in ,

Pilih Sahabat atau Pacar? Begini Penjelasan dan Jawabannya

Sahabat atau Pacar
Sahabat atau Pacar

Bagaimana bisa kita memilih antara pacar atau sahabat?

Katakanlah, ada seseorang yang mendekat, berkenalan dan lama-kelamaan kamu merasa nyaman. Namun, ternyata sahabatmu membenci orang itu. Tentu menjadi sebuah dilema besar!

Di satu sisi kita mulai nyaman dengan seseorang, namun di sisi lainnya kita sudah lama bersahabat, bahkan sejak kecil. Untuk memilih satu diantara dua berlian yang paling berharga ini pastilah tidak mudah.

Mungkin kamu bingung dan takut untuk memilih, tapi tenanglah karena setiap masalah pasti ada solusi.

Nah, begini cara-cara mengatasinya!

1. Cari Dimana Titik Masalahnya

Cari Akar Masalahnya
Cari Akar Masalahnya

Sebelum kamu tersudutkan untuk memilih salah satu antara pacar atau sahabat, pastinya ada masalah kecil yang terus datang berulang-ulang.

Tak peduli seberapa lama kamu bersahabat dengan seseorang dan tak peduli seberapa hebat pacar yang kamu miliki sekarang. Ini bukan tentang hubungan yang kamu jalani tetapi ini tentang dirimu dan sikapmu. Disinilah kebijaksanaan kamu diuji.

Maka ide terbaiknya adalah duduk dan berbicara dengan kepala yang dingin. Duduklah semeja dengan pacar dan sahabatmu, agar bisa menemukan dimana titik masalah sebenarnya.

Baca Juga : 8 Tanda Bahwa Sahabat Berubah Jadi Cinta Kepadamu

2. Jika Pacar Kamu Yang Bermasalah

Jika Pacarmu Bermasalah
Jika Pacarmu Bermasalah

Tidak jarang kita menemukan hubungan dimana salah satu pihak begitu posesif. Mungkin seseorang yang posesif tidaklah berpikir panjang sebelum berbicara sebab mereka lebih mengandalkan egonya.

Mungkin pacar posesif akan marah jika kamu pergi bersama orang lain bahkan sahabatmu sendiri. Tak cukup sampai disitu, ia juga akan mengatur setiap aspek kehidupan kamu secara keseluruhan.

Nah, menghadapi orang yang seperti ini butuh kesabaran ekstra. Jika kamu tidak ingin segera mengakhiri hubungan dengan orang seperti ini, maka cobalah tanyakan beberapa hal berikut:

“Menurut kamu bagaimana perasaan seseorang yang selalu diatur-atur, dimarahi dan disudutkan?”

“Menurut kamu apakah aku salah jika bersahabat dengan seseorang yang menurutku baik?”

“Jika aku harus memilih kamu, maka tunjukkan dimana letak kesalahan persahabatanku.”

Untuk menghadapi orang-orang yang posesif, jangan ucapkan kalimat-kalimat yang menghakimi dan menyudutkan, tetapi perbanyaklah mengeluarkan pertanyaan agar dia berpikir.

Jika jawabannya tidak mencerminkan kebijaksanaan dan mencari solusi, maka ada baiknya kita mengakhiri hubungan itu.

Baca Juga : 7 Tipe Cowok yang Seharusnya Tidak Kamu Jadikan Pasangan

3. Jika Sahabat Kamu Yang Bermasalah

Jika Sahabatmu Yang Bermasalah
Jika Sahabatmu Yang Bermasalah

Terkadang sahabat adalah seseorang yang paling mengerti kita. Tetapi terkadang sahabat juga bisa menjadi begitu posesif dan ingin mendominasi dalam kehidupan kita.

Seorang sahabat mungkin mengerti diri kita dan menginginkan yang terbaik untuk kita. Maka cobalah tanyakan beberapa hal berikut kepada sahabatmu.

“Apa yang membuat kamu membenci pacarku?”

“Menurut kamu apa yang terjadi padaku jika aku melanjutkan hubungan dengan pacarku sekarang?”

Jika sahabatmu menjawabnya dengan alasan yang masuk akal dan positif maka pilihlah sahabatmu.

Namun jika sahabatmu menjawab dengan egonya saja tanpa menunjukkan kebijaksanaan berpikir, maka kamu bisa meninggalkan persahabatan tersebut.

4. Jangan Menghabiskan Waktu

Jangan Habiskan Terlalu Banyak Waktu
Jangan Habiskan Terlalu Banyak Waktu

Jika seseorang menginginkan yang terbaik untuk kita dan hal itu sesuai dengan prinsip yang kita pegang, maka ikutilah. Sebab tidaklah mungkin seseorang memmegang dua prinsip sekaligus.

Kita harus menjadi diri kita sepenuhnya dalam sebuah hubungan. Menjadi diri sendiri membuat kita tahu mana orang yang benar-benar mencintai dan menerima kita.

Tak ada gunanya menjalani hubungan yang hanya membuat waktu kita sia-sia. Lihatlah siapa orang yang lebih berkualitas secara pola pikir dan jangan menghabiskan waktu dengan orang yang sempit pikirannya.

Baca Juga : 7 Penyebab Pacar Berubah Menjadi Sering Marah Terhadapmu

5. Pertimbangkan Potensi Hubungan Kedepannya

Pertimbangkan Potensi Hubungan Kedepan
Pertimbangkan Potensi Hubungan Kedepan

Kita semua memiliki impian yang indah untuk masa depan. Namun untuk mencapai impian itu tergantung pada pilihan yang kita tentukan hari ini.

Pertimbangkanlah hubungan mana yang lebih berpotensi menghantarkan kita untuk menggapai impian, apakah persahabatan atau pacar?

Coba mempertimbangkan hal-hal berikut:

Seberapa berkualitas hubungan kamu dengan mereka?

Apakah mereka orang yang bijak dan bisa menenangkan saat kamu mendapatkan masalah?

Apakah mereka benar-benar mengkhawatirkan dirimu? atau dia mengkhawatirkan dirinya sendiri saja?

Apa yang kamu dapatkan saat menghabiskan waktu dengan mereka? Manakah yang lebih berkualitas?

Coba luangkan waktu untuk merenung dan memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu. Setelah kamu menemukan jawaban terbaik, maka jangan takut untuk menentukan pilihan.

Namun seandainya saja kamu bisa mengambil jalan tengah tanpa harus memilih satu diantara keduanya, maka itu lebih baik.

6. Pisahkan Hubungan dan Persahabatan

Pisahkan Percintaan dan Persahabatan
Pisahkan Percintaan dan Persahabatan

Pasangan dan persahabatan adalah dua hal yang berbeda arti.

Proses menuju pendewasaan diri sangatlah berat. Maka dari itu kita harus belajar mengkotak-kotakkan masalah.

Jangan biarkan pasangan membatasi kita dalam bersahabat. Jangan pula membiarkan sahabat mencampuri urusan kita dalam memilih pasangan.

Kita harus menyiapkan telinga dan hati yang lapang jika disaat-saat tertentu sahabat mengatakan hal-hal buruk tentang pacar kita, maupun sebaliknya.

Sebab dari sanalah kita bisa menilai mana orang yang lebih positif dan negatif. Persahabatan itu indah, cinta itu juga indah, maka seharusnya tak ada pertentangan antara persahabatan dan cinta.

Baca Juga : 5 Alasan Mengapa Kamu Tak Perlu Pacaran Di Kondisi Yang Belum Matang

Kesimpulan:

Kita semua bisa saja dibutakan oleh nafsu dan cinta, tetapi kita tidak bisa menutup mata untuk melihat apa yang terbaik untuk masa depan.

Jangan memikirkan apa yang penting untuk hari ini saja karena ke depannya jauh lebih penting. Kita hidup bukan hanya untuk hari ini saja, maka jangan menjual masa depan demi kesenangan sesaaat.

Persahabatan terbaik adalah yang saling mendukung dan tetap toleransi. Bagaimana pun kita, sebodoh-bodohnya kita, seorang sahabat akan datang dan berkata “Sudah kubilang”.

Sementara pasangan terbaik adalah terikat dengan kita secara emosional. Dimana pun kita berada, apa pun yang kita lakukan, koneksi itu tetap terjalin.