in

Phobia Dalam Psikologi Dan Cara Untuk Mengatasinya

Phobia Dalam Psikologi dan Cara Mengatasinya

Phobia dalam psikologi merupakan bagian dari gangguan kecemasan. Mungkin anda pernah merasakan atau melihat seseorang yang memiliki ketakutan terhadap sesuatu secara berlebihan. Yang mungkin menurut anda itu adalah hal yang biasa saja.

Contohnya seperti melihat kucing yang lucu tentu membuat anda ingin mengelusnya. Tetapi orang yang punya phobia terhadap kucing tidak akan mau bahkan untuk melihat bulunya saja merasa jijik.

Memang unik gangguan yang satu ini. Meski jenisnya sangat beragam dan banyak, namun yang termasuk dalam kategori phobia dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM V) tidak sebanyak jenisnya.

Phobia dalam psikologi adalah adanya rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. Rasa takut sendiri memang ada pada setiap manusia, namun pada phobia kadar ketakutannya ini sudah berlebihan. Padahal bahaya dari ketakutannya sendiri belum tentu seperti yang dipikirkan.

Reaksi yang ditunjukkan oleh orang yang mengalami phobia cukup berlebihan. Bahkan dapat memunculkan reaksi gemetaran, pusing, sulit berpikir jernih hingga dapat pingsan.

Kata phobia sendiri berasal dari istilah Yunani yakni Phobos yang bermakna lari. Gejala yang ditimbulkan dari phobia adalah jantung terasa berdebar, sesak nafas, bingung, sakit kepala, mual, dada terasa nyeri, leher tercekik, berbicara tidak jelas, gemetar, keringat dingin dan banyak, mulut terasa kering, menangis, selalu ingin ke kamar kecil hingga takut berada di kesendirian.

Jadi apa saja jenis phobia dalam psikologi?

Social Phobia

Social Phobia
Social Phobia

Phobia dalam psikologi yang pertama adalah phobia sosial di mana adanya ketakutan secara intens pada situasi sosial sehingga seseorang bisa mendapatkan evaluasi negatif dari orang lain. Individu dengan phobia ini memiliki rasa gelisah yang ekstrem pada situasi sosial.

Misalnya mengangkat telpon, menghubungi orang bahkan ketika memesan makanan di restoran. Sumbernya dapat berasal dari aksi atau reaksi sederhana yang dapat mengakibatkan individu mengisolasi dirinya sendiri.

Mereka sulit untuk berinteraksi dengan orang lain karena adanya kejadian buruk di tempat umum sebelumnya. Awalnya individu dengan phobia ini memiliki kepribadian pemalu yang kemudian mengalami hal yang tidak menyenangkan sehingga muncul phobia pada diri individu tersebut.

Phobia sosial ini bervariasi dan semakin banyak situasi yang menakutkan maka akan semakin besar gangguan fungsinya. Biasanya lebih sering terjadi pada perempuan daripada laki-laki.

Specific Phobia

Specific Phobia
Specific Phobia

Phobia selanjutnya adalah specific phobia atau phobia spesifik. Phobia dalam psikologi ini merupakan adanya ketakutan berlebihan pada satu objek dan situasi tertentu. Bisa dibilang individu dengan phobia ini akan berlebihan terhadap suatu hal. Reaksi yang ditunjukkan berupa psikologis dan fisiologis.

Reaksi psikologis biasanya dapat muncul seperti cemas, khawatir hingga mudah panik. Sedangkan reaksi fisiologisnya seperti berkeringat dingin, gemetar hingga bicara menjadi tidak jelas atau sulit.

Jika anda sering membaca atau mendengar jenis-jenis phobia yang namanya unik karena tergantung pada ketakutan objek dan situasinya, phobia tersebut termasuk dalam jenis phobia specific.

Misalnya phobia pada kucing, phobia darah, phobia ruangan sempit, phobia pada ruangan gelap, phobia jeruk, phobia pergi ke dokter, phobia akan rasa bahagia, phobia makanan tertentu dan masih banyak ratusan lainnya.

Agoraphobia

Aghora Phobia
Agoraphobia

Salah satu phobia dalam psikologi ini adalah ketakutan pada tempat atau situasi yang tidak dapat dihindari atau takut pada ruangan terbuka. Individu yang memiliki phobia ini akan berusaha menghindari berada dalam keramaian, kondisi sosial dan berada di luar rumah.

Meski ada kaitannya dengan phobia sosial, tetapi individu yang memiliki agoraphobia ini berpikir bahwa mereka tidak dapat keluar dari tempat yang mereka takuti karena tidak tersedia pertolongan yang diinginkan.

Agoraphobia sendiri berasal dari bahasa Yunani yakni ketakutan pada pasar. Namun bukan artinya mereka takut untuk pergi ke pasar secara nyata. Hanya saja mereka takut berada di tempat terbuka dan ramai.

Mereka akan merasa takut hingga panik jika berada di tempat yang penuh sesak, tempat yang minim emergency exit dan tempat yang jauh dari adanya bantuan sehingga sulit ditolong jika terjadi sesuatu. Tempat tersebut misalnya mall yang sedang penuh, jembatan, di dalam transportasi seperti bus dan kereta api sehingga pada kasus yang severe mereka tidak berani untuk keluar rumah.

Uniknya tidak semua penderita agoraphobia ini memiliki gangguan panik. Mereka yang memiliki agoraphobia dengan gangguan panik akan lebih mudah untuk berkeringat dingin, pucat, pusing dan gemetaran ketika merasa tidak aman di suatu tempat yang ditakuti. Mereka akan cemas dan ketika tidak bisa mengendalikan diri mereka akan panik.

Paniknya sendiri juga tidak bisa diprediksi. Jadi agoraphobia yang sudah paham betul akan dirinya biasanya akan membatasi aktivitas. Kalaupun harus bepergian mereka akan meminta untuk ditemani. Ada pula yang memaksakan diri untuk keluar rumah walaupun mereka merasa sangat cemas.

Sebaliknya individu dengan agoraphobia tanpa gangguan panik akan merasa terganggu jika harus selalu ditemani saat bepergian. Mereka mungkin masih dapat merasakan pusing, pucat namun hanya dirasakan dan tetap memaksa diri keluar rumah.

Baca Dulu :

Cara Mengatasi Phobia

Cara Mengatasi Phobia
Cara Mengatasi Phobia

Sudah insting manusia untuk menghindari diri dari situasi yang mengancam. Apalagi dengan seseorang yang memiliki phobia. Apa yang harus dilakukan untuk mengatasi phobia? Phobia bisa diatasi dengan penanganan dari ahlinya berupa terapi. Terapi yang diberikan adalah terapi perilaku kognitif atau cognitive behavior therapy.

Hal ini akan membantu individu yang memiliki phobia dalam psikologi agar dapat berpikir secara rasional terhadap ketakutannya. Teknik terapi ini akan membuat individu seakan berada di situasi yang ditakuti. Misalnya seseorang yang phobia kucing akan diminta untuk membayangkan kucing terlebih dahulu.

Proses selanjutnya setelah membayangkan kucing, individu di minta untuk menggambarkan kucing atau diberikan boneka kucing untuk dipegang. Meski awalnya masih takut dengan hanya boneka kucing, lambat laun mereka akan berani untuk mengelus boneka kucing.

Baru lah ketika dirasa ada perubahan, maju ke tahap selanjutnya yakni melihat kucing yang sesungguhnya dan menyentuhnya. Atau mungkin anda memiliki phobia yang terbilang cukup aneh. Jangan khawatir, anda tidak sendirian. Masih banyak orang di muka bumi ini yang memiliki kemungkinan phobia yang sama uniknya dengan anda.

Yang dikhawatirkan adalah ketika phobia ini sudah sangat mengganggu aktivitas anda sehari-hari dan membuat anda mengisolasi diri dari lingkungan. Maka anda harus segera mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya.

Sebenarnya rasa takut dan phobia ini memiliki perbedaan yang tipis. Rasa takut terhadap sesuatu itu wajar dan masing-masing orang memiliki ketakutan akan sesuatu hal yang berbeda-beda. Hindari memberikan komentar pada orang yang memiliki ketakutan seperti “Gitu aja takut?” hal ini dapat menyasar mentalnya.

Akhir Kata

Phobia dalam psikologi sendiri adalah rasa takut yang berlebihan sehingga dapat mengganggu gaya hidup dan dapat menyebabkan stres. Beruntungnya, masyarakat masa sekarang ini sudah lebih aware terhadap mental health.

Sikap aware ini membuat individu tahu apa yang ia rasakan, tergolong salah satu gangguan klinis atau bukan dan apa yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mentalnya.

Sayangnya, masih banyak pula yang belum aware akan hal ini dan justru meremehkan bahwa orang-orang yang aware adalah orang yang mudah rapuh. Orang yang kuat bukan berarti tidak pernah merasakan gejala psikologis ringan seperti stres misalnya. Mereka mungkin masih merasa tabu akan mental health dan denial bahwa mereka tidak serapuh orang yanga aware dengan mental health.

Written by Rima Mustika

Adult clinical psychologist, art enthusiast. A traditional dancer who can't live without coffee.