebut dan kemungkinan dianggap jelek karena cepat bosan dan tidak betahan.

Selain itu, di berbagai lowongan pekerjaan pun, ada syarat yang tertulis bahwa kamu perlu pengalaman bekerja minimal dua tahun atau bahkan lima tahun. Apabila ini berkaitan dengan kesuksesan karir yang kamu capai, lebih baik bertahan lebih lama dulu.

Kalau sudah saat yang tepat untuk kamu resign, kamu pun sudah lebih matang dan profesional dengan segala pengalaman kerja yang kamu punya.

6. Sudahkah Kamu Bekerja Secara Profesional?

Koreksi Caramu Bekerja
Koreksi Caramu Bekerja

Kejadian ini seringkali terjadi. Karyawan memutuskan untuk resign karena hal – hal pribadi.

Dalam bekerja, jangan sampai mencampuradukkan ranah pribadi dengan pekerjaan. Misalnya, kalau kamu habis dimarahi oleh atasan kamu, anggaplah hal tersebut teguran untuk bekerja lebih baik lagi dan tidak perlu menyimpan dendam. Ini membuat kamu tidak profesional.

Emosi dalam pekerjaan sebaiknya dilampiaskan pada pekerjaan juga. Jangan sampai kamu membenci individunya. Biar bagaimanapun di setiap posisi ada tanggung jawab yang perlu diselesaikan dan tekanannya berbeda – beda.

Kalau kamu mendadak ingin resign setelah dimarahi bos, atau rekan kerja kamu yang tidak seru, dan hal – hal pribadi lainnya, sebaiknya pikirkan ulang karena mungkin masalahnya datang dari kamu yang belum bekerja secara profesional.

7. Masih Banyak Orang Yang Susah Mencari Pekerjaan

Diluar Sana Banyak Yang Ingin Menggantikan Posisimu
Diluar Sana Banyak Yang Ingin Menggantikan Posisimu

Kamu sendiri pasti orang yang paling tahu bagaimana susahnya mencari pekerjaan. Setelah berbagai tantangan tersebut, kamu benar yakin ingin melepaskan apa yang sudah kamu capai ini?

Apalagi kalau belum dapat pekerjaan baru. Renungkanlah betapa masih banyak di luar sana yang ingin ada di posisimu sekarang. Syukuri pekerjaan kamu dan lakukan sebaik mungkin.

Baca Juga : 5 Tanda Bahwa Kamu Harus Meninggalkan Pekerjaan Saat Ini

Demikian 7 hal yang perlu kamu pikirkan sebelum kamu memutuskan untuk resign dari pekerjaan. Apapun alasan kamu, lebih baik dipikirkan dulu matang – matang dan jangan gegabah karena mengikuti emosi semata.

Setelah merenungkan beberapa hal tadi, kamu yakin ingin tetap resign dari pekerjaan ?

Written by Ana Rostiana

The girl still on her journey to unveil her biggest mystery--her life.